Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 71 Perpisahan.


__ADS_3

Keesokan pagi nya Kolin berkemas dan meletakan ponsel nya yang sudah di belikan Aure di bawah bantal, karna dia tidak berniat membawa ponsel itu, karna dia tahu jika dia bawa pasti akan di ambil Lila juga, jadi dia memang berencana meninggal kan nya saja, setelah selesai berkemas Narin mengantar kan Kolin ke bandara dan Narin memberikan uang 100 juta kepada Kolin tapi Kolin hanya mengambil 1 juta saja untuk pegangan, karna Kolin merasa kebahagiaan nya yang dia dapat kan di rumah Narin bahkan tidak bisa di nilai dengan jumlah uang dan itu adalah harga yang mahal di mata Kolin karna di rumah Narin, Kolin bisa merasakan seperti memiliki keluarga, Narin bagai ayah sekaligus ibu, Aure bagai adik yang sangat baik sehingga membuat Kolin menangis meninggalkan mereka, Narin menyeka air mata Kolin kemudian memeluk nya, Kolin menangis dalam pelukan Narin, Aure juga memeluk Kolin seolah Jakarta dan Bali adalah jarak seratus juta mil jauh nya, dan setelah menguras banyak emosi waktu nya Kolin pergi, dia pun meninggalkan semua impian nya di bali, kembali pada kehidupan nya yang penuh penderitaan dan terhina.


Kolin pun tiba di bandara lalu naik taksi kembali ke tempat asal nya dan semua barang-barang bawaan nya langsung di geledah oleh Isna, Lila juga menggeledah tubuh kolin tapi mereka hanya menemukan uang 800 ribu sisa onkos taksi, dengan rasa kecewa Isna berkata.


"Dasar Rama pelit." tapi sebelum membawa Kolin Rama sudah memberikan uang kepada Isna jadi uang tip jumlah segitu juga tidak masalah bagi Isna.


*****


Di rumah Karen hari yang dia tunggu pun akhir nya tiba yaitu hari kedatangan Kanza dan Karen yang sekarang sudah bisa menyetir pergi sendirian ke bandara untuk menjemput Kanza sementara Ekre masih berada di kampus karna masih ada kelas.


Ketika melihat Karen kebahagiaan Kanza terlihat sangat jelas tergambar di wajah nya, Karen pun juga sangat bahagia sambil memeluk Kanza Karen pun berkata.


"Kamu lebih tampan dari yang ibu lihat di Vidio call."


"Aahh! ibu bisa aja!" sahut Kanza sambil melihat ke belakang Karen siapa tahu masih ada orang lain yang menjemput nya Karen pun mengusap kepala Kanza dan berkata.


"Ekre sedang ada kelas, maaf ya hanya ibu saja yang datang,"

__ADS_1


"Aku bukan mencari Ekre Bu' tapi aku sedang memikirkan ayah dan ibu ku." sahut Kanza kecewa.


"Ayo Nak! kita pulang! ibu akan memasak untuk mu," ucap Karen dengan semangat kemudian Kanza naik ke mobil di bangku penumpang dan di perjalanan Kanza membuka ponsel nya lalu membuka salah satu aplikasi di ponsel nya dan Kanza melihat beberapa siaran langsung nya Karen yang berkata tidak sabar menunggu kedatangan anak nya dan itu di unggah 5 jam yang lalu Kanza pun menangis karna terharu, yang dia fikir kan adalah ayah dan ibu kandung nya mungkin sudah melupakan kedatangan nya.


"Kanza, apakah kamu sudah makan Nak!" tanya Karen berusaha mencairkan suasana.


"Aku berencana makan masakan ibu," jawab Kanza singkat.


Setelah 1 jam perjalanan, mobil pun tiba di istana Wijaya, Karen langsung masuk ke dapur untuk memasak setelah mandi Kanza pun menyusul ibu nya untuk membantu memasak dan suasana romantis penuh kasih sayang antara ibu dan anak pun terjadi mereka juga saling menyuapi sehingga kebahagiaan tercipta di dapur itu.


Setelah kenyang Kanza pun duduk di ruang tamu bersama Karen, tidak lama kemudian datang lah Ekre yang langsung memeluk Kanza sampai mereka berdua berguling guling seperti anak kecil di lantai dan mereka terlihat saling merindukan, Ekre yang cerewet pun banyak bertanya kepada Kanza tentang Amerika, menjelaskan kepada Aure membuat Kanza bersemangat untuk bercerita tapi suasana berubah ketika Roy dan Rani datang, senyuman di wajah Kanza langsung sirna, Roy memeluk Kanza tapi Kanza tidak membalas pelukan itu, dia hanya diam seperti patung dan yang lebih parah nya lagi Rani bahkan langsung duduk sikap nya sangat cuek kepada Kanza bahkan menyapa pun tidak.


"Kanza! ayah ingin kamu berada di perusahaan untuk meneruskan bisnis ayah karna usia ayah tidak lama lagi." ucap Roy dengan sedih dan membuat semua orang terkejut kecuali Rani karna Rani sudah tahu sebelum nya.


"Apa yang terjadi dengan mu?" tanya Karen khawatir.


"Aku menderita kanker otak dan dokter memperkirakan usia ku hanya beberapa bulan lagi," sahut Roy sedih kemudian Kanza pun memeluk ayah nya sambil menangis, Karen dan Aure pun juga ikut menangis tapi Rani berkata.

__ADS_1


"Sudah lah Kanza dan kamu juga Karen! ngapain sedih? semua manusia itu pasti mati kan? jadi ngga perlu sedih begitu, buang buang air mata saja." ucap Rani sangat cuek karna mulai bosan dengan suasana seperti itu.


Karen pun hanya diam karna tidak berani banyak berbicara mengingat status nya seorang janda dan takut akan membuat Rani salah faham jika Karen membela Roy.


"Baik lah ayah! aku akan belajar untuk menggantikan pekerjaan ayah," ucap Kanza.


"Sekarang ayah sudah kehilangan beberapa hal yang ayah ingat tapi beruntung di kantor ayah punya anak buah yang bisa ayah percayai jadi kamu bisa belajar lebih banyak dari nya, nama nya pak Salman dan beliau sangat bisa di andal kan."


Kanza pun mengangguk, kemudian dia pun mengambil tas nya lagi untuk pulang ke rumah ayah nya dan membatalkan niat nya untuk tinggal di rumah Karen.


Setelah hari itu Kanza sangat serius dengan pekerjaan nya dia juga mampu mengganti kan pekerjaan ayah nya bahkan kesuksesan nya melebihi kemampuan Roy dan malam itu untuk merayakan keberhasilan proyek mereka seorang rekan nya bernama Riyadi berkata.


"Kanza! Bagaimana kalau malam ini kita pergi ke bar? Aku akan kenalin kamu sama cewek cantik yang ada di bar pesona mutiara," ajak Riyadi.


"Tidak! terima kasih, aku lelah dan mau istirahat." sahut Kanza, Kanza type pria yang tidak suka minum terutama dia sangat pokus dengan pekerjaan nya dan 3 bulan kemudian Roy pun meninggal dunia.


Hari yang di tunggu Rani pun tiba tapi Rani sangat kecewa karna di surat wasiat Roy menyatakan Rani tidak mendapat kan harta sepeser pun karna alasan Rani telah selingkuh dan semua harta di berikan kepada Kanza saja.

__ADS_1


Setelah mendengar isi surat wasiat Rani pun masuk ke dalam kamar nya, Kanza pun fikir ibu nya hanya ngambek lalu mengurung diri di kamar, Kanza berencana membujuk ibu nya nanti setelah ibu nya tenang tapi ternyata ibu nya berkemas untuk pergi dari rumah dan Kanza yang tidak tahu pun segera pergi ke rumah Karen yang berjarak 1 jam dari rumah nya.


__ADS_2