
"Aku sudah di rumah Ka' apakah Kaka perlu sesuatu?" tanya Mita heran karna tidak biasa nya Narin mencari nya.
"Mita, nanti ada pengurus rumah ku yang akan datang dan dia akan mengantar kan rekaman kejadian saat kita berdua di kamar, kamu terima barang itu dan aku akan segera datang bersama Hanan," ucap Narin dengan sangat tegang karna dia akan segera melihat apa yang telah terjadi antara dia dan Mita.
Setiba nya di parkiran Hanan berkata.
"Aku saja yang menyetir karna aku lihat kamu sedang sangat tegang, sementara aku hanya punya satu nyawa, jadi akan aku pasti kan nyawa ku aman malam ini," kemudian Hanan masuk di bangku pengemudi dan dengan terpaksa Narin duduk di bangku penumpang.
Mobil pun di kemudikan oleh Hanan dengan lambat menurut Narin sampai Narin bosan.
"Ayolah Hanan, apakah sekarang aku sedang naik kura-kura stroke? mengapa kamu mengemudikan mobil seperti sedang tidur!" ucap Narin dengan kesal.
"Apakah orang tidur bisa mengemudi?" jawab Hanan sambil tertawa, tapi yang diajak bercanda justru sangat tegang karna dia khawatir jika ternyata malam itu sebenar nya dia tidak bisa mengendalikan diri nya sehingga melakukan hal yang buruk terhadap Mita, kemudian dengan serius Narin bertanya kepada Hanan.
"Hanan berjanji lah satu hal! jika seandainya memang malam itu aku melecehkan Mita tolong berjanjilah, jangan membatalkan pernikahan mu dengan Mita, karna pasti itu bukan kesalahan Mita! tolong katakan kalau kamu akan menerima Mita meski aku dan Mita memang pernah berhubungan badan," Narin menatap Hanan dengan rasa cemas kemudian Hanan berkata.
__ADS_1
"Aku sudah menerima Mita apa ada nya dan kalau pun benar kamu dan Mita telah berhubungan intim bagiku itu bukan masalah dan anggap saja aku menikahi janda," ucap Hanan dengan sedikit bercanda, Narin pun menunjukan wajah lega dan terlihat kekhawatiran di wajah nya berkurang,
Setelah 30 menit tiba lah mereka di istana Wijaya, mereka pun bergegas masuk dan Mita sudah menunggu mereka di ruang tamu dengan laptop terbuka, Mita sudah melihat semua nya dia menangis, dengan takut Narin bertanya.
"Mita apa yang terjadi? apakah benar aku malam itu menodai kehormatan mu?" tanya Narin dengan rasa khawatir yang sangat banyak, tapi Mita menggelengkan kepala nya kemudian Hanan memeluk nya sambil berkata.
"Mita aku janji, aku tidak akan membatalkan pernikahan kita hanya karna kamu bukan perawan lagi, aku bersedia menerima mu walau pun kamu mengandung anak nya si Narin juga," ucap Hanan setengah menggoda Mita, membuat Narin jadi kesal lalu dia melepas kan jas nya kemudian memukul punggung Hanan dengan pelan, sangat jelas di wajah Narin bahwa dia terlihat sedang tegang.
"Tidak lucu!" ucap Narin dengan cemberut, lalu dia mendekati laptop nya kemudian membuka vidio nya.
Ternyata yang membunuh Paman Romi dan Paman Herman adalah Bibi Isna dan yang sudah menjebak kita juga adalah Rico, pasti juga atas perintah Bibi Isna," ucap Mita dengan sangat marah dan Narin mengingat ingat tentang malam itu.
"Aku ingat! malam itu Bibi memaksa ku untuk meminum kopi di dapur, memang aku sempat menolak tapi dia sangat gigih, aku pun akhir nya menerima tawaran nya untuk minum kopi itu, dan di Vidio ini aku sudah pingsan ketika Rico mengangkat tubuh ku di ranjang sehingga dia juga bisa dengan mudah melepas kan pakaian ku, jadi sekarang aku yakin bahwa ada obat tidur di kopi itu." ucap Narin dengan rasa sangat marah dan kesal.
"Apakah sekarang kita harus mencari Isna dan anak-anak nya untuk menjebloskan mereka semua ke penjara?" tanya Hanan.
__ADS_1
"Aku tidak bisa memutuskan karna biar bagaimana pun Isna adalah mertua ku, jika ada Karen maka dia yang harus memutus kan," ucap Narin dengan sangat sedih karna dia merindukan Karen.
"Hanan! kamu edet 3 Vidio penting ini dan jadikan dalam satu Vidio singkat, lalu kirimkan kepada ku," perintah Narin kepada Hanan, kemudian Narin berkata kepada Mita.
"Mita! terima kasih karna kamu juga tulus merawat ayah ku dan Karen juga, kalian memperlakukan ayah ku dengan baik, aku sangat berhutang Budi pada kalian," ucap Narin sambil menangis.
Kemudian Narin berjalan ke kamar nya dan malam itu juga Hanan mengedet Vidio yang di minta Narin, dia juga menambah kan Vidio ketika Karen merawat ayah nya dengan baik dan sabar.
Mita menemani Hanan di sofa, pekerjaan itu selesai tengah malam, mereka merasa lapar dan memesan makanan dari luar, lalu Hanan mengetuk pintu kamar Narin untuk membangun kan Narin mengajak nya makan malam, tapi Narin tidak merespon, kemudian Hanan pun pergi untuk makan berdua Mita saja dan setelah makan Mita masuk ke kamar dan Hanan tidur di sofa.
2 Bulan kemudian.
Di sisi lain di restoran tempat Karen bekerja sangat sepi bahkan semua orang hanya duduk saja karna tidak ada pekerjaan apapun.
Suatu hari mereka semua menonton TV dan di acara itu adalah acara pembukaan restoran baru Narin yang dia hadiah kan kepada Mita dan Hanan sebagai hadiah pernikahan mereka, Karen tidak merasa sedih atau pun sakit hati melihat berita itu karna yang dia fikir kan hanyalah Narin saja, tapi dia tidak bisa meninggal kan restoran dalam keadaan sepi dan dia ingat kalau Mita pernah mengajari nya memasak, jadi Karen pun bertekat mau mengubah masakan restoran itu dengan resep ayah nya tapi dia belum tahu cara menjelas kan kepada chef, karna chef mereka sangat pemarah dan juga sombong.
__ADS_1