Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 50 Pengagum.


__ADS_3

"Ayo Karen! kita pergi saja." ucap Rani sambil melihat ke arah Amelia dan tidak terima dengan tatapan Rani, kemudian Amelia menjambak rambut Karen dan dayang-dayang Amelia juga mulai menyerang, mereka mengeroyok Karen, kemudian Rani menarik rambut Tifani sehingga Rani bergulat dengan Tifani, Roy memegangi Rakhel sementara Karen dan Amelia bergulat dan Amelia yang bertubuh gemuk kalah tanding, Amelia di hajar Karen sampai babak belur, murid yang lain bersorak melihat kejadian itu dan dosen pun datang kemudian melerai mereka, dosen membawa mereka ber 6 ke ruangan untuk di tanyai dan kepala sekolah meminta mereka menghubungi wali masing-masing dan hanya Karen yang awal nya menolak.


"Pa' suami saya sedang sibuk." jawab Karen.


"Suruh wali mu datang sekarang!" perintah dosen nya, Karen pun menelpon Narin dan bertanya.


"Apakah sedang sibuk?" tanya Karen dengan ragu kepada Narin.


"Ya!" jawab Narin singkat kemudian ponsel pun di matikan oleh Roy dan Roy berkata.


"Pa' masalah ini biarkan suami Karen jangan di bawa-bawa! karna bisa saja kan membuat Karen dan suami nya bertengkar, kenyataan nya yang salah bukan Karen tapi Amelia." Roy menjelas kan.


Semua wali pun datang dan Karen terkejut melihat ibu nya Amelia yang ternyata Nyonya Montok, seketika Karen kaget melihat nyonya Montok dan menutup wajah nya dengan tangan nya, baru datang Nyonya Montok langsung ngomel.


"Apa yang terjadi? kenapa wajah anak kesayangan ku jadi penuh dengan luka lebam begini! siapa yang melakukan ini? ayo kita lapor polisi!" ucap Nyonya Montok dengan sangat emosi, kemudian Amelia menunjuk ke arah Karen yang sedang menutup wajah nya dengan tangan nya dan tanpa bertanya panjang lebar Nyonya Montok langsung menjambak rambut Karen dan menyeret Karen sambil berkata.


"Ayo kita selesai kan ini di kantor polisi." ucap Nyonya Montok tanpa melihat siapa pelaku nya dan sampai di pekarangan sekolah kelakuan Nyonya Montok mengundang banyak perhatian murid lain, jadi banyak murid yang berkumpul dan melihat semua itu, Amelia terlihat sangat puas, beberapa orang mencoba menasehati Nyonya Montok, tapi dia mengabaikan nasehat semua orang, di saat yang tepat tiba lah Mita di tempat itu dan membentak nya.


"Lepas kan Karen!" dan Nyonya Montok mengingat Mita lalu dia melepaskan tangan nya dari rambut Karen, kemudian Mita mendekati Karen dan mengikat rambut nya, Nyonya Montok mengenali Karen kemudian berkata.


"Nyonya maaf...!" sambil Nyonya Montok bersujud di kaki Karen, sehingga membuat semua yang ada di situ kebingungan dan Amelia juga sangat heran di buat nya.


"Karen, apa kamu baik-baik saja?" tanya Mita, Karen mengangguk.

__ADS_1


"Karen." panggilan Narin yang datang tiba-tiba membuat semua orang terkejut dan sulit di percaya pria terkaya dan terkenal seperti Narin bisa datang mengunjungi kampus mereka dan Narin pun melihat beberapa lebam di wajah Karen kemudian bertanya.


"Siapa yang melakukan ini?" kemudian Karen menceritakan semua kejadian kepada Narin dan Nyonya Montok berkata.


"Sungguh, Amelia tidak tahu kalau nyonya Wijaya juga kuliah di tempat yang sama dengan nya dan saya benar-benar minta maaf," nyonya montok memohon.


Seketika Karen pun pingsan dan Narin segera menggendong nya untuk membawa nya ke mobil, di ikuti Mita, sementara Nyonya Montok memarahi Amelia dan menjelas kan kepada Amelia tentang Karen, kisah itu membuat semua orang yang mengenal Karen dan meremehkan Karen langsung terkejut terutama Roy, Roy kehilangan kepercayaan diri nya karna dia tahu mustahil bagi nya untuk bersaing dengan pria seperti Narin, dan dia hampir jatuh terduduk lemas di tanah, Rani yang menahan tubuh nya agar tidak terjatuh kemudian Rani memapah nya ke bangku dan bukan hanya Roy yang terkejut tapi juga semua orang yang mengenal Karen.


Di rumah sakit Luka Karen di obati dan dokter yang memeriksa Karen pun menggelengkan kepala nya sementara Mita dan Narin juga sangat mengkhawatirkan Karen kemudian Karen sadar saat di periksa dan berdiri di belakang Narin sambil memeluk Narin dari belakang, dokter juga duduk di bangku nya di depan Narin kemudian Narin bertanya.


"Apakah istri saya baik-baik saja dokter?" tanya Narin.


"Pa' maaf ya saya harap Bapa' bisa menjaga istri nya dan jangan lagi melakukan KDRT karna sekarang istri Bapa' sedang hamil muda." ucap Dokter mengira tubuh Karen yang di akibat kan KDRT dari Narin, tentu saja Narin terkejut dan dia segera menyangkal nya.


"Jelas kan semua nya kepada dokter tentang apa yang telah terjadi?" ucap Narin lagi sambil memandangi wajah Karen dengan sangat malu.


Karen memegang perut nya dan bertanya kepada dokter.


"Apakah bayi ku baik-baik saja dokter?" tanya Karen dengan sangat bahagia.


"Beruntung bayi ibu masih baik-baik saja dan saya harap ibu bisa lebih hati-hati lagi." ucap dokter, kemudian Mita berkata.


"Beruntung pertarungan mu tidak sampai membahayakan bayi mu juga."

__ADS_1


Kemudian Karen menceritakan semua kisah nya sejak awal dan juga bercerita tentang Roy yang sering menolong nya dan dokter pun berkata.


"Maaf kan saya karna saya berfikir ini karna KDRT." ucap dokter dengan malu karna telah salah faham sebelum bertanya kebenaran nya.


Kemudian Narin mengantar kan Karen ke kelas nya untuk mengambil tas Karen, saat itu dosen sudah ada di kelas dan sudah mengajar, Karen mengetuk pintu kemudian Karen masuk dan di ikuti Narin dari belakang, Roy segera mendatangi Karen dan bertanya.


"Karen! apakah kamu baik-baik saja?" tanya Roy yang benar-benar khawatir kepada Karen dan repleks Karen langsung memeluk Roy sambil berkata.


"Aku hamil." ekspresi Karen yang sangat bahagia membuat nya lupa di mana dia sekarang, kemudian Rani berkata.


"Karen! suami mu." ucap Rani, karna khawatir Karen lupa kalau suami nya ada di belakang nya kemudian Karen melepas kan pelukan nya dan Narin berkata.


"Tidak masalah." ucap Narin sambil tersenyum kepada Rani dan juga Roy, kemudian Karen bilang lagi.


"Aku akan cuti kuliah dan akan pokus pada kehamilan ku." ucap Karen sedih.


"Tapi mengapa?" tanya Narin heran karna dia tidak mengira Karen akan mengambil keputusan seperti itu.


"Aku sudah lama menantikan bayi ini, jadi aku akan menjaga nya dengan baik." sahut Karen bersemangat.


"Selamat tinggal semua nya." ucap Karen sambil berjalan untuk mengambil tas nya kemudian Karen berjabat tangan dengan semua orang dan Karen mencium pipi Roy sambil berkata.


"Terima kasih." Roy pun membeku sambil memandang ke arah Narin dan Narin tidak menunjukan rasa cemburu dengan yang di lakukan Karen kepada nya kemudian Narin berkata kepada Roy.

__ADS_1


__ADS_2