
"Apakah kamu yakin Nak? Bapak dan Bibi mu akan mendukung kamu tapi kamu harus hati hati ya Nak? pandai-pandai lah kamu menjaga diri di kampung orang." sahut ayah nya kepada Karen kemudian Karen pun memeluk ayah nya dan juga bibi nya.
Karen pun terbangun ketika suara klakson mobil mengagetkan nya membuat mimpi nya lenyap, diapun tiba di tempat tujuan nya, setelah naik ojek diapun tiba di rumah dan saat itu ayah nya sedang menyapu halaman dengan 2 tongkat di tangan nya karna ayah Karen tidak bisa berjalan dan hanya berjalan menggunakan tongkat.
Setelah melihat ayah nya, Karen memanggil ayah nya sambil memeluk ayah nya, mereka sama-sama bahagia karna sudah 5 bulan tidak bertemu, hanya uang Karen saja yang datang setiap bulan.
Kemudian Karen dan ayah nya masuk ke dalam rumah, lalu Karen pun berkata.
"Ayah! aku mau mengajak ayah tinggal di kota, karna di kota aku sudah memiliki pekerjaan bagus dengan gajih yang lumayan sementara di desa aku tidak bisa memiliki pekerjaan."
"Ya Nak! terserah kamu saja karna ayah akan ikut kemana pun kamu pergi hanya kamu yang ayah miliki sekarang dan tidak ada lagi yang lain bahkan kita tidak tahu di mana ibu mu sekarang berada,"
Keesokan pagi nya Karen pergi ke makam bibi Anna bersama ayah nya, kemudian Karen pergi ke pasar dan ayah nya pulang ke rumah.
Setelah 2 hari di desa kemudian Karen memutus kan besok akan berangkat ke kota dan malam itu Karen memasukan semua pakaian ayah nya kedalam tas.
Pagi nya mereka berangkat ke kota sepanjang perjalanan di dalam kereta api, Karen banyak bercerita kepada ayah nya tentang pekerjaan nya dan juga tentang pak Romi dan di malam hari mereka pun sampai di kota, Karen mengajak ayah nya tinggal di kost bersama Mita juga.
Keesokan pagi nya karna perjalanan jauh Karen kelelahan sehingga dia bangun kesiangan dan dia lupa sarapan, ayah nya membuat kan sarapan untuk nya kemudian mengantar kan nya ke tempat kerja Karen dengan naik ojek, tidak sulit menemukan perusahaan keluarga Wijaya dan setiba nya di kantor Wijaya, ayah Karen bertanya kepada security.
"Maaf Pa' saya numpang tanya, apakah Bapa' kenal sama pegawai di sini yang bernama Karen? kata nya dia bekerja di sini sebagai tukang bersih bersih," Security mengingat ingat kemudian berkata.
"Oooh...Karen? iya pak memang ada pegawai bernama Karen yang bekerja di sini, tapi tidak tahu itu Karen yang Bapak cari atau bukan, tunggu ya Pak saya panggil kan, Bapak tunggu di sini." setelah berkata begitu Security lalu masuk ke dalam untuk memanggil Karen kemudian Karen datang untuk menemui ayah nya, lalu ayah nya menyerah kan kotak bekal kepada Karen sambil berkata.
"Kamu sarapan dulu Nak' kemudian bekerja jangan terlambat makan, nanti kamu sakit." Karen pun tersenyum kepada ayah nya dan berkata.
"Terima kasih ayah."
Kemudian 5 orang pegawai kantor lewat dan salah satu nya bertanya kepada Karen.
__ADS_1
"Karen, apakah pria pincang, dekil, hitam dan jelek ini adalah ayah mu?" Karen tidak malu mengakui nya dan dengan bangga dia berkata.
"Benar dia ayah ku dan dia adalah ayah terbaik di dunia." mendengar ucapan Karen mereka semua tertawa, kemudian yang lain berkata.
"Kalau aku punya ayah seperti itu pasti aku sudah mati karna malu." kemudian mereka berlima pun tertawa lagi, tapi mereka tidak sadar kalau ada Narin di balik pintu yang memperhatikan kelakuan mereka, lalu dengan kesal Narin berkata kepada mereka.
"Apa pendidikan kalian sehingga kalian tidak tahu cara menghormati orang tua?"
Terdiam dan tertunduk malu semua orang yang ada di tempat itu, pastinya malu dan juga takut, perasaan itu lah yang ada di wajah mereka kemudian mereka semua berkata.
"Maaf tuan muda,"
"Mengapa minta maaf kepada ku? memang nya kepada siapa kalian bersalah? dan siapa yang tadi kalian hina?" sahut Narin.
Karna takut kepada Narin kemudian mereka minta maaf kepada ayah Karen lalu Narin berkata kepada security.
"Baik tuan muda." sahut security dan dalam hati Karen berkata.
"Ada juga sisi baik nya dia walau pun cuma sedikit."
Narin pun pergi ke parkiran lalu masuk ke dalam mobil nya dan pergi, kemudian ayah Karen juga pulang, tapi di pintu pagar ayah Karen sempat melihat sebuah mobil warna hitam masuk ke dalam, ayah Karen juga sempat melihat seorang pria yang pernah dia lihat duduk di dalam mobil, dia adalah pak Romi, tapi ingatan nya belum sepenuh nya datang, sehingga ayah nya Karen tidak berani menegur nya, apa lagi saat itu pak Romi sedang sibuk menelpon jadi ayah Karen sungkan untuk bertanya, kemudian ayah Karen pun pergi meninggal kan tempat itu.
Siang itu Karen dan Hanan makan di tempat biasa di warung di depan kantor tempat mereka bekerja dan secara tidak di sangka Narin datang ketempat itu dengan tujuan mau makan juga di meja yang sama dan seketika suasana romantis jadi suasana pemakaman,Karen berkata kepada Hanan.
"Sayang! apakah kamu tahu, semalam aku bermimpi kamu saat aku tidur"
Narin menyela.
"Emang ada mimpi saat tidak tidur?"
__ADS_1
Karen melihat ke arah Narin dengan memasang muka kesal, kemudian Hanan berkata kepada Karen.
"Sayang! ketika kita sedang bersama, kamu jangan hirau kan apapun dan anggap saja dunia hanya milik kita berdua saja."
"Lalu aku di mana?" sahut Narin lagi.
"Sayang! ketika kita duduk berdua aku merasa seperti ratu dan kamu lah raja nya" ucap Karen.
"Lalu aku siapa?" tanya Narin lagi.
"Raja dan ratu butuh kuda, kamu jadi kuda nya saja." sahut Karen sambil menjulur kan lidah kepada Narin
Hanan kemudian melihat ke arah Narin tapi Narin tidak perduli meski dia makan dengan di lihat 4 mata dia terus saja makan sambil di lototi Karen dan Hanan, setelah selesai makan Narin pun langsung pergi.
Setelah Narin pergi Karen yang penasaran pun bertanya kepada Hanan.
"Tumben Narin makan di kantin di depan kantor dan tidak makan di restoran mahal,mengapa?"
Hanan mengarah kan telunjuk nya ke pintu keluar dan Karen bingung lalu bertanya.
"Apa?"
"Tanya Narin." sahut Hanan, Karen menggelengkan kepala nya sambil tersenyum, setelah beberapa menit kemudian mereka pun selesai makan dan kembali bekerja.
*****
Siang itu Mita pulang ke rumah karna dia tiba-tiba mendadak demam, jadi dia mau istirahat di kost, karna heran ayah Karen bertanya.
"Mita! kamu tidak bekerja hari ini?
__ADS_1