Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 24 Terpaksa menurut.


__ADS_3

Narin pun masuk ke kamar Mita dan beberapa kali memanggil nama Karen, sangat sulit membangun kan Karen, setelah beberapa kali mendengar nama nya di panggil Karen pun terbangun dan membuka matanya sebentar, lalu setelah melihat wajah Narin dia memejamkan matanya lagi, kemudian Narin duduk di atas ranjang disamping Karen.


"Sebaik nya kita pulang sekarang atau ayah kita akan bangun dan banyak bertanya kepada kita," ucap Narin, tapi Karen tidak merespon, dia hanya diam saja lalu memalingkan wajah nya, dia juga sangat malas untuk pergi meninggal kan tempat tidur nya, seolah dia di takdir kan menempel di kasur itu, Narin mulai kesal dia kemudian menggendong Karen, karen berteriak.


"Turun kan aku! aaaaaaaa...!"


"Diam! atau ku lempar seperti karung." sahut Narin tegas, disertai dengan rasa kesal, karna kuping nya sakit mendengar teriakan Karen yang tepat di gendang telinga nya, karna Karen takut di lempar dia pun diam, Narin membawa Karen ke tempat mobil nya diparkir, kemudian meletakan karen berdiri di samping mobil dan berkata.


"Masuk!" ucap Narin dengan tegas, Karen pun menurut dan setelah mengunci pintu Narin pun meninggal kan tempat itu untuk pulang ke rumah keluarga Wijaya.


Ketika sampai di rumah, Karen dan Narin berusaha berjalan sangat pelan agar ke dua ayah mereka tidak tahu ke datangan mereka tapi ketika mereka masuk ke kamar, mereka terkejut karna ternyata ke dua ayah mereka sudah berada di kamar dan membuka selimut mereka, dengan tatapan yang sangat marah kepada Narin ayah nya Narin bertanya kepada Narin.


"Dari mana kamu Narin?" Narin yang gugup dan terlihat jelas ekspresi tegang di wajah Narin lalu dia menjawab.


"Dari hotel yah!"


Ayah nya langsung mengubah ekspresi wajah nya sambil berkata.


"Bagus."


Kemudian ke dua senior pun pergi meninggal kan kamar dan di wajah Narin sudah terlihat lega, Karen menatap wajah Narin dan bertanya.


"Apakah tuan muda semalam ke hotel? tuan bilang semalam mau ke bar!" Narin menyentil dahi Karen dan berkata.


"Itu tidak penting."


Karen menjulur kan lidah nya kepada Narin kemudian berbaring lagi di kasur dan berguling-guling di kasur, dan Narin pergi ke kamar mandi.


Narin kemudian bersiap untuk pergi ke kantor dan Karen sudah tertidur kemudian Narin pergi, Narin pergi tanpa sarapan di rumah karna dia berencana makan di restoran nya.

__ADS_1


Narin bertemu ayah nya di parkiran mobil dan ayah nya bertanya.


"Kamu sudah sarapan?"


"Tidak ayah! karna aku berencana sarapan di restoran ku,"


"Oooo...," sahut ayah nya, kemudian Narin pun pergi dengan mobil nya.


Siang itu, ayah Karen juga berencana mau pergi ke restoran dan ketika ayah nya sudah keluar rumah Karen melihat kemudian bertanya.


"Ayah mau kemana?"


"Aku mau ke restoran," sahut ayah nya,kemudian Karen berkata.


"Ikuuuuttt....," kemudian mertua nya datang dari belakang dan berkata.


"Kita berangkat sekarang?" mereka bertiga pun berangkat dan tiba di restoran, ayah Karen langsung pergi ke dapur karna saat itu juga sudah masuk jam makan siang, Ayah Narin juga ikut ke dapur mau melihat cara ayah Karen memasak makanan.


"Apakah semua ini kamu sendirian yang memakan nya?"


Karen asik makan dan mulut nya penuh jadi dia hanya mengangguk saja kemudian datang lagi pelayan membawa kan pesanan Karen, Narin dan Hanan pun kemudian memesan makanan.


Pesanan Narin dan Hanan datang, sambil makan Hanan bertanya.


"Karen! apakah kamu marah karna semalam aku tidak bisa datang?" Karen menggelengkan kepala nya karna mulut nya penuh jadi dia tidak mau bicara kemudian Hanan bertanya lagi.


"Aku dengar malam pertama kalian sangat romantis,"


Karen tersedak, Narin bergegas memberikan nya minum, Hanan mulai melihat nya dengan tatapan cemburu, setelah minum kemudian Karen menggeleng kan kepala kemudian Hanan bertanya lagi kepada Narin.

__ADS_1


"Narin apakah malam itu kamu akhir nya menemukan lubang nya?" Narin faham maksut pertanyaan Hanan tapi Karen yang polos tidak faham kemudian Karen menjawab.


"Lubang nya ketemu tapi tuan muda Narin kesulitan memasukan nya karna lubang nya kecil," Narin tersenyum dengan jawaban polos istri nya karna dia sangat faham Hanan sedang cemburu, kemudian Hanan bertanya lagi.


"Tapi akhir nya tertusuk kan?" ucap Hanan dengan nada sedikit emosi membuat Narin tersedak karna dia merasa Hanan benar-benar sudah salah faham tapi Karen yang masih belum faham menjawab.


"Iya, tertusuk sampai berdarah, bahkan sampai sekarang masih terasa sakit, apakah kamu mau melihat?" tanya Karen dengan lugu dan Narin menahan tawa nya kemudian Hanan berdiri lalu berkata.


"Permisi, aku sudah selesai." ucap Hanan sambil memukul meja.


Karen melihat ke piring Hanan yang hanya sedikit dimakan nya karna langsung pergi dengan Kesal, tanpa memahami apa pun Karen bertanya kepada Narin.


"Apa yang terjadi dengan Hanan?


Narin hanya memandangi wajah Karen kemudian dia menggeleng kan kepala sambil tersenyum karna merasa lucu dengan ke polosan Karen, kemudian Narin makan dan karna Karen sangat polos dia juga dengan santai melanjut kan makan nya.


Ketika Karen tersedak Narin mengambil kan air minum untuk Karen dan hal itu di lihat ayah Narin sehingga dia berpikir ke dua anak nya sangat romantis kemudian ayah nya datang mendekati mereka lalu berkata.


"Ayah senang melihat kalian," mendengar ucapan ayah, Karen dan Narin pun hanya tersenyum dan tidak berkata apapun karna mereka asik makan, setelah selesai makan Narin pun berkata.


"Ayah! aku harus kembali ke kantor sekarang." Ayah nya pun mengangguk kemudian Narin pun pergi.


Ketika malam tiba, ayah Narin dan ayah Karen yang sudah sepakat untuk mengirim Narin dan Karen untuk pergi berbulan madu dan mereka sudah menyiap kan tiket perjalanan ke Bali, setelah Narin datang ayah nya dan mertua nya sudah menunggu nya di ruang tamu kemudian ayah nya berkata.


"Narin duduk lah sebentar karna ayah mau bicara dengan mu," Narin pun duduk di samping ayah nya dan bertanya dengan tegang.


"Ada apa ayah?"


Ayah nya kemudian mengeluarkan 2 tiket dari saku nya dan menyerah kan kepada Narin kemudian Narin melihat tiket itu sambil berkata.

__ADS_1


"Bali?"


__ADS_2