Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 43 Merindu.


__ADS_3

Lamunan Karen pun terganggu ketika teman nya tertawa dan seorang teman nya yang bernama Gina berkata.


"Aku sangat ngefans dengan Tuan muda Wijaya itu, karna menurut ku dia itu pria yang sempurna." ucap nya sambil berkhayal, Karen hanya mentertawa kan saja, dia tidak berkata apapun dan Lisa juga bicara.


"Ngareeeep! Mana mau tuan wijaya sama kamu," ucap nya sambil tertawa.


"Tidak ada yang mustahil di dunia ini, bahkan kita tidak pernah menyangka siapa jodoh kita nanti," ucap Karen dengan ekspresi kerinduan di hati nya ketika melihat Narin.


"Karen benar, bahkan kita juga tidak tahu apakah jodoh tuan Wijaya adalah Karen," jawab Elena dalam candaan nya setengah mengolok-olok yang di katakan Karen, Karen juga hanya senyum-senyum saja mendengar nya, kemudian Lastri pun bertanya kepada Karen.


"Karen! Suami mu itu seperti apa?" Karen mau bicara kemudian di jawab oleh Ani.


"Jangan bilang suami mu itu gigi nya tonggos, bibir nya sumbing, mata nya juling atau kaki nya hanya satu," ucap Ani sambil tertawa dan yang lain juga ikut tertawa, Karen hanya menggelengkan kepala saja mendengar kan ejekan teman-teman nya.


"Suami ku adalah pria yang baik dan juga sangat perhatian, tapi aku merasa dia tidak pernah bahagia bersama ku jadi aku memutus kan untuk pergi dan membiarkan dia bebas," ucap Karen dengan sedih dan dengan mata yang berkaca-kaca karna Karen menahan kesedihan dan kerinduan nya.


Karen pun kemudian melihat TV lagi, teman-teman nya juga, sambil mereka tidak ada habis-habis nya memuji Narin, beberapa detik kemudian, mereka di kejut kan oleh suara Chef keluar dari dapur sambil ngomel-ngomel.


"Aku tidak bisa terus berada di tempat seperti ini! tempat ini sudah bangkrut, aku akan pergi!" ucap juru masak sambil melempar kan topi nya ke lantai kemudian menginjak nya lalu pergi, ibu sari pun menangis di lantai kemudian Karen mendekat.

__ADS_1


"Ibu! jangan khawatir, semua akan baik-baik saja, pasti ada jalan untuk setiap keinginan," ucap Karen menghibur nya.


"Tapi sekarang restoran kita sedang sepi, bahkan aku tidak tahu apakah aku nanti mampu menggajih kalian atau tidak." ucap Sari dengan sedih, Karen memandang teman-teman nya.


"Bu...! aku akan bekerja meski tidak di gajih karna aku sudah berhutang budi kepada ibu yang sudah bersedia menampung ku, dan ibu tidak sendirian karna aku akan mendampingi ibu, kita lewati masalah ini bersama, ibu harus yakin dimana ada kemauan di situ ada jalan dan aku yakin kita akan berhasil." ucap Karen, yang lain juga mendukung karen tapi ibu Sari berkata.


"Kita akan segera menutup restoran ini karna sekarang juru masak kita juga sudah mengundur kan diri, aku sudah lelah berusaha mempertahan kan restoran milik mendiang suami ku, aku akan menyerah! " sambil menangis ibu Sari mengucap kan nya.


"Kalau begitu aku akan menjadi juru masak di restoran ini, tapi resep masakan yang aku ketahui berbeda dengan menu yang tertulis di depan dan apakah ibu keberatan jika kita mengubah menu kita?" tanya Karen, kemudian teman nya bertanya.


"Apakah kamu yakin kamu bisa memasak?"


Sari mengubah menu yang tertulis di depan restoran nya dengan nama resep masakan yang di kuasai Karen dan dengan percaya diri Karen mencoba memasak beberapa resep milik ayah nya, dan perubahan menu yang tertulis di depan restoran menarik banyak pembeli, perlahan restoran mulai ramai karna mereka menyukai masakan Karen.


Semua pelayan pun bisa menerima gajih mereka dan mereka semua senang, hutang ibu Sari kepada rentenir juga perlahan dia cicil dan Nyonya montok juga jarang ngomel,Nyonya montok adalah seorang rentenir yang bertubuh gemuk bernama Rania Dibora tapi para pegawai memberikan nya julukan nyonya montok, Nyonya Montok adalah orang yang hobi nya makan gratis dan juga pelit tapi ibu Sari tidak pernah marah atau pun mengeluh dengan kehadiran nya dan tetap memperlakukan nyonya montok dengan baik meski nyonya montok setiap hari makan gratis seperti pengemis.


Suatu hari Ani membeli majalah yang hampir semua berita nya banyak tentang Narin saja, karen juga baru sadar kalau ternyata suami nya itu sangat terkenal dan selain di televisi juga menjadi sampul beberapa majalah yang selalu di kaitkan dengan judul pengusaha sukses atau pengusaha tampan dan lain nya Karen juga kaget karna dia baru tahu kalau ternyata Narin hampir setiap hari masuk di acara TV dengan berbagai berita kesuksesan nya, teman-teman Karen selalu saja baper dan memuji tentang Narin, tapi Karen tidak pernah mengakui bahwa Narin adalah suami nya, dia hanya tersenyum saja melihat suami nya di puji teman-teman nya.


4 bulan kemudian pada suatu hari ibu Sari menerima kabar mengejutkan.

__ADS_1


Hari itu waktu menunjukan pukul 5 sore dan ada beberapa motor datang ke restoran itu, mereka semua adalah teman kerja nya Naya yang berjumlah 15 orang, kemudian mereka di wakili pria yang bernama Rahman bertanya.


"Di mana bibi sari?" tanya Rahman.


"Ada di dalam," sahut Ani.


"Tolong panggil kan beliau." pinta rahman,kemudian Ani memanggil ibu Sari yang sedang di dapur dan belajar memasak dari Karen, tidak lama kemudian keluar lah ibu Sari dan dengan heran dia bertanya.


"Adik-adik ini ada apa mencari ibu?" tanya ibu Sari kepada mereka dan mereka semua saling memandang, kemudian perlahan Rahman mendekati ibu Sari.


"Maaf Bu! kami ke sini membawa berita sedih tentang Naya! dia baru saja mengalami kecelakaan di tabrak mobil saat mau menyebrang di lampu merah dan bukan hanya Naya tapi 5 teman kami yang lain juga sekarang berada di rumah sakit." ucap Rahman dengan sedih.


Ibu Sari terkejut dan langsung berteriak.


"Kanayaaaaaaa......!" sambil menangis kemudian pingsan dan saat sadar ibu Sari sudah berada di rumah sakit dengan di dampingi Karen dan Ani, sementara yang lain masih berada di restoran untuk menutup restoran, kemudian Ibu Sari langsung bertanya kepada Karen.


"Karen! bagaimana keadaan Naya?" tanya ibu Sari dengan panik.


"Naya sedang di ruang operasi Bu! sekarang sedang di tangani dokter." sahut Karen.

__ADS_1


"Antar kan ibu ke tempat Naya." pinta ibu Sari kepada Karen, kemudian mereka semua pergi menuju tempat Naya di operasi dan dokter pun masih di dalam, setelah 30 menit menunggu akhir nya dokter keluar dari ruangan itu kemudian berkata.


__ADS_2