
Waktu berlalu dengan cepat, 9 tahun sudah Karen koma di rumah sakit dan si kembar juga berusia 10 tahun, Kanza berusia hampir 16 tahun dan tentu saja Kolin juga sudah berusia hampir 17 tahun.
Kehidupan sulit dengan penuh kebencian dan kemarahan penuh hujatan dan siksaan dari Isna dan Lila juga sering di pukuli oleh Rico, di alami oleh Kolen, dan Kolin juga jadikan pelacur oleh Isna yang tidak punya rasa iba sedikit pun kepada Kolin.
Kehidupan Narin juga tidak berjalan mulus, mertua nya sakit asma kemudian meninggal dunia dan Wisnu kakak ipar nya juga mati karna di gigit ular dan sekarang Ningsih hanya memiliki Narin saja.
Meski sudah beberapa tahun menikah tapi Narin dan Ningsih juga tidak bisa memiliki anak.
*****
Seperti biasa, hari itu adalah hari Minggu, Mita, Hanan, si kembar dan juga Kanza datang mengunjungi Karen di rumah sakit dan Mita membawa kue ulang tahun si kembar karna mereka berencana merayakan ulang tahun si kembar di ruangan itu dan ketika lilin ulang tahun di nyalakan.
"Ayo padam kan api nya." ucap Hanan kepada si kembar dan api belum di tiup oleh si kembar, bayangan ledakan mobil datang di dalam mimpi Karen dan membuat Karen langsung berteriak memanggil.
"Narin...!" teriakan keras nya Karen mengagetkan semua orang dan Hanan segera berlari keluar untuk memanggil dokter dan keajaiban terjadi, Karen pun sadar tapi masih belum bisa banyak bicara dan masih lemah, setelah dokter pergi si kembar pun memeluk ibu mereka di kanan dan kiri, Kanza juga memeluk kaki Karen dan mencium kaki Karen.
"Karen! ini Aure dan ini Ekre, mereka sangat mirip bahkan tidak mudah membeda kan mereka dan aku juga kadang kesulitan untuk mengenali mereka, tapi Aure menggunakan gelang emas di tangan kiri nya dan Ekre menggunakan gelang perak di tangan kiri nya dan kadang anak-anak nakal ini menukar gelang nya sehingga aku kesulitan mengenali mereka lagi." Mita menjelas kan sambil tertawa tentang anak-anak Karen yang sedang memeluk Karen, Karen pun menangis melihat anak-anak nya yang sudah besar tanpa nya, Aure dan Ekre memiliki wajah yang sangat mirip dan nyaris tidak bisa di bedakan, Aure dan Ekre sangat mirip dengan Narin.
__ADS_1
"Dan itu adalah Kanza." ucap Mita lagi seraya menunjuk ke arah pria yang sedang memeluk kaki Karen.
"Ibu...," ucap Kanza pelan dan dia tidak bisa menahan air mata nya karna melihat ibu yang pernah menyayangi nya sekarang bisa melihat nya lagi.
"Di mana tuan muda Narin?" tanya Karen perlahan, Mita dan Hanan pun saling memandang kemudian.
"Kaka Narin sudah meninggal dunia dalam ledakan itu dan di makan kan di samping makam ayah nya." sahut Hanan.
"Mayat di mobil itu bukan mayat tuan muda." sahut Karen, kemudian Karen menceritakan kejadian nya dan membuat semua sangat terkejut karna merasa keajaiban ke dua akan datang juga, secercah harapan akan kehidupan Narin datang di dalam hati semua orang, kemudian Hanan memanggil polisi dan polisi memulai pencarian Narin di daerah terjadi nya kecelakaan itu.
Setelah 2 Minggu Karen pun pulih dan harapan nya untuk bertemu Narin sangat besar, kerinduan yang dia rasakan kepada Narin juga sangat banyak berkumpul di dalam hati nya, hanya yang Karen tidak habis fikir adalah mengapa Narin tidak kembali ketika Narin masih hidup, berbagai fikiran muncul dalam otak Karen termasuk memikirkan mungkin Narin bosan dengan nya sehingga Narin tidak kembali kepada nya.
Saat itu Ningsih sedang memasak dan Narin sedang berada di kebun di belakang rumah, dua orang polisi datang bersama Hanan dan Hanan memanggil manggil pemilik rumah tapi tidak ada jawaban, kemudian Hanan mengelilingi rumah dan melihat kehidupan Narin dan meski kulit Narin terlihat lebih hitam dari sebelum nya tapi Hanan masih mampu mengenali Narin kemudian memeluk nya dan Narin yang tidak mengenali Hanan pun keheranan, Ningsih pun datang ketika mendengar teriakan Narin.
"Siapa kamu?" teriak Narin yang kaget karna di peluk oleh orang yang tidak dia kenal.
Kemudian semua orang di persilah kan duduk di depan rumah oleh Ningsih, seraya berusaha menenangkan hati nya karna dia tahu kebahagiaan nya dengan Narin mungkin akan segera berakhir.
__ADS_1
"Apakah kamu melupakan ku?" tanya Hanan kepada Narin.
"Aku tidak mengenal mu, dan mungkin saja kamu salah orang," sahut Narin, karna dia terlalu takut kalau masa lalu nya akan menghancurkan kebahagiaan nya bersama Ningsih.
Kemudian Hanan mengambil ponsel nya dan menunjukan beberapa Poto Narin di masa lalu, tapi Narin tetap saja tidak mengingat apa pun.
"Kalau begitu ikut lah dengan ku." ucap Hanan, dan kata-kata itu langsung di tentang oleh Ningsih.
"Tolong kalian pergilah dan biar kan kami bahagia di sini." ucap nya sambil menangis.
"Kamu harus kembali ke rumah mu, jika kamu mau tahu kebenaran tentang diri mu yang sudah kamu lupakan." pinta Hanan.
Narin memandang ke wajah Ningsih dan Ningsih menggelengkan kepala nya dengan mata berkaca-kaca, jadi Hanan merasa tidak punya pilihan dan memutuskan untuk menyeret Narin dan setelah memaksa Narin untuk ikut, Ningsih pun kemudian mengikuti kepergian Narin karna dia juga tidak mau melepas kan Narin dan takut kalau Narin akan pergi selama nya dari hidup nya.
Di perjalanan Hanan menelpon Karen.
"Kami akan tiba di rumah dalam 4 jam lagi bersama Narin." mendengar berita itu Karen juga jadi sangat gelisah.
__ADS_1
Sampai lah Mobil di dalam pekarangan Wijaya, Narin, Ningsih, Hanan dan kedua polisi masuk ke dalam rumah, kemudian setelah melihat tangga di dalam rumah itu Narin pun terdiam dan Karen mempersilah kan mereka semua untuk duduk lalu Karen bertanya kepada Ningsih tentang masa lalu Narin, karna tidak ada pilihan lain Ningsih pun kemudian menceritakan semua kebenaran kepada semua orang dan dia beralasan melakukan semua itu karna dia takut kehilangan Narin dan Narin yang hilang ingatan pun memeluk Ningsih sambil berkata.
"Jangan khawatir istri ku, tidak ada apa pun yang bisa menghancurkan kebahagiaan kita." ucapan Narin yang sedikit itu mampu menghancurkan harapan dan juga hati Karen,luka dan kekecewaan di alami nya saat itu,Karen tidak mampu lagi berbicara dan dia hanya mampu menangis tapi pelukan ke tiga anak nya mampu menenangkan badai di hati nya sehingga dia bisa mengendalikan diri nya agar dia tidak bunuh diri atau dia membunuh Ningsih atau membunuh Narin hanya fikiran itu lah yang ada dalam otak Karen saat itu.