
Aure pun melihat ke arah yang di maksut Narin, kemudian Aure menyahut.
"Iya, itu kucing," sahut nya cuek sambil berjalan pergi meninggalkan Narin kemudian Narin bergumam.
"Padahal pagi ini aku berharap melihat sapi yang lewat," sambil Narin mengambil koran yang datang pagi ini di kotak surat nya dan meletakan nya dimeja di ruang tamu.
Setelah tiba di kamar, Aure langsung tidur dan berencana bangun siang sementara Narin sudah pergi bekerja.
Di tempat Ekre semua berjalan normal tentu saja karna Aure tidak membuat kekacauan dalam kehidupan Ekre sehingga Ekre tidak perlu repot-repot memperbaiki nama nya.
Siang itu Aure bangun jam 12 dan dia langsung sarapan disiang bolong, seperti biasa hanya sarapan roti dengan selai kacang, setelah sarapan kemudian Aure menelpon Ekre.
"Ekre! kau di mana?"
"Di kampus ka' ada apa?"
"Aku tunggu di taman."
"Tapi...," panggilan sudah di putuskan dan dengan terpaksa Ekre meninggalkan kampus nya lalu pergi menemui Aure di taman, melihat Aure duduk melamun Ekre pun mendekatinya dan bertanya.
"Kaka' apakah terjadi sesuatu?"
"Aku akan menginap di rumah ibu saja malam ini." sahut nya.
"Ok!" kemudian mereka pun bertukar ponsel dan baju lalu berpisah, Ekre pun pergi ke pasar untuk berbelanja karna dia berencana memasak malam ini.
*****
Malam itu Ekre sedang memasak di dapur dan Narin yang masuk ke dapur bermaksud mengambil air minum, dia jadi sangat terkejut melihat di atas meja ada ayam goreng dan juga ikan lengkap dengan nasi dan juga tumis kangkung, bertambah heran lagi Narin melihat kelakuan anak nya, sambil mata nya tidak berkedip melihat ke arah anak nya dia mencicipi paha ayam dan juga sayur nya,Narin berfikir anak nya benar-benar sudah berubah lebih baik bersama wanita itu tambah penasaran Narin dengan wanita yang mampu mengubah anak nya menjadi seperti itu.
"Aure, kapan kamu mengenalkan kepada ayah wanita yang kamu cintai itu?" langsung kaget Ekre mendengar pertanyaan itu karna dia bahkan belum cerita apa pun tentang Raura kepada ayah nya, sempat terpikir oleh Ekre bahwa mungkin saja ayah nya mengawasi semua yang dia lakukan, dengan gugup Ekre menjawab.
"Akan aku tanya kan nanti kepada Raura kapan dia sudah siap untuk bertemu ayah." sahut nya gugup.
"Jadi nama nya Raura?" ucap Narin sambil makan karna dia merasa masakan anak nya enak tentu saja karna Ekre belajar memasak dari Karen.
"Ya Ayah." sahut nya perlahan.
__ADS_1
"Apakah Raura dari kalangan atas atau bawah?"
"Menengah yah!" sahut Ekre asal karna bahkan dia juga belum tahu banyak tentang Raura itu.
"Ayah tidak perduli apakah wanita itu kaya atau miskin, tapi ingatlah hati-hati mencari istri dan jangan menikahi wanita seperti Ningsih!" ucap Narin tegas.
"Ya Ayah."
"Apakah kamu sering ke bar?"
"Ee...,"
"Apakah kamu pernah melihat Kolin di bar? bukan kah Kolin bilang dia bekerja di bar?" tanya Narin.
"Itu....,"
"Benar juga! Jakarta luas dan bar bukan hanya satu di Jakarta, nanti kalau kamu bertemu Kolin suruh dia berkunjung ke rumah." ucap Narin karna dia merindukan Kolin tapi dia malu jika harus bertanya kepada Rama tentang hal itu karna yang di tanyakan hanyalah seorang pelacur.
"Ya ayah," sahut Ekre sambil makan.
Setelah selesai makan kemudian Narin pergi ke ruang tamu dan menonton televisi setelah selesai mencuci piring kemudian Ekre membawa kan teh ke hadapan ayah nya sambil duduk menonton TV di samping ayah nya dan bertambah heran lagi Narin melihat sikap anak nya lalu bertanya lagi.
"Eee...itu!"
"Kau tidak keluar malam ini?
" Tidak!"
"Tidak ada janji?"
"Janji? sama siapa?" tanya Ekre heran dengan pertanyaan ayah nya.
Kemudian dalam suasana menegangkan bagi Ekre dia merasa terselamatkan karna ponsel di saku nya berbunyi saat menerima notifikasi pesan dari Aure yang isi nya.
"Sedang apa?" kemudian Ekre melirik ke arah ayah nya yang juga sedang memandang ke arah nya lalu Ekre berkata.
"Ayah, aku permisi ke kamar."
__ADS_1
"Ya, apa kau mau pergi?"
"Tidak! aku mau tidur," sahut Ekre polos karna dia tidak faham jam berapa seharusnya nya Aure tidur.
"Kalau kamu tidur sekarang yang ada kelelawar lewat akan tertawa melihat mu," sahut Narin menggoda anak nya karna sikap anak nya seperti bukan dia bangeeet, setelah memberikan senyum kepada Narin kemudian Ekre pun segera masuk ke kamar Aure, setelah tiba di kamar Ekre langsung memanggil Aure di Vidio call.
"Kaka sedang apa?"
"Aku sedang di kamar, tadi aku bilang mau keluar sebentar, tapi ibu bilang aku harus segera tidur, apa-apaan ibu itu! masa' jam 9 sudah di suruh tidur?" ucap nya protes.
"Iya ka' ibu memang begitu."
"Ceritakan tentang mu' kali ini apa lagi kelakuan aneh mu?"
"Menurut ku kelakuan ku normal seperti memasak makan malam dan membuat teh juga menonton televisi bersama ayah," sambil Ekre berbaring dan meletakan ponsel nya berdiri di bantal.
"Hey!" teriak Aure dengan sangat nyaring sehingga membuat Ekre terperanjat mendengar nya.
"Kenapa ka!"
"Begitu kamu sebut normal? justru itu tidak normal!" ucap Aure sambil dia berguling guling di kasur saking kesal nya sampai tidak sadar Aure terjatuh dari ranjang nya.
"Kenapa Kaka tidak kasih tau aku tentang apa yang harus aku lakukan dan apa yang tidak boleh aku lakukan!" tanya Ekre merasa tidak nyaman dengan sikap Kaka nya.
Aure pun duduk dan berusaha menenangkan diri nya dengan menarik nafas beberapa kali kemudian Aure berkata.
"Justru kita lah masalah nya karna tanpa kita sadari sifat kita lah yang sudah jauh berubah." ucap nya dengan tenang, kemudian mereka berdua di kejutkan dengan suara pintu terbuka dan yang datang itu adalah Karen untuk berkata.
"Sudah jam 10 malam waktu nya tidur!"
"Ya Bu!" sahut Aure kemudian Karen pun menutup pintu lagi lalu pergi.
Setelah Karen pergi kemudian Aure melihat ke arah Ekre karna panggilan Vidio mereka masih aktif tapi Aure melihat mata Ekre sudah terpejam.
"Ekre, hey Ekre!" tidak ada jawaban dari Ekre maka Aure sadar kalau adik nya sudah tidur lalu Aure bergumam.
"Ya ampun jam segini sudah tidur, apa-apaan Ekre ini?" ucap nya sambil menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
Kemudian Aure berguling-guling di ranjang nya dengan gelisah karna tidur jam segitu bukan dia banget Aure pun bergumam.
"Ooohh... ya ampun sekarang aku harus apa? ini kan baru Jam 10 malam." kemudian dengan gabut Aure memutar tubuh nya berusaha mencari posisi yang nyaman agar bisa tidur cepat dan setelah melalui banyak ke gabutan akhir nya dia pun tertidur entah jam berapa,