Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 18 Jebakan Ayah.


__ADS_3

Ayah Narin sangat terkejut mendengar cerita itu karna dia sangat menyesal tidak bertanya lebih awal kepada Karen tentang siapa dan bagaimana ayah Karen itu, bahkan dia juga lebih menyesal karna tidak berusaha bertanya kepada Narin tentang seperti apa juru masak nya.


Kemudian Ayah Narin mengajukan diri untuk mengantar kan ayah Karen pulang dan ayah Karen pun setuju.


Setiba nya di rumah, ayah Karen mengundang ayah Narin untuk masuk ke rumah nya dan saat itu Karen belum datang lalu kedua orang yang baru bertemu itu masing-masing menceritakan tentang kelakuan anak-anak mereka kemudian ayah Narin berkata hal yang tidak di duga oleh ayah Karen yaitu.


"Aku sedang berfikir dan aku harap kamu jangan menolak nya, karna aku ingin kita bersatu sebagai keluarga," Ayah Karen bingung dan dia tidak mengerti dengan ucapan ayah nya Narin kemudian dia bertanya.


"Sebenar nya ada apa Pa' apakah ini tentang pekerjaan saya di restoran? atau tentang pekerjaan Karen di kantor Wijaya?" di saat yang sama Karen datang dengan di antar Narin dan karen berjalan di papah oleh Narin ayah nya karen bertanya.


"Karen! apa yang terjadi Na?"


"Dia terjatuh di tangga tadi, dan aku melihat nya berjalan pulang dengan kaki yang sakit lalu aku menawar kan diri untuk mengantar kan nya pulang." sahut Narin menjelaskan.


Kemudian Ayah Karen duduk, tapi Narin dan Karen masih berdiri lalu Karen pun berdiri menjauhi Narin dan ayah Narin berkata.


"Narin apakah kamu ingat yang ayah katakan tentang pria yang sudah menyelamat kan mu dari kecelakaan?" Karen memotong pertanyaan itu dengan bertanya.


"Pria yang Paman cari selama 15 tahun itu ya?" Kemudian Ayah Narin mengangguk dan Karen melirik ke arah ayah nya, lalu ayah Narin kemudian berkata lagi.


"Pria yang menyelamat kan nyawa Narin adalah pak Herman dan tadi kami sudah sepakat akan menjodohkan kalian agar kita memiliki hubungan,"

__ADS_1


Ayah karen terkejut karna dia tidak merasa berkata sepakat atau pun setuju dan karen juga langsung pingsan ketika mendengar nya, tapi beruntung Narin dengan cepat memegangi tubuh nya sehingga Karen jatuh ke dalam pelukan Narin, kemudian Narin berkata kepada ayah nya.


"Ayah kan tahu kalau Karen dan Hanan berpacaran dan aku juga punya kekasih," kemudian Mita datang dan ketika Mita masuk ke dalam rumah ayah Karen berkata.


"Mita! buka kan pintu untuk Karen," Mita mengangguk lalu berjalan menuju kamar Karen, Kemudian Ayah Narin juga berkata kepada anak nya.


"Narin! antar kan Karen ke kamar nya." Narin pun mengangkat tubuh Karen dan berjalan menuju ke kamar Karen, lalu meletakan tubuh Karen di atas tempat tidur tapi kemudian dia terkejut karna ayah nya tiba-tiba menutup pintu dan mengunci pintu dari luar, Narin tahu alasan ayah nya dia pun hanya diam dan tidak mau melakukan apapun dia hanya duduk di atas ranjang sambil memandangi wajah Karen yang sedang pingsan.


Di luar terjadi sedikit perdebatan antara ayah Karen dan ayah Narin, ayah Karen bertanya.


"Mengapa pintu nya di kunci? ingat lah yang ada di dalam itu laki-laki dan perempuan."


"Jangan khawatir, Narin ku pasti akan bertanggung jawab." ucap ayah Narin kemudian mereka masuk ke kamar ayah Karen dan saling bertukar cerita.


Ketika pagi datang ,Karen pun bergerak ke arah Narin lalu tanpa membuka mata nya dia langsung memeluk Narin dan karna saat itu tubuh Narin berbalik ke arah nya sehingga ketika Karen membuka mata dia melihat wajah Narin yang tidur dalam pelukan nya kemudian Karen merasa keberadaan Narin di samping nya hanya lah mimpi jadi dia pun menutup mata nya kembali.


Tapi setelah 10 detik dia pun melotot dan dia berteriak.


"Aaaa....,dasar play boy kelas paus! apa yang kamu lakukan di....,"


Karen pun melepas kan pelukan nya lalu duduk sambil melihat ke sekeliling kamar sehingga dia yakin ini memang kamar nya dan karna dia tidak mau di sebut cewe halu kemudian dia menyambung pertanyaan nya tadi.

__ADS_1


"Kamar ku?"


Narin yang baru bangun tidur tidak mau banyak bicara dia pun memutar tubuh nya dan memandang atap kamar Karen dengan posisi berbaring lalu berkata.


"Ayah ku ingin menjebak ku, kau ingat kan kedua orang tua kita semalam sepakat untuk menjodohkan kita?"


Karen pun kaget karna dia mengingat alasan dia pingsan dan karna merasa malu dengan Narin kemudian Karen membungkus tubuh nya dengan selimut nya.


Kemudian Karen duduk di atas tubuh Narin tepat di bawah perut narin dan dengan selimut panjang milik karen yang menutupi semua tubuh dari bahu Karen, bahkan sampai ke kaki Narin, kemudian kedua tangan Karen memegang kedua tangan Narin lalu karen meletakan tangan Narin di atas bantal Narin di samping kepala Narin, sambil Karen menggenggam kedua tangan nya, Karen berkata.


"Narin! dengar kan baik-baik, aku tidak akan menyetujui perjodohan ini, jadi tugas mu mengurus ayah mu, tugas ku mengurus ayah ku, apa kamu faham?"


"Aku juga tidak mau menikah dengan mu,karna kamu bukan type ku, 2 kali aku tidur sekamar dengan mu bahkan aku tidak tertarik untuk melakukan apa pun dengan mu." sahut Narin serius, di saat yang sama pintu terbuka dan di balik pintu ada ke dua ayah mereka yang melihat dengan jelas Karen sedang duduk di atas tubuh Narin, tapi yang terlihat hanya kepala mereka saja karna tubuh mereka di tutupi selimut.


Karen dan Narin yang kaget pun segera melihat ke arah pintu yang terbuka, mereka melihat ayah mereka yang sangat terkejut, kemudian ayah nya Narin segera menutup pintu dan ayah Karen ternganga sambil membeku tidak mampu berbicara atau pun bergerak sementara ayah Narin tersenyum gembira dan berkata.


"Seperti nya kita akan segera punya cucu," Ayah Karen masih diam lalu dia mencubit tangan nya kemudian dia bertanya kepada ayah Narin.


"Apakah Karen tadi yang di atas?" Ayah Narin memegang tangan kanan ayah Karen lalu berkata.


"Siapa yang di atas dan siapa yang di bawah itu tidak penting karna yang penting mereka akan segera menikah,"

__ADS_1


Narin dan karen keluar dari kamar sambil berkata.


"Ayah! kami bisa jelas kan." ucap Karen, kemudian ayah Narin berkata.


__ADS_2