Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 41 Bertemu orang baik.


__ADS_3

"Kalau kamu tidak punya tujuan, bagaimana kalau kamu sementara tinggal di rumah ibu saja? ibu hanya tinggal berdua dengan anak perempuan ibu jadi kamu bisa tinggal dengan kami jika kamu mau," wanita itu terlihat baik jadi Karen pun mengikuti nya dan ketika sampai di rumah nya anak perempuan nya bertanya.


"Ibu sudah datang dari mesjid? siapa Kaka ini Bu?" ibu Sari tersenyum mendengar pertanyaan anak nya.


"Untuk sementara dia akan tinggal di rumah kita karna dia tidak punya tujuan, kasihan kan malam-malam begini jika dia tidur di jalanan," ibu nya menjelaskan, anak nya faham karna dia tahu ibu nya adalah wanita yang baik dan suka menolong siapa pun.


"Kenal kan nama ku Naya, nama Kaka siapa? ayo Kaka' ikut aku, akan aku antar Kaka ke kamar ku," kemudian Karen mengikuti anak itu sambil berkata.


"Panggil saja aku Karen," Naya pun tersenyum.


"Kaka' nanti Kaka tidur sekamar dengan ku ya? karna di rumah ini hanya ada dua kamar saja," Naya menjelaskan, memang rumah nya bisa di bilang kecil dan tidak mewah tapi Karen merasa tenang di rumah itu.


Malam itu Karen tidur di bawah karna ranjang nya terlalu kecil untuk di tempati dua orang dan Karen tidur dengan nyenyak.


Pagi pun datang dan Karen terbangun ketika dia mendengar suara sedang memotong sesuatu, kemudian Karen mengikuti arah suara itu lalu dia tiba di dapur dan melihat ibu Sari sedang memotong sayuran dan bersiap untuk memasak nasi goreng, kemudian Karen berkata.


"Apakah ada yang bisa saya bantu Bu!" sambil Karen mencuci tangan nya, tapi ibu Sari berkata.


"Kamu kan tamu! jadi kamu duduk saja, ibu akan memasak nasi goreng sebentar," ucap ibu Sari dengan hangat, kehangatan yang tidak pernah dia dapat kan dari ibu kandung nya sendiri dan Karen mulai bertanya.


"Apakah ibu juga bekerja?" terhenti ibu Sari dari kegiatan nya memotong sayur kemudian dia duduk.


"Ibu punya restoran tidak jauh dari sini dan berjalan kaki 15 menit juga sudah sampai, tapi sekarang entah mengapa sudah 3 bulan ini restoran ibu sangat sepi, sejak di buka restoran baru di perempatan jalan dekat sini juga," ucap Sari dengan sedih.

__ADS_1


"Apakah saya juga boleh bekerja di restoran ibu?" tanya Karen, kemudian Sari menggelengkan kepala nya.


"Percuma kamu bekerja di restoran itu karna tidak ada yang berkunjung untuk makan,bahkan ibu juga tidak mampu membayar gajih karyawan dan karyawan yang ada di restoran itu hanya bekerja tanpa di gajih karna mereka tidak tega meninggalkan ibu, karna mereka sudah bekerja lebih dari 7 tahun pada ibu, walau pun mereka kadang masuk dan kadang libur karna ada pekerjaan sampingan, tapi mereka belum pergi sepenuh nya," ucap Sari dengan tidak bersemangat.


"Apakah boleh aku ikut ke restoran ibu nanti?" tanya Karen dan Sari pun mengangguk.


Setelah sarapan Karen dan Sari pergi ke restoran dan Naya pergi bekerja di sebuah pabrik.


Setiba nya di rertoran, Karen berkenalan dengan 6 orang pelayan dan satu orang juru masak, semua pelayan seolah tidak bersemangat berada di restoran itu dan juru masak bahkan selalu ngomel karna tidak punya pelanggan dan kehadiran Karen membuat juru masak yang bernama Mega itu mengomel.


"Restoran sudah sepi ngapain nambah pelayan?" tanya Mega kepada Sari dengan sinis.


"Dia hanya mampir," ucap Sari sambil tersenyum karna dia tahu juru masak nya memang selalu ngomel bahkan ketika tidak ada masalah apapun dan sering kali juga juru masak nya marah pada kucing lewat, kemudian Mega pun masuk ke dapur dengan wajah kesal.


Di sisi lain, baru 2 hari di tinggal kan istri nya Narin sekarang lebih sering tidak pokus dalam pekerjaan dan dia juga sering melamun, perasaan nya tidak tenang saat Karen tidak ada di samping nya dan suatu hari dia membuka dompet nya untuk memandangi foto pernikahan mereka, disaat yang sama datang lah Hanan.


"Sudah sore, ayo pulang." ucap Hanan yang membuat Narin sadar dari lamunan nya, Narin melihat Arloji nya kemudian berkata.


"Sejak kapan sore?" Hanan kemudian tertawa karna dia merasa Narin mulai hilang arah tanpa Karen di samping nya.


"Ehem...! merindukan Karen ya...?" tanya Hanan menggoda nya.


"Sangat." sahut Narin dengan sedih.

__ADS_1


"Seperti nya sekarang waktu nya tidak tepat untuk aku meminta pendapat mu!" tanya Hanan dengan wajah serius memandang ke arah Narin.


"Pendapat ku? tentang apa?" tanya Narin penasaran.


"Aku dan Mita akan segera menikah! bagaimana menurut mu?" tanya Hanan dengan ragu karna dia tidak bisa menebak jawaban apa yang akan di ucap kan Narin.


"Benar kah? sejak kapan kamu dan Mita berpacaran?" tanya Narin bersemangat.


"Sejak Karen di rawat di rumah sakit ketika dia mengalami demam berdarah, Mita juga menceritakan kepada ku tentang kamu dan Mita yang tidak tahu bagaimana kejadian nya sehingga kalian bisa berada di kamar tuan Romi dalam keadaan telanjang." ucap Hanan sambil tertawa menggoda Narin dan Narin pun menutup wajah nya dengan kedua tangan nya karna merasa malu.


"Dasar play boy," ucap Hanan sambil tertawa, Narin pun tidak berkata apa-apa dia hanya tersenyum malu saja kepada Hanan.


"Aku juga sebenar nya penasaran dengan adegan ranjang kalian itu dan kalau aku tahu itu akan terjadi maka aku pasti akan merekam nya agar aku bisa memutuskan apakah kamu atau Mita yang salah," ucap Hanan sambil bercanda, tapi ucapan Hanan justru membuat Narin mengingat hal yang penting yang selama ini dia abai kan, Narin segera menghubungi pengurus rumah bernama Suparman untuk bertanya.


"Suparman, apakah kamu menyimpan rekaman CCTV sebelum ayah ku sakit? tanya Narin dengan nada sangat serius karna dia baru ingat kalau di kamar ayah nya ada CCTV, ketegangan nya selama ini membuat nya melupakan banyak hal.


"Semua rekaman saya simpan Tuan, dan Tuan tinggal sebut saja tayangan di tanggal berapa nanti akan saya Carikan," sahut Suparman.


"Begini saja, kamu antar kan semua rekaman CCTV sejak kematian pak Herman, seingat ku di ruang tamu menuju tangga juga ada CCTV nya kan? karna sekarang aku kepikiran jika kita melihat rekaman itu maka kita akan tahu bagaimana saat pak Herman meninggal! antar kan semua rekaman itu ke Rumah ku sekarang juga," ucap Narin bersemangat.


"Ayo Hanan! kita segera pulang dan kita lihat apa yang terjadi hari itu di kamar dan aku penasaran apakah benar kelakuan ku seburuk itu," ucap Narin, sambil berjalan Narin menghubungi Mita.


"Mita kamu di mana?" tanya Narin.

__ADS_1


__ADS_2