
Malam itu Narin sedang di diskotik bersama 10 orang rekan bisnis nya dan hanya Narin yang di temani dua wanita penghibur tapi teman nya yang lain tidak mampu membayar wanita atau sayang uang dan tidak mau mengeluarkan uang untuk membayar wanita penghibur.
Tidak lama kemudian datang lagi seorang teman Narin yang bernama Rama, bersama seorang wanita dan mata Narin tidak berkedip menatap wanita yang datang bersama rekan bisnis nya itu, meski wanita itu tidak berpakaian seksi dan hanya menggunakan jaket lengan panjang sampai ke siku dan dengan memakai rok selutut tapi membuat Narin terpesona, terutama karna wanita itu baru dia lihat karna selama ini hampir semua wanita penghibur di Bali pernah tidur dengan Narin.
Mengagumi wanita itu membuat Narin mengabaikan dua wanita yang duduk di samping nya, tadi nya Narin berfikir mau mengajak dua wanita nya tidur bersama nya malam ini tapi melihat wanita yang di bawa Rama membuat nya bimbang memikirkan entah wanita mana yang akan dia pilih untuk menemani nya tidur malam ini.
Mereka minum dan Narin merasa iri melihat Rama bersama wanita yang sangat cantik dan juga menarik seperti itu, walau pun wanita yang di bawa Rama hanya diam dan tidak seperti wanita penghibur pada umum nya, justru sebalik nya wanita itu hanya melihat meja di depan nya dan tidak bereaksi sedikit pun meski tubuh nya di raba beberapa pria secara bergantian satu persatu meraba tubuh nya dan Rama hanya mentertawakan nya saja ketika wanita yang dia bawa di lecehkan di depan nya, mereka tertawa dan wanita itu hanya diam seperti robot sambil menggenggam tangan nya karna menahan amarah nya, Narin melihat nya dengan perasaan yang tidak dia fahami, dalam hati Narin merasa gelisah dan tidak tenang ketika melihat wajah wanita itu, Narin merasa sangat menderita melihat perlakuan teman-teman nya yang bersenang-senang dengan cara melecehkan seorang wanita lemah di depan nya, tapi suasana meriah itu berubah dalam sekejap ketika seorang wanita lain datang ke ruangan itu dan mengamuk, dia adalah istri Rama dan istri Rama memukuli wanita yang bersama Rama tapi wanita itu hanya diam saja menerima perlakuan itu, kemudian istri Rama menarik Rama pulang sehingga pesta minum pun sedikit berantakan, kepergian Rama justru membuat teman-teman nya semakin bebas melecehkan wanita yang tadi bersama Rama bahkan salah satu teman nya yang mabok mau memperkosa nya dan sudah merobek rok yang di kenakan wanita itu dan dia pun menangis, Narin berdiri lalu Narin menarik wanita itu ke samping nya kemudian Narin pun bertanya.
"Apakah kamu mau aku antar pulang?" Narin melihat wajah cantik wanita itu yang ada beberapa goresan kuku dari istri Rama dan dari teman-teman nya yang tadi hampir memperkosa nya, Narin pun iba dan menarik wanita itu dan wanita itu mengikuti nya lalu mereka masuk ke dalam mobil.
"Katakan kemana aku harus mengantar kan mu?" tanya Narin dan dia tidak mabok karna bahkan Narin belum menghabiskan 1 gelas minuman dan selera minum nya hilang akibat insedin tadi, wanita di samping nya menangis dan Narin pun heran.
__ADS_1
"Saya dari Jakarta dan pria bernama Rama yang menyewa saya dan mengajak saya ke Bali dan sekarang saya tidak punya tujuan." ucap nya sambil menangis dan cara wanita itu menangis membuat Narin ingat kelakuan mantan istri nya yang selalu dia rindukan, cara menangis wanita itu persis seperti Karen saat jari Karen terluka karna memotong apel, Narin memandangi wajah wanita itu dengan perasaan rindu dan rasa sayang kepada wanita itu dan dengan lembut Narin bertanya.
"Siapa nama mu?"
"Kolin." jawab wanita itu dan itu lah pertemuan pertama Narin dengan anak kandung nya, dan siapa yang menyangka bahwa ayah kandung nya kolin sekarang ada di depan nya dan siapa yang menyangka kalau ayah kandung nya kolin seorang konglomerat dan kekayaan nya berada di tingkat pertama di Bali dan Jakarta.
Pertemuan Narin dengan anak kandung nya yang sudah terpisah selama 28 tahun dan dia bahkan berfikir anak kandung nya sudah mati dalam kebakaran di rumah sakit itu, tapi tidak di sangka anak kandung nya menjadi seorang pelacur dan sekarang sedang bersama nya, pria yang suka tidur dengan banyak wanita.
Mobil berhenti di tempat parkir di rumah Narin dan Narin turun dari mobil nya di ikuti oleh Kolin, Narin berjalan menuju pintu dan Narin membuka pintu lalu masuk ke rumah nya di ikuti oleh Kolin di belakang nya, Narin pun melihat Ningsih baru keluar dari dapur dan membawa air minum di gelas kaca dan ketika melihat wanita yang berjalan di belakang Narin gelas di tangan Ningsih terlepas dan Ningsih repleks menyebut.
"Kolin?" mendengar itu Narin terkejut karna dia tidak menyangka Ningsih mengenal Kolin kemudian Ningsih mendekati Kolin dan bertanya.
__ADS_1
"Bukan kah kamu wanita penghibur di Jakarta? dan apa yang kamu lakukan di Bali?" tanya Ningsih dengan heran.
"Bekerja." jawab Kolin dengan nada datar tanpa ekspresi dan tanpa senyuman.
"Ningsih! jelaskan apa hubungan kamu dengan Kolin?" tanya Narin heran karna dia tidak menyangka istri nya yang berasal dari desa bisa mengenal wanita penghibur di Jakarta, tapi Ningsih tidak tertarik untuk menjelas kan dan dia hanya pergi dengan meninggal kan segunung pertanyaan di hati Narin dan Narin tidak berniat mengejar Ningsih karna kenyataan nya Narin sudah tidak memiliki semangat apa pun kepada Ningsih.
Di kamar nya Ningsih kepikiran untuk menelpon Isna tapi dia takut jika dia menghubungi isna kemudian isna tahu bahwa Kolin yang bersama Narin dia takut Isna akan meminta Kolin merayu Narin dan menikahi Narin kemudian Kolin akan mengambil posisi nya dan menyingkir kan nya jadi Ningsih meyakinkan diri nya agar sebaik nya Isna tidak tahu tentang hal ini.
Narin naik tangga menuju kamar nya dan Kolin mengikuti di belakang nya, kemudian setiba nya di dalam kamar Kolin berkata.
"Tuan, saya akan menemani tuan malam ini dan apakah saya boleh meminta uang untuk membeli tiket kembali ke Jakarta?" mereka saling memandang kemudian Narin melepas kan jaket nya dan Kolin juga mulai melepas kan rok nya dan hanya meninggal kan c*lana d*lam nya saja kemudian Kolin membuka resleting jaket nya dan terlihat seluruh tubuh nya yang putih dan mulus itu, Narin mendekati kolin mulai memeluk nya dan Narin mencium leher Kolin, Kolin yang tadi nya seperti robot pun mulai terbiasa dalam dekapan Narin.
__ADS_1