Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 85 Play boy kelas paus.


__ADS_3

"Karna dia ada di sini."


"Apa! kapan?"


"Sekarang!" sahut Ekre dan membuat Aure jadi panik.


"Ok! kamu sekarang temui dia, bicara saja apa pun dengan nya." perintah Aure.


"Tapi ka!"


"Lagian ngapain coba si Clara datang ke rumah?" Aure bergumam heran.


"Apakah Kaka sedang bertanya kepada ku? apa Kaka yakin aku tahu jawaban nya?" pertanyaan Ekre membuat Aure tambah kesal.


"Sekarang bagaimana?" tanya Aure.


"Justru aku yang seharusnya bertanya kepada Kaka!"


"Apakah kamu punya pacar?"


"Iya, punya."


"Nah! kalau begitu kamu perlakukan saja Clara seperti kamu memperlakukan kekasih mu?"


"Tapi ka' Kaka!" panggilan langsung di tutup oleh Aure, kemudian Ekre pun mandi dan setelah itu dia keluar menemui Clara yang sedang menonton vidio di ponsel nya, tapi yang di lakukan Clara di luar batas kemampuan Ekre karna begitu melihat Ekre berdiri di depan Clara dia langsung memeluk Ekre dan menciumi Ekre sambil berkata.


"Aku sangat merindukan mu,"


"I ...iya rindu, aku tau ko' tapi lepas kan dulu pelukan mu he he." ucap Ekre sambil cengar cengir.


Clara pun melepaskan pelukan nya dan Ekre langsung terduduk di lantai karna kaki nya gemetar, dengan heran Clara pun bertanya.


"Kenapa?"


"Aku...,"


"Begini kah cara mu menyambut ku setelah yang terjadi semalam di antara kita?" tanya Clara kesal sambil berpura-pura ngambek, kemudian Clara yang ngambek membelakangi Ekre dan kesempatan itu di gunakan Ekre untuk mengirimkan pesan kepada Aure.


"Kaka tolong aku."

__ADS_1


Tapi Aure yang sedang di perjalanan mengabaikan notifikasi dan terus melaju dengan cepat menaiki motor Nin*ja milik Ekre dengan kecepatan tinggi.


Karna Clara berdiri membelakangi Ekre sambil menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya ditambah akting menangis, maka Ekre pun merasa dia aman dan tidak berusaha untuk membujuk Clara tapi Ekre hanya berdiri di belakang Clara dengan gelisah menunggu kabar dari Aure, setelah 20 menit kemudian Ekre pun tiba lalu dia memanjat pagar nya, sempat di lihat tetangga kemudian tetangga bertetiak.


"Hy siapa kamu!" bentak nya karna dia pikir yang memanjat pagar adalah maling.


"Ssttt....! Paman Arga diam lah nanti kalau ayah ku tahu aku bisa dibu*nuh." bujuk nya agar tetangga nya diam.


"Waaahhh..., pasti semalam kamu tidak pulang ya?" tanya tetangga nya sambil tersenyum.


"He he." Aure tertawa sedikit.


"Anak muda, anak muda!" ucap Arga sambil menggelengkan kepala dia tersenyum dan Aure juga ikutan tersenyum.


Setelah berhasil memanjat pagar kemudian Aure mengirimkan pesan kepada Ekre untuk membuka kan pintu belakang agar dia bisa masuk karna jika Aure datang dari pintu depan maka Clara akan melihat Aure datang dari luar.


Setelah Aure masuk, Ekre pun sempat sempat nya mengadu.


"Kaka' dia mencium ku dan juga memeluk ku ka!"


"Kamu ini sangat kampungan." sahut Aure kesal dengan ke polosan adik nya, kemudian Aure langsung mendatangi Clara lalu memeluk Clara dari belakang dan mulai menciumi nya, Ekre yang mengintip kelakuan kaka nya pun bergumam.


"Kurang ajar Ekre." dan untuk menghilangkan kekesalan Clara kemudian Aure beralasan.


"Ayolah sayang, aku hanya menggoda mu jadi jangan ngambek begitu, ayo kita pergi ke mall."


"Tidak sayang, aku mau ke kamar mu saja." Sahut Clara dengan manja.


"Tapi sayang, kamar ku sangat berantakan," sahut Aure karna yang dia tahu kamar nya memang sangat berantakan.


"Aahh... sayang, aku ngambek lagi ni...!" kemudian Aure menarik tangan Clara menuju ke kamar nya dan membuka pintu kamar nya sambil memejamkan mata nya, karna dia berfikir pasti dia akan malu jika menunjukan isi kamar nya kepada Clara.


"Wah... kamar mu rapi sekali." ucap Clara kagum.


"Iya nih tumben," sahut Aure sambil dia mengagumi kamar nya yang sangat bersih dan rapi, setelah melihat pintu kamar Aure terkunci kemudian Ekre pergi ke dapur untuk sarapan.


Di kamar Aure, setelah melalui satu ronde permainan cinta, kemudian Clara pun pulang dan setelah Clara pulang Aure pun menghubungi Ekre.


"Kamu dimana?"

__ADS_1


"Sarapan, di dapur." sahut nya, Aure pun datang ke dapur lalu duduk di samping Ekre kemudian Aure berkata.


"Katanya sudah punya pacar, tapi mengurus yang begitu saja tidak sanggup."


"Aku punya pacar, tapi pacar ku tidak seperti dia."


"Dia bagaimana?" tanya Aure tersenyum.


"Dia sangat begitu." sambil Ekre mengunyah roti nya, kemudian mereka di kejut kan dengan suara ponsel yang berdering milik Ekre dan langsung Aure mengambil ponsel dari dalam saku nya sambil berkata.


"Ibu!" lalu Aure menunjukan kepada Ekre nama pemanggil nya dan ponsel pun segera di rebut Ekre kemudian.


"Hello Bu' "sahut Ekre gugup.


" Ekre! apakah hari ini kamu tidak kuliah? kamu juga tidak ada di restoran dan juga di hotel, kamu di mana Nak?" tanya Karen karna dia merasa tidak menemukan Ekre di semua tempat yang dia tahu.


"Di rumah teman bu' ada tugas yang harus di selesaikan."


"Ooo... baik lah, ibu hanya khawatir saja, kamu segera pulang ya Na!" sahut Karen kemudian dia menutup panggilan nya.


"Aku saja yang hari ini yang bersama ibu." ucap Ekre.


"Ya sudah! aku juga malam ini sedang malas berkurang di kamar, lebih baik aku pergi ke bar." Sahut Aure cuek.


"Di mana motor ku?"


"Kalau tidak salah tadi aku taruh di belakang rumah." Sahut Aure santai sambil menunjuk ke arah pintu belakang.


"Kaka ini ceroboh sekali! bagaimana kalau motor ku hilang?" ucap Ekre kesal.


"Aku tidak perduli! bukan punya ku juga!" sahut Aure jutek, sambil dia berjalan pergi menuju kamar nya dan Ekre pun keluar untuk mengambil motor nya, kemudian pergi menemui Karen di restoran.


*****


Malam itu untuk pertama kali setelah puluhan tahun, Ekre menggeledah gudang untuk mencari foto pernikahan Ibu dan Ayah nya, setelah menemukan foto itu kemudian Ekre membawa foto itu ke kamar nya dan memandangi foto itu, Ekre juga melakukan Vidio call kepada Aure untuk mengajak Kaka nya melihat foto itu juga, tapi di saat yang sama Karen juga datang, Ekre menutupi ponsel nya dalam selimut tapi Karen terlanjur melihat foto yang ada di tangan Ekre kemudian Karen bertanya.


"Itu foto lama dan seharus nya semua foto itu di bakar saja aku tidak mau melihat semua foto yang tidak berguna itu." ucap Karen sambil menahan diri nya agar tidak menangis di depan anak nya.


"Ibu! bisakah keluarga kita bersatu? aku membutuh kan ayah dan ibu, aku juga ingin bersama kaka." pinta Ekre.

__ADS_1


__ADS_2