
Aure pun pulang ke rumah karna hari juga sudah sore dan di rumah nya setelah 3 bulan tidak ada kabar hari itu Kanza datang ke rumah Karen untuk bercerita bahwa dia dari Amerika untuk menjual semua saham ayah nya yang ada di Amerika karna Paman nya yang biasa mengelola perusahaan ayah nya meninggal dunia tapi karna kesibukan nya dia tidak bisa bercerita kepada Karen dan Karen pun memahami kesibukan Kanza karna pekerjaan Kanza memang banyak setelah kepergian Roy.
Saat Kanza dan Karen berbicara, Aure pun masuk ke dalam tapi meski Aure melihat Kanza, dia sudah lupa dengan Kanza yang sudah lama tidak dia lihat, jadi Aure pun mengabaikan kan Kanza karna berfikir mungkin itu adalah salah satu anak buah ibu nya jadi dengan cuek Aure berjalan menuju tangga ke kamar nya, dengan heran Kanza pun melihat ke arah Aure yang sudah menaiki setengah anak tangga kemudian Kanza menegur nya.
"Ayolah Ekre, Kaka tahu kamu sedang kesal pada Kaka karna Kaka pergi ke Amerika tanpa pamit kepada mu." Aure pun menghenti kan langkah nya dan berusaha mengingat siapa dia tapi wajah Kanza yang sudah jauh berubah membuat Aure tidak mudah mengenali Kanza kemudian Karen berkata kepada Kanza.
"Kanza, seperti nya Ekre sangat kecewa karna kamu tidak pamit kepada nya saat akan pergi." ucap Karen, dan Aure pun mengingat nama itu karna dia juga tumbuh bersama Kanza bahkan Kanza adalah Kaka tertua bagi Aure, kemudian Aure mendekati Kanza dan memeluk Kanza sambil berkata.
"Kaka' jangan pernah lagi berfikir untuk pergi dari hidup ku karna aku selalu merindukan Kaka." ucap nya dengan penuh perasaan sehingga membuat Kanza sangat terharu, juga membuat Karen meneteskan air mata nya.
"Ibu juga berharap kamu selalu memberikan kabar kepada ibu dengan apa pun yang akan kamu lakukan dan apa pun yang sudah kamu lakukan." tambah Karen.
"Ka' Kanza! harus Kaka tahu bahwa aku selalu memikirkan kaka!" ucap Aure lagi.
"Lihat Kanza, bukan hanya ibu yang merindukan mu, tetapi adik mu juga sangat merindukan mu, karna sekarang kamu selalu sibuk dengan pekerjaan mu sehingga kamu sangat jarang datang berkunjung." ucap Karen yang juga selalu merindukan Kanza.
Setelah saling melepas kan rindu Kemudian Kanza pun pulang setelah makan malam dan Mita memasak makanan yang enak untuk mereka semua karna Mita juga merindukan Kanza.
Malam itu saat Aure di kamar dia pun menghubungi Ekre di Vidio call lalu bercerita tentang Kanza kepada Ekre membuat Ekre jadi sedih karna dia tidak bisa bertemu Kanza.
*****
Pagi pun datang dan pagi itu Aure datang berkunjung ke rumah Karina lalu mengajak Karina untuk pergi jalan-jalan ke mall, setelah berbelanja ke mall, Aure dan Karina pun pergi ke hotel untuk bercinta, setelah ritual selesai Aure mengantar kan Karina ke rumah nya lalu Karina meminta Aure untuk mampir ke rumah nya.
"Apakah kamu mau masuk dulu sayang?"
"Jangan sekarang sayang, karna aku hari ini sangat sibuk." sahut Aure.
__ADS_1
"Kapan kita bertemu lagi?"
"Bagaimana kalau besok aku jemput kamu untuk berolah raga di pagi hari,"
"Boleh, aku tunggu ya?" Aure mengangguk lalu pergi.
*****
Ke esokan pagi nya Aure menjemput Karina ke rumah nya dan mereka berdua kemudian pergi ke taman, setelah lelah berlari Karina dan Aure duduk di bangku, Aure yang perhatian pun bertanya.
"Apakah kamu haus sayang?"
"Iya sayang."
"Tunggu di sini ya? aku akan belikan minuman untuk mu, kamu jangan ke mana-mana karna takut nya nanti aku akan sulit menemukan mu." pinta Aure sebelum pergi.
"Iya sayang, aku akan menunggu mu," setelah itu Aure berjalan mencari minuman dan membeli dua botol air mineral tapi di tengah perjalan Aure bertabrakan dengan seorang wanita yang sedang sibuk dengan layar ponsel nya sementara Aure juga sibuk melihat ke arah lain.
"Hy." sapa Aure sambil Aure pun melepaskan pelukan nya dari tubuh wanita itu.
"Hy," sahut nya terpesona.
"Kenal kan nama ku adalah Aure Wijaya Kusuma." ucap Aure sambil mengulur kan tangan nya untuk berkenalan.
'Nama ku Mayang," sahut wanita itu sambil memegang tangan Aure lalu mencium nya sehingga membuat Aure semakin bersemangat.
"Apakah rumah mu jauh?" tanya Aure.
__ADS_1
"Tidak jauh, kamu ke sini sama siapa?" sahut Mayang.
"Aku ke sini datang sendirian untuk berolah raga." sahut Aure.
"Lalu mengapa kamu membeli dua minuman?"
"Karna aku sudah punya firasat akan bertemu dengan mu, jadi aku inisiatif membelikan minuman juga untuk mu," sambil Aure memberikan sebotol minuman kepada Mayang dan jawaban Aure yang kedengaran janggal itu membuat Mayang ke baperan.
"Apakah kamu punya kekasih?" tanya Aure.
"Aku sudah menikah, tapi aku tidak bahagia dengan suamiku karna aku adalah istri ke empat dan aku merasa sangat menderita." sahut Mayang sambil menangis dalam pelukan Aure.
"Jangan khawatir, sekarang aku bersama mu dan aku akan membuat mu bahagia," ucap Aure.
Ketika suasana mulai romantis kemudian ponsel Aure pun berdering dan itu dari Karina karna Aure sudah pergi selama 30 menit sehingga Karina merasa bosan menunggu, setelah melihat ponsel nya kemudian Aure pun mencari alasan kepada Mayang.
"Mayang, mau kah kamu menunggu ku sebentar saja, karna aku ada sedikit urusan, aku janji ini tidak akan lama" pinta Aure, karna tentu saja Aure terbiasa untuk mengajak wanita yang sudah dia kenal untuk pergi ke hotel jadi belum puas bagi Aure jika berkenalan tapi tidak bercinta.
"Iya, aku tunggu kamu di sini ya..?" Aure pun mengangguk kemudian dia berlari ke tempat Karina dan berbohong.
"Karina, gawat! tadi aku mendengar dua orang pemuda berbicara katanya di tempat ini ada boom, dan aku harus mencari boom itu lalu membawa nya ke tempat yang aman agar semua orang yang ada di sini selamat, jadi kamu pulang saja duluan." mendengar hal itu Karina yang baper pun langsung percaya.
"Sayang, aku akan menemani mu untuk mencari boom itu."
"Jangan sayang, karna aku tidak mau kamu berada dalam bahaya."
"Tapi kamu juga akan masuk dalam bahaya dan aku khawatir pada mu sayang,"
__ADS_1
"Bagiku nyawa ku tidak penting sayang, bahkan seratus nyawa ku akan aku berikan demi keselamatan mu." ucap Aure sambil memeluk Karina tentu saja Karina tidak akan meragukan ucapan Aure dan dia pun menuruti keinginan Aure.
Setelah kepergian Kirana kemudian Aure bergegas menemui Mayang, lalu Aure mengajak Mayang ke hotel, dan mereka berpisah setelah menyelesaikan ritual Aure.