Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 20 Terpaksa.


__ADS_3

"Aku juga tidak mencintai mu, tapi aku tidak mau kehilangan warisan ku." ucap Narin dengan wajah serius, Karen terdiam kemudian Narin bilang lagi.


"Meski kita menikah kita sama-sama berjanji tidak saling cemburu dan bebas untuk melakukan hal apa pun, aku janji tidak akan melarang hubungan kamu dengan Hanan, tapi kamu juga tidak melarang hubungan ku dengan wanita lain lalu kita akan membuat rencana perceraian ketika aku melihat nama ku ada di daftar warisan dan juga ketika ayah mu sembuh."


Karen pun menelpon Hanan lalu dia menceritakan semua nya kepada Hanan, Hanan yang sangat berhutang budi kepada Narin hanya bisa mendukung rencana mereka saja kemudian Karen dan Narin menemui ayah mereka, ketika Karen masuk ayah nya sedang berbaring dan ayah Narin sedang menelpon anak buah nya untuk urusan kantor.


Kemudian dengan ragu Karen berkata kepada ayah nya.


"Ayah! kami akan menikah," mendengar itu ayah Narin menutup telepon nya lalu bertanya.


"Serius???" Narin dan Karen pun mengangguk bersamaan, membuat kedua orang tua nya merasa menang dan puas, karna rencana mereka sudah berhasil.


*****


Ayah Karen sengaja berada di rumah sakit selama beberapa hari dan restoran di pegang oleh Mita sebagai juru masak penggantian karna Mita sering belajar memasak dari ayah nya Karen dan dengan mudah dia meniru masakan ayah nya Karen.


Kantor sepenuh nya di pegang oleh Narin, sementara ayah nya Narin hanya berada di rumah sakit saja pulang ke rumah hanya untuk mandi dan mengganti pakaian lalu kembali lagi ke rumah sakit dan setelah 1 Minggu kemudian ayah nya Karen merasa lelah berada di rumah sakit dan memutus kan untuk pulang.


1 Minggu kemudian setelah ayah Karen keluar dari rumah sakit perusahaan melakukan piknik memancing di laut dengan menyewa kapal nelayan dan ketika semua orang sedang memancing, umpan Karen pun di makan ikan yang besar jadi Karen berusaha keras mengangkat pancing nya tetapi ikan nya terlalu besar sampai akhir nya dia yang terjatuh membuat semua orang terkejut karna Karen jatuh ke laut dan tenggelam kemudian ayah Karen teriak.


"Karen tidak bisa berenang." tanpa menunggu perintah Narin melepas kan jaket nya dan melompat ke air lalu menyelam sementara Hanan tidak berani melompat karna dia takut menyelam di lautan.


Kemudian setelah beberapa saat Narin pun muncul ke permukaan dengan membawa Karen yang pingsan dalam pelukan nya lalu beberapa orang membantu Karen untuk naik ke kapal dan Narin berusaha menolong Karen dengan memberikan nafas buatan juga memompa dada nya sampai 2 menit kemudian Karen pun memuntahkan air laut dan Karen pun siuman kemudian ayah Narin bertanya.


"Karen apakah kamu baik-baik saja?" Karen mengangguk kemudian Narin mengangkat tubuh Karen dan membawa nya ke tempat tidur untuk istirahat.


Hanan hanya memperhatikan saja dengan kecemburuan di hati nya tapi dia tahu bahwa tidak ada hal yang bisa dia lakukan dan hanya bisa melihat saja.


*****

__ADS_1


1 bulan kemudian persiapan pernikahan di mulai dan semua orang mulai sibuk.


Di waktu yang sudah di tentu kan pernikahan pun terjadi, ketika Narin dan Karen di pelaminan mereka tidak memperdulikan tamu undangan yang datang tapi mereka hanya sibuk main game di mana Karen dan Narin menjadi musuh dan saling ingin me*mbunuh seperti itu lah gambaran rasa kesal mereka atas pernikahan itu, mereka berdua sangat nafsu ingin me*mbunuh dengan masing-masing Hero andalan mereka, kemudian ayah mereka masing-masing mendekati mereka dan ayah Narin menjewer kuping Narin, begitu juga ayah Karen dia melakukan hal yang sama, akhir nya permainan pun di hentikan dan ponsel di letakan di atas pelaminan lalu mereka melihat di akhir permainan mereka sama sama di keluar kan dari permainan.


Acara pernikahan pun selesai, Karen masuk ke dalam kamar pengantin diikuti Narin, tapi yang terjadi bukan nya akur tapi akut.


Setelah Narin dan Karen dalam kamar ayah Narin kembali mengunci kamar dari luar karna dia tidak mau ada yang kabur dari kamar, kemudian di ranjang juga hanya tersedia 1 bantal kemudian mereka pun memperebutkan bantal itu sampai bantal nya robek dan darkon nya berhamburan kemudian Karen pun memasukan darkon ke dalam bantal lalu bertanya kepada Narin.


"Tuan muda! apakah di kamar mu ada jarum dan benang?" Narin mengingat ingat kemudian berkata.


"Seperti nya ada di laci," Narin pun bergegas mencari benang dan jarum kemudian Karen menelpon Hanan dengan panggilan suara di WA nya lalu Hanan pun menerima panggilan dan bertanya.


"Karen! kamu belum tidur?" belum sempat Karen menjawab pertanyaan Hanan, datang lah Narin dan duduk di samping Karen kemudian berkata.


"Karen! bantu aku memasukan ini ke lubang nya." Karen kemudian meletakan ponsel nya di atas meja di samping ranjang tapi secara tidak sadar menyentuh tombol pengeras suara dan panggilan itu pun masih berlangsung, Hanan juga tidak menutup panggilan karna dia masih menunggu siapa tahu Karen masih mau bicara, sekilas dia mendengar tentang memasukan ke dalam lubang dan Hanan mulai salah berfikir jadi Hanan mulai kesal.


"Kenapa harus aku yang membantu tuan? kalau tuan kesulitan memasukan itu kedalam lubang nya maka gunakan lampu agar tuan bisa melihat lubang nya dengan baik."


Kemudian Narin mendekati lampu dan berkata lagi.


"Tetap saja sulit, karna lubang nya terlalu kecil."


Tambah mendidih otak Hanan mendengar nya tapi dia tetap tidak menutup panggilan suara nya.


Kemudian Narin memaksa Karen untuk memasukan benang ke dalam lubang jarum.


"Ayo masuk kan!"


"Tidak mau!"

__ADS_1


"Aku bilang masukan ke dalam lubang."


"Aku tidak mau! Tuan masukan saja sendiri dan jangan meminta bantuan ku!"


Berulang kali berkata begitu sambil Narin memaksa lalu tanpa sengaja tangan Karen pun tertusuk jarum dan berdarah Karen berteriak dengan sangat keras.


"Aaaaaaa......" Karen memegang jari nya yang berdarah.


"Astaga darah nya banyak sekali, maaf aku tidak sengaja." ucap Narin dan Hanan yang mendengar nya dalam hati berkata.


"Bagaimana bisa tidak sengaja?"


"Ini semua karna tuan!" sahut Karen sambil menangis terisak.


"Iya, ini karna aku, apakah sakit?" tanya Narin dengan suara lembut karna dia merasa bersalah sudah melukai tangan Karen.


"Terasa perih," sahut Karen dan semakin mendidih otak Hanan dia seolah mau membanting ponsel nya tapi dia penasaran mau mendengar kan siapa tahu ada adegan dewasa nya di malam pertama itu.


Kemudian Narin memasukan jari Karen ke dalam mulut nya dan Karen bertanya.


"Kenapa tuan meminum darah ku?"


"Memang nya kenapa?" sahut Narin.


"Biarkan saja berdarah tidak masalah." ucap Karen sambil menarik tangan nya mungkin karna dia takut Narin akan memakan tangan nya atau meminum habis darah nya.


"Seprai dan selimut kita di kamar ini semua nya berwarna putih dan bagaimana jika darah mu memenuhi tempat tidur?" Narin mengingat kan tapi Karen pun mengabaikan nya dengan berkata.


"Kalau begitu Tuan di bawah aku di atas." ucap Karen sambil Karen menunjuk ke lantai dengan maksut menyuruh Narin tidur di lantai dan dia di atas ranjang.

__ADS_1


__ADS_2