
Di sisi lain yaitu di tempat Kolin
3 Bulan yang lalu, ketika 1 Minggu tidak ada berita tentang Rico dan Burhan maka Isna bersama Lila pun kelabakan mencari keberadaan Rico dan mereka mencari selama 3 bulan, hingga pada akhir nya mereka melapor kan kehilangan Rico ke kantor polisi, lalu setelah proses yang panjang Isna dan Lila akhir nya yakin bahwa mayat yang di temukan di mobil Hanan, adalah mayat Rico dan selama 3 bulan dalam masa pencarian, bar juga di tutup karna Isna bersama Lila hanya pokus pada pencarian nya saja, sementara Kolin juga tidak bisa bekerja karna sakit dan beberapa rekan Kolin juga sedang di sewakan, jadi bar sengaja di abaikan oleh Isna.
Seminggu setelah penemuan mayat Rico, kemudian Lila dan Isna mulai membuka bar lagi, tapi karna Kolin sakit dan tidak bisa bekerja maka hal itu membuat Isna sangat marah dan juga tidak suka.
Hari itu juga adalah hari kedatangan Kanza dari Amerika dan dia sangat merindukan Kolin, dengan motor CBR Kanza langsung datang ke tempat Kolin untuk berusaha menemui Kolin, ada 2 bar baru yang di bangun di dekat bar pesona mutiara karna libur nya Isna di manfaat kan orang lain untuk menjadi saingan nya, tapi karna hari itu Kolin sakit maka kolin tidak terlihat di luar dan hanya ada puluhan wanita lain saja yang duduk di luar menunggu datang nya tamu,kemudian Kanza menghubungi Riyadi untuk mengajak beberapa teman nya berpesta di bar pesona mutiara dengan tema menyambut ke datangan Kanza.
Kanza yang terlalu merindukan Kolin kemudian masuk ke dalam menemui Isna tapi di usir oleh Isna dan di pintu keluar Kanza berpapasan dengan seorang dokter yang sengaja di panggil Isna untuk memeriksa keadaan Kolin, ketika dokter sedang memeriksa Kolin, Isna menerima panggilan dari Riyadi untuk menyiap kan banyak minuman karna dia akan datang untuk berpesta dalam rangka menyambut kedatangan bos nya dari Amerika pasti nya hal itu membuat Isna sangat senang dan semua hal segera dia siap kan termasuk membeli banyak minuman dari bar sebelah.
Dokter selesai memeriksa Kolin, tapi kabar yang mengejutkan membuat Isna serasa bagai di sambar petir karna dokter berkata Kolin sedang hamil, tentu saja Isna berusaha memaksa Kolin untuk abo*rsi tapi Kolin menolak sehingga membuat Isna naik darah, Isna pun langsung menyeret Kolin keluar kemudian melemparkan nya ke tanah.
Kolin jatuh tepat di depan Kanza yang sedang berdiri di luar untuk menunggu kedatangan Riyadi, ketika melihat Kolin terjatuh ke tanah Kanza langsung membantu nya berdiri, melihat wajah Kanza membuat Kolin sangat bahagia sehingga dia menangis dalam pelukan Kanza.
"Hey! gembel, kamu ingin Kolin kan? sekarang bawa Kolin pergi jauh dari tempat ini dan jangan biarkan aku melihat wajah kalian lagi di depan ku." ucap Isna sambil menunjuk ke wajah Kanza dan Lila pun datang dengan membawa tas berisi baju-baju Kolin kemudian melempar kan nya ke arah Kolin tapi di halangi tubuh Kanza sehingga Kanza yang terjatuh dan di waktu yang sama Riyadi dengan membawa 20 orang teman nya datang lalu membantu Kanza berdiri dan membantu Kanza membersihkan debu di baju Kanza, dengan emosi Riyadi berkata kepada Isna.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan kepada bos ku?" Isna langsung terkejut ketika mendengar Riyadi menyebut pria yang beberapa kali dia usir ternyata adalah bos dari pelanggan setia nya dan secepat kilat Isna langsung mendekati Kanza untuk berusaha meminta maaf.
"Tuan! maaf kan saya, ayo kita masuk karna semua nya sudah kami siap kan di dalam." Kanza pun mengabaikan Isna dan melirik ke arah Kolin kemudian Isna mendekati Kolin lalu berkata.
"Kolin sayang, kamu tahu kan bahwa ibu sangat menyayangi mu jadi kamu jangan marah ya dengan sikap ibu tadi karna ibu tidak serius," ucap Isna memohon tapi Kolin hanya menundukkan kepala saja sambil menangis, Kanza kemudian mendekati nya untuk memeluk nya.
"Kanza." ucap Kolin dalam tangisan nya.
"Kolin sayang, kita adalah keluarga jadi jangan saling membenci ya sayang," ucap Isna lagi, tapi semakin banyak Isna bicara semakin membuat Kolin sedih kemudian Kanza berkata.
"Apakah aku sedang bermimpi? kalau seandainya ini hanya mimpi maka aku tidak ingin terbangun dan kehilangan mimpi indah ini," ucap kolin sambil memandangi wajah Kanza, kemudian Kanza mencubit lengan Riyadi sehingga Riyadi berteriak.
"Aaww...!"
"Apakah sakit?" tanya Kanza kepada Riyadi.
__ADS_1
"Iya sakit." sahut Riyadi.
"Lihat Kolin, itu arti nya bukan mimpi." candaan kecil itu membuat Kolin tersenyum terutama karna dia bahagia ada Kanza di samping nya.
"Riyadi! Cari tempat lain untuk kita berpesta malam ini." ucap Kanza dengan tegas memberikan perintah kepada Riyadi, tentu saja Riyadi tidak mampu melawan perintah Kanza dan dia pun masuk ke bar sebelah untuk memesan tempat, setelah itu mereka pun berpesta di tempat lain, semakin malam semakin bertambah orang yang datang bahkan sampai 50 orang lebih, sehingga membuat Isna sangat menyesali sikap nya kepada Kolin dan Kanza, berulang kali Isna membujuk Riyadi untuk pindah ke tempat nya tapi Riyadi menyuruh Isna untuk berbicara pada Kanza dan karna tempat di dalam penuh pesta pun di buka di luar di depan bar sehingga membuat Isna semakin terbakar.
Hanya Kolin yang minum, tapi Kanza tidak minum karna dia ingin terus sadar di depan Kolin, walau pun kadang Kanza melarang Kolin untuk minum tapi Kolin tetap saja minum bahkan sampai mabo*k.
"Kolin, aku minta maaf, aku lama tidak menemui mu karna aku sibuk menyelesaikan pekerjaan ku di luar negri." Kanza menjelaskan.
"Ya, dan selama kamu tidak ada aku selalu memikirkan mu dan sangat merindukan mu," sahut Kolin dalam keadaan mabo*k sehingga terlihat lucu bagi Kanza.
Kemudian Kolin berbaring di paha Kanza dan tertidur tepat jam 2 malam, Kanza hanya memandangi nya saja sambil mengusap kepala Kolin dengan lembut.
Pagi pun datang tepat jam 6 pagi Kolin pun terbangun dan langsung berlari ke balik pohon karna dia muntah, Kanza pun segera menyusul Kolin dengan membawa kan air mineral untuk Kolin, Kolin memegangi perut nya.
__ADS_1
"Perut mu pasti merasa sangat mual karna semalam kamu banyak minum, jika kepala mu masih pusing sebaik nya kamu istirahat saja lagi." ucap Kanza.