Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 38 Terkejut.


__ADS_3

"Kurang ajar...! aku benci Kareenn....!" ucap nya sambil berteriak, datang lah Rico yang berkata.


"Lila! tahan emosi mu dan jangan seperti ini,atau kita akan kehilangan kesempatan baik kita." ucap Rico sambil memeluk adik nya, Lila menangis sambil berkata.


"Karen harus mati Ka'! dia sudah menghalangi kebahagiaan ku dan aku tidak suka dia." ucap Lila sambil tersedu-sedu karna dia sangat cemburu kepada Karen,kemudian Rico menemui ibu tiri nya di kamar dan berkata.


"Bu! sebaik nya kita segera menyingkir kan Karen karna Karen sudah membuat Lila sedih,Ternyata ibu benar bahwa Karen itu memang pembawa sial!" Rico bicara sambil memukul tembok di kamar itu karna dia sangat benci kepada Karen yang masih menjadi istri Narin.


Di kamar nya Narin dan Karen duduk di ranjang, Karen bertanya kepada Narin.


"Tuan muda! kapan aku bisa berbicara dengan ayah?"


Narin kemudian diam dan dia berdiri lalu berjalan menuju jendela di kamar nya kemudian berkata.


"Karen! bagaimana kalau kita pergi piknik?"


"Kemana?" tanya Karen dengan heran karna tidak biasa nya Narin mengajak nya.


"Ke danau," ucap Narin dan kenangan di danau bersama ayah nya membuat Karen menangis, sebalik nya air mata Narin yang juga sudah di ujung mata nya juga tiba-tiba tidak bisa lagi dia tahan dia memeluk Karen sambil berkata.


"Karen tenang lah! aku sangat memahami perasaan mu dan tolong berhenti lah menangis aku mohon...," Narin berusaha membujuk Karen tapi sebenar nya justru dia sendiri masih belum bisa mengendalikan kesedihan nya.

__ADS_1


Setelah menenangkan Karen, kemudian Narin menelpon anak buah nya yang bernama Adam.


"Adam! Apakah kamu bisa segera mengumpul kan ke 6 orang penting di perusahaan kita dan suruh mereka datang ke rumah ku malam ini," tanya Narin kepada anak buah nya yang menjabat sebagai JM.


"Baik tuan! dan apakah ini tentang Pa' Rico? kalau agenda nya tentang Pa' Rico maka kami akan mengumpul kan beberapa bukti untuk di tunjukan kepada tuan!" tanya Adam.


"Iya ini tentang Rico dan tunjukan saja semua bukti yang kita miliki agar kita bisa membuat dia sadar akan kesalahan nya, tadi aku juga sudah melihat beberapa laporan dari Hanan dan kalau masih ada yang lain aku ingin tahu lebih banyak lagi," sahut Narin sambil dia memandang ke wajah Karen yang tidak terlihat reaksi Karen ingin membela Rico meski Rico adalah orang yang penting untuk ibu nya.


Setelah Narin menutup panggilan kemudian Adam memberitahu kan yang lain juga untuk mengumpul kan bukti lain, Adam juga mengatakan kepada 5 rekan nya untuk datang ke rumah Narin nanti malam dan mengatakan langsung tentang kesalahan yang sudah di lakukan Rico di depan Rico dan Narin.


Malam itu ke 6 orang penting di perusahaan Narin datang ke rumah nya termasuk Hanan juga salah satu nya dan Narin sudah menunggu kedatangan mereka di ruang tamu dengan sangat gelisah setelah tamu nya membunyikan bel Narin membuka pagar nya dari dalam dan setelah mereka semua masuk kemudian.


"Dimana Rico?" tanya Hanan.


Rico di kamar nya bersama Isna dan juga Lila karna malam itu mereka sedang dalam rangka ritual menyusun rencana untuk menyingkir kan Karen, Trio parasit terkejut ketika mendengar suara ketukan pintu kemudian Isna membuka pintu.


"Ada apa? apakah kalian tidak punya sopan santun! bertamu malam-malam!" tanya Isna.


"Rico di panggil Narin dan sekarang Narin menunggu Rico di ruang tamu," sahut Hanan menjelas kan dengan nada kesal karna memang Hanan dan semua orang di kantor juga tidak suka dengan kelakuan Rico yang sok berkuasa selama Narin tidak masuk.


"Tapi ada apa Kaka Narin mencari ku?" tanya Rico berpura-pura bingung tapi kenyataan nya dia sudah menduga alasan Narin memanggil nya.

__ADS_1


"Nanti juga kamu tahu setelah kamu bertemu tuan Narin!" ucap Adam dengan tanpa rasa hormat dan dia berkata dengan nada setengah membentak, kemudian Rico melirik ke arah Isna sambil berkata.


"Tapi sekarang aku sedang sakit perut dan tidak bisa bertemu Kaka Narin! aduuuh... sakiiiiit...," sambil Rico memegang perut nya dan pura-pura meringis.


Rico berusaha menolak perintah Hanan untuk datang ke ruang tamu tapi Hanan tidak akan percaya alasan yang konyol seperti itu,kemudian Hanan memaksa nya.


"Jangan banyak alasan ini tidak akan lama." ucap Hanan, kemudian Hanan menarik tangan Rico dan memaksa nya untuk mengikuti nya, Rico pun terpaksa menurut karna dia tahu melawan pun juga pasti tidak akan menguntungkan bagi nya.


Setelah tiba di ruang tamu dia terkejut melihat beberapa orang yang dia kenal, kemudian Rico duduk di sebelah Narin lalu Narin bertanya kepada Rico.


"Rico! aku ingin bertanya apakah benar semua laporan di kertas ini?" ucap Narin sambil Narin menyerah kan beberapa kertas kepada Rico, Rico pun membaca isi nya.


"I...i..ni semua fitnah! aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun dan aku sudah berusaha bekerja dengan baik." jawab Rico dengan sangat gugup.


"Harus kah aku panggil polisi untuk menyelidiki mu? dan kamu tahu kan risiko nya kalau kita melibatkan polisi yaitu jika kamu di nyatakan bersalah maka kamu akan berada di penjara! tapi sebalik nya jika kamu mengakui nya sekarang maka aku tidak akan melibatkan polisi" ucap Narin masih dalam keadaan sabar dan belum emosi.


Menghadapi hal itu Rico pun tidak berani lagi membantah dan dia mengakui semua kesalahan nya.


"Iya Kaka! memang benar aku menggelap kan sedikit dana perusahaan, tapi aku hanya berencana meminjam nya saja dan suatu hari nanti pasti akan aku kembali kan, semua uang itu hanya berjumlah 1 milyar." sahut Rico.


"Lalu?" tanya Narin lagi

__ADS_1


"Uang itu aku sudah habis kan di bar pesta bersama teman-teman ku dan para wanita cantik yang sudah banyak mengambil uang itu, jadi uang itu bukan sepenuh nya aku yang menggunakan nya." ucap Rico dengan berpura-pura menyesal, Narin menundukan kepala nya sambil sedikit tersenyum karna dia tahu bagaimana kelakuan wanita bar, bahkan pengalaman nya segudang dengan para wanita bar dan uang nya yang sudah habis lebih dari 3 milyar, tapi di luar dugaan,dari tangga datang lah Karen yang langsung menampar Rico, lebih tidak di sangka lagi ketika Isna melihat Karen menampar Rico, Isna juga menampar Karen beberapa kali, mereka di lerai oleh Narin dan Hanan kemudian Isna berkata kepada Karen.


"Dasar anak kurang ajar! berani-berani nya kamu menampar anak ku!" teriak Isna.


__ADS_2