
Hari itu Kolin datang, seperti biasa dia membersihkan tubuh Karen sambil Kolin bercerita.
"Ibu, besok aku tidak bisa datang karna besok aku akan mengadakan upacara 7 bulanan tapi aku janji, aku akan datang lusa." sambil Kolin perlahan membersihkan tangan Karen.
"Ibu, aku faham alasan Ibu yang tidak bisa menerima keberadaan ku, tapi Ibu harus tahu bahwa Kanza bukan lah pria yang bisa dengan tega mengabaikan orang lain, memang benar aku seorang pelacur, tetapi ketika aku tahu ada satu nyawa yang di titip kan kepada ku dan dia bergerak dalam perut ku, aku merasa hal itu adalah awal kehidupan baru bagi ku." sambil Kolin memotong kuku tangan Karen.
"Bu! kehidupan ku sebelum nya sangat buruk, di temukan di antara tumpukan sampah dan di rawat oleh seorang wanita malam, sehingga aku pun tidak punya pilihan lain untuk bisa hidup, jika aku menolak perintah lalu ke mana tempat yang harus aku tuju? memang benar ada sangat luas tempat yang tersedia di muka bumi ini, tapi kemana aku harus pergi? bahkan ibu kandung ku saja sudah menolak kehadiran ku." Kolin menangis sambil bercerita.
"Bu! kenapa dunia seolah tidak adil kepada ku? semua orang menolak kehadiran ku? hanya didikan mu yang baik kepada Kanza, yang membuat Kanza memiliki pandangan berbeda tentang diriku, sekarang aku merasa sangat bahagia bersama Kanza tapi aku minta maaf jika aku melukai perasaan Ibu, Bu..., tolong sadar lah dan kalau ibu bangun aku janji, aku akan melakukan semua yang Ibu katakan, meski jika Ibu berkata aku harus pergi dari hidup Kanza selama nya pasti akan aku turuti keinginan Ibu, aku bersedia pergi Bu' tapi tolong jangan membenci Kanza, limpahkan semua kebencian Ibu kepada ku saja, karna semua masalah berasal dari ku tapi tolong maaf kan lah Kanza Bu!" sambil Kolin menangis memeluk tubuh Karen.
Kemudian Kolin pindah ke bawah untuk memotong kuku di kaki Karen lalu berkata lagi.
"Bu..seumur hidup ku tidak ada satu wanita pun yang mau aku panggil Ibu, bahkan wanita yang merawat ku sejak bayi juga meminta ku memanggil nya Nyonya, tapi sekarang aku merasa bahagia karna bisa memanggil mu Ibu, walau pun Ibu tidak pernah merespon panggilan ku tetapi dengan bangga aku akan selalu memanggil mu Ibu dan apakah Ibu tahu? aku sangat berharap memiliki Ibu seperti diri mu, Kanza selalu memuji mu bahkan Kanza lebih menghormati mu dan Kanza tidak pernah menganggap Ibu Rani lebih baik dari mu, Bu...,semua orang sangat sedih dengan keadaan mu bahkan aku juga, aku memang tidak pernah sebelum nya mengenal mu, tapi hati ku mengatakan Ibu adalah wanita terbaik di dunia karna Ibu berhasil mendidik ke dua putra Ibu menjadi orang yang sangat baik" Kolin pun selesai memotong kuku Karen lalu dia pergi ke kamar mandi, di waktu yang sama Kanza datang dan dia mencium tangan Ibu nya sambil berkata.
"Ibu! aku sudah kehilangan Ibu Rani, tapi aku tidak siap kehilangan Ibu juga, karna itu Ibu berjuang lah untuk hidup Ibu, sebelum nya Ibu pernah koma selama bertahun tahun dan aku juga sekarang dengan tulus berdoa semoga Ibu bisa sadar kembali, Ibu bisa memukuli ku atau pun memarahi ku tapi aku tidak tega melihat keadaan Ibu seperti ini." Kanza menangis sambil mencium tangan Karen dan Kolin pun datang dari kamar mandi lalu bertanya.
__ADS_1
"Kanza' apa yang kamu lakukan di sini?"
"Ada banyak persiapan yang harus kita lakukan untuk acara besok jadi aku ingin menjemput mu untuk mempersiapkan semua nya."
"Tapi ada beberapa orang kan yang sudah di tugas kan untuk melakukan persiapan jadi biar mereka saja yang sibuk sementara aku akan menemani Ibu saja, kasihan jika Ibu sendirian bahkan besok aku tidak bisa menemani Ibu."
"Aku tahu kalau kamu khawatir kepada Ibu, bahkan jika tidak ada Tante Mita dan Adik ku yang menginap di malam hari kamu juga ingin menginap di sini, tapi hanya untuk hari ini dan besok berikan lah juga waktu untuk diri mu sendiri, Kolin besok adalah momend penting untuk mu jadi jangan sampai ada hal yang terabaikan karna kamu terlalu pokus pada hal lain"
"Tapi aku tidak tega meninggal kan Ibu, bagaimana kalau Ibu tiba-tiba sadar? bisa saja Ibu haus atau lapar?"
"Ibu, kami pulang dulu ya? lusa kami akan datang lagi, Ibu cepat sembuh ya Bu..." setelah itu Kolin dan Kanza pun pergi lalu Karen membuka mata nya dan dia pun menangis karna dia sebenar nya merasa iba kepada Kolin dan dia tahu wanita sebaik Kolin memang pantas menjadi pasangan hidup nya Kanza.
*****
Kesibukan Ekre membuat nya tidak punya banyak waktu untuk Raura dan dia beralasan sibuk kuliah, Raura wanita yang baik dan mampu memahami nya tapi hari itu adalah hari sial untuk Raura yaitu dia di jodoh kan oleh ayah nya dengan seorang Juragan Empang dan tepat di hari pernikahan nya Raura kabur dari tempat acara pernikahan nya.
__ADS_1
Di sebuah lampu merah, ketika Raura berlari karna di kejar Kakak laki-laki nya bersama teman-teman nya, secara tidak sengaja tangan Raura menabrak kaca spion mobil milik Aure, kemudian dengan maksut mau minta maaf kepada pemilik mobil maka Raura pun melihat ke arah pemilik mobil, dia pun terkejut lalu repleks berkata.
"Ekre!" Aure pun terkejut nama adik nya di sebut oleh Raura dan belum sempat Aure berbicara Raura dengan cepat masuk ke dalam mobil nya, tidak lama kemudian lewat lah beberapa orang yang sedang mengejar Raura dan berhenti di samping mobil Aure tapi Aure mengabaikan nya sambil menutup kaca mobil nya sehingga Raura pun aman kemudian Aure berkata.
"Turun lah, kita ke mall untuk mencari pakaian agar aku tidak di kira sedang menculik mempelai orang lain." ucap Aure cuek, karna dia bahkan belum tau nama wanita yang bersama nya, yang dia tahu hanya satu yaitu dia pasti mengenal Ekre.
"Seperti nya kamu tidak perduli dengan perasaan ku." sahut Raura sambil menangis.
"Aku bukan nya tidak perduli, tapi aku harus bagaimana? aku masih sangat terkejut dengan semua kejadian ini." sahut Aure, kemudian Raura pun ngambek dan berjalan menjauhi Aure, Aure pun jadi bingung kemudian dia menghubungi Ekre.
"Hallo Kaka!"
"Siapa nama kekasih mu?" tanya Aure langsung kepada Ekre.
"Raura, kenapa Ka!" panggilan pun di tutup oleh Aure kemudian Aure memanggil.
__ADS_1