
Semua orang di dalam ruangan itu merasa sangat gelisah termasuk Kolin juga yang di hati nya merasa sangat bersalah karna wanita yang sangat di sayangi suami nya sekarang sedang terbaring di ruang ICU, Kolin pun bertanya kepada Kanza.
"Apakah aku harus pulang?"
"Tunggulah sebentar lagi, setelah kondisi Ibu membaik kemudian kita pulang bersama." sahut Kanza yang juga sangat mengkhawatirkan Karen.
Ekre pun pergi ke toilet lalu melakukan panggilan Vidio call kepada Aure tapi saat itu Aure sedang berada di hotel bersama Mayang, jadi ketika Aure menerima panggilan Vidio dari Ekre saat itu Aure dan Mayang sedang tidak pakai baju dan Ekre merasa sangat malu sudah melihat siaran langsung itu secara tidak sengaja.
"Kaka maaf! aku akan bicara lagi nanti." ucap Ekre sambil memejamkan mata nya dan Mayang juga menyembunyikan wajah nya di dalam pelukan Aure.
"Bicaralah sekarang jika itu memang penting." sahut Aure sambil terus aktif melakukan ritual nya.
"Ibu berada di ruang ICU dan sampai sekarang dokter belum keluar dari ruangan ICU." langsung Aure melepaskan tubuh Mayang dan dia memegang ponsel nya dengan panik Aure bertanya.
"Apa yang terjadi pada ibu?"
"Kaka Kanza datang ke rumah dengan membawa istri nya yang sudah hamil dan hal itu membuat Ibu sangat terkejut sehingga Ibu langsung pingsan."
"Kurang ajar Kanza!" Aure mengumpat karna dia merasa sangat marah kepada Kanza, kemudian Aure memakai pakaian nya lalu berkata kepada Mayang.
"Mayang, pulang lah, Karna aku ada urusan!" perintah Aure kepada Mayang, Mayang pun langsung menuruti nya dia pergi setelah mencium bibir Aure.
"Kaka mau ke rumah sakit?"
"Iya!"
"Tapi di sini ada Kaka Kanza dan juga istri nya."
__ADS_1
"Apakah Tante Mita juga ada?"
"Kami belum mengatakan apa pun kepada Tante Mita karna semenjak kematian Paman Hanan, Tante Mita terlihat lebih banyak murung dan aku tidak faham cara menjelaskan kepada Tante Mita tentang keadaan ibu." sahut Ekre.
"Kamu bersembunyi saja karna aku akan ke rumah sakit untuk memberikan Kanza pelajaran."
"Tapi Ka' ini juga bukan sepenuh nya kesalahan Kaka Kanza."
"Jangan membela nya, kirimkan alamat rumah sakit itu kepada ku sekarang!"
"Kalau Kaka berjanji tidak akan berkelahi dengan Kaka Kanza maka aku akan kirimkan alamat kepada Ka' Aure, tapi kalau Kaka mau berkelahi maka aku tidak mau mengirimkan."
"Jangan menguji kesabaran ku!" bentak Aure, Ekre yang terkejut pun langsung diam dan karna merasa bersalah Aure kemudian memperbaiki cara bicara nya.
"Baik lah sayang ku, katakan kepada Kaka di rumah sakit mana ibu di rawat?"
"Hmmm....." sahut Aure sambil menahan kekesalan nya, kemudian Ekre menutup panggilan lalu mengirimkan lokasi nya kepada Aure dan tanpa menunggu detik Aure pun langsung pergi menuju tempat yang di bagikan adik nya.
Rasa khawatir tentang sikap yang akan di lakukan Aure kepada Kanza mengganggu ketenangan Ekre kemudian Ekre mendekati Kanza lalu berkata.
"Sebaik nya bawa istri Kaka pulang karna ini juga sudah malam, biar aku saja yang akan menjaga Ibu"
"Aku tahu kamu sangat membenci ku, tapi aku bersumpah, aku juga sangat perduli pada ibu."
"Jangan khawatir karna ada aku di sini yang akan menjaga ibu ku." sahut Ekre dan kata kata "KU" adalah kata yang cukup kuat untuk menyerang mental Kanza, sama arti nya Ekre sedang menyebut tentang asal usul nya yang bukan anak kandung Karen.
"Ibu mu adalah Ibu ku juga dan aku sangat menyayangi Ibu mu karna aku selalu menganggap Ibumu adalah Ibu kita."
__ADS_1
"Apakah Kaka lupa alasan Ibu berada di sini?" tanya Ekre dan membuat Kanza meneteskan air matanya karna hubungan mereka yang terbentuk selama puluhan tahun kini seolah hancur dalam sekejap, kesedihan dan luka di rasakan Kanza tapi tidak ada yang bisa memahami keputusan nya atau pun berusaha bertanya alasan nya di balik pernikahan itu.
"Pergilah." ucap Ekre lagi, kemudian Kolin memegang tangan Kanza lalu menarik nya pelan agar Kanza mengikuti nya, seolah kehilangan arah kemudian Kanza pun mengikuti Kolin dan mereka pun pulang ke rumah.
30 menit setelah kepergian Kanza Aure pun datang dengan topi dan masker kemudian duduk di samping Ekre.
"Bagaimana keadaan ibu?" tanya Aure mendadak, sehingga membuat Ekre sangat terkejut.
"Dokter yang memeriksa ibu belum keluar ka!"
"Di mana Kanza?"
"Sudah aku usir." sahut Ekre kesal.
Setelah menunggu 10 menit, dokter pun keluar dari ICU dan Ekre segera bertanya.
"Bagaimana keadaan ibu saya Dok?"
"Tekanan darah nya sudah normal dan sekarang tinggal menunggu pasien siuman, kami akan segera memindahkan pasien ke ruang perawatan." sahut Dokter, kemudian Ekre memeluk Aure.
Ekre pun kemudian menelpon Mita untuk menyampaikan keadaan Ibunya kepada Mita dan Mita pun segera pergi ke rumah sakit dengan naik taksi.
Sampai di rumah sakit Mita kembali menghubungi Ekre untuk menanyakan keberadaan Karen, lalu Ekre pun menjemput Mita di depan lift setelah masuk ke dalam kamar, Mita langsung memeluk Karen karna dia benar-benar khawatir pada Karen yang belum juga siuman.
Karen hanya berpura-pura koma, tapi di balik itu dia memiliki alasan yang kuat agar Kanza merasa bersalah kepada nya dan juga agar Ekre jadi pria yang lebih mandiri serta bertanggung jawab, juga agar Mita tidak lagi terlalu banyak mengurung diri di dalam kamar dan sebagian dari yang di ingin kan Karen terjadi karna Ekre bisa memegang tanggung jawab dengan semua pekerjaan Mita dan juga pekerjaan Ibunya, Mita juga sering datang berkunjung ke rumah sakit dan perlahan Mita juga membantu Ekre untuk bekerja mengurus restoran, Mita juga mulai banyak aktif di luar rumah dan bukan lagi mengurung diri di dalam kamar.
4 bulan berlalu semua orang sibuk dengan pekerjaan nya dan hanya datang sekali saja dalam sehari, Kolin juga datang setiap hari, dari pagi sampai sore untuk membawa kan bunga ke kamar Karen dan membersihkan kan tubuh Karen, juga setiap hari menyisir rambut Karen, seperti hal nya Karen yang tulus merawat mertua nya maka seperti itu juga ketulusan Kolin merawat Karen karna Karen hanya berpura pura saja koma sehingga dia bisa mengetahui semua hal yang terjadi di samping nya.
__ADS_1
Ada Kanza yang datang setiap siang untuk mengantar kan Kolin dan menjemput Kolin setiap sore dan ada Mita yang datang setiap malam untuk menemani Karen dan tidur di rumah sakit bersama Ekre, tapi yang Karen bingung adalah orang yang datang setiap pagi karna yang datang pagi tidak pernah berbicara dia hanya menggenggam tangan Karen kemudian mencium tangan nya dan dia adalah Aure, tapi meski Karen merasa penasaran dia masih belum mau membuka mata nya untuk menghilangkan rasa penasaran nya.