
Ayah nya makan roti selai kacang, mertua nya makan roti selai coklat tapi Narin masih sibuk berbicara dengan anak buah nya tentang pekerjaan, kemudian ponsel di tutup, Narin mulai menyendok makanan dan kurang dari satu detik ketika hampir saja sendok yang berisi nasi goreng ala karen menyentuh bibir nya, tapi karna Narin pria yang di lindungi tuhan maka keajaiban pun terjadi yaitu ponsel nya berbunyi dan ada kabar mendadak yaitu mitra bisnis nya yang dari paris tiba lebih cepat dari jadwal nya kemudian Narin berkata kepada ayah nya.
"Ayah! tuan Nicole dan nyonya Nicole sudah tiba di Indonisia, dan aku harus pergi ke bandara sekarang untuk menyambut kedatangan mereka." lalu Narin berdiri kemudian berjalan pergi dan ayah nya bertanya.
"Tidak sarapan dulu Nak'!"
"Tidak sempat ayah...," sahut Narin sambil buruBburu pergi.
Kemudian ayah Karen melihat piring nasi goreng kemudian berkata kepada Karen.
"Karen suami mu tidak makan dan kamu habis kan makanan itu, sayang kalau di buang."
Langsung berubah ekspresi wajah Karen dengan mata Karen yang bertambah besar sebesar telur angsa, jika saja hanya ada ayah nya saat itu dia pasti akan berpura-pura pingsan saja, tapi apa boleh buat dia juga bahkan tidak pernah berani membantah ayah nya karna Karen takut kualat dan di kutuk ayah nya menjadi puding coklat dan bukan jadi batu.
Dengan membaca beberapa do'a yaitu do'a sebelum makan, do'a berbuka puasa dan do'a makan sahur bahkan juga do'a mau tidur,Karen mengumpul kan segenap kekuatan nya bahkan dia mengeluarkan kekuatan tersembunyi hanya untuk mencicipi masakan nya sendiri yang pasti dia sudah bisa menebak seperti apa rasa nya yang seperti permen yang manis asam asin itu dan ketika seujung sendok nasi menyentuh di lidah nya dia langsung mual dan hampir muntah karna dia ingat proses pembuatan nya tapi para senior salah faham dan mengira Karen sedang ngidam lalu mereka pun joget lagi.
"Karen! apakah kamu mual? pusing? demam atau apapun? maksut ku mual bisa jadi pertanda hamil," tanya ayah Narin.
" Aku tidak hamil ayah!" sahut Karen dengan kesal, lalu Karen membawa nasi goreng nya ke luar lalu dia beri kan kepada ayam tetangga.
__ADS_1
Kemudian Karen menelpon Mita dan bertanya.
"Mita apakah kamu tahu bagaimana cara nya hamil?" Mita langsung tertawa lalu setelah beberapa menit tertawa dia menjawab.
"Hamil itu di sebab kan p*nis pria, kamu tahu kan p*nis itu yang ada di dalam celana seorang pria." Mita menjelas kan sambil terus tertawa sehingga membuat Karen merasa kesal lalu menutup panggilan.
Di kamar lain, ayah Narin dengan bangga menelpon Narin untuk berkata.
"Narin! Karen hamil." Narin pun dengan kaget berkata.
"Apa?" Narin tidak bisa lagi berkata apa-apa, dia langsung menutup panggilan kemudian dia menelpon Karen dengan panggilan suara tapi memang karen lebay sudah tahu suami nya melakukan panggilan suara dia pakai acara menyisir rambut dulu dan juga memakai bedak juga lipstik sebelum menerima panggilan sehingga membuat Narin menunggu dengan kesal dan setelah 3 kali memanggil akhir nya Karen selesai berdandan lalu menerima panggilan Narin dan Narin langsung bertanya.
"Kok bisa? sejak kapan? ini pasti karna aku melihat benda keramat mu ketika aku jatuh di pohon." jawaban Karen membuat Narin jadi kesal lalu menutup panggilan tapi dia tahu Karen memang tidak hamil karna Karen bahkan tidak tahu cara nya untuk jadi hamil,Narin mentertawakan kepolosan Karen walau pun Kenyataan nya Narin juga belum pernah melakukan berhubungan intim dengan perempuan tapi setidak nya dia tahu cara nya membuat wanita bisa hamil dari Vidio yang pernah dia lihat.
Sore hari ranjang baru datang, ranjang yang sangat indah di buat oleh merek terbaik,ranjang seperti ranjang kerajaan bahkan sejak awal datang sampai di masukan ke dalam kamar mulut Karen tidak bisa berhenti berkata.
"Waaahhh....,"
Sungguh tidak sia-sia Karen mengagumi ranjang itu karna setelah orang-orang dari toko yang mengantar kan ranjang nya keluar dari rumah nya langsung saja Karen bisa melompat-lompat di ranjang itu dengan senang dan sambil berteriak kegirangan.
__ADS_1
"Asik....horeee....yeeee....,"
Hanya itu yang berulang kali dia teriakan dan tiba tiba pintu di buka lalu Narin masuk, Narin terkejut melihat Karen melompat di ranjang seperti anak TK dan Karen tidak kalah kaget nya dia pun kemudian pura-pura duduk dengan tenang di atas ranjang lalu Karen pun tersenyum manis kepada Narin yang membuat Narin merasa merinding.
Kemudian Narin membuka pakaian nya lalu dia pergi ke kamar mandi, setelah selesai mandi Narin keluar lalu duduk di ranjang baru kemudian membuka laptop nya dan Karen juga duduk di ranjang di samping Narin sambil main game kesukaan nya.
Setelah jam 19:00 malam Karen mengirim kan pesan kepada Hanan dan Hanan pun di ajak Karen untuk bertemu malam ini jam 22:00 di sebuah kafe dekat rumah Narin, Hanan pun setuju.
Kemudian jam 20:00 Karen pun berpura-pura tidur dengan posisi tidur membelakangi Narin.
Kemudian karna merasa bosan di kamar Narin pun keluar jam 21:00 sebelum nya Narin meletakan guling di bawah selimut karna Narin tahu jika Karen tahu dia tidak ada pasti Karen akan heboh.
Perlahan Narin keluar dari kamar bahkan Karin tidak menyadari kepergian Narin yang sangat pelan itu, tidak lama Karen pun pura-pura berbalik, dia pun berpikir Narin berada di bawah selimut lalu Karen pun memasukan guling ke dalam selimut nya juga, kemudian pelan-pelan meninggal kan kamar nya dan dia keluar seperti maling.
Sebelum keluar rumah Karen mencari kamar mertua nya setelah membuka beberapa pintu yang salah akhir nya dia menemukan kamar mertua nya kemudian dia masuk ke kamar mertua nya sambil memanggil pelan.
"Ayah..!!"
Tapi mertua nya tidak merespon, Karen pun tenang lalu keluar kamar mertua nya dan Karen mulai kebingungan mencari pintu utama untuk keluar dari istana Wijaya dan setelah 30 menit dia pun berhasil menemukan pintu keluar, ketika sampai di luar rumah Karen sangat bahagia bisa keluar dan dia menyatukan ke dua tangan nya lalu berjoget seperti penari ular yang ke surupan, tapi tarian ular nya terhenti ketika dia melihat di depan nya ada Narin duduk di bangku di taman di depan rumah dan Karen berteriak.
__ADS_1
"Hantu...!!"