Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 64 Kecewa.


__ADS_3

"Tolong! jangan pernah lagi menyebut nama Ekre dan ibu mu di depan ayah, karna kita tidak mungkin lagi bertemu mereka jadi lupakan mereka dan jangan pernah lagi berhubungan dengan mereka, keberadaan mereka akan membuat kamu semakin rapuh dan sulit melangkah, jadi Aure! berjanjilah kepada ayah bahwa kamu tidak lagi berhubungan dengan mereka melalui perangkat apa pun! ayah mohon jangan lagi menyebut tentang mereka di depan ayah karna itu akan semakin melukai hati ayah." pinta Narin kepada Aure dengan begitu banyak kesedihan dan luka di dalam hati nya dan Aure memahami nya.


"Ya ayah Aure janji." sahut Aure, kemudian Aure memeluk Narin.


Selesai makan Narin masuk ke kamar nya kemudian ada Ningsih di kamar itu tapi bukan nya senang melihat Ningsih, wajah Narin langsung berubah menjadi serius dan dengan nada kasar Narin berkata.


"Keluar dari kamar ku!" Mendengar itu Ningsih menangis dan keluar dari kamar Narin dan dia memilih tidur di kamar di dekat kamar pembantu berharap Narin datang menjemput nya tapi Narin lebih memilih tidur sendiri dan bukan dengan Ningsih.


*****


Di rumah Karen, kehilangan Narin tidak membuat Karen menjadi rapuh dan dia bertekad untuk menjadi pengusaha kuliner yang sukses dan dia mulai menyusun banyak rencana untuk restoran nya.

__ADS_1


Tapi justru kabar menyedihkan dari hal lain yaitu kedatangan Roy yang berniat menjemput Kanza untuk sekolah di luar negri dan membuat Karen sangat hancur karna biar bagaimana pun juga Karen sangat menyayangi Kanza meski Kanza bukan anak kandung nya, karna Karen tahu bahwa dia tidak akan bisa menolak keputusan Roy jadi Karen pun terpaksa melepaskan Kepergian Kanza dengan air mata, Karen berusaha kuat dengan Ekre di samping nya dan berusaha melupakan semua kesedihan nya dengan melihat wajah tampan Ekre.


*****


1 tahun berlalu dan hari itu ketika Narin pergi ke dapur dia menguping pembicaraan Ningsih di telpon dengan seseorang dan Ningsih yang sedang kesal kepada Narin kemudian curhat kepada orang yang dia ajak bicara dan itu adalah Isna tapi Narin tidak tahu tentang Isna.


"Bu! aku mulai bosan dengan kehidupan ku dengan Narin, sekarang bahkan dia tidak tidur dengan ku sejak kami tiba di Bali 1 tahun yang lalu, kami tidak pernah lagi tidur di kamar yang sama." Ningsih bercerita sambil menangis, kemudian Ningsih diam mendengar kan orang yang dia telpon berbicara lalu.


"Tapi aku puas karna aku sudah pernah menjatuhkan Karen di depan Narin bahkan baju baru yang sudah aku hancur kan sendiri juga aku tuduh Karen yang melakukan nya dan Narin percaya, dan masakan yang sudah aku racuni juga Narin percaya bahwa Karen yang menaruh racun dan aku juga berkata Karen menyuruh aku mengepel lantai, aku puas karna pada akhir nya Karen yang sekarang di campakan." ucap Ningsih kepada Isna sambil tertawa terbahak-bahak, Narin sangat menyesal karna dia sudah pernah salah faham kepada Karen dan seharusnya Narin lebih mempercayai Karen yang sudah lama dia kenal, Narin tidak bisa menahan diri nya dan air mata nya keluar karna merasa sangat bersalah kepada Karen, Narin masuk ke dapur dan berdiri di belakang Ningsih.


Rasa kecewa yang besar kepada Ningsih dan di tambah kehilangan Karen membuat Narin juga kehilangan arah, dan meski Narin tidak lagi muda dengan uang nya dia masih mampu mendapat kan wanita mana pun yang dia ingin kan.

__ADS_1


Hampir setiap malam pergi ke diskotik dan mabok, pulang ke rumah membawa wanita yang berbeda-beda, hal itu di lakukan Narin hanya untuk melampiaskan kekesalan nya atas semua yang di lakukan Ningsih kepada Karen dulu, meski Ningsih merasa sakit hati dia tidak mampu melawan Narin karna Ningsih tidak tahu kemana dia akan pergi dan bagaimana dia akan hidup tanpa Narin, setiap malam Ningsih hanya berteman dengan air mata bahkan sejak tiba di Bali tidak sekali pun Narin mau menyentuh tubuh nya bahkan berbicara pun tidak pernah lagi.


Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, bulan pun berganti tahun, usia Aure sekarang telah 22 tahun dan sifat nya persis sifat Narin yaitu play boy dan memiliki lebih banyak kekasih bahkan lebih nakal lagi dari saat Narin masih muda, setidak nya ketika ayah nya masih muda tidak pernah tidur dengan wanita mana pun dan istri nya lah wanita pertama yang dia tiduri tapi Aure berbeda dan di usia nya yang baru 22 tahun dia sudah sering tidur dengan banyak wanita,Narin tahu kelakuan anak nya tapi dia tidak bisa melarang kelakuan anak nya karna kelakuan nya juga sama bahkan seolah Aure belajar dari nya karna Narin selalu membawa wanita berbeda yang bukan istri nya ke rumah nya dan menginap di kamar nya, buah jatuh tidak jauh dari pohon nya.


*****


Sebalik nya Ekre tumbuh dengan didikan yang baik dari ibu nya dan bahkan Ekre belum kepikiran untuk punya kekasih, dia lebih pokus pada pelajaran nya dan juga pada cita-cita nya, Ekre selalu berusaha yang terbaik untuk bisa membuat Karen bangga, dan perlahan nama Narin dan nama Aure juga terlupakan dan sudah puluhan tahun tidak pernah lagi ada yang menyebut nama itu, hanya Ekre yang diam-diam merindukan mereka, tapi dia simpan kerinduan nya hanya untuk diri nya sendiri saja karna dia juga tidak mau melukai hati ibu nya.


*****


Kehidupan Kolin juga tidak ada perubahan meski usia nya yang bukan ABG lagi tapi popularitas nya tidak pernah padam dan Kolin tumbuh menjadi wanita yang dingin dengan sifat seperti warna abu-abu yaitu luka dan penderitaan nya yang panjang membuat sifat nya sangat pendiam dan jarang berbicara, tidak pernah tersenyum bahkan kepada siapa pun, tidak ada hal apapun yang bisa membuat Kolin tersenyum apalagi tertawa, kehidupan berat yang di lalui Kolin membuat nya sangat bosan.

__ADS_1


*****


Kanza menyelesaikan pendidikan nya di luar negri dan bersiap untuk kembali ke Indonisia, dia tidak sabar lagi untuk bertemu ibunya yaitu Karen dan setiap waktu dia merindukan Karen meski setiap hari dan setiap malam Vidio call tapi kerinduan Kanza kepada Karen tidak pernah berkurang.


__ADS_2