Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 44 Musibah datang.


__ADS_3

"Kondisi pasien kritis dan kami tidak memiliki peralatan lengkap di sini, jadi kami akan memindah kan nya ke rumah sakit lain yang memiliki peralatan lengkap," langsung menangis ibu Sari mendengar berita itu selain dia tidak punya biaya besar dia juga sakit hati karna Naya adalah anak nya satu-satu nya, jadi hari itu juga Ibu sari di temani Karen dan Ani pergi ke rumah nyonya montok untuk meminjam uang dan nyonya montok bersedia memberikan pinjaman dengan bunga 50%, dan karna sudah tidak ada waktu untuk berfikir maka ibu Sari pun langsung menyetujui nya.


Setelah membayar biaya administrasi, Naya pun melakukan operasi besar dan beruntung operasi Naya berhasil jadi dia pun selamat.


*****


Sebulan kemudian datang lah nyonya montok untuk menagih cicilan ibu Sari tapi ibu Sari bilang.


"Nyonya! saya sekarang belum ada uang dan saya hari ini tidak bisa bayar cicilan," ucap ibu Sari dengan sangat sedih.


Kemudian Nyonya montok duduk dan beberapa pelayan membawakan beberapa hidangan kemeja nya seperti biasa.


"Kenapa kamu tidak bisa bayar? warung mu sekarang sangat ramai dan aku lihat bahkan banyak yang antri untuk menunggu tempat duduk kosong agar bisa makan di restoran mu, apakah kamu sedang berbohong untuk menghindari pembayaran?" bentak nyonya montok sambil makan dengan lahap.


"Nyonya kan tahu, sejak bulan lalu pengeluaran saya sangat banyak terutama biaya pengobatan Naya di rumah sakit dan juga biaya operasi Naya jadi...!" sahut ibu Sari dia tidak faham lagi cara nya menjelas kan kepada nyonya montok.


"Begini saja! jika sampai besok kamu belum bisa bayar maka restoran ini akan saya jual." ucap nyonya montok dengan kejam dan tanpa rasa iba, di tambah lagi tatapan mata nya yang terbelalak sebesar telur angsa sehingga membuat semua orang jadi merinding.


"Tapi nyonya! bagaimana saya bisa mendapat kan uang jika restoran saya di jual dan anak-anak saya bagaimana?" tanya Sari sambil menahan tangis nya.


"Emang gue pikirin! itu bukan urusan ku, hutang mu berjumlah 1,5 M dan aku akan menjual dengan harga lebih dari itu sebagai keuntungan ku dan rencana nya restoran ini akan aku jual kepada seorang bos besar jika sampai besok kamu tidak bisa membayar hutang mu." ucap nyonya montok sambil berdiri kemudian pergi meninggal kan tempat itu dengan raut wajah cemberut.


1 Minggu kemudian.

__ADS_1


siang itu saat semua orang sedang di luar untuk menonton TV karna jam makan siang juga belum tiba dan mereka melihat nyonya montok yang datang bersama seorang pria yang memakai topi dengan kaca mata hitam dan juga masker, hati Karen mengatakan kalau itu adalah Narin karna dia datang bersama Mita, jadi Karen pun bergegas masuk ke dapur.


Setelah keluar dari mobil Mita langsung menelpon Hanan untuk bertanya.


"Hanan kami sudah sampai, kamu di mana? kata nya mau melihat restoran yang akan kita beli, aku bersama kaka Narin, kami sudah tiba di tempat parkir," Mita menjelas kan kepada Hanan karna mereka berjanji bertemu di restoran itu.


Nyonya montok buru-buru masuk menemui ibu sari untuk mengatakan.


"Mereka pengusaha terkenal yang kata nya mau membeli restoran ini," ketika mendengar restoran nya mau di jual Sari hanya mampu menangis dan masuk ke dapur kemudian nyonya montok menyusul ibu Sari di dapur, saat itu karna Narin dan Mita masih belum masuk jadi semua orang juga mengikuti nyonya montok ke dapur mereka juga mendengar nyonya montok berkata.


"Sari! hutang mu kepada ku berjumlah 1,5 milyar dan tadi aku mengatakan kepada mereka kalau aku mau menjual restoran ini 3 M, jadi nanti kalau pembeli bertanya bilang saja harga nya 3 M." ucap nyonya montok dengan tegas.


"Lalu berapa jatah milik ibu Sari?" tanya Karen.


"Seharusnya nyonya hanya mengambil bagian nyonya saja 1,5 milyar itu juga sudah menguntungkan untuk nyonya karna hutang ibu Sari hanya 1 milyar dan yang setengah lagi adalah bunga nya." ucap Karen dengan sangat tegas, membuat nyonya montok jadi sangat kesal dan langsung menampar pipi kanan Karen.


"Iya, lakukan sesuai keinginan nyonya! tapi tolong, jangan sakiti anak-anak ku," pinta ibu Sari kepada nyonya montok.


"Bagus! ingat lah Sari! jangan katakan harga sebenar nya kepada mereka! awas kalau kamu mengacau kan nya." ucap nyonya montok dengan nada mengancam.


Di tempat parkir, karna lama menunggu Hanan akhir nya Mita dan Narin pun masuk ke dalam restoran dan duduk di bangku, kemudian pelayan membawa kan beberapa menu, Mita mulai mencicipi nya sambil berkata.


"Enak."

__ADS_1


Tapi di gigitan pertama Narin langsung melamun dan dia hanya mengulum makanan nya, melihat itu membuat Mita heran kemudian bertanya


"Kaka! ada apa? apakah Kaka tidak suka?" tanya Mita heran karna wajah Narin tiba-tiba berubah dan Makanan di mulut nya tidak dia kunyah.


"Rasa masakan ini seperti pernah aku kenal," Narin bergumam, tapi khayalan Narin pun sirna ketika nyonya montok datang.


"Bagaimana tuan? apakah suka dengan restoran ini?" tanya Nyonya Montok.


Mita melihat ke sekeliling dan kemudian berkata.


"Seperti nya tempat ini cukup bagus dan aku sangat suka, bagaimana menurut Kaka!" tanya Mita kepada Narin yang sedang melamun.


"Terserah kamu saja," Jawab Narin cuek karna mendadak hati nya merasa gelisah, dia mengawasi ke sekeliling tempat, tapi dia tidak tahu kalau Karen juga memperhatikan nya dari balik tirai sambil bergumam.


"Semoga tidak laku! semoga tidak laku." berulang kali di ucap kan nya dan semua orang di dalam juga berdo'a sama seperti Karen, tapi semua orang tidak berani keluar karna tidak mau mengganggu transaksi nyonya montok, karna itu mereka hanya bersembunyi saja di balik tirai.


"Jadi 3 milyar ya? apakah itu harga mati atau masih bisa kurang?" tanya Mita Serius.


"Ini juga sudah murah Nona, karna pemilik nya sekarang sedang kepepet uang dan ini sudah di jual dengan harga di bawah pasaran," ucap nyonya montok, kemudian Nyonya Montok mengambil kan beberapa kertas untuk menjadikan transaksi sah dan di serah kan kepada Narin, Narin menerima nya lalu membuka nya, kemudian membaca isi nya lalu mengambil pulpen dari dalam saku nya dan bermaksud menandatangani nya, karen pun bergegas keluar dari tempat persembunyian nya untuk mendatangi Narin yang sudah membuka tutup pulpen nya, tapi dengan setengah berteriak Karen berkata.


"Tuan muda Narin jangan," lalu Narin memandangi Karen dan Mita berdiri.


"Karen!" ucap Mita dengan terkejut, Narin kemudian mengangkat tangan nya untuk memberi isyarat untuk Mita agar duduk tenang.

__ADS_1


__ADS_2