
"Narin! hari ini aku datang terlambat karna aku mau menemani Mita mendaftar kan diri nya untuk kuliah!" ucap Hanan meminta izin kepada Narin.
"Mita mau kuliah?" tanya Karen bersemangat.
"Iya rencana nya begitu, karna aku ingin mempelajari hal baru, rencana nya aku mau ambil jurusan sastra yaitu bahasa asing karna aku punya rencana mau membuat restoran Wijaya yang terkenal menjadi restoran berstandar internasional." sahut Mita dengan senyum bahagia karna mendapat kan izin dari Hanan.
"Tuan muda! aku juga mau kuliah! tapi aku mau ambil jurusan berbeda dengan Mita yaitu jurusan tata boga dan aku mau menjadi chef yang sangat terkenal." pinta Karen sambil memegang tangan Narin dan mata Karen kedip-kedip berharap suami nya akan kasihan dan memberikan izin juga.
"Ya sekalian saja mendaftar bersama Mita!" sahut Narin sambil melirik Hanan, Karen pun memandang kearah Hanan.
"Hanan daftar kan aku jugaaaa...?" ucap Karen dengan manja dan Hanan mengangguk.
"Kalau Karen kuliah juga pasti nanti tempat itu akan jadi sangat terkenal karna seorang Nyonya Wijaya berada di tempat itu." ucap Hanan menggoda Karen.
"justru aku tidak mau mereka menghormati aku karna mereka tahu tentang aku! seperti Nyonya Montok yang mengubah sikap nya setelah tahu siapa aku dan aku tidak suka sikap hormat yang berlebihan seperti itu karna aku mau di perlakukan dengan tulus tanpa memandang siapa aku, aku mau mencari teman yang mau menerima ku apa ada nya," ucap Karen sambil memandang ke arah Narin dan Narin hanya tersenyum.
Selesai sarapan Narin pun berangkat ke kantor dan dia mencium kening Karen sebelum pergi kemudian Karen memeluk Narin seolah mereka pasangan yang baru menikah dan sulit berpisah kemudian Narin bertanya.
"Apakah kamu yakin mau kuliah?" tanya Narin sambil melepaskan pelukan Karen dan berjalan menuju pintu karna dia mau berangkat kerja dan Karen mengikuti Narin sambil berkata.
__ADS_1
"Iya tuan! aku ingin jadi chef yang handal agar resep masakan ayah ku jadi terkenal ke seluruh dunia!" ucap Karen sambil merentangkan kedua tangan nya.
"Apakah kamu mau kuliah di antar sopir? kalau kamu mau aku akan belikan mobil baru untuk mu dan juga akan aku siap kan supir." tanya Narin.
"Tidak tuan! aku mau pergi naik sepeda saja ke kampus karna aku akan menjadi gadis desa saja, aku merasa tidak nyaman jika aku di hormati hanya karna aku adalah istri tuan muda Wijaya." ucap Karen, mereka pun bertemu Hanan dan Mita di pintu keluar.
"Karen! aku naik mobil dengan di antar Hanan setiap hari dan kamu bisa pergi bersama kami kalau kamu mau dan pulang nya kita naik taksi." ucap Mita menawarkan.
"Tidak! terima kasih, aku akan naik sepeda saja nanti." ucap Karen sambil mencium kedua pipi Narin dan Narin mengecup bibir nya sehingga membuat Karen malu di depan Hanan dan Mita.
"Aku sangat mencintai istri baru ku ini." ucap Narin sambil memeluk Karen dan Karen juga memeluk Narin.
Karen melepas kan pelukan nya dan dengan serius bertanya.
"Siapa istri lama tuan?" tanya Karen serius dan Narin hanya meninggal kan Karen sambil tertawa kemudian masuk ke mobil nya, karna tidak menemukan jawaban dari Narin, Karen pun melirik kepada Hanan.
"Apakah tuan muda punya istri lain?" tanya Karen penasaran.
"Tidak! istri lama adalah kamu yang sebelum nya dan istri baru adalah kamu yang sekarang." Hanan menjelas kan, karna Hanan melihat wajah Karen sudah berubah dengan ekspresi kesal.
__ADS_1
Setiba nya di kampus Hanan mendaftar kan Mita dan Karen kemudian pergi, Mita juga berpisah dengan Karen karna mereka memiliki urusan yang berbeda dan Karen kesulitan menemukan jalan untuk mencari ruangan kelas nya dan bertemu seorang wanita yang seusia dengan nya yang juga terlihat miskin, kemudian Karen bertanya tempat tujuan nya kepada wanita itu dan wanita itu membawa Karen ketempat yang di tanyakan Karen.
"Nama ku Rani." ucap wanita itu dengan mengulurkan tangan kepada Karen, kemudian Karen pun menjabat tangan Rani dan berkata.
"Nama ku Karen." sahut Karen dengan sopan.
Karen dan Rani selalu menjadi bahan ejekan teman kampus nya karna mereka berdua terlihat sangat miskin terutama jika di banding kan dengan wanita yang bernama Amelia Debora, Putri dari Rania Debora yaitu Nyonya Montok.
Kehidupan Karen di kampus selalu di jadikan seperti pelayan dan selalu di suruh-suruh oleh Amelia, setiap hari Amelia memerintah kan Karen membelikan makanan juga minuman untuk nya dan Karen menuruti nya saja.
"Karen! Rani! pergi ke kantin dan belikan aku cemilan dan minuman, ingat! ngga' pakai lama." ucap Amelia sambil melemparkan uang ke wajah Karen.
Tidak lama kemudian Karen dan Rani juga datang membawa kan minuman dan cemilan untuk Amelia, kemudian Amelia pun memakan cemilan dengan teman-teman nya yang bernama Rakhel dan Tifani yaitu dayang-dayang nya Amelia begitu lah julukan untuk mereka.
Kehidupan Karen di kampus sangat sulit tapi dia tetap bertahan karna dia tidak mau mengandalkan posisi suami nya dan orang-orang bersikap berlebihan kepada nya, tidak satu pun yang menyangka Karen adalah seorang Nyonya besar Wijaya karna setiap hari dia datang dengan naik sepeda harga 1 jutaan saja.
Suatu hari ketika Karen dan Rani sedang menyapu dan mengepel kelas karna mereka memang senang melakukan nya dan Amelia pun berjalan tanpa melihat-lihat kemudian kaki nya menabrak ember berisi air kotor yang di gunakan Karen untuk mengepel lantai dan air kotor itu sedikit mengenai sepatu Amelia sehingga membuat Amelia marah lalu mengambil ember berisi air itu dan bermaksud mau menyiram kan nya ke arah Karen, tapi kemudian seorang pria tampan menghalangi nya dan air lebih banyak membasahi tubuh nya, pria itu bernama Roy, Roy adalah pria paling terkenal di kampus selain dia tampan dia juga kaya dan di sukai banyak wanita, Roy sudah lama memperhatikan kelakuan Amelia kepada Karen dan kali ini Roy merasa harus bertindak melindungi Karen karna Roy juga sebenar nya tertarik pada kepolosan Karen.
"Cukup Amelia." bentak Roy dengan mata melotot ke arah Amelia dan jika tentang jumlah kekayaan, orang tua Amelia masih kalah di bandingkan dengan kekayaan orang tua Roy, anggap saja orang tua Amelia berada di urutan ke 20 orang terkaya di kota itu dan orang tua Roy urutan ke 15 dan tentu saja Wijaya yang berada di urutan pertama.
__ADS_1