
"Kalau ada waktu silahkan berkunjung ke rumah keluarga Wijaya," ucap Narin kepada Roy dan Rani, kemudian Amelia pun mendekati Karen.
"Karen, aku minta Maaf." ucap Amelia, tapi Karen mengabaikan nya lalu pergi meninggal kan tempat itu sambil cemberut dan Narin tersenyum karna istri nya yang polos ternyata bisa juga cemberut.
Malam itu Narin belajar memasak untuk Karen dan mereka terlihat sangat bahagia kemudian datang lah Hanan dan juga Mita.
"Selamat ya Karen." ucap Hanan.
"Hanan! mulai besok kamu saja yang akan bekerja di kantor, karna aku akan pokus menjaga istri dan anak ku saja, dan sekalian kamu urus juga cuti nya Karen di kampus karna kami akan sepenuh nya menghabis kan waktu untuk menjaga calon bayi kami." Ucap Narin sambil memeluk Karen.
"Apakah aku akan berada di ruangan mu? jadi maksut mu aku menduduki posisi tertinggi di kantor?" tanya Hanan karna dia tidak percaya kalau Narin memberikan posisi Narin kepada nya, Narin pun memeluk Karen tambah erat sambil berkata.
"Posisi terpenting dalam hidup ku sekarang sudah berbeda! terima kasih sayang!" ucap Narin dengan ciuman mesra di kening Karen.
*****
__ADS_1
Hari itu di televisi Narin mengumumkan pengunduran diri nya dari perusahaan dan posisi nya di gantikan oleh Hanan dan dia akan pokus mengurus istri nya yang sedang hamil dan Karen juga ada di TV, acara itu juga di siarkan langsung yang dilihat oleh Isna dan Lila, juga di lihat Amelia dan para dayang nya, di lihat juga oleh Roy dan Rani mereka memiliki pemikiran masing-masing ketika melihat acara itu.
Isna dan Lila menyusun rencana untuk menculik bayi Karen setelah lahir.
Amelia dan dayang nya merasa iri dan tidak percaya pada apa yang mereka lihat kemudian mengutuk Karen yang menurut mereka sangat sombong pakai acara masuk TV segala.
Roy sangat sedih dan kecewa karna kenyataan nya dia tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapat kan hati Karen kemudian Rani menghibur nya, membuat Roy merasa lebih tenang dengan ada nya Rani di samping nya dan Roy yang patah hati mengajak Rani ke bar malam itu dan karna Roy mabuk Roy dan Rani melakukan hubungan badan.
Waktu yang di tunggu pun akhir nya tiba dan hari kelahiran bayi Wijaya pun akhir nya terjadi, banyak wartawan yang antri untuk melihat dan menunggu kabar gembira itu di luar rumah sakit, berita kelahiran pewaris pertama Wijaya sangat di nanti kan semua orang termasuk wartawan dan ketika di TV diumum kan Karen sudah berada di rumah sakit untuk melahirkan, Lila dan Isna pun jadi tahu dan datang ke rumah sakit untuk melakukan rencana jahat mereka.
Karen melahirkan dengan operasi dan melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan juga sehat tapi bayi itu banyak menangis sementara Karen masih pingsan, jadi Mita menggendong bayi Karen, Mita melihat tanda lahir di bahu kanan bayi nya Karen yang nyaris membentuk huruf R kemudian Suter berkata kepada Mita.
"Kaka Narin! Lihat foto Bayi ini dia memiliki tanda lahir seperti huruf "R" mungkin untuk Karen dan Narin yang juga memiliki hutuf R." ucap Mita sambil bercanda, Narin pun mencium bayi nya juga sambil menggendong bayi nya sebentar lalu menyerahkan nya kepada suster, kemudian suster membawa nya ke ruangan bayi dan setelah bayi nya tertidur, suster pun pergi.
Lila masuk ke ruangan itu dengan menggunakan topi dan masker di tambah kaca mata hitam dan dia dengan cepat mengambil bayi itu lalu memasukan nya ke dalam tas, tas itu sebelum nya berisi bensin dan korek api, kemudian dia meletakan bayi orang lain di ranjang bayi nya Karen, dan Lila yang kejam menyiram bensin ke semua ruangan itu kemudian membakar ruangan itu dan bersama 5 bayi lain yang ada di ruangan itu juga, setelah misi nya selesai Lila dan Isna melarikan diri dari rumah sakit bersama bayi Karen yang ada di dalam tas dan Lila tidak bisa di kenali di CCTV karna dia menutup wajah nya dengan sangat baik dan dia sengaja menggunakan jaket yang besar dan baju beberapa lapis agar tubuh nya terlihat gemuk untuk mengantisipasi siapa tahu nanti ada masalah.
__ADS_1
Setelah melarikan diri dari rumah sakit mereka pun kembali ke bar yaitu tempat tinggal mereka, dan beberapa orang di rumah bordil yang bekerja pada Isna terkejut ketika melihat Lila dan Isna membawa bayi, tapi Isna beralasan dia menemukan bayi itu di pinggir jalan di dalam tong sampah dan para perempuan yang bekerja di rumah bordil itu sepakat merawat nya dan bayi itu di beri nama Kolin.
*****
Saat yang sama ketika kebakaran baru saja terjadi, Karen pun siuman dan dia melihat Narin di samping nya.
"Tuan muda." ucap Karen, kemudian Narin pun mencium nya lalu berkata.
"Selamat sayang! bayi kita lahir dengan sehat dan dia seorang perempuan yang sangat cantik seperti mu."
"Dimana bayi ku?" tanya Karen.
"Bayi ibu sedang di ruangan bayi dan baru saja tertidur," jawab suster, kemudian Mita menunjukan beberapa foto bayi nya kepada Karen dan Karen sangat bahagia melihat nya.
Rumah sakit pun gempar karna terjadi kebakaran di ruangan bayi meski api di ruangan bayi berhasil di padam kan tapi semua bayi sudah mati dalam keadaan hangus dan suster pun datang ke ruangan Karen untuk menyampaikan berita itu dan mereka pun menyatakan bayi Narin dan Karen juga meninggal dunia dan mayat nya tidak bisa di kenali karna sudah gosong hanya suster yang ingat ranjang bayi mereka dan menyatakan bahwa itu adalah bayi mereka.
__ADS_1
Berita mengejutkan itu membuat Karen histeris karna dia bahkan belum sempat bertemu bayi nya dan Narin juga sangat sedih, dan keluarga yang tidak di temukan bayi nya adalah milik seorang petani miskin yang tidak perduli meski di kabarkan bayi nya tidak di temukan dalam ruangan itu karna petani itu sudah punya 5 anak lain jadi dia tidak ambil pusing dengan bayi nya yang hilang itu maka keberuntungan berada di pihak Lila dan Isna karna kehilangan satu bayi tidak perlu di selidiki.
Pemakaman bayi nya Karen berlangsung dramatis karna di hujani air mata Karen dan juga Narin, bahkan Karen beberapa kali pingsan, terutama ketika bayi nya di tutupi tanah merah dan dia yang paling sedih karna dia adalah ibu yang tidak pernah bertemu bayi nya sendiri, begitu banyak kesedihan yang ada di hati Karen bahkan dia tidak berhenti menangis, Karen menyalah kan diri nya sendiri sebagai pembawa sial sehingga semua orang-orang yang dia sayangi satu persatu meninggal kan nya.