
Pagi datang dan Kanza bangun jam 9 pagi yaitu bisa di bilang bangun kesiangan, lalu Kanza duduk di ranjang nya sambil tangan kanan nya memegang kepala nya yang masih pusing, sekilas Kanza melihat ke arah Kolin, Kanza pun kaget ketika melihat Kolin yang masih tidur dengan selimut Kolin terbuka sampai dada nya yang tanpa busana kemudian Kanza melihat ke dalam selimut nya sendiri yang membuat Kanza lebih terkejut lagi dia mulai yakin kalau semalam Kolin sudah memperko*sa nya, Kanza pun langsung berteriak.
"Aaa....," Kolin yang kaget kemudian terbangun dan dengan panik bertanya.
"Kanza! apa yang terjadi?" sambil Kolin memandangi wajah Kanza yang terlihat sangat ketakutan.
"Katakan apakah semalam kamu memperko*sa ku?" tanya Kanza, dan pertanyaan Kanza membuat Kolin tertawa lepas, tentu saja karna Kolin wanita yang berpengalaman dan bagi Kolin hal seperti itu adalah cemilan saja bagi nya.
"Sudah jangan di pikirkan, lupakan saja hal seperti itu, lagi pula kamu juga tidak sadar jadi anggap saja itu bukan hal yang penting yang perlu kamu pikirkan." ucap Kolin sambil terus menahan tawa nya karna lucu ketika melihat ekspresi Kanza yang berlebihan.
"Bagaimana kamu bisa meminta ku untuk melupakan nya dengan mudah? ini pertama kali aku lakukan dalam hidup ku, dan apa yang akan di katakan Ibu ku jika Ibu ku tahu?" ucap Kanza dengan gelisah karna dia takut pada pendapat Karen.
"Tenang lah Kanza!" sambil Kolin memeluk Kanza yang terlihat panik.
"Bukan cinta seperti ini yang ingin aku berikan kepada mu." ucap Kanza sambil memeluk Kolin dengan erat.
"Sudah, jangan di fikirkan, lagi pula ini juga sudah terjadi," ucap Kolin berusaha menenangkan Kanza yang terlihat sangat tertekan.
Suara ponsel berbunyi dan itu dari Karen kemudian Kanza menerima panggilan Karen.
"Ibu," ucap Kanza pelan.
"Ibu jangan khawatir karna aku baik baik saja." ucap Kanza lagi kemudian panggilan pun di tutup lalu Kanza berbaring di ranjang, Kolin pun kemudian masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Selesai mandi Kolin melihat Kanza tidak ada di ranjang nya dan setelah mengenakan pakaian Kolin pun mencari Kanza, dia menemukan Kanza di luar sedang berjemur sambil melamun.
"Kanza! apakah kamu sudah sarapan?" Kanza pun menggelengkan kepala kemudian Kolin duduk di samping nya, lalu Kanza meletakan kepala nya di bahu Kolin.
__ADS_1
1 jam kemudian Kanza berdiri lalu berkata.
"Kolin pergilah untuk sarapan dan aku akan menyusul mu setelah mandi." ucap Kanza kemudian dia pergi sebelum Kolin sempat berbicara.
Kanza pun mandi, setelah mandi dia berbaring di ranjang dan Kolin selesai sarapan kemudian masuk ke kamar, Kolin pun melihat Kanza sedang memenjamkan mata nya, kemudian Kolin menyentuh pipi kanan Kanza bermaksud bertanya apakah Kanza tidak sarapan tapi Kolin terkejut karna ternyata Kanza sakit dan seperti nya sedang demam Kolin pun panik lalu bertanya.
"Apakah kamu sakit?"
"Aku ingin sendiri," sahut Kanza pelan.
"Kanza." bentak Kolin yang sedang khawatir, kemudian Kolin pergi menemui pelayan Kanza dan meminta mereka memanggilkan dokter setelah pelayan nya menghubungi dokter Kolin pun kembali ke kamar lalu mengompres dahi Kanza, 30 menit kemudian dokter pun datang dan memeriksa Kanza.
"Bagaimana keadaan Kanza?" tanya Kolin panik.
"Kanza tidak apa-apa, dia hanya kelelahan dan butuh istirahat juga tambahan vitamin," dokter pun memberikan beberapa macam obat kepada Kolin sambil berpesan.
"Berikan obat ini 3x sehari," setelah Kolin menerima obat kemudian dokter pun pergi, Kolin merawat Kanza dan setelah 3 hari Kanza pun sembuh.
"Malam ini ulang tahun tuan Kanza, apakah nyonya ada usul untuk membuat acara kecil kecilan?" kemudian Kolin melirik kartu ATM Kanza yang dia letakan di atas meja lalu berkata.
"Kalian pergilah ke mall untuk membeli semua keperluan acara dan aku akan ke kantor Kanza, kami akan datang jam 10 malam," sambil Kolin menyerahkan ATM Kanza kepada pelayan Kanza.
Kolin pun pergi ke kantor Kanza dengan di antar supir nya Kanza, kemudian Kolin bertanya kepada pegawai tentang Kanza tapi mereka menyuruh Kolin antri untuk interview karna hari itu ada beberapa pegawai baru yang akan melamar pekerjaan.
Setelah menunggu 2 jam kemudian, Kanza lewat dengan beberapa orang, dia sibuk berbicara dengan beberapa rekan nya dan ketika melihat Kanza, Kolin pun memanggil nya.
"Kanza." merasa nama nya di panggil Kanza pun menoleh ke arah suara kemudian tersenyum ketika melihat Kolin lalu berkata.
__ADS_1
"Kolin! bagus sekali kamu mau mengunjungi ku di sini."
"Apakah kamu bisa keluar sekarang?"
"Kemana?" tanya Kanza.
"Jalan-jalan," Kolin pun menarik tangan Kanza sebelum menerima jawaban iya dan setelah jam 10 malam mereka pun kembali ke rumah, ketika masuk ke dalam rumah nya, Kanza pun terkejut melihat pesta kejutan untuk nya.
"Selamat ulang tahun!" ucap beberapa pelayan juga termasuk Kolin sehingga membuat Kanza terharu lalu memeluk semua orang kemudian Kanza menerima panggilan dari Karen yang juga mengucap kan selamat ulang tahun, Karen tidak bisa datang menemui Kanza karna harus merawat Ekre yang sedang demam kemudian Kanza menunjukan pesta kecil di rumah nya dan membuat Karen merasa bahagia juga karna Kanza di kelilingi orang-orang yang perduli kepada nya dan setelah panggilan Karen di tutup Kanza pun menikmati pesta nya.
Pagi itu Kanza tidak pergi bekerja karna hari itu adalah hari terakhir Kolin berada di rumah itu, karna kontrak nya Kolin sudah berakhir kemudian Kanza pun bertanya.
"Kolin, bagaimana kalau kamu jangan pulang lagi ke tempat asal mu?"
"Tidak bisa Kanza, aku berhutang Budi kepada nyonya ku karna dia sudah bersedia merawat ku sejak aku masih bayi,"
"Kamu bisa mengabaikan semua hal dan tinggal lah di sini, atau aku akan menambah kontrak mu lagi."
"Jangan lakukan itu karna itu hanya akan menghabiskan lebih banyak uang, bersama mu selama 2 bulan sudah membuat ku merasa sangat bahagia," kemudian Kolin memeluk Kanza.
*****
Di tempat Isna hari itu Burhan sedang berjalan menuju ke kamar Isna untuk meminta uang tapi Burhan menghentikan langkah nya ketika dia melihat Lila masuk ke kamar Isna dan Burhan memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka.
"Bu' hari ini bukan nya hari kedatangan Kolin?"
"Iya Lila, dan ibu bingung mau di simpan di mana Kolin itu, karna kita tahu Kolin adalah wanita yang paling cantik di sini dan Burhan sudah mengganggu wanita lain termasuk kamu juga dan pasti dia akan mengganggu Kolin juga yang pasti jika Burhan bersama Kolin maka sulit untuk Kolin menghasilkan uang." sahut Isna dengan sangat jengkel.
__ADS_1
"Tapi apakah ibu tidak mau menjual Kolin kepada keluarga Wijaya?"
"Maksut mu bagaimana Lila?"