Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 40 Rahasia yang menyakitkan.


__ADS_3

"Ini semua salah ku! Jika saja ayah tidak pernah melihat kita berdua telanjang di kamar ini maka ayah tidak akan sakit kemudian meninggal," ucapan Narin ternyata di dengar kan Karen yang berdiri di balik pintu dan Karen mendorong pintu itu sambil bertanya.


"Apakah benar semua yang aku dengar ini?" pertanyaan Karen mengagetkan Narin dan juga Mita, Narin pun berdiri untuk mendatangi Karen tetapi dengan cepat Karen menutup pintu dan mengunci nya dari luar, Karen mengurung Narin dan Mita di dalam kamar.


"Aku benci kalian berdua." ucap Karen, malam itu juga Karen membawa pakaian nya dan sedikit uang, kemudian dia meninggalkan istana wijaya.


Di kamar ayah nya, Narin meminjam ponsel Mita, mencoba menelpon Karen tapi Karen tidak menerima panggilan karna Karen meninggal kan ponsel nya di kamar Narin dan Narin kemudian menelpon Hanan lalu berkata.


"Hanan bantu aku, datang lah ke rumah sekarang juga."


"Apakah terjadi sesuatu?" tanya Hanan, Narin pun menjawab.


"Nanti aku ceritakan tapi sekarang kamu datang saja dulu!"


Panggilan di tutup dan 40 menit kemudian Hanan datang dan terdengar suara bel pagar berbunyi tapi tidak ada yang datang, Narin menelpon Hanan lagi sambil berkata.


"Coba lah memanjat pagar, aku dan Mita di kurung Karen di dalam kamar ayah ku, cari cara untuk masuk ke dalam dan bantu aku keluar dari kamar ini," kemudian Hanan memegang pintu pagar dan pintu pagar terbuka, Hanan berkata.


"Seperti nya ada yang keluar dan lupa menutup pagar nya," mendengar itu Narin langsung panik.


"Kalau begitu cepat masuk dan buka pintu kamar ayah ku sekarang, karna tadi Karen sudah mengunci nya dari luar." bentak Narin.


Kamudian Hanan pun masuk dan ternyata pintu di dalam juga tidak di kunci kemudian dia menaiki anak tangga dan berlari menuju kamar Romi lalu membuka pintu nya dan tanpa menunda sedetik pun Narin langsung berlari ke kamar nya untuk mencari Karen, Narin mencoba menelpon Karen tapi ponsel nya berbunyi di ruangan itu, Narin pun memerintah kan Mita dan Hanan.

__ADS_1


"Bantu aku mencari Karen." perintah Narin dan karna dalam keadaan panik Narin tidak kepikiran kalau Karen seharus nya sudah berada di luar, setelah menerima perintah itu Mita berkata.


"Hanan! Kamu cari di luar dan aku akan mencari di lantai bawah,"


Mendengar itu Narin juga berputar mencari Karen di lantai 2, tapi dia tidak menemukan Karen kemudian kembali ke kamar nya dan tidak lama kemudian datang Mita.


"Aku tidak menemukan Karen di bawah," ucap Mita, kemudian Hanan juga datang.


"Aku tidak melihat Karen di seluruh taman dan aku sudah pastikan di pekarangan rumah wijaya tidak ada Karen." ucap Hanan sambil ngos-ngosan dan Narin juga berkata.


"Di lantai 2 juga tidak ada Karen," sambil tangan Narin memegang kepala nya karna dia merasa kepala nya sakit karna fikiran nya di penuhi Karen dan juga Narin mencemaskan kan Karen karna Narin tahu istri nya itu sangat polos.


Kemudian Hanan berkata.


"Hanan, kamu pergi ke stasiun kereta dan aku ke stasiun bis dan kamu Mita pergi ke bandara." setelah tiba di luar Narin menunjuk ke sebuah mobil hitam milik ayah nya sambil berkata kepada Hanan.


"Hanan! kamu gunakan mobil ayah ku," Hanan pun kemudian pergi dengan mobil Romi dan Narin juga dengan mobil nya tapi Mita yang tidak bisa menyetir dia pergi dengan naik taksi.


Pagi datang dan Narin tidak menemukan Karen kemudian Narin menelpon Hanan dan Mita tapi sama saja tidak ada yang menemukan Karen, kemudian Narin pergi ke rumah ayah nya Karen tapi Karen juga tidak ada di sana, setelah itu semua orang kembali ke rumah Wijaya dalam keadaan lelah dan mengantuk, setiba nya di rumah Narin berbaring di sofa dan langsung tertidur, Mita naik ke kamar dan juga langsung tidur, Hanan juga tertidur di sofa di dekat Narin.


Setelah beberapa jam Mita turun dari tangga dan membangun kan Narin sambil berkata.


"Kaka! apakah mungkin Karen pergi ke desa kerumah Bibi nya? memang tidak pasti juga dia ke sana tapi apakah Kaka Narin mau mencoba mencari Karen di sana?" teriakan Mita membuat Narin dan Hanan terbangun kemudian Narin berkata.

__ADS_1


"Aku mandi dulu lalu kita pergi," Hanan dan Mita juga mandi, setelah mereka selesai bersiap lalu mampir di warung untuk sarapan kemudian mereka bertiga melanjutkan perjalanan, mereka semua pergi menuju ke desa Karen dengan Mita sebagai petunjuk jalan menuju rumah Bibi nya Karen dan setengah perjalanan Hanan berkata.


"Narin! aku saja yang menyetir karna seperti nya kecepatan mu sudah berlebihan dan membuat ku merinding,"


"Jangan khawatir," ucap Narin.


"Di mobil ini ada nyawa ku dan juga nyawa Mita, jadi kali ini aku tidak mau bertanya pendapat mu,"


Kemudian Narin pun menyerahkan kemudi kepada Hanan dan setelah beberapa jam mereka pun tiba di desa Karen dengan selamat, tapi hasil nya juga nihil, Karen juga tidak ada di desa itu, dan malam itu mereka tidur di rumah mendiang Bibi nya Karen.


*****


Malam itu sebenar nya Karen tidak pergi jauh,dia hanya berjalan dan menemukan sebuah mesjid lalu mencoba istirahat di depan pintu mesjid, saat dia menangis kemudian lewat lah seorang ibu-ibu yang kira-kira seusia dengan ibu nya dan beliau kasihan melihat Karen yang menangis sambil memeluk tas, kemudian Ibu itu bertanya kepada Karen.


"Kenal kan nama ku Sari, kamu kenapa menangis di sini?" pertanyaan itu membuat air mata Karen bertambah banyak, kemudian Karen menceritakan kepada wanita itu.


"Aku sedang sedih Bu! suami ku selingkuh dengan sahabat ku dan suami ku juga menyembunyikan kematian mertua ku, bahkan aku tidak tahu alasan nya kenapa aku tidak di beritahu tentang kematian mertua ku, entah mengapa suami ku mungkin berfikir aku adalah menantu jahat yang tidak perlu di beritahu." sambil terus menangis Karen bercerita.


Kemudian wanita itu bertanya.


"Sekarang Ade' berencana mau pergi kemana? ini sudah malam, apakah Ade' mau pergi ke suatu tempat?" tanya ibu itu, Karen menggelengkan kepala nya.


"Saya tidak punya tempat tujuan Bu..., ayah saya juga sudah meninggal, ibu saya tidak tahu sekarang tinggal dimana," ucap Karen dengan sedih, kemudian sari mengajak karen ke rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2