Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 76 Bersama.


__ADS_3

"Aku yang meminta mereka untuk melayani mu ketika aku mau pergi,"


"Tapi mereka tidak berani membangun kan ku sehingga aku bangun kesiangan dan saat aku bangun mereka pun bergegas memberikan ku makan." Kolin menjelaskan.


Kanza memandangi Kolin, Kolin melepaskan pegangan tangan nya di tangan Kanza dan mereka pun duduk diam di atas ranjang seolah mereka sedang bingung mau memulai bicara apa, kemudian Kanza mengambil Laptop nya dan memulai pekerjaan nya sementara Kolin menonton TV yang juga ada di dalam kamar itu.


Malam pun tiba dan mereka di kejut kan oleh suara ketukan di pintu kemudian Kanza berkata.


"Masuk!" pelayan Kanza masuk kemudian bertanya.


"Apakah tuan dan nyonya mau makan sekarang?" Kanza memandang ke arah Kolin dan dengan semangat Kolin menjawab.


"Ayo kita makan sekarang."


Kanza tersenyum melihat semangat Kolin terhadap makanan kemudian Kanza melihat ke arah pelayan nya kemudian pelayan nya pun mengangguk lalu pergi.


Kanza pun menutup laptop nya kemudian mereka pun berjalan menuju dapur setelah selesai makan mereka berdua kembali ke kamar.


Setelah tiba di kamar kemudian Kanza mengambil Laptop nya dan membawa ke ranjang nya, sementara Kolin yang kekenyangan bersandar di ranjang di samping Kanza, kemudian Kolin tiarap dengan kedua tangan di dagu nya sambil Kolin memandangi wajah Kanza yang terlalu pokus pada pekerjaan nya dan mengabaikan Kolin.


"Sebenar nya apa tujuan mu menyewa ku?" tanya Kolin setelah pandangan nya kepada Kanza di abai kan oleh kanza, Kanza kemudian menutup laptop nya kemudian memandangi Kolin lalu berkata.


"Karna aku sangat mengagumi mu, kamu juga bilang kalau kamu bekerja di malam hari jadi otomatis kamu kurang tidur dan aku sengaja membawa mu ke rumah ku agar kamu bisa tidur puas," sahut Kanza sambil tangan kanan nya mengusap kepala Kolin.


"Hanya itu?!" tanya Kolin keheranan.

__ADS_1


"Ya!"


"Sulit di percaya." ucap Kolin sambil mengubah posisi nya menjadi berbaring


."Kolin! apakah boleh aku bertanya?"


"Silahkan bertanya."


"Mengapa kamu memilih menjadi pelacur?"


"Apakah kau ingin tau?"


"Ya! ceritakan lah jika kau tidak keberatan." pinta Kanza, Kolin pun menceritakan kisah hidup nya yang dia tahu kepada Kanza kemudian Kolin balik bertanya.


"Aku juga ingin tahu tentang kamu, mengapa kau tinggal sendirian di rumah sebesar ini,"


"Kau tahu kalau yang ingin aku tanya kan bukan lah itu! aku bertanya tentang keluarga mu."


"Ayah ku sudah meninggal dunia, dia ayah ku." kemudian Kanza menunjukan Foto ayah nya yang dia simpan di laptop nya.


"Ayah mu masih muda," ucap Kolin, Kanza pun tersenyum.


"Ibuku pergi dari rumah ini karna dia tidak mendapatkan warisan ayah ku dan hanya ada nama ku di surat warisan, jadi ibuku marah kepada ku dan meninggal kan ku." Kanza menjelas kan.


"Jadi ibu mu masih hidup?" tanya Kolin.

__ADS_1


"Sudah beberapa bulan aku tidak pernah melihat ibu ku dan tidak ada kabar apa pun tentang ibuku, bahkan aku juga sudah berusaha menunggu ibu ku di kost itu tapi ibu ku tidak pernah datang, beberapa anak buah ku berkata mereka terakhir melihat ibuku di daerah itu, kau ingat kan tentang kost ku? tapi sampai kemaren ibuku tidak pernah datang jadi sekarang aku putus kan meninggal kan tempat itu dan kembali ke sini."


"Apakah kamu tidak punya keluarga lain?"


"Aku punya ibu angkat dan juga adik angkat yang juga sangat aku sayangi, tapi tempat tinggal nya jauh dari sini yaitu perjalanan 1 jam dan kami sekarang jarang bertemu karna aku juga selalu sibuk dengan pekerjaan."Kanza pun meletakan laptop nya di atas meja kemudian berkata.


" Kolin, kalau kamu merasa bosan di rumah, kamu bisa pergi jalan-jalan dan besok aku akan pergi sendiri dengan mobil, jadi aku akan meninggal kan supir ku dan kamu bisa jalan jalan dengan mobil ayah ku bersama supir ku dan ini adalah kartu ATM ku, gunakan lah uang nya untuk membeli apa pun yang kamu ingin kan." sambil Kanza menyerah kan ATM nya kepada Kolin dan Kolin menerima nya lalu meletakan nya di atas meja.


"Sudah malam, tidur lah." Kanza pun kemudian berbaring membelakangi Kolin dan Kolin juga tidak berani mengganggu Kanza, entah jam berapa Kolin dan Kanza pun tertidur.


Tidak ada yang terjadi di antara Kanza dan Kolin mereka bersama hanya tidur sekamar tapi tidak sekali pun bermesraan karna Kanza juga tahu Kolin harus dia hormati dan Kanza berencana menikahi Kolin setelah Kanza menemukan ibu nya.


*****


Di tempat Ningsih.


Bersama Burhan adalah keputusan yang sangat di sesali Ningsih karna selain Burhan tidak bisa menghasilkan uang Burhan juga sering menyakiti nya dan juga sekarang Ningsih kehabisan perhiasan nya, hanya tersisa cincin pernikahan nya saja dengan Narin yang belum dia jual dan karna kehabisan uang kemudian Burhan yang perlu uang pun menjual tubuh Ningsih kepada teman-teman nya kadang sehari sampai 5 orang bahkan lebih, dengan bayaran 100 ribu bahkan kurang dari itu, dan Ningsih tidak pernah berani melawan perintah Burhan karna Burhan tidak segan segan menyakiti nya jika Ningsih melawan.


Suatu hari ponsel Ningsih berbunyi dan itu dari Isna yang melakukan panggilan kepada Ningsih tapi saat itu Ningsih sedang di dalam kamar karna melayani teman nya Burhan jadi Burhan tidak memberi tahu kan kepada Ningsih tentang panggilan itu, tapi Burhan mengenali Poto profil whatsapp milik Isna, walau pun dia tidak terlalu yakin, dia pun sangat penasaran apakah itu adalah Isna yang dia kenal atau dia salah mengenali wajah di foto itu dan setelah teman nya Burhan keluar dari kamar Ningsih kemudian Burhan mendekati Ningsih yang sedang meringis kesakitan sambil memegang perut nya.


"Tadi ada yang memanggil mu! siapa dia?" tanya Burhan seolah dia tidak tahu untuk memastikan apakah itu Isna atau bukan, tapi karna Ningsih kesakitan dia pun menolak untuk menjawab dan hanya diam saja tapi diam nya Ningsih membuat Burhan emosi lalu menampar wajah Ningsih sambil menendangi nya dengan membabi buta, sampai Ningsih terjatuh dari ranjang dan sambil menarik rambut Ningsih, Burhan memaksa Ningsih untuk berbicara.


"Ampuuunn.....," pinta Ningsih.


"Katakan siapa dia?!" bentak Burhan.

__ADS_1


"Wanita itu bernama Isna, dan dia adalah pemilik bar di Jakarta yang bernama pesona mutiara." sahut Ningsih sambil menangis dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya, Burhan pun tersenyum bahagia karna dia tahu kemana tempat selanjutnya yang seharusnya dia tuju.


__ADS_2