
"Sudah siang, aku pamit pulang dulu," ucap Kolin, Kanza pun mengangguk.
Tentu saja kedatangan Kolin langsung di sambut ocehan dari Isna dan Lila, karna Kolin terlalu lama ke pasar, tapi Kolin kali ini tidak memasukan ocehan mereka ke hati karna hati nya saat ini sudah di penuhi oleh fikiran tentang Kanza, karna baru kali ini Kolin merasa sangat baper kepada seorang pria bahkan pria itu baru saja dia kenal.
Malam pun tiba dan karna malam itu sedang turun hujan sehingga tidak ada tamu yang datang berkunjung ke tempat itu, Kolin pun mengurung diri di dalam kamar nya sambil melamun menghayal dan mengharap kan pagi segera datang agar dia bisa menemui Kanza lagi, tapi perasaan Kolin tidak bertepuk sebelah tangan karna Kanza juga merasa kan hal yang sama yaitu memikir kan Kolin juga.
Pagi pun tiba, dan tepat jam 6 pagi Kolin pun tahu kalau jam segitu tidak ada penghuni yang bangun kemudian Kolin pun mulai memasak tentu saja dia memasak banyak dan cukup untuk sarapan semua orang juga, setelah 3 jam masakan yang dia buat pun selesai dan segera dia masukan ke dalam rantang lalu pergi meninggal kan tempat itu sebelum ada yang bangun.
Setiba nya di kost tempat Kanza semua pintu kamar sudah terbuka tapi hanya kamar Kanza saja yang belum terbuka kemudian Kolin mengetuk kamar Kanza dan Kanza yang membuka pintu kaget sekaligus bahagia karna bisa melihat Kolin di depan nya, sambil tersenyum Kanza berkata.
"Terima kasih sudah berkunjung."
"Apa kau keberatan?" tanya Kolin.
"Tentu saja aku tidak keberatan, aku justru senang, sangat senang, jadi sering-sering lah datang ke sini," sahut Kanza sambil melirik rantang yang ada di tangan kanan Kolin, menyadari rantang nya sedang di perhatikan Kolin pun bertanya.
"Apa kamu sudah sarapan?"
"Belum." sahut Kanza malu karna Kolin menyadari ketika dia melirik rantang nya.
"Ini aku bawa kan sarapan untuk mu," sambil Kolin menyerahkan rantang yang dia bawa kepada Kanza.
Kemudian tanpa menunggu menit datang, Kanza langsung membuka rantang dan memakan isi nya dengan lahap, Kolin memperhatikan nya dalam hati Kolin berkata.
"Kasihan, pasti uang nya sudah habis dan tidak bisa membeli makanan sehingga dia sekarang kelaparan."
"Seperti nya kamu sudah baikan," tanya Kolin.
__ADS_1
"Siapa bilang?" sahut Kanza.
"Terlihat dari makan mu yang sangat rakus."
"Aku tidak rakus, aku hanya lapar," sahut Kanza, kemudian Kolin pun membereskan rantang nya dan Kanza seolah tidak rela di tinggal kan Kolin kemudian bertanya.
"Apakah kamu mau pulang sekarang?"
"Iya." sahut Kolin.
"Mengapa terlalu cepat?"
"Aku bekerja di malam hari dan siang adalah waktu istirahat ku, jadi aku akan segera pulang lalu tidur dan juga aku sudah melihat mu baik baik saja jadi aku bisa tenang."
"Jika tidak keberatan tidur lah di sini,"
"Tapi....," belum selesai Kolin bicara Kanza pun mendorong pelan tubuh Kolin di kasur nya, Kolin pun tidak melawan, kolin kemudian memejam kan mata nya, tidak lama kemudian Kolin pun tertidur.
Teman teman nya berusaha melihat Kolin saat tidur dengan berusaha memanjangkan leher mereka tapi Kanza segera menutup pintu kemudian mengajak teman-teman nya main game di luar kamar.
Jam 5 sore Kolin keluar dari kamar dan melihat Kanza main game kemudian Kolin pamit pulang.
"Kanza! aku mau pulang,"
"Aku antar ya?" tanya Kanza sambil memberikan ponsel nya kepada teman nya agar teman nya bisa menggantikan nya bermain.
"Tidak perlu!" jawab Kolin.
__ADS_1
"Besok datang lagi ya?" pinta Kanza.
Kanza pun memandangi kepergian Kolin dan malam pun tiba Kanza mengunjungi bar dengan naik motor CBR 250 warna merah darah, tentu saja itu motor nya sendiri dan bukan meminjam nya, ketika sampai di depan bar, Kanza pun bertemu dengan Isna dan dengan sopan bertanya.
"Maaf Tante, saya mencari Kolin!" Isna pun melihat Kanza dari ujung rambut sampai ujung kaki, membuat Isna merasa jijik saat melihat kanza.
"Tidak ada!" sahut nya sinis.
"Tapi bukan kah Kolin tinggal di sini? tolong Tante sebentar saja panggil kan Kolin" sahut Kanza lagi dengan sopan tapi Kanza tidak berfikir kalau Isna sedang meremehkan nya, meski dia lulusan Amerika tapi dia tidak faham cara memikat Isna yang sebenar nya mudah yaitu di taklukan dengan kertas berwarna.
"Dengar gembel! miskin! orang seperti kamu tidak pantas ada di sini! pergi dari sini!" bentak Isna.
Kanza pun kemudian duduk melamun di bawah pohon mangga di depan bar itu dan Kanza memperhatikan beberapa orang pria yang keluar dari tempat itu dan di peluk oleh Isna tentu saja Kanza tidak faham bagaimana bisa Isna bisa jadi galak dan genit begitu.
Pria yang tadi di peluk Isna pun menuju keluar dan Isna masuk ke dalam kemudian Kanza menghentikan pria itu lalu dengan polos dia bertanya.
"Maaf tuan! bagaimana cara masuk ke tempat itu?" sambil tangan Kanza menunjuk ke arah tempat pria itu tadi keluar.
pria itu memandangi Kanza dengan heran dan karna dia juga sudah ma*buk jadi dia berkata ngelantur.
"Tentu saja dengan uang! kalau kamu tidak punya uang maka kamu tidak akan bisa bersenang senang, tapi kalau kamu punya uang jangankan untuk masuk, bahkan keluar membawa wanita dari dalam pun kamu juga bisa!" ucap nya sambil tertawa.
"Benar kah?" tanya Kanza lagi karna merasa tidak yakin dengan yang dia dengar.
"Ya! kau tinggal bilang saja nama wanita yang akan kamu sewa kemudian kamu bisa menyewa berapa pun wanita yang kamu mau minimal satu bulan,"
"Apakah itu arti nya siapa pun?"
__ADS_1
"Bukan kah tadi sudah aku bilang siapa pun! ha ha ha ha begitu saja tidak tahu! dasar pema*buk!" sahut nya kemudian pria itu meninggal kan Kanza dengan tubuh sempoyongan.
Kanza pun banyak berfikir dan dia yakin kalau dia yang bilang kepada Isna akan menyewa Kolin pasti Isna akan mengusir nya kemudian Kanza tahu siapa yang harus dia utus, dengan senyuman kemenangan kemudian Kanza pun pulang kembali ke kost nya dan motor nya di Kagumi banyak teman teman nya sehingga motor nya membuat nya tidak bisa tidur karna teman-teman nya hampir semalaman sibuk berfoto dan merekam Vidio dengan motor nya, maklum anak-anak desa memang suka norak kalau melihat barang bagus dan mahal.