
Karen sangat kesal mendengar itu kemudian dia melompat ke dalam danau dan Narin sangat tahu kalau Karen tidak bisa berenang, dia langsung masuk ke danau dan mencari Karen, kemudian Narin menemukan Karin dan Karen tidak pingsan dia menurut saja saat Narin membawa nya ke pinggir danau, kemudian setelah menaiki danau Narin bertanya.
"Apa yang kamu lakukan!"
"Mengapa tuan menolong ku?"
"Karna aku ingin!"
Karen memandang ke arah bebek mereka yang masih di tengah danau kemudian Karen berkata.
"Aku kesal pada tuan dan aku tahu kalau aku tidak bisa berenang, tapi bagi ku tenggelam lebih baik dibandingkan aku harus mendengar ocehan tuan!"
"Lain kali kalau kamu kesal suruh aku saja yang melompat, tidak masalah karna aku bisa berenang." bujuk Narin dengan suara lebih lembut.
Kemudian Narin pun pergi meninggal kan Karen dan Karen pun melamun dengan pakaian basah kuyup.
Tidak lama kemudian sekitar 30 menit, Narin datang dengan membawa pakaian kering yang dia beli di pinggir jalan, Narin sendiri sudah berganti pakaian dengan pakaian yang di jual para penjual di pinggir jalan juga, setelah menyerahkan kresek hitam berisi baju baru kepada Karen, kemudian Narin menunjuk ke sebuah tempat.
__ADS_1
"Diujung jalan itu ada kamar mandi, jadi pergilah ke sana lalu ganti pakaian mu." ucap Narin dengan lembut, kemudian Karen pun pergi ketempat yang dimaksud Narin lalu mengganti baju nya dan Narin masih menunggu nya di tempat yang sama, setelah Karen datang mereka berdua pergi menemui ayah mereka dan setelah makan karna hari juga mulai sore mereka pun pulang ke istana Wijaya.
*****
Di sisi lain di kisah kan ibu kandung nya Karen yang bernama Isna, yang di perlakukan seperti pembantu oleh ke dua anak tiri nya dan juga selalu saja salah di mata mereka,bahkan masakan nya juga sering di hina dan cucian nya sering di katakan tidak bersih dan jika Isna melakukan kesalahan anak-anak tiri nya selalu mengurung nya di gudang dan tidak memberikan nya makan, sering kali Isna tidur dalam keadaan lapar dan begitu lah kehidupan ibu kandung Karen.
*****
Suatu hari ayah nya Narin resmi mengumum kan untuk menyerahkan grub Wijaya kepada Narin karna prestasi Narin yang sangat luar biasa dengan kesuksesan yang sangat baik dan pengumuman itu di siarkan langsung di beberapa acara di televisi, kebetulan Isna yang sedang menonton TV juga melihat ayah nya Karen di TV yang berdiri di samping Karen dan dia juga yakin kalau istri Narin adalah Karen anak nya.
Ibu nya Karen juga melihat ketika Romi Wijaya Kusuma menyerahkan seluruh harta keluarga Wijaya resmi kepada Narin 50% dan kepada Karen 50%, mengetahui hal itu Isna pun langsung bersemangat dan dia berteriak memanggil kedua anak tiri nya, dan kedua anak tiri nya datang dengan kesal karna mendengar teriakan ibu tiri nya, kemudian Isna berkata.
Ke dua anak tiri nya melihat TV kemudian Lila bertanya.
"Apakah ibu yakin kalau wanita yang bernama Karen itu adalah anak ibu? sudah lama kan ibu tidak pernah bertemu Karen?"
"Aku memang melupakan wajah Karen karna sudah lama tidak bertemu, tapi aku masih ingat wajah Herman dengan baik, dan lihat lah, ayah nya Karen berjalan dengan tongkat dan mantan suami ku juga begitu karna kaki nya patah akibat kecelakaan." Isna menjelaskan dengan semangat, Rico dan Lila saling memandang kemudian Lila bertanya lagi kepada ibu Isna.
__ADS_1
"Bagaimana kalau besok kita mengunjungi mereka Bu!" Ibu nya mengangguk sambil berkata.
"Iya ibu setuju, besok kita kunjungi kediaman keluarga Wijaya."
kemudian malam itu ibu nya Karen tidak bisa tidur karna tidak sabar menunggu datang nya pagi dan dia gelisah di kamar nya yang hanya lah sebuah gudang itu, sementara Rico dan Lila sedang menyusun sebuah rencana jahat untuk menguasai harta Keluarga Wijaya, di kamar nya Isna juga tidak bisa tidur dan dia teringat tentang masa lalu nya ketika dia meninggal kan Karen dan ayah nya.
***
Hari itu Isna pergi dengan selingkuhan nya bernama Burhan kemudian tinggal di kota dan setelah berada di kota ternyata Burhan tidak sekaya yang dia pikir kan dan Burhan tidak punya penghasilan tetap, dia hanya bisa merayu wanita, kemudian mempekerjakan kekasih nya di rumah bordil dan seperti itu juga nasib Isna dan setelah 2 tahun membiayai Burhan setiap hari di aniaya dan di pukuli Burhan, berulang kali berusaha melarikan diri tapi selalu gagal dan di temukan Burhan kemudian di hajar Burhan,sampai suatu hari Burhan tertangkap polisi karna menjual sabu dan Isna mendapat kan kebebasan, tidak lama kemudian di rumah bordil, Isna mengenal pria bernama Andi dan Andi seorang duda dengan 2 Anak yaitu Rico dan Lila, karna merasa cocok dengan Andi kemudian Isna pun menikah dengan Andi dan Andi juga tidak keberatan meski Isna seorang mantan pelacur, setelah beberapa tahun menikah tepat nya 1 tahun yang lalu Andi meninggal dunia karna kecelakaan di tabrak mobil dan Isna tinggal bersama kedua anak tiri nya yang selalu memperlakukan dia seperti seorang pembantu, bahkan tempat tidur nya juga di gudang dan tulang punggung di rumah itu hanya Rico yang bekerja di sebuah perusahaan asuransi, usia Rico 2 tahun lebih tua dari Karen dan Lila seusia dengan Karen.
Lamunan Isna pun terganggu ketika Lila mengetuk pintu, bergegas Isna menghapus air mata nya, kemudian Lila masuk dan mulai bicara.
"Bu! apakah kita bisa tinggal di rumah keluarga Wijaya?"
"Tentu Nak! ibu yakin kita bisa tinggal di rumah keluarga Wijaya walau pun sebenar nya aku tidak suka dengan Karen, aku benci Karen karna ketika Karen lahir aku kehilangan rahim ku sehingga aku tidak bisa lagi memiliki anak laki-laki, sejak kehadiran Karen hidup ku hancur dan aku kehilangan harapan untuk memiliki banyak anak, Karen adalah pembawa sial!" ucap Isna dengan wajah kesal yang terlihat jelas, kemudian datang Rico yang berkata.
"Bu! aku mau bekerja di perusahaan Wijaya grub juga! dan ibu harus usahain agar aku mendapat kan posisi yang bagus di grub Wijaya!"
__ADS_1
Ibu nya mengangguk karna ibu nya sangat menyayangi Rico, kedua anak tiri nya berpura-pura baik kepada nya dan memeluk nya dengan jijik, tapi mereka memiliki tujuan dan mereka terpaksa bersandiwara berpura-pura baik kepada Isna!