Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 93 Memulai serius


__ADS_3

"Raura!" merasa nama nya di panggil Raura pun menggantikan langkah nya kemudian Aure bergumam.


"Seperti nya nama nya memang Raura."


"Ekre, sekarang aku harus apa?" tanya Raura


"Sekarang kamu ganti dulu pakaian mu kemudian aku akan fikirkan rencana selanjut nya." sahut Aure dan Raura pun menuruti yang di katakan Aure kemudian setelah membelikan pakaian untuk Raura, Aure pun membawa Raura ke hotel lalu berkata.


"Masuk lah, aku ada urusan sebentar dan aku akan kembali setelah urusan ku selesai." ucap Aure sambil menutup pintu kamar hotel itu, kemudian dia menelpon Ekre dan mengatakan lokasi nya dan selama menunggu kedatangan Ekre, Aure pun berdiri di depan pintu kamar Raura, sehingga ketika Raura membuka pintu Aure langsung berkata.


"Masuk lah dan jangan pergi." mendengar perintah itu kemudian Raura pun masuk ke dalam dan menutup pintu kamar nya lagi dengan banyak pertanyaan di hati nya salah satu nya adalah mengapa Ekre berdiri di luar.


Setelah menunggu, 1 jam kemudian Ekre datang dan Aure menunjuk ke kamar setelah itu Ekre pun langsung masuk dan Aure pergi meninggal kan tempat itu.


"Raura cerita kan kepada ku apa yang terjadi pada mu?" tanya Ekre kemudian Raura menceritakan semua masalah nya lalu Ekre berkata.


"Masalah nya sekarang ibu ku sedang terbaring koma di rumah sakit, jika saja ibu ku baik baik saja maka aku pasti akan langsung melamar mu." sahut Aure dengan sedih.


"Apa yang terjadi dengan ibu mu?" tanya Raura kemudian Ekre pun mengajak Raura ke rumah sakit tempat Karen di rawat dan di kamar itu sudah ada Mita yang sedang membaca majalah dan Mita heran melihat kedatangan Ekre dengan seorang wanita karna Ekre yang dia kenal bahkan tidak pernah pacaran.


"Tante, kenal kan ini adalah Raura, kekasih ku." sambil Ekre melihat ke arah Karen dan tentu saja Karen pun sangat kepo dengan wanita yang di kenal kan oleh Ekre sehingga dia pun terpaksa membuka mata nya.


"Ekre." ucap nya, semua orang terkejut mendengar suara Karen dan mereka seolah berfikir kedatangan Raura adalah sebuah keajaiban yang sudah membuat Karen siuman.


"Ibu!" panggil Ekre.


"Dia kekasih mu?" tanya Karen sambil tersenyum karna dia melihat Raura gadis yang baik.


"Nama saya Raura Bu!" sahut Raura sambil mencium tangan Karen.

__ADS_1


"Aure! kamu urus kepulangan ibu malam ini." perintah Karen.


Malam itu juga Karen pulang ke rumah nya bersama Raura juga dan betapa terkejut nya Raura ketika dia melihat rumah Wijaya yang tidak pernah dia bayangkan sebelum nya.


"Apakah ini rumah ibu mu?" tanya Raura ketika kaki nya menginjak pekarangan rumah Wijaya.


"Iya," sahut Ekre.


"Tapi kenapa kamu tidak pernah bilang kalau kamu anak orang kaya?" tanya nya polos sehingga membuat Karen dan Mita tertawa.


"Ekre adalah keturunan keluarga Wijaya Kusuma." ucap Karen.


"Wijaya Kusuma yang terkenal itu? yang punya bisnis hotel dan restoran?" tanya Raura lagi.


"Dari mana kamu tahu." tanya Ekre.


Semua orang pergi ke dapur untuk makan malam dan di meja makan Raura menjelaskan bahwa dia di paksa ayah nya untuk menikah, Karen pun faham situasi nya kemudian Karen memutuskan untuk segera melamar Raura, makan malam selesai dan semua orang masuk ke kamar tapi karna Raura penakut kemudian Raura pun tidur sekamar dengan Mita.


Ke esokan pagi nya Karen mengajak semua orang untuk datang ke acara nya Kolin dan awal nya mereka semua bingung dengan keinginan Karen tapi meski Karen tidak menjelaskan apa pun mereka juga tidak ada yang berani membantah perintah Karen.


Ketika melihat kehadiran semua keluarga nya Kanza dan Kolin sangat terharu, acara pun berlangsung dengan banyak kebahagiaan karna Karen memperlakukan Kolin dengan baik tapi di akhir acara Karen berkata.


"Kanza, ibu ada permintaan."


"Katakan Bu!"


"Ibu ingin kamu dan istri mu tinggal di rumah ibu." Kanza pun bingung karna dia tidak tahu apakah Kolin setuju atau tidak.


"Kalau itu yang ibu ingin kan besok kami akan pindah." sahut Kolin dengan senang.

__ADS_1


"Baik lah ibu tunggu kedatangan kalian besok, dan Kanza! besok ibu minta di temani pergi menemui keluarga Raura untuk melamar nya."


"A-Siiiaaappp," sahut Kanza membuat semua orang tertawa kemudian setelah memeluk anak dan menantu nya Karen bersama keluarga nya pun pulang.


Pagi itu Kanza dan Kolin datang dengan membawa beberapa koper karna mereka akan tinggal di rumah Karen, setelah mengantar kan tas ke kamar, kemudian semua orang pergi ke rumah Raura untuk melamar nya dan Karen sengaja menggunakan mobil tua milik almarhum mertua nya untuk melamar Raura dan semua orang juga berpakaian sederhana tanpa kemewahan, apalagi perhiasan, dan yang terjadi adalah kedatangan mereka di sambut sinis dari ayah nya Raura dan juga ibu tiri nya bahkan di suguhi minuman pun tidak bahkan hanya tuan rumah yang duduk di sofa tetapi Karen dan keluarga nya duduk di lantai.


"Katakan! apa maksut kalian datang kemari?" tanya ayah nya Raura dengan nada membentak.


"Maksut kedatangan kami kemari adalah ingin melamar Raura." sahut Karen dengan ramah.


"Sebenar nya Raura sudah kami jodohkan dengan pria yang kaya! terkaya di desa ini jadi aku menolak lamaran kalian!" sahut ayah nya dengan tegas.


"Aku mencintai pria pilihan ku dan aku menolak perjodohan dari ayah! kalau ayah memaksa aku akan lari dari rumah!" sahut Raura.


"Juragan Empang sudah memberikan uang 20 juta sama bapa!' sahut ayah nya.


"Kami bersedia memberikan uang 2 kali lipat tapi dengan syarat bapa' harus menandatangani surat perjanjian dari kami." sahut Mita dengan tegas karna dia memang seorang pebisnis profesional sehingga dia juga berbicara langsung pada poin penting nya.


"Apakah kalian bisa membayar?" tanya ayah Raura sambil tertawa istrinya juga tidak kalah nyaring tawa nya.


"Anda bisa memanggil pak RT untuk datang ke sini." sahut Mita dengan tegas kemudian ayah dan ibu tiri Raura saling memandang, lalu ayah Raura memberikan kode kepada istri nya dan istri nya pun bergegas pergi.


Kolin merasa lelah duduk di lantai dan Karen melihat nya lalu.


"Kanza! Bawa istri mu ke dalam mobil agar dia bisa duduk dengan nyaman."


"Aku baik baik saja Bu!" sahut Kolin dan mata Karen menjadi lebih besar sebagai tanda dia tidak suka di bantah, kemudian Kanza membawa Kolin ke dalam mobil untuk beristirahat.


Setelah 30 menit menunggu, Pak RT pun datang kemudian Mita meminta pak RT membuat surat perjanjian resmi yang berisi.

__ADS_1


__ADS_2