ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Marah


__ADS_3

...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...-...


...-...


... [Marah]...


Plak!


Arsya menampar Arsy dengan sangat keras di hadapan Sha dan juga Elle.


Sedangkan Ella, Adit dan Alea berada di dalam kamar agar tidak melihat bagaimana Abang mereka sedang di sidang oleh ketiga orang tua yang ada di rumah itu.


Sebenarnya hanya Sha dan Arsya yang menyidang sedangkan Elle tetap berada di pihak anak-anak.


Kalaupun anak salah akan di tegur dengan lembut bukan dengan kekerasan karena saat melihat kekerasan, Elle teringat akan masa remaja yang sering melihat Buk'e dan juga suami barunya itu bertengkar.


Bayang-bayang itu tidak pernah hilang dari benak Elle tetap saja teringat dan berputar-putar di kepala Elle walaupun sudah bertahun-tahun berlalu.


Elle trauma dan seakan trauma yang ada di benak Elle tidak pernah hilang, akan selalu teringat hingga sisa hidup Elle.


Maka dari itu, selama Elle hidup sangat menghindari kalau ada kekerasan, menghindar karena kalau kekerasan terjadi di depan mata ataupun Elle tidak sengaja melihat.


Elle akan kembali mengingat masa lalu yang pahit bahkan hingga detik ini juga masih pahit.


Ketika melihat dengan matanya sendiri, Arsy di tampar Arsya hanya karena masalah sepele, masalah anak remaja dan bisa di toleransi.


" Apa-apaan sih. " Kata Elle yang sekarang sudah memasang badan dan membiarkan Arsy berada di belakang tubuh Elle yang tidak bisa menutupi tubuh tinggi Arsy.


" Kamu nggak usah belain anak terus ya. " Kata Arsya dengan marah tapi Elle tidak gentar, Sha hanya terdiam.


Walaupun Elle mendengar Arsy mengatakan kalau dia tidak apa-apa tapi Elle tidak ingin melihat kekerasan.


Enough (cukup)!


" Abang tuh, jangan terlalu emosional! Luka di wajah Arsy ajah belum di obati sekarang Abang malah tampar Arsy lagi hingga berdarah, setidaknya biar Arsy katakan kenapa bisa bertengkar dengan temannya sampai temannya masuk rumah sakit. " Kata Elle tidak takut dan Elle merasakan tangan Arsy memegang tangannya untuk tenang.


Tapi Elle tidak bisa!


Akan Elle tunjukkan kalau Elle sungguh tidak suka kekerasan seperti ini, apalagi kepada Arsy yang sedari kecil sudah Elle jaga dengan Ella seperti anak sendiri tidak pernah membedakan.


" Abang nggak perlu bertanya, sikap Arsy yang membangkang itu sudah keterlaluan tapi Abang masih bisa men toleransi tapi bertengkar hingga berakhir di rumah sakit sungguh tidak bisa di toleransi lagi. " Kata Arsya dengan marah dan siap memaki Arsy lagi tapi dengan segera Elle memotong.


" Itu salah! Kenapa Abang enggan bertanya dulu hm? Lalu tindakan main pukul aja itu bisa menyelesaikan masalah? Arsy masih remaja, masih labil dan bisa gampang tersulut emosi... Lalu Abang yang sudah dewasa ini juga tidak bisa memberikan contoh yang baik, gampang emosi? Lalu kenapa Abang nggak marah sama diri sendiri hm? Lalu apa bedanya Abang? " tanya Elle yang membuat Arsya terdiam karena kalah omongan dengan Elle dan sedari tadi Sha juga diam karena Sha hanya mengikuti suami saja, suami adalah raja yang keputusan tidak bisa di ganggu gugat.


Tapi istri juga bisa mempengaruhi keputusan raja bukan hanya diam menerima saat anak di pukul di depan mata.


" Abang tenang dulu. " Kata Elle memeluk Arsya di depan Shaila yang sudah melotot tapi Elle tidak peduli.


Sebentar lagi Elle akan pergi, sebelum itu terjadi Elle akan memastikan dulu, Arsy, Adit dan Alea akan hidup bahagia walaupun Elle dan Ella nanti tidak bersama dengan mereka lagi.

__ADS_1


" Kau itu benar-benar ya, Abang belum selesai, kenapa Arsy udah pergi aja. " Kata Arsya yang sudah tersadar karena Arsy sudah pergi dan di ruang perpustakaan tinggal Arsya, Elle dan Sha yang sudah kesal karena Elle memeluk Arsya sebentar tadi.


Dasar cemburuan!


" Udah malam ih, Abang keterlaluan tau nggak udah nampar Arsy gitu aja... Udah malam tidur aja deh. " Kata Elle yang langsung nyelonong pergi dari ruang perpustakaan karena risih pandangan Sha yang terus menatap Elle yang seperti sedang mencuri.


Cih! Padahal posisi mereka sama-sama seorang istri.


" Hei Abang belum selesai ya. " Kata Arsya yang tidak membuat Elle menoleh tapi hanya tertawa sumbang dan terus saja berlalu keluar dari perpustakaan.


Membuka pintu dan keluar karena enggan di sana lagi yang penting Arsy sudah aman.


-


-


-


-


-


-


" Dek, Abang belum selesai bicara ya. " Kata Arsya yang sekarang sudah masuk ke dalam kamar Elle dengan cepat sebelum Elle menutup pintu dan menguncinya.


" Udah malam Abang, tidur sana. " Kata Elle berasalan karena malas lah Elle, harus malam-malam begini lihat wajah horor Sha seperti tadi, bukannya Elle takut tapi hanya menghindar saja.


Males nanggepin orang kayak Sha itu, nggak penting itu.


Apa-apaan itu.


" Abang nggak usah bercanda deh, sono ke kamar sendiri deh. " Sungut Elle.


Mungkin kalau ada istri yang paling membangkang, itu adalah Elle.


Karena bukannya merasa bersalah pada Arsya, Elle malah menyuruh Arsya untuk kembali ke kamar yang ada Sha.


Elle hanya malas saja kalau harus perang dingin sama Sha karena biasanya juga begitu bahkan tanpa alasan.


Tapi sekarang ada alasan yang jelas tapi Elle tetap saja tidak mau.


" Abang ih... " kata Elle sebal karena Arsya yang sudah tiduran di atas ranjang tanpa menghiraukan rengekan Elle.


" Udah nggak usah berisik dek! tutup pintunya. " Kata Arsya sambil memejamkan mata dan rebahan di atas kasur karena tau kalau Sha pasti marah tapi tetap tidak peduli.


Mungkin malam ini, Arsya juga ingin ikut membangkang seperti Elle.


" Au ah sebel. " Kata Elle langsung pergi dari kamar dan menutup pintu dengan kencang hingga Arsya kaget karena suara pintu yang di banting.


" Menghindar lagi. " Kata Arsya sambil memandang pintu kamar yang tertutup.


Arsya selama ini memendam cinta kepada Elle selama bertahun-tahun dan tidak bersentuhan dengan Elle karena Elle enggan dan Sha yang selalu cemburu.

__ADS_1


Arsya milik Sha tapi juga mengingkan Elle untuk benar-benar menjadi istri.


Bukan seperti ini, saat Arsya mendekat Elle selalu menjauh dan Arsya yakin kalau Elle sekarang sedang berada di kamar anak-anak menghindari Arsya yang sedari dulu selalu gelisah.


Bisa memiliki tapi tidak bisa menyentuh.


-


-


-


-


-


-


Ella, Adit dan Alea sedang berada di kamar sedangkan Abang mereka sedang berada di ruang perpustakaan karena sedang dimarahi.


Mereka bertiga masih terdiam karena sudah tau kalau Daddy mereka marah sangat menyeramkan tapi mereka yakin kalau Ibu mereka yaitu Elle bisa membuat Arsy terlepas karena Elle tidak membiarkan anak-anak nya kena hukuman dan selalu membantu anak-anak nya.


" Ini salah ku. " Kata Elle dengan sedih, setelah keheningan yang ada karena mereka bertiga masih tenggelam dengan apa yang mereka masing-masing, Elle berbicara dan menyalahkan diri sendiri dengan apa yang terjadi pada Arsy.


Sebenarnya yang salah adalah Ella, karena pertengkaran terjadi adalah sebab Ella, tapi Arsy yang begitu menyanyi Ella tidak tega kalau melihat Ella di marahi dan Arsy yang menanggungnya dan memberitahukan kepada Ella agar diam saja.


Biarkan Arsy yang kena hukuman asalkan Ella selamat.


" Nggak ada yang salah, udah nggak usah salahin diri akak sendiri ya, Abang Arsy melakukan itu karena sayang sama Akak, nggak tega kalau Akak sampai di marahi. " Kata Adit menenangkan Ella yang sedari tadi merasakan sedih dan terus saja menyalahkan diri sendiri.


Arsy melakukan itu karena, ada hal yang ingin Arsy tutupi.


" Iya, bener Akak... Kata Abang Adit bener tuh, sekarang Akak jangan sedih lagi, semoga Abang Arsy bisa selamat kayak biasanya. " Kata Alea si anak bungsu menghibur Kaka perempuan satu-satunya itu dan Alea segera memeluk Ella dengan erat.


Dan Ella segera membalas pelukan Alea dengan erat.


-


-


-


Novel ini udah ada di level 3 ya walaupun di level yang paling kecil tapi author udah seneng, semua itu karena dukungan kalian β€οΈπŸ˜‡


LIKE nya di ratain ya genks karena LIKE juga mempengaruhi perkembangan novel sama kasih komentar biar Novel semakin berkembang dan author jadi semangat terus πŸ€—πŸ˜‡πŸ˜˜β€οΈπŸ’ͺ✍️


Author up pagi karena takut nanti siang nggak sempet up karena nanti siang mau berangkat kerja sorenya mau ngejar deadline, dua hari nggak mood buat ngetik πŸ˜• makanya author selalu bilang, ngetik draft banyak-banyak tuh sangat penting... bisa tetap up karena masih punya draft walaupun lagi nggak mood 😡


Kasih semangat buat author ya genks caranya gampang kok... LIKE terus tinggalkan komentar di setiap Bab🀭 author janji komentar kalian akan author bales nanti kalau udah senggang 😘


Yang follow akun Insta gram author pasti tau kalau kemarin bukan kemarin sih, kemarin nya lagi author bikin insta story' soal #spoiler ELLE WEDDING Series 3 🀭 author bikin alur yang bakal nggak kalian tebak, bikin jungkir balik πŸ€ΈπŸ˜‚


Makannya follow akun author ya Insta gram elliemcruken_ biar tau spoiler-spoiler yang akan author posting πŸ˜‚

__ADS_1


See you tomorrow genks πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜‡β€οΈ


__ADS_2