ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Tidak Perlu Bersentuhan


__ADS_3

...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...[Tidak Perlu Bersentuhan]...


" Loe itu benar-benar pembangkang sejati Ell, selalu nggak betah kalau rumah seperti ciri-ciri neraka kayak gini. " Jawab Dea dengan terkekeh saat tau bagaimana sifat Elle yang selalu tidak betah di rumah kalau rumah seperti ini.


" Ya ngapain bertahan kalau bisa mandiri, nggak ada mereka yang bersyukur kalau ada ya bersabar. " Kata Elle dengan wajah datar tapi membuat Dea terkekeh melihat raut wajah Elle itu.


Memang benar kan?


" Stok sabar mu harus berlimpah Ell, harus banyak pokoknya... Kalau bisa stok sabar mu juga ada di gudang, timbun sekalian hahahaha! sabar, sabar. " Kata Dea sambil mengejek Elle seperti biasanya.


" Udah ah berisik, yok makan... Itu udah pergi tuh tamu. " Kata Elle sambil melihat ke arah luar jendela dan mobil sudah melaju berarti tamu sudah pergi.


" Yaudah yok, lagian gue sama Elle juga udah lapar nih. " Kata Dea dengan mengelus perut yang buncit.


" Halah, itu perut loe udah buncit De gegara kebanyakan makan, maaiha aja lapar. " Kata Elle sambil terkekeh dan menggedong Ella untuk pergi keluar kamar menuju dapur untuk makan di ikuti dengan Dea.


" Neng Elle mau makan apa? " tanya Bik Fatma yang masih berada di dapur dan membersihkan meja makan karena habis pada makan malam.


" Makan apa yang ada Bik, oh ya buat Ella kayak biasanya aja... Kamu apa De? " tanya Elle yang tidak ingin memberatkan Bik Fatma ya walaupun sedang berkerja dan ingin makan yang biasanya yang penting kenyang.


Dan tidak lupa, Elle juga menawarkan pada Dea mau makan apa.


" Saya sama kayak Elle aja Bik. " Kata Dea yang langsung di angguki oleh Bik Fatma dan segera Bik Fatma meluncur ke dapur.


Sedikit cerita tentang Bik Fatma yang berhasil Elle bawa ke rumah besar ini ya walaupun ada sedikit berdebat dengan Arsya dan Sha yang selama ini hanya mengurusi semua dengan sendiri tapi akhirnya Elle yang menang setelah Elle mengatakan...


" Biar aku yang bayar gaji Bik Fatma. " Kata Elle yang langsung menyentil hati Arsya dan Sha yang terdiam.


Lama-kelamaan mereka juga membutuhkan Bik Fatma karena nggak bisa mengurus rumah sebesar ini sendirian lagian juga ada anak bayi yang harus di suruh dan juga ngapain nikah kalau urusan rumah tangga masih saja keteter.


Ya kan?


Tapi kalau bersih-bersih rumah sebesar ini Elle juga membayar orang lain untuk membantu Bik Fatma, ya kalik mau di bersihkan sendiri.


Nggak tega Elle tuh karena udah berumur.


" Ini Neng Elle dan Dea. " Kata Bik Fatma meletakkan makanan di atas meja dan setelah mengucapkan terima Elle dan Dea segera makan dengan sesekali mereka menyuapi makan Ella.


" Eh baru aja pada makan. " Kata Arsya tiba-tiba datang setelah Elle dan Dea selesai makan.


" Eh iya, hello Bang Arsya. " Kata Dea menjawab dan menyapa sekadar basa-basi aja.


" Yaudah deh Ell, gue ke kamar dulu sana Ella ya. " Kata Dea segera untuk pergi dari dapur karena sejak ada Arsya yang tiba-tiba datang Elle jadi pendiam.


Sariawan kah?

__ADS_1


Setelah Dea ngacir menyelamatkan diri dengan Ella sekarang tinggal Elle dan Arsya saja di dapur dengan keheningan.


Arsya yang sibuk menatap Elle, sedangkan Elle yang hanya acuh seperti tidak ada orang lain selain dirinya sendiri.


Ehm!


Dehem Arsya yang hanya di tanggapi Elle dengan datar.


" Kenapa bang, nggak usah deham-dehem segala tau. " Kata Elle yang sudah tau gelagat Arsya yang seperti itu.


" Ya kirain kamu lagi ngalamun dek, Abang pulang kerja kamu nggak ada, giliran mau makan malam bareng kamu udah ngilang aja. " Kata Arsya yang membahas tentang tadi.


" Abang bukannya udah tau kalau aku tuh malas ada Sheryl di rumah ini, Abang paham nggak sih? Kalau Sheryl kesini ya bodoamat yang penting bukan ngajak ribut... Tamu Abang bukan berarti tamu aku juga kan? " kata Elle dengan biasa saja seperti menyuarakan pendapat.


" Dia tuh Akak nya Sha, bukan tamu... Dek! " kata Arsya yang kekeh.


" Terus kenapa? " kata Elle sambil melihat Arsya bingung.


" Ya Abang nggak bisa nyuruh dia untuk nggak datang kesini kan? Karena Sha adiknya Sheryl. " Kata Arsya sambil memegang lengan Elle tapi Elle segera menepis.


No touch (tidak bersentuhan)!


Seolah tau Elle nggak mau disentuh, Arsya langsung melepaskan lengan Elle dan tidak mencoba untuk menyentuhnya lagi.


" Iya terserah Abang, lagian ini juga rumah Abang... Mau datang ya terserah nggak ya terserah. " Kata Elle yang mulai acuh.


" Kamu tuh jangan ngomong terserah deh dek! Abang nggak tau harus melakukan apa? " kata Arsya yang mulai frustasi dengan kata terserah.


Ish!


Ehm!


Elle yang masih menatap sengit Arsya langsung mengalihkan perhatian begitu juga Arsya yang langsung melihat ke asal suara ternyata di sana ada Sha yang berdiri mematung melihat perdebatan mereka dan ada Dea yang sudah menggedong Ella, bersiap untuk pergi.


" Ell maafkan Akak ku kalau membuat kamu nggak nyaman. " Kata Sha yang merasa bersalah.


Tapi Elle yakin di dalam hati Sha beda lagi.


Hanya pencitraan di depan Arsya.


" Udahlah Sha, semuanya juga berawal dari kamu kan? " kata Elle sebal yang membuat Sha kaget dengan tanggapan Elle yang diluar dugaan.


Begitu juga semua orang yang ada disini.


-


Rencana Elle yang tadi katanya ingin bakar-bakar di rumah Tante Nana ternyata gagal.


Karena setelah mengatakan...

__ADS_1


" Udahlah Sha, semuanya juga berawal dari kamu kan? "


Ternyata ucapan itu berbuntut panjang membuat Arsya marah dan Sha sedih.


Elle yakin Sha itu hanya di buat-buat dan Arsya tersentil karena memiliki ego yang besar.


Setelah menyuruh Dea untuk pulang saja ke rumah Tante Nana menggunakan mobil Elle.


Dan disinilah Elle berada, di dalam kamar bersama dengan Arsya yang menatap Elle dengan marah.


Sedangkan anak-anak sedang ditidurkan di kamar Sha dengan Sha yang menjaga.


Padahal Elle yakin kalau sekarang ini, Sha sedang menguping di depan pintu kamar karena dari situ bisa mendengar suara orang yang berbicara dari dalam.


Seperti tembus pandang, tapi sekarang adalah tembus suara.


" Kamu tuh benar-benar pembangkang ya dek! Abang ajak ke pertemuan keluarga besar nggak mau, Abang ajak makan malam bersama nggak mau... Kamu mau nya apa hm? " seharusnya kata-kata itu di ucapakan dengan marah dan nada bentakan, tapi sekarang Arsya sedang berbicara dengan nada yang lembut dan mengelus kedua pipi Elle yang lembut.


Bukankah tadi Elle mengatakan tidak ada sentuhan?


Tapi kenapa Elle terdiam dengan perlakuan Arsya yang seperti ini kepadanya?


" Ish apaan sih Abang, nggak ada sentuhan ya! " kata Elle yang sekarang sudah mulai sadar dengan situasi dan segera menjadi garang lagi agar tidak termakan dengan rayuan Arsya.


" Iya-iya, nggak usah galak-galak dek, Abang nggak takut kok. " Kata Arsya sambil melepaskan tangannya dari pipi Elle dan berbicara dengan nada seolah-olah sedang meledek.


" Ish apaan sih! Udah sana Abang keluar deh kalau nggak ada yang harus di omongin lagi. " Kata Elle yang dengan galak tapi Arsya malah terkekeh dan mengusap puncak kepala Elle.


Tuh kan!


" Ih Abang, tangan nya itu loh warning (peringatan)! " kata Elle sebal karena Arsya dengan sengaja selalu saja menyentuh Elle.


" Baru kali ini, suami mau megang istri aja nggak boleh. " Kata Arsya sambil melihat Elle dengan alis yang terangkat sebelah.


Hm!


Elle yang mendengar perkataan Arsya itu pun hanya jengah


Ish!


" Nggak usah lebay deh, itu kan ada Sha jadi nggak usah begitu. " Kata Elle masih dengan galak tapi jawaban galak yang diberikan Elle malah membuat Arsya semakin menggoda Elle.


" Kamu cemburu ya dek? Cieeeee! " kata Arsya yang mencolek pipi Elle dengan raut wajah yang jahil.


Ish!


-


Yang follow akun Insta gram author pasti tau kalau kalau kemarin author bikin insta story' soal spoiler Novel ELLE WEDDING Series ini di insta gram 🤭

__ADS_1


Author hari ini ngga akan cerita banyak ke kalian... author hanya bilang...


" Apresiasi dan dukungan kalian sangat berarti untuk kelanjutan novel ini. " āœļøšŸ¤—šŸ˜‡ā¤ļø


__ADS_2