ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Istri Orang?


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 8 ~ Istri Orang?]


Shaila


Ia masih tiduran di atas ranjang dengan selimut putih yang menutupi bahu nya yang masih polos dengan sekujur tubuh nya yang masih berkeringat karena baru saja melakukan sunnah rosull pada pagi hari setelah sholat subuh.


" Abang mau berangkat kerja sekarang? " tanya nya sambil merebahkan kepala nya di atas dada bidang Arsya dan semakin menenggelamkan wajah nya karena begitu menyukai aroma keringat Arsya yang tercium sangat jantan di hidung nya.


" Nanti aja lah, sekarang Abang mau ronde kedua. " Kata Arsya lalu dengan secepatnya langsung membalikkan tubuh nya dan melakukan hal yang menyenangkan sekaligus melelahkan dan akan berakhir dengan keringat dan juga kepuasan.


_____


" Assalamualaikum. " Kata Arsya sambil mengecup kening nya sekilas dan segera berlalu untuk pergi ke kantor yang sudah kesiangan karena hal menyenangkan tadi.


" Walaikumsalam. " Jawab nya lalu berlalu ke dalam rumah dan sarapan lagi.


" Cieee pagi-pagi rambut nya basah. " Kata kembaran nya dengan meledek dan ia segera pergi dan berlalu untuk sarapan yang kedua kalinya.


Elle


" Hello morning (pagi). " Kata Dea dengan nada ceria.


" Ceria nya berlebihan banget lagi ini, lagi ada apa De? " tanya nya lagi dengan heran menatap Dea.


" Yeyyyyyyyy bahagia salah sedih juga salah. " Kata Dea sewot.


Ia mau menanggapi lagi tapi tiba-tiba ponsel nya berbunyi dan terlihat lah sebuah nama...


" Buk e "


" Ish ada apa lagi. " Kata nya dalam hati karena selama ini ia bisa di hitung dengan jari menelfon Buk e nya dan begitu sebaliknya nya karena mereka ia dan Buk e tidak dekat dan berbicara saat ada yang penting saja.


" Lagian ndek mben tak doi ora gatek. "


( Lagian dulu aku kasih tau nggak percaya. )


" Wonge itu koyok parasit wae. "


(Dia itu kayak parasit tau nggak. )


" La ndek mben pas koe nikah ambi bojo nem pye? Kok yo KTP me iseh status duda... mbareng ape gae akte ne anak em ribut. "


( Lah dulu kamu pas mau nikah ambi suami mu gimana? Kok ya KTP nya masih status duda... giliran mau bikin Akte malah ribut. )


" Iya iya nanti tak urus nya ke Mbah moden. "


Tut!!!


Ia pun langsung memutuskan sambungan telepon sepihak.


Entahlah, berbicara dengan Buk e dan membicarakan suami Buk e membuat nya selalu naik darah alias marah.


Lalu ia pun menelfon Mbah Moden.


" Iya Mbah, iya nanti aku kasih uang nya. " Kata nya langsung.


Dan setelah mengatakan apa keinginan nya ia pun langsung memutuskan sambungan telepon dan segera mentransfer uang untuk membuat akte.


Definisi the power of money (kekuatan uang).


_____


[*Suara kodok ~ pesan masuk]

__ADS_1


AbangArsyaOn :Yah emang bener, tadi pagi habis dapat jatah.


Me (Saya) : emang gue pikirin,,, bye*!!


" Ish malas kali aku tuh. " Gerutu nya sendiri.


" Ck, kasian. " Kata Tante Nana entah datang darimana.


Entah karena efek tadi habis marah atau karena sudah jengah di ledek Tante Nana terus tentang...


" Arsya adalah suami orang. "


****!!!


" Apa sih Tan? " Kata nya dengan wajah dan mata sengit seangkan mata nya mengatakan...


" Jangan ganggu aku sekarang, karena aku sedang di dalam mode ngamuk (marah) pada siapapun yang menyinggung ku. "


" Wow!!! Sekarang bisa marah juga sama Tante. " Kata Tante semakin menjadi tapi ia memilih pergi dengan kaki nya yang sengaja menendang tempat sampah dengan keras sehingga menimbulkan suara dan juga mengakibatkan sampah nya berserakan.


Sialan!!!


" Elle!!! " teriak Tante Nana untuk pertama kali nya kepada nya.


Dan itu membuat nya membeku di tempatnya seakan-akan ia tidak percaya karena Tante Nana membentak nya.


" Kenapa Tan? " tanya nya dengan air mata yang sudah jatuh.


" Why!!! why!!! (Mengapa!!!) Tante membentak ku? " tanya nya dengan nada sendu tapi juga terlihat marah.


" ### Kau itu... Ah!!! sudahlah percuma berbicara dengan kamu sekarang. " Kata Tante Nana lalu berlalu dari hadapan nya.


Pagi hari di kios.


" Tan, im so sorry (maafkan aku) tentang kemarin. " Kata nya meminta maaf duluan dan memang dia yang salah terlalu emosional kemarin.


" Ah sepertinya dia sangat marah sekali. " Kata nya dalam hati.


" Ell... " panggil Tante Nana pelan dan ia hanya tersenyum tipis dan mendengarkan saja.


" Tante itu cuma mau yang terbaik untuk kamu. "


" Kamu tuh cantik, mapan, dan juga baik. "


" Dan kamu berhak mendapatkan seorang pria yang memprioritaskan kamu saja dan jangan jadi orang kedua, ketiga atau selanjutnya... jadilah satu-satunya. "


" Iya Tan, sorry (maaf). " Kata nya.


" Jangan iya-iya aja, awas aja besok Tante lihat kamu masih chatting an (bertukar pesan) sama Arsya lagi. "


" Mendingan sama cowo yang Tante kenalin itu loh, dia juga orang Malay lebih hot dan yang pasti dia itu single (sendiri). "


" Woy!!! Ell mau kemana?? " panggil Tante Nana yang di abaikan nya dan langsung menuju meja kerja nya.


Shaila


" Abang bangun dulu. " Kata nya sambil mencoba membangunkan Arsya yang sedari tadi tidur setelah melakukan hal yang menyenangkan.


" Hmmmm sebentar Sha. " Kata Arsya malah semakin menenggelamkan wajahnya di bantal yang empuk.


" Abang Sha, mau ke kamar mandi bantuin ih... " kata nya lagi membangunkan Arsya.


" Iya-iya ayok. " Kata Arsya setelah memakai boxer lalu segera mengandeng tangan nya menuju kamar mandi.


Twins Shaila (Kembaran Shaila)


" Woy ngapain kamu? " tanya Abang saat melihat nya sedang menguping di depan kamarnya Shaila.

__ADS_1


" Kepo!!! " kata nya singkat lalu cepat pergi dari sana karena takut di interograsi Abang nya.


Arsya


" Ini kandungan Sha bentar lagi lahiran ya Ars? " tanya Abi saat ia dan Shaila berkunjung di rumah mertua nya itu.


" Iya Abi. " Kata nya lagi sambil membantu Shaila yang ingin mengambil minum dan ia langsung sigap mengambilkan nya.


____


" Sini Abang bantuin lepas hijab nya. " Kata nya membantu Sha yang kesusahan melepaskan hijab nya.


Lalu tanpa di minta ia juga membantu Sha untuk berganti pakaian yaitu sebuah dres bertali tipis dan juga pendek yang selalu membuat nya kelimpungan hanya dengan melihat nya.


" Masih gerah nggak? " tanya nya lagi saat melihat keringat di sepanjang leher Sha.


" Iya Abang, panas. " Kata Sha lagi dan ia pun langsung membantu mengelap keringat Sha.


Dea


" Yeay hidup senang. " Kata Elle yang terdengar sangat menyebalkan di telinganya.


" Woy sadar woy!!! " teriak nya lagi mencoba membantu teman nya itu sadar.


Sadar akan keadaan.


Rasanya ia menyesal mengajak Elle ketempat ini.


Mungkin ke tempat ini sudah biasa untuk nya, tapi tidak bagi Elle.


Karena Elle kesini pun selalu bersama dengan nya.


Takut anak gadis orang lecet.


" Apaan sih De!! " sentak Elle dengan melepaskan tangan nya yang memegang erat tangan Elle.


" Nih yang paling gue malas bawa koe kesini. " Gerutu nya lagi namun Elle tampak tidak peduli dan mulai akan berjoget di lantai dansa.


" Sialan!! " rutuk nya lagi karena takut Elle kenapa-napa.


Ia dan Elle memang berbeda di segala hal namun mereka akan selalu cocok jika mengobrol maka dari itu mereka bersahabat.


Ia pun menjaga Elle yang sedang berjoget untuk melepaskan semua beban nya.


Mereka tadi kesini tadi untuk melepaskan penat tapi yang melepaskan penat hanya Elle sendiri sedangkan ia malah menjaga Elle seperti baby sitter.


" Hai lagi apa? " tanya seorang pria pada nya.


" Tidak ada. " jawab nya cuek dengan mata yang terus memperhatikan Elle.


Dan tanpa mengucap sepatah kata pun ia langsung berjalan menuju Elle yang tampak akan membuat keributan.


Dan sebelum itu terjadi ia harus membawa Elle pulang ke rumah.


" Ayo pulang Ell. " Kata nya dan langsung membawa Elle keluar dari tempat itu untuk menuju ke parkiran.


" Nggak asik loe De!! " gerutu Elle namun ia lebih memilih diam supaya cepat pulang ke rumah karena percuma kalau ngomong sama orang yang sedang mabuk.


" Suami orang. " Kata Elle melantur yang sukses membuat nya pusing.


Ā 


Mbah Moden : Seseorang yang berpengaruh di suatu daerah.


KTP : Kartu Tanda penduduk.


Akta lahir : adalah keterangan tentang kelahiran seorang bayi dalam bentuk selembar kertas yang sudah di cetak. Sumber Wikipedia.

__ADS_1


__ADS_2