ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Hina


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 30 ~ Hina]


Arsya


Ia masih terbayang tragedi cinta satu malam dimana ia tidak sengaja menodai Elle, eh itu tidak sengaja atau itu adalah sebuah pemerkosaan? karena hanya salah satu pihak yang menginginkannya.


Ia harus jujur dengan Sha, apapun resikonya.


Walaupun nanti Sha meminta pisah darinya.


Ya ampun, ia sungguh bingung...


Haruskah jujur atau diam saja?


" Abang kenapa? " tanya Sha yang langsung membuyarkan lamunannya.


Ia memandang Sha dengan sorot mata bersalah dan tanpa menjawab ia menatap mata Sha yang juga menatap matanya.


" Abang? " panggil Sha lagi yang langsung membuyarkan lamunannya.


" Sha... " katanya tercekat dan lebih untuk melakukan hal yang menyenangkan yang selalu membuat nafasnya ngos-ngosan seperti habis lari maraton.


" Abang kenapa? " tanya Sha dengan nafas tersengal dan dengan mengelus rahangnya yang tegas.


" Apa sudah boleh Sha? " katanya dan lebih melakukan hal yang membuat keringat bercucuran walaupun berada dalam ruangan ber ac daripada membahas hal yang membuatnya terpojok.


Dan dengan pipi merona karena malu, Sha menjawab sambil menundukkan kepalanya...


" Iya Abang. " Kata Sha malu-malu tapi mau padahal seminggu masa nifas Sha berani dengan terang-terangan menggodanya dan berakhir dengannya yang polos karena Sha melakukan servis padanya.


Tapi sekarang Sha malu-malu saat di tanya...


" Apa sudah boleh Sha? "


Dan tanpa pikir panjang ia langsung menerjang Sha walaupun di luar panas terik dan di dalam kamar yang ber ac ini semakin panas karena kegiatan yang di lakukan suami-istri di dalamnya.


Kegiatan kenikmatan duniawi.


 


Ia masih mengatur nafas dengan Sha berada dalam dekapannya setelah menuntaskan hasrat nya yang begitu menggebu dan hari ini berada di level yang tertinggi karena selama hampir dua bulan tidak masuk ke dalam lubang favoritnya.


Eh?


Ini saat yang tepat untuk mengatakannya.


" Sha Abang mau mengatakan sesuatu. " Katanya pada Sha dengan tubuh masih polos dan hanya di balut selimut putih.


" Mengatakan apa Abang? " kata Sha sambil melihatnya karena ia memasang wajah serius.


" Ini tentang di mana malam kamu melahirkan lalu Abang tidak bisa di hubungi. " Katanya dengan hati-hati sambil melihat raut wajah Sha yang sekarang menunjukkan wajah bingung setelah mendengar perkataannya tadi dan ia yakin sebentar lagi Sha pasti akan terkejut dan paling parah akan marah.


" Abang melakukan hal, sesuatu terlarang dengan Elle saat Abang mabuk. " Katanya dengan sekali tarikan nafas dan ia bisa melihat wajah Sha yang kaget.


" Melakukan... " kata Sha terpotong dan ia menganggukkan kepala mengiyakan pemikiran dan perkataan Sha.


Dan dengan air mata yang terjatuh dari matanya, Sha langsung menangis sedih.

__ADS_1


Seperti yang ia duga.


Dengan tangisan tidak percaya Sha terus saja menangis dan bahkan menolak saat ia akan merengkuh Sha ke dalam pelukannya.


Bahkan Sha langsung berlalu ke kamar mandi dan tidak memikirkan tubuhnya yang masih polos dan tidak malu untuk seperti itu di depannya dan sekarang Sha bodoamat karena merasakan sangat kaget yang baru saja di dengar.


Dan ia mengejar Sha sampai di depan pintu kamar mandi, meminta Sha untuk keluar dan bicara berdua.


" Sha! " katanya sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi tapi Sha masih terdengar menangis di kamar mandi.


Walaupun begitu ia tidak menyerahkan tetap menunggu Sha di depan kamar mandi dan menjelaskan semuanya pada Sha.


Saat ia sedang membujuk istrinya itu, di lain tempat seorang wanita sedang terduduk di bawah wastafel dan mengatakan...


" Aku hina. "


Dan menatap nanar testpack yang menunjukkan hasil positif.


" Aku hina dan hancur. "


Elle


Ia masih bergelung di dalam selimut yang membungkus tubuhnya yang merasakan menggigil dan merasakan ketakutan yang amat sangat.


Apa yang harus ia lakukan?


Haruskah ia kabur ke luar negeri?


Karena hal yang terjadi padanya adalah hal yang masih tabu di Ibu Kota dan itu adalah sebuah aib kalau terjadi di luar nikah.


" Ell? " panggil Dea sambil mengetuk pintu dan memanggil namanya pelan.


Ia bahkan tidak punya tenaga untuk menjawab pertanyaan Dea itu.


Dan ia kembali membuka matanya saat mendengar Dea menutup pintu dan saat itu juga air matanya jatuh dan tak terbendung lagi ia menangis tersedu-sedu.


Kenapa sungguh berat?


Kenapa harus terjadi padanya?


Ia sungguh takut!


Apakah ia akan menjadi Ibu yang baik dan bertanggung jawab?


-


*Elle berumur tiga belas tahun..


I*a hari ini datang ke rumah nenek dari almarhum bapak.


" Ell, nanti kalau sampai rumah tanya sama Buk e dimana dia nyimpen foto Bapak? Mbah mau lihat. " Kata Mbah saat menanyakan foto pernikahan antara bapak dan Buk'e ia pun hanya mengangguk dan mengiyakan.


Mbah pasti sangat kangen dengan almarhum bapak sampai menanyakan foto pernikahan bapak dengan Buk'e beberapa tahun yang lalu dan hanya Buk'e yang punya.


Dan dengan murung ia mengatakan pada Mbah...


" Kata Buk'e foto nya sudah di bakar. " Katanya sedih dan ia pun melihat raut sedih dari Mbah, satu-satunya anak lelaki tertua yang menghadap Tuhan dan mendahului nya.


" Kok ya di bakar. " Kata Mbah sedih.


Dan ia tidak bisa menjawab apapun karena ia juga tidak tau harus mengatakan apa.

__ADS_1


Jujur saja sebagai anak kandung bapak ia tidak mengingat bagaimana wajah bapak kandungnya sendiri karena foto bapak juga sudah Buk e bakar.


Saat bapak meninggal saat itu ia masih kecil dan belum tau apa-apa.


Ia juga tidak tau di balik alasan Buk e membakar foto itu, kata orang dulu bapak gila dan Buk e memilih untuk pergi namun tidak bisa karena sedang hamil dirinya.


Tapi kata Mbah, bapak mempunyai tai lalat di samping alis seperti punya nya.


Dan ia hanya tersenyum saat mendengar itu karena ia tidak ingat wajah bapak bahkan dalam mimpi.


Ia tidak tau kenapa Buk e begitu membenci almarhum bapak.


Pernah satu ketika Buk e mengatakan...


" Kalau bapak mu masih hidup, aku suruh ikut dia saja. " Kata Buk'e, ia memilih diam jiwa labil nya belum bisa mengatakan protes apa-apa.


Ia terkadang seperti anak yang tidak di inginkan karena tidak pernah merasakan kasih sayang Buk'e.


Ia seperti aib yang harus di singkirkan.


Ia hanya mendapatkan kasih sayang dari Mbah, yang sejak bayi sudah merawatnya.


Dan dengan nada jengkel ia menjawab Buk'e...


" Kalau aku bisa memilih orang tua, aku lebih memilih mempunyai orang tua yang kaya dan pasti hidupku nggak bakal blangsak (sengsara) kayak gini. " Katanya dengan penuh amarah dan pergi dari sana.


__


" Woy ngalamun aja. " Kata Dea mengagetkan nya.


" Apa sih De. " Katanya malas dan Dea hanya menjawab dengan kekehan.


" Ini beneran sinetron bikin sebel deh De. " Kata Tante Nana yang seperti biasa selalu mengomentari sinetron yang sedang di tonton.


" Iya bener Tan, tuh Hina banget deh. " Kata Dea yang sekarang juga jago mengomentari jalan cerita sinetron.


Ia yakin kalau Tante Nana dan Dea memiliki bakat terpendam yaitu menjadi penulis jalan cerita sinetron.


Itu lebih bermanfaat dan bisa di lihat semua orang daripada ngoceh di kiri dan kanannya kan?


" Ealah berisik aja, tinggal nonton aja. " Katanya menjawab.


Tapi ia malah di cuekin.


Sialan!


" Ini beneran menguras emosi sih Tan. " Kata Dea dengan mulut yang mengunyah rempeyek.


" Bener De, itu cowoknya juga lagi jujur sama istri sah kalau dia pernah tidur dengan orang lain selain istrinya, gentle (laki) nggak De? " kata Tante Nana yang jujur membuatnya tersedak seketika.


Apakah Abang Ars melakukan hal yang sama?


Matilah aku!


Harus apa aku?


Benar-benar hina!



__ADS_1



Habis baca WAJIB TEKEN LIKE, VOTE dan komentar di bawah biar aku semangat buat Up lagee...


__ADS_2