
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...[Anakku, Kebahagiaanku]...
" Kenapa? Ini masih pagi Sha... Apa kau mau berdusta? " kata Elle dengan wajah datar.
" Elle kenapa kamu jahat banget sih, kok ngatain aku berdusta? " kata Sha dengan nada di buat-buat sedih yang membuat Elle bingung.
Salah minum tuh orang!
" Semua kata-kata kamu udah aku rekam. " Kata Sha dengan seringai jahat sambil memperlihatkan alat rekam.
" Kenapa? Memangnya kamu kira aku takut dengan Arsya? " kata Elle kembali menantang dan melihat Sha dengan wajah tidak takut.
" Seharusnya loe tuh takut sama Sheryl karena Sheryl tuh suka sama suami loe yah walaupun Sheryl sudah punya suami tapi namanya cinta picek (buta) nggak bakal hilang gitu aja, loe kira Sheryl bantu loe karena loe adiknya enggak, dasar gendeng (bodoh)! " kata Elle dengan tertawa kecil melihat eksepsi Sha dan segera masuk kedalam kamar untuk segera pergi kerja dan tidak peduli dengan rekaman tadi.
Emang dikira Elle takut karena rekaman dan Arsya?
Tanpa pamit sedikit pun kepada Sha, Elle langsung pergi kerja dengan Ella sekarang Elle tidak akan pernah mau menitipkan Elle pada Sha bisa-bisa aja nanti Ella diajari cara menjadi muka dua lagi.
-
" Kamu tuh nggak usah terlalu ikut campur di kehidupan rumah tangga Sha. " Kata Sam menegur Sheryl yang sehabis bertelepon dengan Sha.
" Abang nggak usah ikut campur deh, aku tuh cuma menjaga adikku. " Kata Sheryl dengan nada kekeh.
" Kamu tuh dibilangin suami malah ngelunjak ya. " Kata Sam yang mulai jengah dengan Sheryl.
" Kenapa? Abang nggak suka? " tanya Sheryl lagi tanpa rasa takut.
" Iya Abang nggak suka jadi kamu stop buat ikut campur dengan kehidupan orang lain. " Kata Sam yang marah.
" Kenapa Abang marah pada ku kalau Mama Abang aja sering ikut campur dalam rumah tangga kita, Mama bilang aku mandul karena sampai sekarang aku belum hamil tapi kenyataannya Abang yang mandul dan itu penyebabnya tapi kenapa aku yang disalahkan. " Kaga Sheryl yang membuka rahasia Sam dan itu membuat Sam meradang.
Dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun Sam langsung keluar dari dalam kamar, walaupun Sheryl terus saja memanggil.
-
" Kenapa? Ini masih pagi Sha... Apa kau mau berdusta? "
Rekaman suara Elle beberapa waktu yang lalu di putar di perpustakaan yang ada di rumah dengan Arsya yang berwajah datar dan Sha yang sudah menangis dengan pura-pura.
" Kenapa kamu seperti ini dek? " kata Arsya yang menuduh Elle tanpa bertanya tentang sebab dan alasanya dulu.
" Kenapa? Apakah itu sebuah kejahatan? " kata Elle dengan tidak gentar.
" Abang tanya kenapa kamu mencemooh Sha seperti itu! " kata Arsya dengan berteriak dan itu membuat Sha dan juga Elle kaget.
" Jawab! " bentak Arsya lagi.
" Kenapa aku hanya mengatakan apa yang sebenarnya? Kenapa Abang sangat marah? Seharusnya Abang bertanya dulu sebab dan alasanya bukan asal marah seperti ini hah! Memang nya Abang sudah menjadi suami yang baik? " tanya Elle dengan tidak takut.
" Aku tau Abang mencintai Sha, tapi aku juga istri Abang disini yang berhak mendapatkan hak yang sama seperti Sha. " Kata Elle lagi dengan mata yang sudah merah karena menahan air mata.
" Abang sudah lah. " Kata Sha dengan nada penuh kepura-puraan.
" Diem Sha, Elle harus tau kalau dia sudah sangat ngelunjak karena sepertinya Abang terlalu baik kenapa dia selama ini. " Kata Arsya dengan nada marah.
" Minta maaf pada Sha. " Kata Arsya dengan pandangan penuh dengan menuntut tapi Elle tidak peduli dan tidak gentar.
__ADS_1
" Bukan aku yang memulai. " Kata Elle menatap Arsya dengan tajam.
" Abang tidak peduli, minta maaf apa Abang bawa Ella pergi dari sini. " Ancam Arsya yang selalu ingin membawa Ella pergi.
" Never ever (tidak akan pernah)! " kata Elle yang langsung pergi dari perpustakaan dengan membuka pintu dan menutup pintu dengan membanting dan menimbulkan suara yang berisik dan gaduh.
" Abang jangan terlalu keras dengan Elle. " Kata Sha memeluk Arsya dari belakang dan mengelus dada bidang Arsya dengan gerakan sensual yang hanya di lapisi dengan kaos tipis.
Sha ingin menghilangkan Elle dari ingatan Arsya dengan melakukan penyatuan yang bergelora.
Dan tidak masalah melakukan di perpustakaan dan mereka melakukan dengan gairah yang membuncah.
-
" Abang apa-apaan sih. " Kata Elle sewot saat Arsya akan mengajak Elle untuk pergi tapi tanpa berkata apapun kepada Elle.
" Abang juga berhak atas Ella, jadi jangan menghalangi. " Kata Arsya dengan memaksa dan tanpa mendengar perkataan Elle, Arsya langsung naik ke dalam mobil dengan di dalam mobil yang sudah ada Sha dan juga Arsy yang akan pergi jalan-jalan.
" Abang! " teriak Elle lagi saat mobil yang dikendarai Arsya melaju begitu saja tanpa pamit kepada Elle.
-
Sialan!
Umpat Elle saat melihat jam di dinding sekarang hampir sore hari tapi Arsya dan rombongan belum juga pulang karena sudah pergi dari siang hari.
Elle langsung pergi kedepan saat mendengar suara mobil yang berhenti dan tanpa pikir panjang lagi, Elle langsung keluar dari dalam rumah untuk menuju teras.
Elle langsung mengambil Ella dari gendongan Arsya tanpa sepatah kata pun tapi mata Elle menyiratkan semua yang akan dikatakan.
Aku membencimu.
-
Pagi-pagi Elle bersiap pergi dengan Ella untuk kerumah Tante Nana untuk refreshing karena dirumah membuatnya sumpek.
" Jangan menghalanginya aku. " Kata Elle saat Arsya tiba-tiba sudah berada di depan Elle.
" Kenapa? Abang berhak. " Kata Arsya dengan wajah datar.
" Berhak apa hah? Mencubit lengan Ella sampai memar hanya karena kesal padaku? " kata Elle yang membuat Arsya terkejut.
Apa kata Elle tadi?
" Kenapa Abang kaget seperti itu? Bukankah kemarin itu rencana Abang? Pergi dengan Ella tanpa aku agar bisa mencubit Ella dengan sesuka hati? " kata Elle dengan marah.
" Minggir jangan halangi aku, ini sudah termasuk kekerasan dalam rumah tangga. " Kata Elle dengan tidak main-main.
Dan Elle langsung pergi dari hadapan Arsya yang diam mematung.
" Sha apa yang kamu lakukan? " tanya Arsya pada Sha karena kemarin Ella selalu bersama Sha dan ternyata malah di cubit sampai memar?
" Maaf Abang karena kemarin Ella tuh nangis terus. " Kata Sha dengan membela diri dan wajah pura-pura merasa bersalah.
-
" Biarkan Bu Elle untuk pindah rumah dulu dari sini sampai keadaan benar-benar membaik. " Kata psikolog anak dan wanita beserta dengan polisi.
Elle melaporkan tindakan Arsya karena Arsya sudah tega kemarin membawa Ella pergi begitu saja maka Elle membuat langkah ini karena Elle tidak sudi untuk di tindas.
" Baik Pak, Bu. " Kata Arsya dengan pelan.
__ADS_1
Setelah psikolog dan polisi pergi dan di temani Tante Nana dan Dea, Elle membereskan semua barang-barang yang ada di rumah karena sepertinya Elle akan keluar dari rumah dengan waktu yang lama karena semua barang Elle dibawa.
Dan tanpa pamit sedikit pun, Elle langsung pergi dari rumah dengan tatapan Arsya pada Elle tapi Elle tidak peduli.
-
" Itu seriusan si Arsya yang mencubit Ella sampai memar begini Ell? " tanya Tante Nana.
" Nggak tau Tan, kayaknya antara Arsya dan Sha deh karena kemarin pergi sama mereka. " Kata Elle lagi yang kasian dengan lengan Ella yang memar dan pasti sakit.
" Mereka tuh beneran gila ya, bisa-bisanya buat bayi yang nggak tau apa-apa jadi begini. " Kata Dea dengan wajah yang sedih.
-
" Gue pergi ke pasar dulu ya Ell. " Kata Dea sebelum keluar dari rumah untuk pergi ke pasar.
Dan sepanjang perjalanan lancar saja hingga tiba-tiba ada seorang pria yang tergeletak begitu saja di pinggir jalan dan orang-orang mulai berkerumun.
" Ada apa ini? " tanya Dea pada seorang bapak.
" Itu kecelakaan tunggal Neng, luka parah. " Kata bapak itu.
Ini ambulans mana?
Semua orang bingung karena korban yang mulai memejamkan mata.
" Pakai mobil saya aja, tolong bantu angkat. " Kata Dea dengan spontan dan tanpa pikir panjang orang-orang pun langsung membawa korban ke dalam mobil Dea.
-
Makasih ya genks, di eps kemarin yaitu episode 80 ada 19 LIKE šš¤š
Tapi melihat ke Tengah kok author sedih 𤧠LIKE nya nggak rata, coba kalian lihat ya genks... LIKE yang kalian kasih udah rata belum š biar author semangat terus š¤š¤šŖāļø
Author mau tanya nih?
Kalian suka nggak sih apa yang author tulis dan apa yang author sampaikan?
Author menyampaikan, gimana jadi anak korban broken home (Elle)
Author menyampaikan, ketika ***** bisa terlampiaskan tapi tetap saja saat memilih istri, memilih yang baik walaupun diri sendiri masih breng sek (Arsya)
Author menyampaikan, walaupun terlahir dari keluarga yang kaya dan sebagai anak bungsu, tetap saja takdir ini akan menjadi seorang istri, menjadi seorang ibu rumah tangga dan sekolah yang enggak tinggi karena sudah tradisi keluarga (Shaila)
Garis besar dari tiga pemeran utama...
Kalau kalian suka dengan Novel ELLE WEDDING Series ini tolong dukungan ya genks...
Karena dukungan kalian mempengaruhi kelanjutan Novel ini š
Coba cek, VOTE kalian masih ada nggak? kalau masih ada VOTE kasih ke sini genks š kalau nggak ada kasih setangkai mawar aja 19 poin cukup kok... kalau mau kasih secangkir kopi ya silahkan...
Author sedih, karena VOTE yang ada tuh kebanyakan punya author dan hadiah juga author yang kasih š¤§
Berasa udah ngetik, udah up setiap hari terus author sendiri yang kasih poin sama VOTE š
Sedih kan?š¤§
Bantulah author ya genks...
Oh ya follow akun Instagram author elliemcruken_ untuk tau dimana aja author publis Novel dan Novel yang author lagi garap.
__ADS_1