ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Tante Nana


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 20 ~ Tante Nana]


Elle


" Ku menangis membayangkan... " nyanyian Tante Nana di nada itu terus menerus karena tidak ingin lirik lagu nya walaupun begitu Tante Nana masih saja dengan pede menyanyikan dengan berulang-ulang dengan suara cempreng.


Ck, menyebalkan!


" Ku... "


" Tan berisik amat sih! " katanya pada akhirnya karena telinganya sakit mendengarkan suara Tante Nana yang cempreng dan tidak tau tangga nada itu.


" Elah sewot amat Neng. " Kata Tante Nana dan mulai melanjutkan nyanyiannya lagi dengan suara keras dan cemprengnya.


" Huh! sabar-sabar namanya juga orang tua. " Katanya pelan sambil mengelus dadanya.


" Tante dengar loh Ell! apa yang kamu omongin tadi. " Kata Tante Nana dengan berteriak dari arah dapur.


" Telinganya tajam juga. " Katanya dalam hati.


__


" Eh ada Arsyad. " Kata Tante Nana yang terdengar menyebalkan di telinganya.


" Ayok masuk Syad. " Katanya dan mempersilahkan Arsyad masuk ke dalam rukonya itu tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara Tante Nana yang...


" Astogeh! kamu tadi manggil Arsyad dengan namanya aja tanpa embel-embel Abang, Mas dan lain sebagainya? " kata Tante Nana yang heboh dan terlihat berlebihan itu.


Memangnya ada yang salah?


Dan ia hanya mengangguk bingung dan melihat ke arah Arsyad yang terlihat meringis ngeri dengan perkataan Tante Nana.


" Memangnya ada yang salah? " tanyanya lagi dengan nada polos.


" Salah lah kamu tuh jangan temekek (sok tua) manggil nama orang yang usianya lebih tua dari kamu dengan namanya aja tanpa embel-embel apa-apa. " Kata Tante marah padanya dan ia hanya meringis ngeri.


Salah lagi.


Lagian ini bukan pertama kalinya Tante Nana marah padanya right?


" Lagian Arsyad juga nggak protes Tan. " Katanya lagi membela diri.


" Emang begitu Syad? " tanya Tante Nana pada Arsyad dan mengabaikan pembelaannya.


Ish!


" Iya Tan, aku nggak mau memberatkan Elle hanya untuk nama panggilan aja. " Kata Arsyad dengan meringis bingung antara membelanya atau tidak.


" Tuh dengar! Arsyad tuh pengertian banget tau nggak... belum apa-apa aja udah pengertian apalagi jadi doi. " Kata Tante Nana terdengar menyebalkan di telinganya.

__ADS_1


Ish bela aja terus!


" Ayo Abang Arsyad, ikut aku masuk. " Katanya lagi memilih untuk mengakhiri perdebatan ini dengan memangil Arsyad dengan embel-embel Abang dan menarik tangan Arsyad untuk mengikutinya.


" Elle woy! Tante belum selesai ngomong ya! " kata Tante Nana memangilnya tapi ia tidak peduli dan melambaikan tangannya untuk segera menuju ruangannya.


__


" Kok kamu udah di Ibu Kota aja sih Syad. " Katanya memangil nama Arsyad tanpa embel-embel Abang lagi setelah sampai di ruangannya.


" Ish panggil Abang coba neng. " Kata Arsyad terdengar menyebalkan di telinganya.


" Ish, masih kagok (canggung) aku tuh... belum biasa. " Katanya meringis bingung saat tadi Abang Arsyad menyuruh nya memanggil Abang... ehm! Abang euy uhuy!


" Makanya biasain dari sekarang neng. " Kata Abang Arsyad lagi dan ia pun mengangguk mengiyakan.


Karena terpaku dengan panggilan Abang Arsyad padanya... Neng!


" Emang mau apa sih, biasain. " Katanya sewot lagian dia tuh udah seneng dengan menyebut nama Arsyad tanpa embel-embel apapun itu.


---


Siang ini ia, Tante Nana dan Dea makan di restoran di salah satu mall di Ibu Kota dan Arsyad eh maksudnya Abang Arsyad ia pamit pulang ke KL.


Sebenarnya ia merasakan gimana gitu saat Abang Arsyad pamit padanya seperti meminta lebih, tapi ia menghargai usahanya... Mungkin kalau Abang Arsyad datang lebih dulu ia akan langsung menyukai tapi sekarang jalan ceritanya sudah beda dan Abang Arsyad bukalah pemeran utama prianya.


" Woy! Melamun aja. " Kata Dea membuyarkan lamunanku seketika.


" Ish sibuk banget deh De! " gerutunya pelan dan Dea hanya terkekeh melihat wajah sewotnya.


" Ada apa Tan? " tanya Dea mewakilkan perasaannya.


" Tuh lihat, romantis ya. " Kata Tante Nana menoleh pada pasangan suami istri dengan sang suami yang menggandeng istrinya mesra karena sedang hamil besar, eh tunggu sepertinya ia kenal siapa mereka...


" Abang Ars... " katanya pelan saat melihatnya.


" Wih kenal loe Ell. " Kata Dea yang mendengar perkataannya.


Dan ia hanya diam tanpa mau menanggapi.


" Keluarga bahagia ya De. " Kata Tante Nana pada Dea.


Ia langsung membuang muka dan berlalu dari mejanya saat melihat tatapan Abang Ars menuju kearahnya.


" Woy Ell. " Kata Dea tapi ia tidak peduli dan lebih memilih pergi dari sana dan situasi itu.


Merasakan marah tapi tidak berdaya.


___


Ia memutuskan untuk pulang lebih dulu setelah kejadian tadi di mall dan meninggalkan Tante Nana dan Dea yang masih di sana, sebelum menonaktifkan ponselnya ia sempat mengabari Dea agar tidak mencarinya karena ia sudah pulang.


Dan mengabaikan Tante Nana karena ia merasakan akhir-akhir ini Tante Nana begitu menyebalkan.

__ADS_1


Masa kecil Elle...


Ini adalah hari raya lebaran dan sebuah keajaiban atau apalah itu karena Buk'e pulang ke kampung dengan membawa suami barunya itu.


Begitulah faktanya!


Dan selama itu ia hanya diam karena tidak akrab dan dengan Buk'e saja ia tidak akrab.


Entahlah ia bingung dengan situasi keluarganya yang membuatnya tak nyaman.


Bukannya ia tak mau mengenal suami baru Buk'e itu, tapi Buk'e saat menikah dengan suaminya juga tidak meminta ijin kepadanya seperti ia tidak di anggap seperti anaknya.


Maka dari itu ia lebih menyayangi Mbah dari apapun.


Mbah yang nggak pernah marah padanya.


" Ell koe Yo ojo dolanan terus (Ell kamu jangan main terus) " kata Buk'e di suatu siang saat ia baru pulang kerja dan menegurnya.


" Pasti mengadu. " Katanya dalam hati dan memendam semua perkataannya dalam hati saat Buk'e marah padanya.


Tapi ia hanya anak kecil yang belum bisa berbuat banyak, ia berjanji pada suatu hari saat sudah sukses ia akan tinggal sendirian tanpa ada siapapun dan itu membuatnya nyaman... tinggal dengan Buk'e (Ibu kandungnya) sendiri tapi ia di perlakukan dengan tidak adil dan ia hanya bisa diam dan diam dengan tidak berdaya.


Mungkin yang kalian pikirkan, kenapa ia sangat benci dengan Buk'e?


Coba posisikan dirimu di tempatnya.


Saat masih bayi Ayah kandungnya sudah meninggal dan ia sejak bayi di asuh Mbah di Desa hanya tinggal berdua dengan Mbah bahkan Buk'e waktu itu tidak pernah meneleponnya sama sekali sehingga membuat ikatan antara anak dan ibu di antara mereka hilang.


Dan saat ia merasa karena akan menjadi anak tunggal tapi ia salah Buk'e menikah lagi bahkan tanpa bertanya padanya terlebih dahulu dan lebih parahnya suami barunya itu tidak peduli dengannya.


Miris bukan?


Saat ia masuk di bangku sekolah menengah pertama, ia harus menerima nasibnya dengan kondisi Mbah yang terkena stroke yang membuatnya harus melakukan semua hal sendiri dan pada saat itu Buk'e juga berada di Ibu Kota dam masih mengirimkan surat uang tiga ratus ribu perbulan.


Ia masih bisa menerimanya dengan lapang dada karena ia sangat menyayangi Mbah.


Keadaan semakin sulit saat Mbah meninggalkannya untuk selamanya, dan penderitaan di mulai saat ia harus ikut dengan Buk'e untuk tinggal di Ibu Kota karena tidak ada lagi yang bisa ia jadikan sandaran tapi ia mencoba tegar menghadapi hidup.


Dan ia semakin tidak betah saat mengetahui perangi suami baru Buk'e yang ternyata suka memaki saat marah, sungguh kasar untuknya karena selama di Desa ia tidak pernah mendengar kata-kata sekasar itu.


Dan semakin membuatnya dongkol saat suami baru Buk'e itu kalau marah suka membanting barang, tapi ia menekan jiwanya untuk diam dan menerima nasib.


Dan melihat ke arah Buk'e seolah-olah mengatakan...


" Kau adalah Ibu paling buruk di dunia ini. " Dengan tatapan penuh benci dan murka.


•


•


•


•

__ADS_1


Habis baca WAJIB TEKEN LIKE šŸ‘, KOMEN biar aku semangat buat Up.


__ADS_2