
ELLE WEDDING
[Episode 53 ~ Hak Yang Sama]
Arsya
Ia sungguh sangat frustasi sekarang ini, bagaimana tidak frustasi...
Setelah Elle pergi dari rumah yang ia berikan, Elle sungguh sangat sulit untuk di hubungi bahkan saat ia mengirim pesan singkat Elle langsung mem blok nya dan itu membuatnya harus berganti nomor setiap hari karena hanya untuk mengirim pesan saja ke Elle.
Double s h i t!
Ia sedang berada di ruang kerjanya dan melihat rekaman cctv yang ada di rumah itu dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Ia menonton rekaman cctv itu dari mulai Bik Fatma yang tergesa-gesa menyuruh Elle untuk bersembunyi dan akhirnya terlambat karena Sheryl sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah dan melihat keberadaan Elle.
Ia melihat dan mendengar semua ucapan Sheryl yang di lontarkan kepada Elle.
Ia sangat marah kepada kakak iparnya itu.
Kenapa sampai ikut campur dengan urusan rumah tangganya.
Dan bagaimana Sheryl bisa tau?
Pasti Sha yang menceritakannya karena hanya beberapa orang yang tau dan itu bisa di hitung dengan jari.
Ia masih melihat rekaman itu dan ia melihat dan bagaimana Elle melawan Sheryl dengan berteriak dan mengumpat dan tidak membiarkan Sheryl untuk menyela.
Kayak singa juga kalau marah.
Dan kejadian itu terjadi begitu saja dan ia juga melihat dan mendengar bagaimana cara Elle mengusir Sheryl dengan berteriak marah dan terus saja mengumpat.
Benar-benar tipe orang yang nggak sudi di tindas.
Dan setelah Sheryl pergi Elle langsung terlihat duduk termenung dan ia sangat yakin pada saat itu Elle menelfon Tante Nana untuk membawanya pergi dan pada saat itu juga Bik Fatma menelfon nya dan memberitahukan apa yang terjadi.
-
Ia akan menanyakan apa yang terjadi pada Sha, kenapa Sheryl sampai tau padahal di antara kita belum ada obrolan tentang memberitahukan tentang ini kepada keluarga besar.
" Sha? " panggilannya saat ia melihat Sha sedang berada di kamar dan sedang menata lemari.
" Iya Abang. " Kata Sha dan menoleh ke arahnya.
" We need to talk (kita perlu bicara) " katanya dan ia menunjuk sofa yang ada do pojok kamar dan menyuruh Sha untuk duduk berdua di sana.
Ia masih terdiam duduk di atas sofa di samping Sha dengan tangan saling menggenggam.
Ia akan membicarakan tentang hal yang sensitif dan ia harus memilih kata-kata yang baik agar Sha tidak tersinggung karena bagaimanapun ini berawal darinya yang begitu brengsek.
Ia menghela nafas perlahan dan menaruh kedua tangan Sha di depan bibir nya dan mengecup kedua tangan Sha bergantian sambil memejamkan matanya seolah-olah ingin mencari kekuatan.
Ia masih terdiam dan mengumpulkan keberanian untuk bertanya kepada Sha.
Kenapa Sheryl sampai tau soal Elle.
-
" Apa yang kamu rasakan Sha, kamu bahagia kah hidup denganku? " tanyanya setelah daritadi terus saja diam dan pertanyaan itu sontak membuat Sha menatap ke arahnya, sekarang mereka saling tatap dengan raut yang datar dengan pikiran yang berkecamuk berbeda-beda.
__ADS_1
" Kenapa Abang bertanya begitu? Hidup tidak selalu bahagia, kadang ada sedihnya dan apapun yang terjadi harus tetap menjalani dan melewatinya dengan ikhlas. " Kata Sha dengan mata saling memandang dan tangan mereka masih saling bertautan dan ia meremas sebentar tangan Sha sebelum melanjutkan ucapannya.
" Dan apa kamu ikhlas kalau Elle menjadi madu mu Sha? " tanyanya yang sontak membuat mata Sha berkaca-kaca dan ia tau jawabannya apa itu...
Sha masih terdiam dan dengan meremas pelan tangan Sha ia langsung berkata lagi...
" Kalau kamu nggak ikhlas katakan pada Abang yang sejujurnya apa yang ada di perasaan mu Sha, biar Abang tau apa yang kamu inginkan, biar Abang tidak semakin berdosa membuat istri Abang yang shalihah ini semakin terluka karena semua perbuat, semua aib yang telah Abang lakukan, tolong Sha... " Katanya lirih dan sekarang tatapan berubah sendu.
Karena semua ini berawal dari sifat brengseknya.
Bagaimana Sha yang terluka.
Dan bagaimana Elle yang di caci.
" Abang... " kata Sha tercekat.
" Katakan yang sejujurnya Sha, biar Abang tidak salah paham padamu di kemudian hari saat Abang mendengar perkataan orang lain yang sangat berbanding terbalik dengan perkataan mu waktu itu, katakanlah Sha... " katanya semakin lirih dan semakin sendu tatapannya.
" Abang... Sha udah mengatakan kepada Akak Sheryl apa yang terjadi di rumah tangga kita... maafkan Sha, Abang. " Kata Sha yang langsung menangis.
Ia langsung memeluk Sha saat mengatakan itu, ia tidak ingin memarahi Sha karena sudah mengatakan apa yang terjadi pada Sheryl dan berkahir Sheryl yang langsung datang melabrak Elle ke rumah.
Ia tidak bisa marah karena semua itu berawal darinya.
Menyakiti dua wanita sekaligus dan membuat mereka terjebak dan tidak bisa akan keluar lagi.
" Maafkan Abang... " perkataan itu yang selalu terucap saat ia memeluk Sha dengan tangisan yang terus saja terdengar.
Dan didalam hatinya, keduanya anaknya mempunyai hak yang sama walaupun beda Ibu.
Ia harus adil, bagaimana pun caranya.
Ia sangat jengah saat melihat bagaimana adik kembarnya yang selalu saja melamun.
Kalau ditanya...
" Kamu kenapa Sha? "
Maka Sha akan menjawab...
" Aku tidak apa-apa Akak. " Kata Sha dengan senyuman yang di paksakan.
Ah Sha sungguh tidak pandai untuk berbohong makanya ia hanya pura-pura percaya saja karena malas berdebat dengan Sha karena tidak akan di kasih tau juga ada apa yang sebenarnya!
Menyebalkan!
-
Entahlah karena saking terlalu di pendam atau kenapa, Sha menelfon nya pada pagi hari dan itu membuatnya bertanya-tanya...
Ada apa?
Dan ia pun langsung mengangkat telepon dari Sha dan mendengarkan segala keluh kesah Sha, tentang rumah tangga Sha yang di masuki orang ketiga dan berakhir dengan wanita itu mengandung.
Sialan!
Ia marah kepada Sha, bisa-bisa Sha diam saja saat Arsya sudah dengan terang-terangan berkhianat dan tetap di sisi Arsya.
Dasar Arsya brengsek!
" Tapi Akak jangan bilang pada siapapun tentang ini. " Kata Sha.
__ADS_1
What the hell?
(Apa-apa ini?)
Ia tidak bisa diam saja saat adik kembarnya di tindas begitu saja.
Dan dengan marah ia meminta alamat rumah wanita itu pada Sha.
Dan setelah ia desak, akhirnya Sha memberitahukan kepadanya alamat rumah wanita itu.
Dan tanpa pikir panjang ia langsung menuju alamat rumah wanita itu dan siap untuk melabrak dan memaki.
Berani-beraninya dia!
-
Ia masih berada di dalam mobil yang di parkiran di pinggir jalan dan menatap rumah di depan.
Ia tau kalau rumah itu adalah salah satu aset perumahan Othoman.
Ia sudah tau betapa kayanya adik iparnya itu dan ia tidak heran kalau selingkuhan nya di tampung di perumahan elit.
Ia dengan langkah lebar masuk kedalam halal rumah itu dan setelah sampai di depan pintu langsung mengetuk pintu dengan tidak sabaran.
Tok tok tok tok tok tok!
Seperti itu berulang kali, hingga seorang asisten rumah tangga paruh baya itu membuka pintu.
Bahkan selingkuhan saja memakai asisten rumah tangga tapi istri sah nya saja membereskan rumah sendiri.
Benar-benar sialan!
Tanpa di persilahkan masuk ia pun langsung masuk ke dalam dengan asisten rumah tangga yang berlari mendahului nya masuk kedalam rumah dan ia sangat mendengar dengan jelas saat asisten rumah tangga itu mengatakan...
" Neng Elle sembunyi dulu. "
Tapi ia dengan langkah lebar langsung menghentikan itu dan langsung memaki wanita yang bernama Elle itu.
Saat ia akan memaki lagi wanita itu langsung balik marah padanya dan bahkan berteriak, membentak dan mengumpat pada dirinya.
Ia tidak percaya dengan wanita yang ada di hadapannya ini.
Walaupun dengan perut besar karena hamil masih punya tenaga untuk melawan seperti ini.
Ia yakin kalau di adalah tipe-tipe wanita yang tidak sudi di tindas.
Dan setelah memaki nya wanita itu langsung menyuruh asisten rumah tangga itu untuk mengusir nya dari dalam rumah dan langsung berbalik memunggungi nya.
Dan ia melihat punggung wanita itu dan mengatakan dalam hati.
" Sha mempunyai rival yang sulit. "
-
*Seru nggak sih?
Kalau seru kasih vote kalian kesini 😌
Tadi ada yang komen minta double up, ya udah aku double, tuh kan! aku aja loyal buat up masa kalian nggak loyal juga sih? (curhat)
Jadilah simbolis mutualisme (saling membutuhkan) aku butuh vote kalian, kalian juga mau baca novel aku🤗*
__ADS_1