
ELLE WEDDING
[Episode 44 ~ Baby Boy]
Shaila
Ia sedang berada di rumah dengan Arsy dan Abang Ars tadi sudah berangkat kerja jadi ia hanya berdua dengan baby boy nya ini.
" Kenapa sayang hm? " katanya pada baby Arsy yang terlihat begitu menggemaskan.
Ia memutuskan untuk tidak lagi memikirkan soal Elle atas kesepakatan nya dengan Abang Ars.
Abang Ars mengatakan padanya kalau dia sudah tidak mencari Elle lagi dan hanya mengandalkan takdir antara mereka berdua dan lihat bagaimana nantinya.
Ia lebih memikirkan baby boy nya ini yang sekarang tumbuh sangat menggemaskan.
" Kamu mau ***** iya sayang? " tanyanya dengan suara kecil dan ia sangat suka dengan ekspresi baby boy yang menggemaskan itu.
Ia selalu saja mengabadikan momen ini dengan memotret dan juga membuat video agar saat baby boy sudah besar nanti bisa melihat bagaimana lucunya dia waktu masih kecil.
Arsya
Setelah capek seharian bekerja di kantor ia langsung pulang dan si sambut oleh Sha dan juga baby boy yang terlihat menggemaskan ini.
Dan dengan segera ia langsung mandi karena ia baru dari luar dan tidak boleh menyentuh baby boy.
Ia sedang makan malam bertiga dengan terdengar celotehan baby boy ini.
Dan ia tersenyum melihat keluarga kecilnya ini.
Walaupun ia banyak melakukan kesalahan, Sha selalu berada di sampingnya karena dia tidak ingin baby boy tumbuh kekurangan kasih sayang Daddy nya.
--
Ia melihat baby boy yang sudah terlelap di box bayi dan sekarang adalah saat yang tepat untuk menuntaskan hasrat nya karena dari tadi selalu saja on fire dan ingin segera menerjang Sha tapi ia sadar kalau masih ada baby boy yang belum tertidur dan ia harus bersabar sedikit lagi.
" Sha. " Panggilannya dengan suara deep voice (suara yang dalam) dan seolah mengerti Sha hanya terletang dan membiarkan ia melakukan apa yang ia pikirkan daritadi.
Ini hampir saja dini hari tapi ia belum juga melepaskan Sha karena ia terus saja meminta dan belum ingin menyudahi kenikmatan ini.
Tapi setelah melihat wajah kelelahan Sha ia pun segera mengakhiri nya dengan mengecup kening Sha dan menutupi tubuh mereka yang polos dengan selimut yang ada dan segera mendekap Sha dengan mesra.
__ADS_1
Entah berapa lama ia tertidur tapi sepertinya hanya sebentar karena ia merasakan Sha membangunkan nya pelan dengan menepuk bahunya dan itu langsung membuatnya tersadar.
" Iya Sha. " Katanya dengan setengah mengantuk.
Oh ia mengerti sekarang baby boy terbangun karena haus dan dengan memakai celana yang ada di bawah ia langsung menunju box bayi dan segera menggendong baby boy untuk mendapatkan asi.
Ia juga tidak lupa dengan kebiasaan nya ini, mendekap Sha dari belakang saat sedang menyusui dan membiarkan Sha bersandar padanya.
Walaupun tadi ia sempat masih mengantuk tapi setelah mendengar suara tangisan baby boy, ngatuk nya sudah tidak ada lagi.
Bahkan ia sekarang on fire lagi untuk melakukan hubungan suami-istri dengan Sha karena saat menyusui seperti ini tangan nya akan mengelus gunung yang satunya lagi dan me re mas nya pelan.
Kata Sha ia akan lebih rileks saat menyusui kalau ia melakukan itu dan ia pun dengan senang hati melakukan nya.
--
Ia hari ini tidak bekerja karena dari seminggu ini selalu pulang malam dan tidak banyak waktu untuk keluarga kecilnya maka hari ini ia memutuskan untuk libur dan juga tidur sampai jam sebelas siang karena begadang tadi malam dan juga pagi ini.
Ia turun dengan muka bantal nya dan mencari sekeliling rumah, mencari ada di manakah baby boy dan juga Sha.
" Sha? " panggilannya dengan menuruni tangga dengan celana tidur panjangnya sampai batas mata kaki dan bertelanjang dada dan dengan seperti ini dada bidang dan roti sobeknya terpampang dengan jelas.
" Sha? " panggilannya lagi karena daritadi tidak mendapatkan jawaban.
Lalu dengan kaki dan langkah lebar nya ia menuju ke ruang menonton dan melihat baby boy yang sedang tertidur dengan mendengarkan alunan lembut bacaan surat-surat suci dengan Sha yang menonton televisi dengan volume kecil.
-
Ia sedang berbaring polos di depan televisi dengan Sha yang lemas di dalam dekapannya dengan keringat di sekujur tubuh dan juga nafas yang membara.
Setelah melihat baby boy yang tertidur dan Sha yang sangat menggoda nya ia langsung menerjang Sha saat itu juga di ruang menonton.
" Sha capek Abang. " Kata Sha dengan manja dan ia hanya terus saja mengecupi kening Sha dengan sayang seakan-akan mengatakan... I Love You
Dan ia juga semakin tersenyum lebar saat merasakan Sha semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajah di dada bidangnya.
" Sha kamu mandi dulu, apa Abang dulu? Mumpung baby boy masih tidur jadi kita bisa berganti menjaga nya. " Katanya saat terdiam beberapa saat dan setelah tenaga terkumpul ia pun segera menyuruh Sha untuk mandi.
" Sha dulu, tapi gendong. " Ucap Sha dengan manja dan tanpa pikir panjang ia pun segera menggendong Sha menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dahulu sedangkan ia lebih memilih duduk di sofa sambil menunggu Sha selesai.
" Abang Sha udah selesai. " Kata Sha setelah tiga puluh menit kemudian Sha menghampiri nya dengan rambut basah dan berpakaian lengkap.
Dan tanpa pikir panjang ia pun segera membersihkan diri.
__ADS_1
Setelah selesai mandi ia sekarang sedang makan siang yang ke sore an tapi tidak apa-apa lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
" Mau pergi keluar nggak Sha? " tanyanya pada Sha yang sekarang sedang bersandar di dada bidangnya dengan menonton kartun dan baby boy juga berada di sebelah sisi dengan celotehan khas bayi.
" Enaknya kemana ya bang? " kata Sha sambil berfikir dan ia pun bingung ingin kemana.
" Tapi di rumah aja lah malas keluar. " Kata Sha lagi setelah memikirkan beberapa hal.
" Di rumah aja bang, kita berenang berdua. " Kata Sha lagi dan setelah memikirkan memang benar sebaiknya ia berenang dan quality time bertiga dengan keluarga kecilnya.
--
Bukan dengan baby boy kita berenang tapi hanya berdua saja karena sebelum berenang tadi, Umi dan Abi datang untuk membawa baby boy ikut ke pengajian yang dekat dari rumah yang terbatas karena sedang ada wabah.
Dan ia pun mengijikan baby boy di bawa dan dengan seperti ini ia bisa melakukan hal-hal yang belum pernah di lakukan bersama Sha.
Melakukan hubungan suami-istri di dalam air misalnya?
Karena ia belum pernah mencoba nya karena selama ini ia melakukan nya di atas ranjang dengan cepat karena takut baby boy terbangun saat ia belum selesai dengan hasrat nya dan bisa dipastikan se pusing apa dirinya.
" Abang ih, Sha kan mau berenang. " Kata Sha dengan sebal tapi di telinganya seperti ajakan untuk melakukan....
" Udah berenang nya nanti aja Sha, Abang lagi manggung ini. " Katanya pada Sha dan menarik Sha merapat ke arah nya dan ia bisa melihat ekspresi Sha yang terkejut.
" Ih Abang mah, kan tadi udah di depan televisi. " Kata Sha yang tidak habis pikir dengan hasrat nya yang seluruh saja on fire kalau ada kesempatan.
Dan tanpa membuang kesempatan ia pun langsung melakukan nya di dalam kolam renang dengan Sha yang pasrah di dalam kungkungan nya dan ia sangat yakin kalau ini tidak akan berkahir dengan sebentar.
Elle
Di belahan bumi lainnya ada seorang wanita yang tiba-tiba saja muntah karena habis makan siang.
Ini sebenarnya tidak pernah terjadi selama kehamilan nya yang ke lima bulan tapi entah apa yang terjadi hingga ia muntah-muntah lagi.
Dan setelah mengeluarkan isi perut nya dan sekarang ia lemas di samping kolam renang dan menyandarkan tubuhnya di tembok yang ada di sana.
Tapi saat melihat kolam renang ia menjadi muntah-muntah lagi dan segera berlari ke kamar mandi.
Ia melirik kolam renang membuat perut nya bergejolak dan muntah lagi.
" Jadilah anak yang baik sayang. " Katanya sambil menyadarkan badannya di tembok yang ada di kamar mandi dan ia masih lemas setelah muntah-muntah tadi.
-
__ADS_1
Aku membutuhkan 3 cangkir kopi kan triple up š¤£