
ELLE WEDDING
[Episode 19 ~ Perasaan Terlarang]
Elle
Ia melamun, ia sering melamun akhir-akhir ini.
" Karma mulai datang tuh. " Kata Tante Nana terdengar di telinganya seperti menyindir padahal ia lihat dari sudut matanya kalau Tante Nana sedang menonton sinetron azab.
Ah menyebalkan!
" Bener Tan. " Kata Dea dengan mata tidak lepas dari layar televisi itu.
" Aku kok kesel sekali ya Tan sama tuh jalan cerita. " Decak Dea dengan jengkel.
" Ya kalau nggak suka jangan di tonton pe'a! (Bodoh!)" katanya dengan santai sambil memakan chetos dengan lahap.
" Kalau nggak di tonton nanggung, kalau lagi enak-enak nya ke gantung kan nggak asek! " kata Dea dengan nada yang entah menuju kemana terdengar ambigu di telinganya.
" Eh lihat tuh De! " kata Tante Nana dengan heboh saat melihat isteri pertama lagi bertengkar dengan isteri kedua.
" Ish kesel kali aku Tan! " kata Dea tak kalah heboh saat melihat isteri kedua yang mendorong isteri pertama ke dalam kolam renang.
" Ish berani juga ya dia! " kata Dea yang di maksud dia adalah isteri kedua.
" Ya berani lah, nggak lihat noh... muka isteri pertama sama kedua! muka-muka orang judes yang nggak sudi di tindas tapi cintanya picek (buta) " kata Tante Nana dengan muka serius sambil mengemil rempeyek.
" Iya bener Tan, itu beneran cinta buta mau aja di duain kalau aku mah ogah! Masih banyak cowo, berondong juga nggak masalah. " Kata Dea dengan nada ngawur dan semakin nggak jelas.
" Tuh-tuh lihat De! " kata Tante Nana dengan heboh saat melihat isteri pertama gantian mendorong isteri kedua ke kolam renang.
" Wah jadi nya satu sama Tan, sama-sama di jeburin ke kolam renang. " Kata Dea lagi dengan mengomentari jalan cerita sinetron itu.
" Tante bilang apa De, mereka tuh muka-muka nggak sudi buat di tindas... Tante bingung itu yang jadi suami nya nggak pusing apa lihat isteri pertama dan kedua bertengkar terus kayak anjing sama kucing, nggak pernah akur... Kok bisa ya itu yang jadi cowo mau nikahi dua-duanya " Kata Tante Nana dengan heboh.
Ah menyebalkan!
" Namanya juga sinetron. " Katanya dengan santai menanggapi setelah daritadi diam karena obrolan di dominasi Tante Nana dan Dea.
Tapi komentarnya di abaikan!
Sialan!
" Laki nya tajir Tan, nggak penting juga sama muka, muka mah nomor kesekian kalinya yang penting banyak duitnya.. nggak lihat tuh rumah nya segede ono! " kata Dea lagi.
" Tajir buat apa De, kalau tukang selingkuh! Mendingan sederhana tapi bahagia home sweet home (rumah ku surga ku) " kata Tante Nana yang semakin masuk ke dalam cerita sinetron azab itu.
" Iya bener Tan, dih amit-amit itu mah bukan cinta tapi matre. " Kata Dea lagi.
" Lagian itu mereka ribut juga bukan karena cinta suaminya, ribut karena takut jatah kurang, jatah duit bulanan. " Kata Tante Nana dengan sinis.
Kok ia merasakan seperti tersindir ya?
__ADS_1
" Wih pada saling ngancem tuh Tan. " Kata Dea lagi saat melihat isteri pertama sedang mengejek isteri kedua dengan kata-kata...
" Kamu tuh cuma selir. "
Kata istri pertama dengan nada mengejek dan merendahkan.
" Wah-wah di jambak De, benar-benar berani tuh isteri kedua! Dikatain simpanan langsung beraksi dengan menjambak, padahal mah fakta! " kata Tante Nana.
Sekarang ia yakin kalau main sinetron Tante Nana akan cocok dengan peran suka mengompori.
" Wis keren Tan. " Heboh Dea sangat isteri kedua menjambak isteri pertama sambil mendongakkan kepalanya ke atas lalu mengatakan...
" Gue emang selir, tapi gue nggak takut sama loe! kita tuh sama, sama-sama seorang selir. "
Kata istri kedua dengan nada mengejek.
" Ini pemerannya bukan kaleng-kaleng semua De, Tante lebih suka yang kayak gini... daripada lihat pelakor akting seakan-akan teraniaya padahal mah pura-pura... nanti setelah itu isteri sah di marahin suaminya, lalu suaminya nolongin pelakor! Ih sebel banget kalau udah begitu. " Kata Tante Nana yang semakin lama ia yakin kalau Tante Nana kebanyakan nonton sinetron.
" Karma akan datang pada saat yang tepat Tan, nanti nggak lama si pria tukang selingkuh bakal bangkrut kalau nggak kecelakaan. " Kata Dea yang semakin lama semakin suka sinetron azab karena sering menemani Tante Nana nonton.
" Iya bener de, karma selalu ada! " kata Tante Nana melirik ke arahnya dan dia ikut menatap Tante Nana tapi Tante Nana membuang muka lebih dulu.
Sialan gue di sindir!
Arsya
" Abang harus menyudahi perasan Abang sama Elle. " Kata Sha saat mereka menonton telivisi bersama.
" Abang akan berusaha Sha! " kata Arsya pusing.
Begini rasanya cinta?
" Abang akan berusaha. " Katanya lagi sambil memeluk Sha dengan erat dan menciumi puncak kepalanya Sha.
Namun jawabnya itu membuat Sha semakin terisak dan menangis...
" Bukan jawaban seperti itu yang mau Sha denger Abang. "
Elle
" Beneran tajir kamu mah, bolak balik KL - Ibu Kota. " Katanya saat berada di cafe di depan rukonya.
" Ya seperti itulah. " Kata Arsyad seperti mengiyakan dan seperti menolak.
" Emang ada kerjaan apa lagi di Ibu Kota sih? " tanyanya lagi karena waktu pertama kali ketemu sama Arsyad karena Arsyad lagi ada pekerjaan di Ibu Kota, lalu sekarang karena apa?
" Nggak ada! Cuma lagi mengejar cinta. " Kata Arsyad lagi dengan senyuman tipis.
" Elah, kok kamu ngomong cinta aku jadi gimana gitu... " ejekannya karena itu bukalah Arsyad kalau ngomongin cinta melulu.
" Elah! di gombalin dikit aja kagak ngerti kamu tuh! " kata Arsyad dengan sewot dan itu membuatnya terkekeh.
Arsyad
" Kusut amat bang! " katanya basa-basi dengan Abang Arsya.
__ADS_1
" Ck, ngagetin aja sih Syad! " gerutu Abang Ars yang di balas dengan kekehan aja.
" Udah balik loe? nggak di Ibu Kota lagi? " tanya Abang Ars yang tau kalau akhir-akhir ini adik nya itu suka ke Ibu Kota.
Entah apa yang sedang di lakukan nya kali ini.
" Pokoknya nanti bolak-balik aku lah, jangan sampai heran ya. " Katanya dengan tertawa dan enggan menjelaskan lebih detail.
Dan Abang Ars hanya tersenyum sambil mengejek dan seakan-akan mengatakan...
" Pasti masalah cewe. "
Dea
Ia sedang menonton sinetron azab dengan Tante Nana.
Bukannya ia tidak tau kalau Tante Nana sedari tadi terus menyindir Elle.
Sebenarnya ia kasihan dengan Elle, memang Elle jatuh cinta tapi cintanya itu cinta (picek),tapi kalau hanya melakukan akting dengan Tante Nana soal mengomentari jalan cerita sinetron azab bisa membuat Elle sadar kenapa tidak?
Ia melihat dari sudut matanya kalau Elle menggerutu karena ia dan Tante Nana heboh melihat jalan cerita sinetron azab.
Tapi setelah melihat nya seru juga, seperti spot jantung.
Dag dig dug karena di selingkuhi dan juga di duakan.
Elle
Ia sedang duduk sendirian di taman yang tidak jauh dari rumahnya.
Ia hanya duduk dan dan termenung mengingat masa kecilnya bersama Mbah (Nenek) di desa yang sangat terkesan sederhana, bukan sederhana lagi tapi terkesan pas-pasan.
Bahkan bisa diingat dengan jari kapan ia makan dengan daging.
Karena dulu Buk'e hanya mengirimkan uang tiga ratus ribu perbulan membuat nya harus hemat, benar-benar hemat.
Bayangkan tiga ratus ribu perbulan, di saat itu ia masih duduk di sekolah menengah pertama, yang pasti di umur segitu masih suka jajan yang banyak seperti teman main nya, tapi karena keadaan ia harus menghemat bahkan untuk jajan saja harus memikirkan dulu, dan itu membuat nya kadang jajan tiga hari sekali bahkan lebih.
Masih sangat belia, dan dengan uang tiga ratus ribu itu masih harus di bagi membayar listrik, dan bumbu dapur serta lauk nya.
Dan untuk sayur bisa memetik punya tetangga.
Sungguh kehidupan yang sebar kurang.
Makanya dulu saat ia masih kecil ia sangat kurus dan hitam dan sering di ejek dengan panggilan... kopi saking hitam nya.
Kadang dulu sempat ia berfikir, untuk kerja dan membawa Mbah ikut bersama nya karena ia sungguh merasakan Buk'e sungguh pelit kepadanya.
Dan saat ia memiliki uang dan tabungan yang cukup Mbah nya sudah meninggal tanpa merasakan uang hasil kerja kerasnya, kerja keras untuk Mbah agar merasakan hidup lebih baik walaupun cuma berdua.
•
•
•
__ADS_1
•
Habis baca WAJIB TEKEN LIKE, KOMEN biar aku semangat buat Up :>