
...Extra Part...
...-...
...Aku Melepaskanmu but, I Love You...
...-...
...-...
...[Dia Suamiku]...
Mas! Mas Pras! Mas... " ucap Ella dan dengan seketika Pras melihat ke arah Ella dengan bingung dan itu membuat Ella berdecak dengan kesal, apanya mau membalas budi.
" Mas kamu aku cari juga! Masa aku di larang masuk! " ucap Ella dengan drama dan memeluk Pras dengan kencang.
Ha?
" Kenapa anak ini berada di club? " ucap Pras dalam hati karena kalau di lihat penampilan Ella seperti gadis baik-baik lebih tepatnya gadis yang suka hanya di rumah.
" Mas... " rengek Ella lagi dan mendongakkan kepalanya melihat ke atas dan menatap langsung mata Pras yang ternyata sedang menatap Ella.
" Dia calon istri saya Pak. " Ucap Pras pada akhirnya dan bisa dilihat kalau penjaga yang mencegat Ella tampak kaget karena mereka adalah pasangan yang unik.
Tapi biarkanlah pikiran penjaga tadi karena Ella kesini untuk menyusul Arsy yang katanya berada di Club yang tidak pernah Arsy datangi dan entah apa yang terjadi, Arsy malah datang kesini padahal dengan ketiga adiknya, Arsy selalu protektif jangan sampai salah berteman dan apapun itu.
Tapi Arsy malah melenceng begini.
Flashback
" Jadi ini? Alasan Abang nggak pulang kerumah dan membuat Sha khawatir karena sudah ada Elle, iya? " ucap Sha dengan mata berkaca-kaca dan menatap ke arah Elle dengan penuh permusuhan.
Arsya menghela nafas lelah dan enggan menjelaskan pada Sha karena memang itu kenyataan dan walupun bukan seperti itu kenyataan Sha tidak mau mendengar penjelasan apapun karena terlanjur cemburu buta.
Cemburu kepada Elle.
__ADS_1
Marah, karena setelah Arsya menghabiskan malam yang panjang dengan Elle sebelum perpisahan dan semenjak itu Arsya tidak pernah melakukan kewajibannya seorang suami kepada Sha.
Tidak ada nafkah biologis lagi semenjak itu dan semenjak itu pula hubungan Arsya dan Sha hambar seperti sudah terputus tapi tetap saja di ikat dengan kuat agar tidak putus tapi kalau memasak akan menyakiti banyak pihak karena tidak ada kebahagiaan.
Yang ada hanya kebohongan belaka.
Bukannya menjawab perkataan Sha, Arsya lebih memilih mengatakan...
" Dek kamu pulang aja, Abang mau istirahat dulu. " Ucap Arsya dengan tenang dan itu membuat Sha memejamkan mata seketika karena merasakan kesal dan Elle hanya mengangguk mengiyakan saja.
Sebelum Elle beranjak pergi tiba-tiba saja suara Sha terdengar dengan lirih dan penuh dengan kemarahan mengatakan...
" Kau sekarang puas Ell? Abang benar-benar menyukaimu dan sekarang Abang mengabaikan ku, itu yang kamu mau dari dulu kan Ell? Dasar perebut suami orang! " ucap Sha yang membuat Elle menghela nafas lelah.
Kenapa cinta segitiga ini tidak ada ujungnya, selalu berputar-putar.
" Apa yang harus membuat aku puas? Kenikmatan duniawi? Atau apa hah? " ucap Elle sarkas!
" Aku hanya di sentuh dua kali sama Abang, pertama saat tragedi yang merenggut kesucian ku dan kedua saat setelah delapan belas tahun Abang baru menyentuh ku, aku tidak pernah protes karena apa? Karena cinta bukan tentang soal kenikmatan tapi soal ketulusan! Kau baru tidak di sentuh selama enam bulan sudah semarah ini, apalagi aku hah! Delapan belas tahun hanya di sentuh sekali karena dulu aku masih menghargai mu karena aku tau kamu cemburu... tapi sekarang apa Sha? Kau menuduh ku merebut suamimu padahal jelas-jelas aku dan Abang sudah berpisah dan soal kau yang tidak di sentuh bukan urusanku, tidakkah kau malu Sha? Ada Arsy disini, tidakkah kau malu pada Arsy? Luka Abang masih belum sembuh dan kau mau menambah luka di hati, setidaknya lihatlah kondisinya dulu... Dan untuk Abang, sudah cukup sampai di sini kalau mau bertemu dengan Ella langsung hubungi Ella karena Ella sudah besar untuk bertemu Abang sendiri. " Ucap Elle yang berkata panjang lebar dan segera pergi dari sana dan mencapai gagang pintu tiba-tiba saja suara Sha dan terdengar mengatakan...
" Semua itu gegara kamu Elle. " Ucap Sha lagi dan enggan disalahkan dan Elle memejamkan matanya mendengar suara Sha yang terus saja menyulut emosinya.
Apa Elle terlihat murahan!
" Aku tau Sha, tidak kah kamu mendengar apa yang sudah aku katakan? Cukup sampai disini... Aku tidak peduli tentang kamu ataupun Abang... Aku tau kalau Abang adalah suami mu seorang, aku sadar dan tau diri! Sudah puas? " ucap Elle dengan menekan emosi nya sendiri, sungguh Elle rasakan ingin membanting semua barang tapi Elle menahannya karena ini masih di rumah sakit.
" Sudah cukup Sha, kamu keterlaluan! Elle sekarang pulang, Arsy antarkan Ibuk pulang kerumah dan Sha kita perlu berbicara berdua. " Ucap Arsya dengan marah, sudah selama ini Sha egois, sudah cukup!
Dan tanpa di perintahkan dua kali, Arsy keluar dari ruangan Daddy nya dengan merangkul pundak sang Ibuk yang sedari tadi terdiam dengan mata yang berkaca-kaca dan membiarkan sang Mommy dan Daddy berbicara berdua.
Arsy sangat pusing dengan keadaan ketiga orang tuanya, cinta segitiga yang tidak ada ujungnya.
Flashback off
-
__ADS_1
-
-
-
-
-
" Beginikah balasan Abang untuk Sha? " ucap Sha saat pintu kamar perawatan Arsya tertutup dan di susul dengan suara langkah kaki Arsy dan Elle yang pergi menjauh dan masih terdiam hingga Sha mengatakan perasaan yang paling dalam.
" Balasan Abang sudah setimpal Sha, bukankah kamu terlalu serakah Sha? Elle bertahan hingga bertahun-tahun hanya untuk Ella dan anak-anak begitu juga dengan Abang, lalu kamu bertahan selama bertahun-tahun demi apa Sha? Demi keegoisan kamu sendiri hm? Setelah semua apa yang sudah apa yang Abang korbankan dan lakukan, masih bisa kamu bertanya seperti itu Sha... Tidakkah ada hati nurani mu sekali sedikit saja Sha? " ucap Arsya dengan nada tidak percaya karena perkataan Sha yang seolah-olah selama bertahun-tahun tidak ada yang Arsya korbankan dan ikhlaskan.
" Ya memang aku serakah! Sha serakah! Tidak bisakah hanya mencintai Sha saja, tidak bisakah Abang! Kenapa mencintai Abang sungguh sulit dan menyakitkan! " ucap dengan tersedu-sedu.
" Bukankah waktu itu Abang bilang, kalau Abang akan melepaskan kamu kalau kamu sudah tidak kuat tapi kamu menolak dan memaksa kehendak dan tetap berada di sisi Abang dan saat kamu tersakiti kamu menyalahkan Abang, bukankah Abang juga tersakiti disini hm? Kamu, Abang dan Elle sama menderita karena apa? Karena cinta segitiga ini tidak ada ujungnya... Lepaskan Abang, seperti Abang melepaskan Elle... Cinta memang menyakitkan, lebih menyakitkan untuk Abang dan Elle, kami saling mencintai tapi tidak bisa bersama karena ada kamu di antara kita, tidakkah kamu sadar Sha? Kalau Abang adalah Arsya bukan Arsyen, tidakkah kamu mengerti Sha? " ucap Arsya dan membuat Sha menggelengkan kepalanya.
" Aku adalah Arsya dan bukan Arsyen, Arsyen sudah lama meninggal karena kecelakaan... tapi semenjak itu kamu selalu menyebut nama Arsyen, siapa sebenarnya Arsyen Sha? Dia yang mengambil kesucian mu? Benarkan? " ucap Arsya yang tau semuanya tapi memilih diam karena Arsya memikirkan anak-anak juga.
" Apa yang Abang katakan? Ini masalah antara kita berdua, Arsyen sudah lama meninggal... " ucap Sha terpotong karena keburu Arsya menyela dan mengatakan...
" Dan sudah lama juga Arsyen selalu ada dipikiran mu, Abang tau kalau semua yang kamu rasakan kepada Abang bukan cinta karena semua cintamu hanya untuk Arsyen. " Ucap Arsya lagi.
" Cukup Abang! " ucap Sha lalu pergi dari ruang perawatan Arsya dengan air mata yang terus saja berjatuhan dan mengatakan... Arsyen.
Hingga Sha lelah berjalan hingga Sha terduduk di bawah bangku taman rumah sakit dan menumbuhkan kepalanya di bangku kursi dan menangis tanpa suara dan mengingat ucapan Arsya...
" Ini adalah aku, Arsya bukan Arsyen. "
Kenapa hati ini rasanya sedih?
-
To be continued
__ADS_1
Akan ada 1 bab lagi yang akan author up nanti sore...
LIKE nya ratain genks, masa mau ending LIKE nya malah menurun! huh! jangan biarkan hati author yang rapuh ini jadi tambah sedih hiks :(