ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Shaila Know???


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[ Episode 11 ~ Shaila Know???]


Shaila


" Abang ada yang nelfon. " Kata nya sambil memanggil Arsya yang sedang mandi.


" Angkat aja Sha, siapa tau ada yang penting. " Kata Arsya sambil berteriak dari dalam kamar mandi dan ia menjawab nya.


" Iya nanti saya akan kasih tau ke Abang ya. " Katanya saat setelah sebelum nya mengucapkan salam dan menjawab telfon di ponsel Arsya yang ternyata yang menelfon adalah adiknya Arsya yaitu Arsyad.


Setelah mengatakan apa yang ingin di ucapkan Arysad langsung mematikan sambungan telepon nya setelah mengucapkan salam.


Dan saat ia akan meletakkan ponsel Arsya di atas meja di depan lampu tidur ia tidak sengaja melihat ada pesan yang tiba-tiba masuk.


[Ting ~ pesan masuk]


Elle ON : Sayang, sayang pala loe peyang ๐Ÿ˜Œ


Isi pesan singkat itu yang membuat nya mengerutkan keningnya dan lebih memilih men scroll layar ponsel ke atas untuk membaca pesan sebelum nya sebelum membalas pesan Elle.


Dan setelah men scroll pesan sampai ke atas ia menemukan chat yang...


" Jangan lupa sholat lima waktu sayang "


Baca nya yang sukses membuat hati nya begitu sakit.


Bisakah ia melewati cobaan rumah tangga nya?


Elle


" Eh kapan-kapan kamu ke Malay ya. " Kata Arsyad beberapa hari yang lalu.


" Akan aku pikirkan. " Kata nya pada akhirnya karena ia tidak tau bisa pergi ke sana atau tidak.


" De, sekarang Ell udah on the way (dalam pelajaran). " Kata Tante Nana yang terdengar sangat menyebalkan di telinga nya.


" Oh ya? kalau itu beneran terjadi harus makan-makan donk. " Kata Dea ikut mengompori.


" Makan-makan, nih makan. " Kata nya sewot sambil meyumpalkan bakwan ke mulut Dea supaya tidak nyerocos terus.


" He..i.. pelan-pelan. " Kata Dea dengan mulut penuh dan berbicara perlahan.


" Nih ayok, makan-makan nggak usah nunggu yang nggak pasti. " Katanya sambil menaruh bungkusan nasi Padang di atas meja yang baru saja di antarkan ojol.


" Cie yang mulai berharap. " Kata Dea langsung membuka bungkusan nasi Padang.


Mana mungkin Dea menolak!


Apalagi free (gratis)!


" Hei berdoa dulu. " Kata Tante Nana sambil menepuk pelan pundak Dea yang membuat Dea tersedak seketika.


" Makanya makan pelan-pelan kayak nggak pernah makan aja. " Kata nya terkekeh dan malah terus melanjutkan makan dengan enak sedangkan Dea masih minum di bantu Tante Nana.


" Ish padahal Tante nepuk nya pelan loh De, kok ya sampai tersedak begitu. " Kata Tante Nana setelah berhasil membantu meredakan batuk Dea.


" Nama juga kaget Tan, reflek nya ya langsung tersedak dan batuk deh. " Kata Dea sambil menyuapkan rendang ke dalam mulut nya sekarang makan nya sudah elegan.


" Elah ngeles loh. " Kata nya dengan membantah.


" Wlekkk biarin! " kata Dea sambil menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


" Udah-udah makan dulu, nanti Tante mau ngobrol sama kamu Ell. " Kata Tante Nana dengan mata yang terlihat menggoda itu.


" Ish pasti mau ngomongin Arsyad deh. " Kata nya dalam hati.


" Hmmmmm. " Jawab nya malas dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.


ย 


[Suara kodok ~ pesan masuk]


AbangArsyaOn : Hei nanti tanggal 1 September 20xx jadi ketemu di KL (Kuala Lumpur) kah?


Arsyad : Hei Elle, gimana? Udah mikirin tawaran aku buat ke Malay? Nanti aku bakal jadi tour guide (pemandu tour) pribadi mu kalau kamu jadi kesini๐Ÿ˜‰


Chat dari dua orang yang berbeda tapi mempunyai tujuan yang sama.


Yang membuat nya menghela nafas perlahan.


Dan menjawab nya satu-persatu.


" Iya nanti kalau jadi aku bakal ke sana sesuai dengan agenda di kantor "


" Ish nanti ku kabarin lagi, itu emot genit amat sih๐Ÿ˜’ "


Setelah menjawab pesan satu-persatu ia pun meletakkan ponsel nya di atas meja dan menoleh ke belakang...


Shit!


" Tante, ngapain sih ngintip kan jadi kaget. " Kata nya sewot.


" Siapa yang ngintip? Tante tuh nggak sengaja lihat ya! " kata Tante Nana beralasan tapi yah...


" Pasti juga udah lihat kan? " tanya nya lagi.


" Iya, hehehe. " Kata Tante Nana dengan senyuman canggung nya.


" Ya kan kamu balas nya di ruang terbuka, pas Tante lewat nggak sengaja lihat deh. " Kata Tante Nana tidak mau salah.


" Au ah Tante mah. " Jawab nya malas lalu berdiri dan menuju ke dapur untuk membuat minum karena berbicara dengan Tante Nana membuat nya harus ekstra sabar.


" Eh Ell. " Kata Tante Nana mengikuti ku sampai dapur.


" Kenapa sih Tan? jangan bilang kangen ya, karena ini aku bukan Paman. " Kata nya mencoba untuk bercanda tapi ternyata garing, se garing kisah percintaan nya eyaaa!!


" Garing Ell. " Kata Tante Nana malas.


" Tante mau tanya sama kamu? " kata Tante Nana langsung tanpa bertanya...


" Apakah aku mau di tanya apa tidak? Yeah ciri khas Tante Nana sekali "


Sebelum Tante membuka mulut nya sudah ada telepon yang berbunyi dengan nada dering...


With Out Me by Halsey.


" Eh bentar Tan. " Kata nya langsung menghindar dari Tante yang bisa ia lihat dari sudut mata nya akan melayangkan protes tapi ia tidak peduli dan berlalu dari dapur.


" Selamat! "


Arsyad


Apakah cinta rasanya berbunga-bunga seperti ini?


Seperti rasanya ada yang bahagia di hati dan hanya bisa kita sendiri yang merasakan.


Ingin rasanya tiga kali sehari bertukar kabar.

__ADS_1


Ingin rasanya melihat wajah nya.


Ingin rasanya, tau apa saja yang ia lewati hari ini.


Dan perasaan-perasaan lain nya yang komplit dengan paket jatuh cinta.


Seperti saat ini ia sedang stalking akun sosial media Elle yang ternyata gampang menemukan nya.


Karena memakai nama nya yaitu...


iamelle


Dan juga memakai foto profil foto nya sendiri jadi itu tidak terlalu sulit untuk nya.


Dan pengikut Elle ada 1M viewer dan akun Elle juga akun profesional karena terdapat tanda centang yang sangat familiar untuk nya karena ia sudah terbiasa main sosial media.


Dan jiwa kepo nya pun semakin menjadi dengan melihat postingan Elle satu persatu dan itu membuat nya tersenyum lebar.


Ah apakah jatuh cinta segila ini?


Hanya dengan memandangi foto nya sudah membuat nya tersenyum lebar.


Seperti ia sudah mulai gila atau bucin?


Elle aku akan mendapatkan mu!


Elle


" Hei dek sini. " Panggil nya saat melihat anak kecil usia 6 tahun yang sedang memperhatikan nya memakan bakso di pinggir jalan.


Dan dengan ragu anak kecil itu mendekati nya karena dari tadi ia terus melambaikan tangan ke arah anak kecil itu untuk mendekat.


" Nama kamu siapa? " tanya nya saat anak kecil dengan pakaian lusuh, kulit hitam namun masih terlihat menggemaskan di wajah nya khas anak kecil.


" Adi kak. " Kata anak kecil itu singkat seperti masih takut mengobrol dengan nya.


" Kamu udah makan? " tanya nya pada anak kecil itu dan di jawab dengan gelengan kepala dan muka melas nya.


" Makan bareng Kaka ya? " kata nya lagi.


" Em Mas aku boleh ikut makan juga nggak Kak? " tanya Adi dengan muka sungkan nya.


" Boleh donk, terus di mana Mas kamu itu? " tanya nya sambil mengedarkan pandangan.


" Aku panggil dulu Kak. " Kata Adi lalu pergi secepat kilat untuk memanggil Mas nya itu.


____


" Ini langsung makan aja, tadi udah Kaka pesen pas kamu panggil Mas kamu. " Kata nya pada Adi dan Mas nya yang sudah sampai dan mengobrol untuk mengenalkan nama.


" Makasih Kaka. " Kata Adi dan Mas nya secara bersamaan dan ia hanya mengagukkan kepala mengiyakan.


Ia memang tidak bisa membantu banyak untuk Adi dan Mas nya itu tapi ia berbagi dengan cara nya dan kemampuan nya.


Saat melihat Adi dan Mas nya itu ia teringat pada masa kecil nya.


Ternyata ia masih beruntung karena dulu saat kecil tinggi di Desa di mana segala kebutuhan selalu ada dari saudara atau tetangga, seperti sayuran, dan beras.


Tapi saat di Ibu Kota semua nya harus beli, tidak kerja sama dengan tidak makan.


Seperti Adi dan Mas nya yang seharusnya sekolah, tapi harus mencari kardus untuk di jual dan di belikan sesuap nasi.


Harusnya di umur sekarang masih bermain tapi harus bekerja karena keadaan.


Definisi di mana takdir sudah di tentukan dan kita harus siap menjalani semua cobaan hidup.

__ADS_1


Cobaan hidup berbeda-beda sesuai dengan batas kemampuan nya masing-masing manusia.


__ADS_2