ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Ngelunjak


__ADS_3


...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...[Ngelunjak]...


Elle


" Aku adalah Ayahnya, tapi kenapa kamu mau menjauhkan bayi yang masih berusia dua hari itu dari Ayah kandungnya sedangkan Ibu kandungnya sendiri memiliki trauma, apakah bisa seorang Ibu yang memiliki trauma menjaga anak yang masih bayi? Apakah bisa seorang Ibu mendapatkan hak asuh anak kalau sang Ibu memiliki trauma? " kata Abang Ars dengan lancar dan lantang yang langsung saja membuat kaki terhenti melangkah dengan seketika dan di saat itu, orang-orang mulai berbisik-bisik dan ia pun memejamkan matanya seketika.


Ia masih mematung di tempatnya hingga suara Abang Ars terdengar lagi dan mengatakan...


" Pak pengacara tolong katakan pada Elle undang-undang tentang hak asuh anak karena kalau aku yang bilang pasti Elle akan berkelit lagi dan akan mempunyai seribu satu akal untuk pergi dan menghilang. " Kata Abang Ars yang terdengar mengejek di telinganya karena dia sedang berada di atas awan.


Will win (akan menang)


Ia tak tahan lagi, dan sebelum pengacara itu berbicara dan mengatakan tentang undang-undang ia pun segera membalikkan tubuhnya karena sungguh kesal dan sudah tanggung karena semua orang yang ada di Bandara juga sudah mendengarnya karena ia mendengar semua bisik-bisik mengatakan...


" Sepertinya wanita itu mau kabur sama anaknya tapi setengah gila. "


" Dia gila kok mau ngurus bayi, emang bisa?


" Aku takut bayi itu bakal di siksa sama Ibunya. "


Kata semua orang yang berbisik-bisik dan masih banyak lagi.


Sialan!


Ia sudah tidak tahan lagi dan ia tau kalau ini tidak akan bisa dibicarakan dengan baik-baik.


Baiklah!


" Apa yang Abang mau? " tanyanya tak gentar bahkan terkesan angkuh dan menantang Abang Ars.


" Pertama, Abang mau kamu batalin sekarang perjalanan kamu ke Ibu Kota. " Kata Abang Ars tanpa rasa bersalah dan ia sadar saat Abang Ars mengatakan pertama, ia yakin kalau masih ada permintaan lainnya yang entah ada berapa yang pasti akan membuatnya sangat kesal nanti.


Ia harus menahannya!


" Okeh! Tapi semua tiket yang hangus dan juga semua dana yang habis karena perjalanan sekarang harus Abang ganti. " Katanya lagi karena ia tidak mau rugi.


Mulai sekarang ia harus hemat karena Abang Ars sampai menyewa pengacara untuk masalah dengannya pasti saat melawan Abang Ars nanti ia akan menyewa pengacara juga untuk terlepas dari masalah.


" Okeh, tidak masalah selama itu bisa menahan kamu tetap di negara ini, tetap di sisi Abang. " Kata Abang Ars yang seketika membuatnya tertegun.


Oh ya ampun!


" Ell, sebaiknya kamu bicara sama Ars dulu... Biar Tante sama Dea yang jaga Ella, okeh? " kata Tante Nana dengan raut wajah gelisah dan gerakan yang gelisah, ia pun melihat sekitar.


Sepertinya ia harus tertahan lebih lama karena saat memandang ke sekitar, ia sudah berada di ujung tanduk karena semua orang yang di bawa Abang Ars ke Bandara untuk menyegat ia adalah orang-orang yang berpengaruh di bidang mereka masing-masing.


Benar-benar totalitas!


Tapi ia tidak gentar karena disini adalah, ia adalah korban.

__ADS_1


Kenapa ia harus takut?


Sedangkan tersangka malah menantang ia dengan semua ini, membuktikan kalau dia adalah orang yang cukup berpengaruh tapi ia tidak peduli.


Sekali tidak tetap saja tidak.


" Apa yang Abang mau? " tanyanya saat ia sudah berada di ruang tunggu yang ada di Bandara untuk berbicara secara pribadi dan agar tidak menjadi tontonan seperti tadi.


" Keinginan Abang sudah jelas dek, nikah dan semua akan baik-baik saja atau memilih kamu akan berkelit lagi dan semuanya akan semakin runyam. " Kata Abang Ars yang sekarang sangat bersikap tegas dan tidak ada Abang Ars yang selalu membujuknya selama ini.


Dia sedang menunjukkan ke tegas an yang dia punya.


" Kenapa Abang egois hm? " katanya malah berbalik bertanya dan tidak menjawab pertanyaan Abang Ars.


" Kamu yang egois dek, kenapa kamu mengorbankan perasaan Ella demi keegoisan kamu sendiri. " Sentak Abang Ars kepadanya yang langsung membuat ia menatap sengit kearah Abang Ars.


" Egois? " ia mengatakan itu tidak percaya.


Oh ayolah!


Apakah ia selama ini egois karena terus saja berkelit dan menghindar?


Tidak! Selama ini ia ingin semua keadaan baik-baik saja walaupun tidak seperti itu sebenarnya.


Ia ingin Abang Ars tetap bersama dengan keluarganya sendiri dan ia akan bersama Ella.


Itu yang ia inginkan.


Ia tidak mau kehadirannya dengan Ella menggangu keharmonisan keluarga Abang Ars, ia tidak mau di anggap seperti parasit atau apapun itu.


Tanpa merepotkan semua orang, ia tidak ingin anaknya nanti di caci karena kesalahan yang dibuat Ayahnya sendiri...


Ia tidak ingin itu sampai terjadi.


Tapi semua sifat yang ia lakukan malah membuat Abang Ars meradang?


Kenapa? Seharusnya Abang Ars senang karena tidak perlu bertanggung jawab.


Kenapa dia seperti seorang wanita yang sangat perlu dengan tanggung jawab seorang pria yang telah membuat ia hamil.


Tidak!


Ia tidak akan pernah melakukan itu.


Semua terjadi bukan karena kesalahan yang ia perbuat tapi semua itu karena kesalahan Abang Ars.


Ia tidak akan menyerah begitu saja.


" Kita menikah, jawabannya ya dan ya. " Kata Abang Ars yang langsung membuat ia menatap Abang Ars dengan tatapan marah seketika.


Nikah?


Arsya


Ia sedang berada di rumah bersama dengan Sha dan juga Arsy, quality time.

__ADS_1


Walaupun begitu, di dalam pikirannya masih saja kalut dan resah karena Elle yang tidak mua ia nikahi dan mempunyai rencana untuk berkelit dan menghindar.


Ia tidak bisa digantung begini.


" Abang kenapa melamun? " tanya Sha yang langsung membuyarkan lamunannya.


" Ah Abang pusing Sha, Elle akan pergi dan menghilang dan itu akan membuat Abang tidak bisa bertemu dengan Ella lagi. " Katanya sambil meletakkan kepalanya di bahu sempit Sha.


" Coba bicara baik-baik dengan Elle, Abang. " Kata Sha sambil mengelus punggung tangannya.


" Percuma Sha, Elle nggak mau tau karena Abang tau... Elle tuh orangnya keras kepala. " Katanya lagi, karena ia sungguh tau watak Elle yang keras dan juga tidak mau mengalah.


" Kalau begitu pakai cara hukum aja bang. " Kata Sha yang membuat angin segar untuk pemikirannya.


" Cara hukum? " katanya lirih dan mulai memikirkan, hal apa yang bisa menahan Elle di sampingnya.


Ia tersenyum saat tau hal apa itu.


" Sha, maafkan Abang yang belum bisa menjadi suami yang baik. " Katanya saat mereka di dalam mobil menuju ke Bandara.


" Walaupun Abang masih belum bisa menjadi suami yang baik, Abang adakah Daddy yang baik untuk Arsy dan juga Ella, Sha percaya itu. " Kata Sha dengan tulus yang membuat hatinya haru.


Ia pun langsung merengkuh Sha kedalam pelukannya.


" Dan maafkan Abang kalau nanti Abang tidak sengaja menyakiti hati Sha. " Katanya sambil mengecup kening Sha dengan lama dan memejamkan mata.


" Iya Abang, Abang akan selalu sama Sha kan? " tanya Sha sambil mendongakkan kepalanya.


" Always forever. " Katanya sambil berbisik dan langsung me mang gut bibir Sha dengan dalam dan lama untuk memberikannya kekuatan.


Merasa nafas Sha yang mulai tersengal, ia pun melepaskan pa gu tan nya itu dengan perlahan hingga benang sa li va terlihat saat mereka menjauh bibir.


" Abang cinta kamu Sha. " Katanya sambil mengelap sudut bibir Sha yang belepotan dan menikmati bagaimana wajah Sha yang begitu tenang dan memejamkan mata.


" Sha juga cinta Abang. "


" Di mana dia sekarang? " tanyanya pada orang suruhannya yang ia tugaskan di Bandara untuk mengawasi gerak-gerik Elle.


" Mereka sedang turun dari mobil dan sekarang sedang mengambil barang-barang. " Kata orang suruhannya itu.


Dan tanpa pikir panjang ia pun langsung berjalan ke arah Elle yang memang benar sedang beres-beres.


Ia berdebat dengan Elle yang sudah ia tau kalau Elle adalah orang yang keras kepala.


Hingga ia tidak sadar dan mengatakan...


"Aku adalah Ayahnya, tapi kenapa kamu mau menjauhkan bayi yang masih berusia dua hari itu dari Ayah kandungnya sedangkan Ibu kandungnya sendiri memiliki trauma, apakah bisa seorang Ibu yang memiliki trauma menjaga anak yang masih bayi? Apakah bisa seorang Ibu mendapatkan hak asuh anak kalau sang Ibu memiliki trauma? " katanya dengan lancar dan lantang yang langsung saja membuat kaki Elle terhenti melangkah dengan seketika dan di saat itu, orang-orang mulai berbisik-bisik dan Elle pun memejamkan matanya seketika.


" Kita menikah, jawaban ya atau ya. "


-


Aku nggak bisa double up apalagi crazy up karena aku masih ngetik buat novel aku yang publish di Watt pad target selesai sampai akhir bulan September nanti... tapi tenang aku masih up setiap hari kok walupun cuma 1 bab perhari nggak apa-apa lah yang penting nggak harus nunggu berhari-hari šŸ˜‰ā£ļø setelah novel yang di Watt pad end aku bakal fokus buat ke ELLE WEDDING Series dulu.


salam sayang,

__ADS_1


ELLIE MCRUKEN


__ADS_2