ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Terjebak


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 50 ~ Terjebak]


Arsya


Ia akhirnya mengalah dan menyetujui permintaan Elle tapi sebelum itu ia minta untuk bisa menemani Elle di sisa kehamilan dan juga semoga pintu hati Elle terbuka dan tidak keras kepala lagi.


" Abang yang sabar ya. " Kata Sha saat ia mengatakan apa yang terjadi.


Dan walaupun seperti itu Sha tetap berada di sisinya dan tidak menghakimi nya.


Ia sungguh kagum dengan ketulusan Sha.


" Sekarang Abang sarapan dulu ya sebelum berangkat menemui Elle. " Kata Sha dan ia pun mengagguk dan mengiyakan.


Memang sebelum berangkat kerja ia mampir dulu ke rumah Elle untuk menemui Elle dan memastikan Elle baik-baik saja seperti kata Elle kalau dia hanya boleh datang sekali dalam sehari.


Dan Elle memutuskan waktu pagi hari saja.


Ia masih di meja makan dan melihat Sha yang sedang menyiapkan sarapan untuknya dan baby boy masih tertidur di kamar.


Dan ia pun mengatakan pada Sha...


" Sini Sha, duduk sini. " Katanya saat Sha sudah menaruh sarapan nya si atas meja dan menunjuk pahanya untuk di duduki Sha.


Dan ia melihat Sha yang tertawa dan menggeleng tidak percaya.


" Abang nanti terlambat lagi. " Kata Sha tapi tetap saja berjalan ke arahnya dan duduk di pangkuannya yang membuat wajah mereka begitu dekat dan hampir tidak ada jarak.


Dengan jarak yang hampir terkikis mereka tersenyum lebar dengan hati berbunga-bunga dan saling memandang satu sama lainnya.


" Abang belum bercukur? " kata Sha pertama kali saat mereka masih terdiam dan saling memandang dalam diam.


" Belum. " Katanya sambil menggeleng dan tetap tersenyum.


Ia sungguh beruntung punya istri Sha.


" Nanti Sha cukurin ya. " Kata Sha sambil membelai dagu dan area yang perlu di cukur dengan elusan yang lembut yang membuat nya memejamkan matanya.


" Maafkan Abang ya Sha. " Katanya sambil memejamkan mata dan mengecup salah satu punggung tangan Sha dengan khidmat.


Sha hanya tersenyum sambil memandangi dirinya dan mengatakan...


" Kita sama-sama belajar dan saling mengutkan ya Abang. " Kata Sha lagi dengan senyuman dan mata berkaca-kaca.


" Iya, forever your are mine (selamanya milikmu) " katanya dengan pelan karena sedih melihat mata Sha yang berkaca-kaca.


Dan tanpa pikir panjang ia langsung memang gut bibir tipis dan berwarna pink itu.


Pelan, dalam dan menyesap nya dengan hati-hati dengan penuh perasaan karena ia ingin menyalurkan betapa berharganya Sha untuk dirinya.


Ia semakin menyesap perlahan dengan sebelah tangan nya mengelus perlahan punggung Sha.


Ia mendengar isakan Sha di sela-sela ciuman penuh dengan perasaan ini.


Mendengar Sha menangis membuatnya merasa sedih dan bersalah karena dengan meminta maaf pun tidak ada yang berubah.

__ADS_1


" Abang cinta Sha. " Katanya setelah ciuman mereka terlepas dengan kening saling menempel bahkan ia bisa merasakan nafas Sha yang masih tersenggal.


-


Setelah adegan di meja makan tadi ia langsung pamit untuk pergi ke rumah Elle.


Huh!


Ia sekarang seperti mempunyai dua istri!


Setelah sampai di depan rumah Elle, ia pun langsung keluar dari mobil dan menuju pintu rumah itu.


Tok tok tok!


Ia mengetuk pintu itu pelan dan setelah beberapa saat Bik Fatma yang membuka pintu.


" Elle di mana bik? " tanyanya saat sudah masuk ke dalam rumah.


" Lagi di kolam renang Tuan. " Dia pun mengagguk kepalanya mengerti.


Karena selama beberapa hari Elle tinggal di rumah ini ia tau kalau Elle suka sekali menyendiri seperti di kolam renang dan seperti sedang berfikir.


" Selamat pagi. " Katanya saat sudah di samping Elle dan ia menaruh susu hamil di atas meja karena sebelum menghampiri Elle ia sudah membuat dulu ke dapur.


Ini adalah kebiasaan nya sekarang, selalu membuatkan Elle susu hamil setiap pagi dan mengobrol sedikit sebelum ia berangkat kerja.


" Pagi. " Kata Elle pelan bahkan terdengar malas.


Elle


Ia mendesah tak percaya membaca pesan Abang Ars.


Isi pesan itu yang terus teringat di kepalanya.


Yang benar saja?


Ia sungguh heran dengan karakter seperti Sha itu, memafkan Abang Ars yang jelas-jelas sudah berkhianat dan malah ini mau datang ke rumah yang ia tempati bersama baby mereka.


Ah God!


Pintu doraemon tolong bawa aku pergi dari sini.


" Nanti Tua Arsya mau datang ya Neng. " Tanya Bik Fatma dan ia hanya menggeleng tidak tau dan segera berlalu dari sana.


Ah bodoamat karena ini juga bukan rumah nya biarkan saja mereka datang.


Ia akan coba berbicara dengan Shaila untuk bisa mengerti perasaan nya karena ia sangat terjebak dan berada di situasi yang sangat sulit.


Biarkan aku berbicara dengan Sha nanti.


Ia masih terdiam di pinggir kolam renang dengan pikiran yang menerawang jauh dan memikirkan sesuatu.


Hingga ia mendengar suara Buk Fatma yang membukakan pintu dan menyabut orang yang datang.


Ia memejamkan mata dan menggeleng tidak percaya dengan situasi yang terjebak sekarang.


-


Setelah melewati situasi canggung tadi ia bisa mendapatkan waktu untuk berbicara berdua dengan Sha sedang Abang Ars sedang menemani Arsy yang berjalan di rumput yang ada di pinggir kolam.

__ADS_1


" Aku ingin bicara. " Katanya untuk pertama kalinya setelah mereka berdua diam dan saling berfikir dengan pikiran masing-masing.


" Katakan. " Kata Shaila.


" Aku sungguh terjebak dengan situasi ini, dan aku berfikir agar kamu mengerti... Aku tidak ada niatan untuk menjadi yang kedua karena setelah anak ini lahir aku akan pergi. " Katanya yang membuat Sha kaget karena ia bisa melihat dari ekspresi nya.


" Kenapa kamu keras kepala? " kata Sha dengan mata menyelidik dengan watak ku yang keras kepala.


" Itu adalah pendirian, bukan keras kepala. " Katanya dengan tenang.


" Selama kehamilan aku tidak pernah bermasalah apapun dan merasakan happy karena aku menjaga mood ku agar tetap baik selama kehamilan, tapi setelah berada di rumah ini semua turun drastis dan itu membuat ku tertekan. " Katanya yang langsung membuat Sha kaget.


-


Ia masih berada di ruang televisi dan menonton kartun Spongebob Squarepants.


Setelah keluarga Abang Ars yang pulang beberapa saat yang lalu, ia pun duduk di sana bahkan tidak mengantarkan sampai depan pintu hanya Bik Fatma yang mengantarkan.


Ia sedang berfikir di depan televisi tanpa menghiraukan tontonan yang sedang ia tonton dan malah memilih melamun.


Ia merasakan kalau rumah yang ia tempati sedang di awasi.


Bukan dia awasi oleh Abang Ars tapi oleh seseorang maka dari itu memilih diam saja di dalam rumah.


" Semoga tidak terjadi apa-apa. " Katanya dalam hati sambil mengelus perut buncitnya.


Setelah itu ia langsung berlalu menuju ke kamar nya dan bersih-bersih untuk segera tidur karena ia sungguh sudah mengantuk.


Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh dan mulai memejamkan matanya yang terasa berat.


Hidup sungguh berat.


Ia memejamkan matanya tapi belum sepenuhnya tertidur, ia memejamkan matanya sambil memikirkan beberapa hal.


Hah sungguh beberapa hari ini ia sering berfikir.


--


Ia terbangun di jam tujuh pagi dan setelah itu ia mandi.


Setelah selesa mandi dan rapi ia langsung turun ke bawah dan melihat Bik Fatma yang sedang membuat nasi goreng.


Dengan harum yang menggugah selera ia pun langsung duduk di meja makan sambil menunggu nasi goreng matang.


Ia telah menghubungi Tante Nana dan juga Dea di mana sekarang ia berada dan mengatakan kepada mereka untuk tidak khawatir ia sungguh beruntung mempunyai teman seperti mereka.


" Ini Neng nasi goreng nya. " Kata Bik Fatma sambil meletakkan nasi goreng di depan nya dengan asap yang masih mengepul dan juga sangat harum.


" Terimakasih Bik. " Katanya dan langsung melahap nasi goreng dengan senang.


Serasa seperti di rumah!


-


Setelah sarapan tadi ia langsung menuju ke pinggir kolam dan minum teh di sana.


Kebiasaan nya sekarang, selalu termenung sendiri kalau ada waktu dan semenjak hamil ia memang selalu sendiri dan itu selalu membuat nya termenung.


Hingga ia tersentak saat Bik Fatma mengatakan kepadanya dengan tergopoh-gopoh...

__ADS_1


" Neng Elle sembunyi dulu. "


__ADS_2