
...Extra Part...
...Aku Melepaskanmu but, I Love You...
...-...
...-...
...[Belum Selesai]...
" Sekarang ganti baju dan tenangkan anak-anak! " ucap Arsya yang langsung keluar dari kamar dan tanpa menoleh lagi ke arah Sha dan segera menunju ke ruang kerja, Sha yang melihat itu menjadi sedih.
Pernikahan yang dulu Sha fikir akan kembali hangat dan bahagia setelah Elle pergi ternyata malah hambar.
Dan dengan langkah lesu dan perlahan, Sha turun ke lantai bawah untuk menenangkan anak-anak yang resah.
" Kalian kenapa? " tanya Sha yang sudah berada di depan kamar Alea yang berisi Arsy dan Adit juga dan melihat anak-anaknya dengan tatapan malas.
Entahlah! Sha kesal! Tadinya Sha ingin menggoda Arsya agar pernikahan mereka kembali hangat tapi yang di pikiran Arsya hanya anak-anak padahal anak-anak sudah dewasa dan bisa mengurus dirinya sendiri, mereka bukanlah balita lalu apa yang di khawatir kan Arsya?
Padahal mau anak-anak masih kecil atupun sudah dewasa, anak-anak tetap lah tanggung jawab orang tua.
" Nggak ada. " Ucap Arsy singkat yang enggan untuk mengatakan apapun kepada Sha karena mau curhat ataupun mengeluarkan unek-unek juga percuma.
Bukannya mendapatkan kalimat yang menenangkan, Sha lebih memilih untuk mengucapkan kalimat yang mem provokasi.
" Kalian tuh harus nurut sama Mommy, biar jadi anak yang baik! Nggak seperti Ella yang menikah karena kecelakaan terutama untuk Alea... Ngerti kalian? "
Tuh kan!
Ucapan Sha saat mengatakan itu juga terdengar menyebalkan di telinga dan entah kenapa saat usia semakin bertambah bukan nya semakin baik malah keburukan semakin terlihat.
Seperti ini, tipe seorang Ibu yang tidak akrab dengan ketiga anaknya sendiri.
" Alea mau tidur dulu. " Ucap Alea yang segera pergi dari sana tanpa melihat ke arah Sha lagi.
" Kenapa Mommy menjelekkan Akak Ella sampai seperti itu? Bahkan Ibuk nggak pernah melakukan nya, apakah ini yang Akak Elle rasakan? Kejamnya seorang Ibu tiri. " Ucap Alea di sepanjang langkah menuju kamarnya hingga membuat Alea sedih karena Akak perempuan satu-satunya menikah karena sebuah kecelakaan dan Arsy semenjak itu menjadi pendiam bukanlah Arsy yang hangat.
Sha yang melihat Alea yang tiba-tiba pergi hanya biasa saja tidak peka dengan perasaan yang sedang Alea rasakan dan memilih pergi dari depan kamar itu setelah mengatakan...
" Kalian juga segera tidur. " Ucap Sha yang segera pergi.
Sedangkan Adit yang melihat itu hanya berwajah bingung, Arsy hanya terdiam dan merasakan penyesalan dan juga rasa bersalah yang paling dalam karena Arsy yang semula datang ke club malah Ella yang terkena getahnya karena ingin menolong Arsy.
" Maafkan Abang dek. " Ucap Arsy dalam hati dan segera berlalu ke kamarnya sendiri tanpa basa-basi dulu dengan Adit.
Hati ini sungguh kacau, sangat kacau!
__ADS_1
Apalagi Ella yang sekarang marah dan mem blok nomor ponsel Arsy.
-
-
-
-
-
Ella merasakan sangat sedih dan terasa asing di rumah Pras ya rumah Pras!
Setelah Ella resmi menikah dengan Pras maka Ella harus ikut kemanapun Pras pergi termasuk ke Mars sekalipun.
Agenda dan rencana masa depannya yang sudah Ella pikirkan Ella tulis di sebuah notebook semuanya kacau karena Tragedi ini.
Bahkan Ella mengecewakan Elle, Ella tau kalau sang Ibuk kecewa padanya tapi rasa sayang Elle lebih besar kepada Ella hingga kekecewaan itu tidak begitu terlihat.
Walaupun Ella melihat sorot mata Elle terluka tapi Elle tidak pernah memaki nya dan hanya mengatakan...
" Pernikahan satu kali seumur hidup, kalau Ella merasakan sulit ceritakan ke Ibuk karena Ibuk adalah orang tua Ella dan jika Ella merasakan bisa bertahan, maka bertahan lah Ella... Terkadang di sebuah tragedi pasti akan kebahagiaan di balik nya. " Ucap Elle pada suatu hari saat Ella selesai menikah waktu itu hingga kini Ella masih mengingat nya.
Dan saat memikirkan itu tiba-tiba saja Pras duduk di samping ranjang yang sedang Ella duduki dan mengatakan...
" Aku tau kamu masih muda dan usia mu setengah dari usia ku bahkan Jose anak ku lebih tua umur nya tapi walaupun begitu aku ingin menjalankan pernikahan ini dengan sesungguhnya, saling mengenal lebih dulu... Kamu mau kan La? " tanya Pras yang langsung di sambut dengan anggukkan kepala Ella karena tidak ada alasan untuk menolaknya.
Dulu, kata Ibuk... Dia menjalankan pernikahan dengan adanya perjanjian karena istri Daddy bukan hanya Ibuk maka karena itu ada perjanjian karena Ibuk tidak ingin terikat lebih lama dan segera pergi jika memang sudah waktunya.
Dan sekarang Ella dan Pras sama-sama sendiri, ya walaupun Pras baru saja berpisah/cerai tapi tidak apa-apa yang penting sudah benar-benar pisah/ cerai dan Ella hanya istri satu-satunya, not yang kedua!
Dan menolak Pras karena fisik Pras yang gendut dengan perut buncit dan segala kekurangan lainnya, itu bukanlah sifat Ella... Bukan!
Mereka adalah pasangan, jadi harus saling melengkapi.
" Thank you La. " Ucap Pras senang dan saking senangnya langsung memeluk Ella dengan erat.
" Aku janji akan membuat kamu bahagia. " Ucap janji Pras dengan sungguh-sungguh dan dengan kaku Ella menjawab...
" Iya om. "
" Eh jangan panggil Om ya, panggil Sayang aja. " Ucap Pras yang membuat Ella kaget seketika.
" Eh tapi... " ucap Ella ragu.
" Aku ingin kamu panggil aku sayang karena saat kamu mengatakan itu aku merasakan seumuran dengan kamu, tidak ada jarak dengan umur kita La. " Ucap Pras yang ingin terdengar seumuran dengan sang istri padahal faktanya umur mereka selisih dua kali lipat.
__ADS_1
Ella meringis canggung mendengar ucapan Pras itu.
" Sayang? " ucap Ella dengan canggung dan ucapan Ella itu membuat Pras sangat senang.
" Iya seperti itu La, lagi la... " ucap Pras yang sekarang sudah tersenyum lebar dan memejamkan matanya untuk mendengar ucapan Ella lagi.
" Sayang? " panggil Ella lagi dan itu membuat Pras senang dan langsung melihat ke arah Ella.
" Bolehkah aku mencium mu La? " tanya Pras yang meminta ijin kepada Ella dulu sebelum mencium Ella saat tadi Ella mendengar ucapan Pras kaget dan juga enggan tapi setelah Pras meminta ijin terlebih dahulu akhirnya Ella mengagguk kepalanya tanda... Iya.
Lagi pun, Ella tidak punya alasan untuk menolak nya dan mereka juga baru saja berbicara untuk menjalankan pernikahan dengan sesungguhnya dan ini mungkin bisa menjadi awal yang manis atau panas.
Dan tanpa menunggu lama, Pras sudah memegang kedua pipi Ella dan mendaratkan bibirnya di atas bibir Ella dan mengecup nya perlahan.
Awalnya hanya kecupan hingga menjadi...
Ini tidak akan berakhir sebentar karena Pras melepaskan ciuman itu untuk mengambil nafas dulu dan setelah itu...
-
-
-
-
-
-
Setelah semuanya selesai, sekarang mereka terbaring di ranjang dengan peluh dan terlihat lelah tapi rasa enak dna bahagia terlihat di wajah keduanya apalagi Pras yang sudah tua mendapatkan Ella yang masih daun muda.
Hm... Pasti terasa nikmat!
" Kamu boleh kuliah seperti biasanya La, aku nggak mau menghalangi pendidikan kamu karena pernikahan ini, kita saling percaya ya La? " ucap Pras saling memandang ke arah Ella yang terlihat lelah dengan bibir yang bengkak karena sudah di hisap habis-habisan tadi sama Pras.
" Terimakasih sayang. " Ucap Ella yang merasakan senang karena Ella masih bisa terus kuliah dan meraih cita-cita dan Pras yang mendengarkan kata sayang dari mulut Ella terasa sangat senang.
" Sama-sama, sama-sama... " ucap Pras sambil menciumi Ella yang terbaring di atasnya dan sekarang mereka saling memeluk dengan erat, polos!
Hingga suasana...
-
**To be continued
Author mau ngoceh tapi rasanya mata ngantuk nggak bisa di ajak kompromi šµ
__ADS_1
Nantikan 1 bab lagi nanti malam ya genks dan di sana nanti author akan ngoceh š³**