
ELLE WEDDING.
[Episode 13 ~ Pandangan Pertama]
Elle
Ia sangat gugup sekali.
Ini adalah hari kedua nya di Kuala Lumpur, Malaysia untuk bekerja dan liburan juga.
Kemarin ia sudah berwisata dengan tour guide (pemandu wisata) pribadi nya yang di kasih dengan gratis... Kata nya spesial untuk nya seorang.
Cih! Gombal tingkat tinggi.
Tapi aku suka!
Suka gombalan Arsyad ya!
Bukan suka sama orang nya!
So sorry (sangat maaf) Arsyad!
Dan ia hari ini akan menemui Abang Arsya untuk membahas kerja sama mereka.
Yeah!
Bertemu untuk meeting saja sudah membuat nya gugup.
Seperti ada yang mengatakan...
Kayak lagi kencan pertama saja!
Ini bukan kencan pertama tapi pertemuan pertama setelah kenalan nya di media sosial beberapa bulan yang lalu.
Dan pertemuan ini juga karena ada urusan bisnis yeah.
" Elle? " tanya seseorang dan ia pun langsung menoleh kan wajah nya dan memandang seorang pria yang tampan.
Yeah!
" Iya? Abang Arsya? " tanya nya memastikan.
" Yes its me (ini aku) " kata Arsya dengan senyuman lebar nya.
" Apa kabar bang? " tanya nya sambil tersenyum.
" Kabar baik Ell, kamu apa kabar? " tanya Abang Ars gantian dan sekarang Abang Ars mengulurkan tangan nya dan mau tidak mau ia menjabat nya.
Yeah sentuhan pertama!
Dan perkataan canggung lain nya terucap dari nya.
" Hehehe silangkan duduk bang, eh panggil nya Pak aja gimana? Kan mau bisnis ini? " kata nya sambil mempersilakan Abang Ars duduk dan bertanya seharusnya di panggil apa?
" Udah panggil Abang aja kayak biasa nya, lagian meeting (rapat) kita juga santai di cafe santai juga lagi. " Kata Abang Ars sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mengamati cafe.
" Langsung mulai aja ya bang. " Kata nya dan di angguki Abang Ars.
Oh God!
Rasanya jantung nya ingin keluar, ia mencoba santai dan setenang mungkin saat berbicara pada Abang Ars padahal dalam hati nya dag dig dug, apalagi Abang Ars ternyata sangat tampan.
Selama mengenal Abang Ars ia tidak pernah bertukar foto satu sama lain hanya mengobrol saja, dan setelah bertemu untuk pertama kali nya.
Kenapa jantung nya berdebar?
__ADS_1
Apakah Abang Ars juga merasakan yang sama?
Ah stop (berhenti) Ell, don't (jangan) berharap lebih karena Abang Ars adalah pria ber isteri.
Harus ingat!
Dan setelah membahas urusan mereka, ia pun ingin berpamitan untuk pulang namun perkataan Abang Ars membuat nya berfikir...
Bagaimana caranya menolak nya?
" Di dekat sini Abang juga ada cafe Ell, mampir ya nanti Abang kenalin Ell ke Sha isteri nya Abang. " Kata Abang Ars sambil melihat ke arah nya.
" Nggak usah deh bang, nanti ganggu lagi... aku mau ke temen ku dulu. " Kata ku mencoba mencari alasan, tapi ternyata tidak mempan karena Abang Ars melihat ke arah ku melotot... ish dasar.
" Okeh fine, ayok sekarang. " Kata nya lagi yang membuat Abang Ars tersenyum.
" Abang naik mobil di sana dek. " Kata Abang Ars saat ia menanyakan mereka akan ke arah mana.
" Ini seriusan isteri Abang nggak marah atau gimana? " tanya nya lagi memastikan.
Karena setahu nya isteri Abang Ars itu orang yang taat akan agama tidak seperti diri nya yang biasa saja.
" Santuy dek, tadi Abang udah bilang sama Sha kok. " Kata Abang Ars dengan mata melihat ke depan karena sedang menyetir.
" Kemarin kamu kemana aja di KL? " tanya Abang lagi.
" Kemana ya? Aku lupa hahahaha, eh tapikan udah aku posting pasti Abang udah lihat dan udah tau lah. " Kata nya lagi.
" Iya sih, Abang basa-basi aja lah.. kamu daritadi diem mulu padahal kalau di chat cerewet loh. " Kata Abang Ars terkekeh.
" Ya kan aku udah bilang, kalau ketemu langsung sama aku tuh malu-malu hahahaha. " Kata nya terkekeh sendiri karena merasa heran dengan dirinya sendiri.
Bagaimana tidak heran, kalau lewat chat cerewet bisa akrab sama siapa aja.
Giliran ketemu langsung kalem.
" Sha Abang berangkat dulu ya. " Kata Abang Ars saat pagi hari ingin berangkat ke kantor.
" Iya Abang hati-hati ya. " Kata nya lagi.
" Eh nanti Abang ada meeting sama Ell, ingat kan temen Abang dari Ibu Kota? " tanya Abang lagi yang langsung membuat ku gusar.
" Eh iya bang. " Kata nya singkat karena bingung mau ngomong apa?
" Nanti setelah meeting sama Ell, Abang akan ajak dia ke cafe yang Abang kelola... Kasian dia ke KL kalau nggak jalan-jalan dulu, nanti kamu ikut Abang temuin dia di cafe ya Sha? " kata Abang Ars yang terdengar sangat perhatian di telinga ku.
Ah aku harus berfikir positif!
" Iya Abang, nanti Abang chat Sha buat kesana nya jam berapa? " kata Sha lagi masih mencoba menyembunyikan kekhawatiran nya.
" Yaudah Abang berangkat gih! " kata nya lagi mencoba mengalihkan perhatian Abang.
" Yaudah Abang berangkat ya, Assalamualaikum. " Kata Abang Ars sambil mencium kening nya sekilas setelah ia tadi mencium punggung tangan Abang Ars.
" Walaikumsalam. "
Arsya
Ia tersenyum saat sudah memakirkan mobil nya di parkiran cafe.
Kenapa aku se senang ini?
Entahlah lah.
Aku langsung masuk ke dalam cafe dan mengedarkan pandangan untuk mencari Elle dari sekian banyak nya tamu yang berkunjung di cafe ini.
Dan yeah ketemu.
__ADS_1
Dan dengan perlahan ia langsung mendekati ke arah Elle yang sedang duduk sendirian dan memainkan ponsel.
" Elle? " panggil nya pelan untuk memastikan.
" Iya? Abang Arsya? " tanya nya juga untuk memastikan.
Dan ia pun langsung tersenyum merekah saat ini melihat Elle di depan nya.
Awal pertemuan dari sosial media dan kini bisa bertemu di dunia nyata karena sebuah bisnis.
Ia tersenyum melihat style (gaya) pakaian Elle yang menurut nya simple tapi berkelas dan tidak terlalu glamor cocok untuk Elle yang gemar menabung.
Tapi nggak ada sangkut pautnya dengan gemar menabung juga sih!
" Iya its me. " Kata nya lagi dengan senyuman lebar nya.
Ia tersenyum saat melihat Elle agak canggung dengan nya dan juga agak pemalu ternyata kalau bertemu langsung.
Ish sungguh comel (lucu)
Ia tadi sempat melihat tatapan kagum Elle pada nya dan itu membuat jantung nya bergemuruh badai... Mungkinkah?
Tapi segera ia tepis semua pikiran nya itu saat melihat Elle mencoba mengendalikan perasaan nya dan mulai membahas pekerjaan.
Huft profesional sekali.
__
Setelah selesai meeting ia mengajak Elle untuk mampir ke cafe nya sebentar dan Elle menolak ajakan nya itu.
Tapi saat melihat nya melotot langsung membuat Elle mengatakan iya.
Apakah harus ia melotot dulu supaya ajakan nya di iya kan Elle?
Dan sepanjang perjalanan hanya mengobrol ringan karena Elle yang pemalu.
Yang membuat nya terkekeh!
___
" Sha ini Elle, Elle ini Sha. " Kata nya memperkenalkan satu dengan yang lainnya.
Dan mereka pun berjabat tangan.
Awal nya sih terasa masih canggung namun, lama-kelamaan mereka akrab juga terbukti sekarang mereka sedang membahas tentang kehamilan Sha.
" Kenapa aku sesenang ini melihat mereka berdua akur? "
Ah seharusnya aku mengerti karena Elle maupun Sha bukalah orang yang suka mencari masalah.
__
Setelah mengantar Elle pulang ia pun langsung pulang ke rumah bersama dengan Sha.
" Abang mandi dulu. " Kata Sha saat melihat nya tiduran di atas kasur.
" Kita mandi berdua ya Sha! " kata nya sambil menggendong Sha ke kamar mandi tanpa meminta persetujuan.
Dan Sha pun menurut saat di gendong menuju kamar mandi dan melepaskan segala kain yang melekat di tubuh mereka berdua dan polos seperti bayi untuk segera melepaskan hasrat nya yang sudah di ubun-ubun.
Ia langsung me๐mat bibir tipis Sha yang sedari tadi mengeluarkan suara halus yang terus membuat gairah nya memuncak padahal ia sudah berada di kamar mandi selama satu jam.
Dan selama satu jam itu ia masih memperdaya Sha untuk melampiaskan hasrat nya yang masih belum padam juga yang masih ingin melakukan ini semalaman.
Sha masih di gendongan nya dan terus menjelajahi permukaan kulit seputih susu ini dan membuat tanda merah seakan-akan mengatakan...
" Kau milikku "
__ADS_1
Tapi siapa yang peduli kalau sudah berhasrat seperti ini, yang ia pedulikan sekarang adalah untuk mencari kenikmatan duniawi.