
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...[Antara Istri ke 1 dan istri ke 2]...
Arsya
Sekarang ia seperti raja karena di kiri nya ada Sha yang bersandar manja padanya dan di sebelah kanan ada Elle yang malah bodoamat memainkan ponsel dan duduk agak jauh.
Ish benar-benar itu orang!
Saat ia akan berbicara lagi, Elle sudah melotot dan ia pun mengurungkan niatnya untuk menyuruh Elle duduk dekat di samping nya.
Ish! Ia seperti sangat takut pada Elle ya kan?
Padahal mah @_#&
Ia masih duduk dengan Sha yang bersandar mesra padanya dan Elle yang bermain ponsel seenak jidat di pojokan sofa tanpa melihat tonton di televisi yang menyala daritadi.
Ish!
Ia membiarkannya saja karena ia juga malas untuk berbicara lebih dahulu, ia akan menikmati film saja dulu.
Ia melihat Sha yang belum mengantuk tapi Elle yang sudah mengantuk dan sudah tak tahan untuk tidur.
Elle
" Udah ah, aku mau tidur dulu... Ngapain juga aku tengah malam masih begadang begini, tarik selimut aja mendingan lebih enak. " Katanya langsung berlalu ke arah kamarnya tanpa mendengar jawaban dari Abang Ars dan juga Sha.
Pokoknya ia nyelonong saja.
Sebelum ia tidur, ia akan ke kamar mandi dulu untuk bersih-bersih sebelum tidur dan setelah selesai di kamar mandi ia langsung duduk di meja rias yang ada di kamar nya dan memaki skincare sebelum tidur.
Ia masih di depan meja rias dan memaki skincare dengan pelan dan dari pantulan kaca ia melihat Arsy dan juga Ella yang sudah tertidur dengan nyenyak.
Ia langsung mempercepat menggunakan skincare untuk segera tidur karena is sungguh mengantuk.
Setelah selesai menggunakan skincare ia langsung tidur di ranjang yang luas sendirian saja sedangkan Arsy dan Ella tidur di box bayi yang muat untuk berdua.
" Selamat malam anak-anak. " Katanya lirih lalu memejamkan matanya karena ia sungguh sudah mengantuk.
-
Ia bangun di name delapan pagi dan itu bertepatan dengan anak-anak juga bangun dan dengan segera ia langsung pergi ke arah dapur dengan anak-anak yang ia gendong di kanan dan kiri.
Anak-anak selalu lapar setelah bangun tidur seperti dirinya, maka dari itu ia sedang bikin makanan yang gampang agar anak-anak cepat makan.
Anak-anak makan pisang yang sudah di haluskan dan ia makan nugget beserta saus yang terasa sangat enak di lidahnya ya karena ia sudah sangat lapar.
Ia tadi tidak sengaja melihat pintu kamar Sha yang masih tertutup ya sudah di pastikan mereka masih tidur, ia sih tidak peduli.
Ia dulu pernah bilang kalau ia mencintai Abang Ars kan?
__ADS_1
Tapi cinta ia itu cukup cinta dalam diam karena melihat dia bahagia sudah cukup untuk nya dan ia juga tidak mempunyai keinginan untuk memiliki Abang Ars.
Karena ia mempunyai trauma tentang pernikahan makannya ia lebih memilih untuk mengurus Ella saja daripada harus mengurus Abang Ars.
" Nyam-yamm. " Katanya saat melihat kedua anak-anak yang tersenyum kearahnya yang seakan-akan menikmati makanan yang ia buat tadi.
-
Ia sedang berada di depan televisi dengan anak-anak yang ia biarkan untuk bermain, ia menonton serial kartun Pada Zaman Dahulu yang sangat ia sukai beberapa bulan ini.
Saat anak-anak sibuk dengan mainan yang mereka mainkan bahkan mereka ketok-ketok ke karpet bulu, ia membiarkan saja karena saat di larang pasti akan menangis jadi lebih baik biarkan saja asal jangan di makan.
" Arsy, Ella lihat kartun dulu Nak. " Katanya pada mereka berdua saat ia melihat Ella yang mulai bosan dan Arsy yang akan merangkak ke luar dari ruang televisi.
" Hai anak-anak. " Kata Sha yang baru bangun karena ia melihat Sha masih menggunakan baju tidur yang semalam.
" Pagi Elle. " Sapa Sha padanya, walaupun ia melihat rambut Sha yang di gerai menutupi leher.
Ia bisa melihat kalau di leher itu banyak jejak kiss mark.
Hm!
Mungkin mereka berdua semalam melewati malam yang panjang ya karena Arsy tidur di kamarnya jadi tidak ada yang menggangu sampai bangun siang begini.
Shaila
" Abang ini jam berapa? " tanyanya kaget.
Tadi malam...
Elle sudah menutup pintu dan juga mengunci kamar dengan di dalam ada anak-anak yang tidur dengan Elle maka dari itu semalam ia langsung balik lagi ke kamarnya sendiri dan di sana ada Abang Ars yang sudah ada di dalam selimut tanpa menggunakan baju dan ia yakin di balik selimut itu Abang Ars telan jang bulat.
Hm, malam yang panjang!
" Udah pada tidur kan Sha? " tanya Abang Ars sambil menatap ke arahnya dan ia bisa tau tatapan apa itu, tatapan gairah yang sudah di ubun-ubun.
" Sha ke kamar mandi dulu. " Katanya segera masuk ke kamar mandi dan bersiap untuk malam yang panjang.
Ia memakai lingerie merah menyala yang sangat kontras dengan kulit putihnya, ia meletakkan rambutnya untuk di belakang karena ia ingin bahu seksinya terekspos karena sekarang ia memakai lingerie yang model tanpa tali karena lingerie nya seperti model kemben.
Setelah siap dengan lingerie yang ia pakai ia langsung menyemprotkan parfum di titik sensitif nya, seperti di leher dan di belakang telinga.
Karena ia yakin saat ia menyemprotkan parfum di bagian itu, ia yakin Abang Ars akan langsung mendengus bagian itu lebih dulu sebelum mencium bagian tubuhnya yang lainnya.
Ceklek!
Ia membuka pintu kamar mandi dan langsung terpampanglah pemandangan yang seksi dan mengekspos semua bagian tubuhnya karena jubah lingerie tidak ia pakai.
" Sha... " kata Abang Ars tercekat saat melihat penampilan nya.
" Well, sekali-kali memegang permainan tidak salah kan? "
" Udah Abang terlentang aja, biar Sha yang di atas. " Katanya dengan sensual dan membuka selimut yang menutupi tubuh bagian perut sampai bawah Abang Ars.
Dan saat membuka selimut ia sudah duga seperti tadi, kalau Abang Ars sudah telan jang dan wow @$$@_@_
__ADS_1
Ia pun dengan gerakan sensual langsung memposisikan diri di atas Abang Ars dan melakukan permainan dan memimpin permainan malam ini.
Ia sudah lemas di ronde pertama, Abang Ars?
Jangan tanya lagi karena dia masih on fire.
Maka sekarang ia hanya terletang di atas ranjang dan menikmati semua sentuhan Abang Ars terhadap tubuh yang sudah licin dan basah.
" Biar Abang yang memimpin. " Kata Abang Ars sambil mengedipkan sebelah matanya tapi ia hanya mengangguk karena sudah tanggung.
Uh!
-
" Ini jam berapa Abang? " tanyanya saat sudah bangun dari tidurnya dan setelah melihat jam ternyata jam delapan pagi.
" Perasaan baru aja subuh. " Katanya dengan masih ngatuk karena semalam ia begadang dan bangun untuk mandi besar dan sholat subuh setelah selesai ia tidur lagi karena masih mengantuk.
" Bentar lagi Sha, masih ngantuk... Lagian Arsy nggak ada suara nangis tuh berarti masih tidur. " Kata Abang Ars dan merengkuhnya untuk tidur lagi dan karena ia masih ngatuk maka ia pun menurut saja untuk tidur lagi.
Mereka pun tidur dengan nyenyak lagi setelah semalam begadang.
Setelah tiga puluh menit kemudian..
" Abang bangun ih, udah siang. " Katanya mencoba untuk melepaskan tangan Abang Ars yang memeluknya dengan erat.
Setelah terlepas ia segera untuk sikat gigi dan mencuci muka karena tadi pagi sudah mandi.
" Abang, Sha lihat Arsy dulu ya. " Katanya dan mencium kening Abang Ars sekilas dan langsung pergi dari kamar untuk melihat Arsy.
Dan setelah menutup pintu kamar, ia melihat Arsy yang sedang bermain di atas karpet bulu dengan Ella dan Elle yang tenang menonton televisi.
Ia adalah hari libur, Adan Elle pun libur biasanya hari libur Elle akan bersih-bersih rumah seperti kesepakatan yang sudah di sepakati.
Tapi saat melihat ke sekeliling ternyata rumah sudah rapi dan di atas meja ada roti bakar.
" Hm sarapan sudah siap. "
" Pagi Elle. " Sapanya setelah menyapa anak-anak ia pun langsung menyapa Elle juga.
Ia ikut bergabung di atas karpet bulu karena rasanya hari ini ia Mia pedicure aja.
-
Hm kemarin ada yang mau aku crazy up 🤭 sebenarnya bisa aja sih soalnya aku udah nulis draft ELLE WEDDING Series 2 ini sampai di bab 76... lumayan kan?😳
Tapi aku mau crazy up nanti yang baca baru dikit kan sedih aku😞 jadinya aku tahan dulu, up hanya 1 bab perhari
Apresiasi dan dukungan kalian sangat berarti untuk kelangsungan novel ini 🤗❣️😇🙏
Oh ya jangan lupa komentar untuk episode ini, karena komentar kalian semua adalah semangat ku😘 kalau habis baca komentar tuh rasanya di dalam hati begini...
" Semangat up lagi, Semangat ngetik lagi. "
Salam,
__ADS_1
ELLIE MCRUKEN