ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Aku Mengerti


__ADS_3

...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...-...


...-...


...[Aku mengerti]...


" Abang tidak bisa melakukannya. " Kata Arsya lagi dengan lirih dan dengan segera Elle menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dan mengatakan..


" Abang pasti bisa, sudah ada Sha di sisi Abang... Itu yang penting, Abang harus bahagia dan aku juga harus bahagia walaupun tidak bisa bersama... tapi percayalah itu yang terbaik karena walaupun kita bersama itu karena terpaksa dan aku yang pasti akan merasa tersakiti, kumohon! Abang semoga mengerti. "


" Aku mengerti, Abang mengerti... Kenapa rasanya mencintai adek, sesakit ini? " kata Arsya mata memerah dan siap untuk menangis kapan saja, air mata akan tumpah kapan saja.


" Kenapa mencintai Abang sesakit ini? " kata Elle berbalik bertanya dan menggegam tangan Arsya yang sedari tadi mengelus pipi mulus Elle.


Dan dengan saling menatap, selama bertahun-tahun menjadi suami-istri tidak membuat Arsya dan Elle mendekat tapi semakin jauh tapi di malam yang sepi dan di taman yang ada di belakang rumah, Arsya dan Elle akhirnya berbicara dari hati ke hati dan saling mengetahui setelah sekian tahun, saling mengetahui kalau mereka saling mencintai tapi tidak bisa bersama.


Arsy dan Elle masih saling menatap, tangan Arsya yang sedari tadi berada di pipi Elle sekarang merambat ke tengkuk Elle dan meremas tengkuk Elle pelan seperti Arsya menyalurkan emosinya lewat tatapan mata dan sebuah sentuhan...


Hingga Arsya semakin mendekat dan Elle hanya terdiam dan memejamkan matanya...


" Ini tidak salah aku dan Abang adalah suami istri dan ini adalah hal yang wajar. "


Hingga Elle merasakan sentuhan di bibirnya...


-


-


-


-


-


-


" Alah De, Elle benar-benar jatuh cinta dan terperosok! Mereka ciuman De, ciuman! " kata Tante Nana dengan heboh dan histeris tapi suara Tante Nana itu tidak mengganggu orang yang sedang berciuman di sana.


Akhirnya setelah sekian lama Arsya dan Elle berciuman padahal mereka bisa melakukannya tapi bertahun-tahun mere menjadi pasangan halal tidak membuat mereka melakukan itu dan entah ada apa dengan mereka yang tiba-tiba saja melakukan itu... berciuman padahal mereka jelas-jelas akan berpisah! Masih ada rasa tapi tidak bisa bersama.


" Heboh banget Tan! " ringis Dea.


Tante Nana dan Dea sekarang sedang mengintip di jendela dan menyibak sedikit korden dan bisa melihat pemandangan di depan sana.


" Gimana nggak heboh! Itu mereka bentar lagi mau pisah kok ciuman, Tante yakin itu nanti pisah nya pasti berat... Aduh Elle, Elle kisah cinta mu kok ya rumit kayak rumus matematika. " Kata Tante Nana dengan menggelengkan kepalanya dan kasian kepada Elle itu.


" Ah udah lah Tan, ngapain kita ngintip sih. " Kata Dea lagi.


" Untung mereka ciuman disini kalau dirumah mereka sendiri, bisa-bisa belum ngapa-ngapain udah ada di kuntilanak Shaila. " Kata Tante Nana terkekeh dan mengabaikan perkataan Dea tadi.


" Iya bener Tan, kalau menurut aku sih mereka nggak bisa ngapa-ngapain karena pasti serba salah sama Sha dan pasti si Sha bakal cemburu, ck! Bisa memiliki tapi tidak bisa menyentuh. " Kata Dea lagi yang ikut berkomentar padahal tadi Dea ingin segera menyudahi acara mengintip ini tapi lama-kelamaan asik juga bisa melihat secara langsung gimana mesra nya Elle dan Arsya yang sangat langka ini, Arsya dan Elle juga sebentar lagi akan berpisah jadi hal seperti ini sungguh sangat langka.


" Bukan menyetuh De, tapi menyetubuhi. " Kata Tante Nana dengan terkekeh.

__ADS_1


" Kalau Elle beneran mau sama Arsya terus sampai uh ah bakalan menang banyak tuh Arsya. " Kata Dea dengan terkekeh saat mengatakan itu karena merasa lucu dengan perkataan Tante Nana yang vulgar tapi lucu.


" Iya lah dua istri, apalagi si Arsya tuh mantan player! Pemain wanita... Elle aja baru duduk berduaan sama Arsya sebentar aja udah mau aja di kiss. " Kata Tante Nana dengan terkekeh.


" Hahahaha, tapi Arsya begok sih! Udah tau suka sama Elle kok ya nggak berjuang karena takut Sha terluka, Elle yang peka sangat tinggi dan sadar diri ya menjauh! Enggan untuk sakit hati...menepi. " Kata Dea lagi yang melihat adegan di depan sana.


" Lama banget deh De, itu ciuman nggak kelar-kelar. " Kata Tante Nana dengan terkekeh dan merasa senang.


" Ganas juga ternyata si Arsya ya Tan, bayangankan bertahun-tahun Arsya jadi suami Elle tapi baru bisa ciuman setelah menikah baru kali ini, kayak Arsya lagi buka puasa setelah puasa yang panjang. " Kata Dea lagi.


" Cih! Puasa apa? Sama si Sha aja punya tiga anak! Itu puasa dari mana? " kata Tante Nana sewot dan Dea terkekeh.


" Kita ngintip lama banget deh Tan! " kata Dea lagi.


" Emang udah lama, nggak takut dosa? " kata seseorang dari arah belakang dan ternyata itu adalah Sam.


Matilah kau Dea.


-


-


-


-


-


-


Arsya dan Elle masih terengah-engah dan kening mereka saling menempel setelah ciuman panjang penuh dengan kerinduan.


Mereka masih saling memandang dan tanpa kata tapi setelah beberapa saat Arsya mengatakan...


" Setelah hal ini, membuat Abang susah untuk melepaskan kamu Dek. " Kata Arsya lagi dengan memejamkan matanya dan kening yang masih menempel di keningnya Elle dan kedua tangan Arsya yang masih berada di belakang leher Elle dan meremas pelan leher itu agar Elle bisa merasakan sisi emosional nya.


" Jangan bicarakan soal kepergian untuk malam ini. " Kata Elle dengan masih memejamkan matanya dan meremas bahu Arsya pelan.


" Lalu bicara soal apa? Soal perasaan? tapi Abang nggak ada hak untuk membicarakan itu. " Kata Arsya lagi.


" Jangan bicarakan apapun, cukup lakukan lewat tindakan. " Kata Elle lagi yang membuat Arsya langsung mencium Elle lagi dengan perlahan, dalam dan panjang.


-


-


-


-


-


-


" Bang, ini kita ada ditanam belakang rumah Tante Nana. " Kata Elle menghentikan ciuman Arsya yang sekarang sudah merambat ke leher Elle dengan tangan Arsya yang sudah meremas dada Elle, untung Elle sadar dan tidak mendesah walaupun rasanya sungguh enak!


Sialan!

__ADS_1


Seakan sadar, Arsya langsung menumpahkan kepalanya di bahu kecil Elle dan memejamkan matanya dengan kedua tangannya memeluk tubuh Elle untuk mengatur nafas karena masih saja tersenggal.


" Abang nggak pulang? " tanya Elle lagi yang masih saja mengelus kepala Arsya.


" Kenapa Abang tiba-tiba ada disini hm? " tanya Elle lagi walaupun sedari tadi Arsya hanya terdiam.


" Abang rindu padamu dek dan Abang juga ingin meminta maaf pada Arsy. " Kata Arsya lagi.


" Setelah masuk kedalam rumah tadi, Abang lihat adek yang menangis sendirian disini jadi Abang samperin... Maafkan Abang. " Kata Arsya lagi masih memeluk Elle dengan erat.


" Tidak perlu yang ada dimaafkan Abang, semuanya sudah takdir. " Kata Elle lagi.


" Hidup harus tetap berjalan, walaupun rasanya sulit. " Kata Elle lagi.


" Ayok ketemu Arsy dulu, hm? " tanya Elle lagi dan Arsya langsung melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Elle.


" Entahlah! Apa yang harus Abang katakan? " kata Arsya bingung karena memang Arsya kesini hanya ingin bertemu dengan Elle saja dan soal persoalan Arsy, Arsya masih berfikir itu tidak salah.


" Ya katakan saja apa yang Abang pikirkan, katakan maaf... " kata Elle lagi.


-


-


-


-


-


-


Dan disinilah Arsya berada, saling berhadap-hadapan dengan Arsy yang masih terdiam dan menundukkan kepalanya.


" Kamu beruntung karena mempunyai Ibu yang selalu ada disisi Abang. " Kata Arsya dengan tenang dan itu membuat Arsy yang langsung menegakkan kepalanya.


" Yang selalu mengerti Abang tanpa bertanya Ibu sudah tau seolah-olah Ibu bisa membaca pikiran Abang. " Kata Arsya lagi dan Arsy mengangguk kepalanya tanda setuju.


" Maafkan Daddy yang udah menampar Abang. " Kata Arsya lagi sambil memegang tangan putra pertamanya itu.


" Daddy... " kata Arsya tercekat karena sebagai seorang anak, Arsy merasakan ada perasaan yang tidak enak saat Daddy nya mengatakan itu.


-


-


-


-


-


-


TBC


Adegan ini kan yang kalian tunggu dari dulu?🀸🀭🀣

__ADS_1


Ini udah hampir ending, menuju ke sana banyak adegan yang mendebarkan hati πŸ€ΈπŸ˜‚


Author mau ngumpet sama Tante Nana dan Dea dulu... bye-bye see you tomorrow ❀️


__ADS_2