
ELLE WEDDING
[Episode 49 ~ Siri?]
Elle
Setelah mengatakan apa yang ingin ia sampaikan ia langsung masuk ke dalam kamar dan tidak pernah melihat ke arah belakang atau apapun itu.
Bahkan saat Sha bilang kalau Abang Ars akan bertanggung jawab ia bahkan tetep kekeh tidak, karena tidak mungkin ia menikah dengan pria ber istri dan menjadi istri kedua.
Walaupun di sini ia adalah korban, ia sangat yakin kalau orang yang mengetahui sekilas pasti akan mencibir nya dan mengatakan kalau ia adalah perusak rumah tangga orang lain.
Tidak, sudah cukup!
Ia tidak mau di atur orang lain, ia ingin menjadi diri sendiri.
Ia tidak ingin dirinya di bully, ia hanya ingin hidup tenang, dengan buah hatinya, Tante Nana dan juga Dea.
Ia masih mengelus perut buncitnya dengan mata sembab nya.
Ah sungguh ia mulai gila karena semenjak berada di rumah itu ia sering menangis karena tekanan.
Ini membuktikan kalau ia masih saja bisa di tindas.
Ini tidak boleh terjadi.
Maka dari itu ia langsung beranjak berdiri dan langsung menunju kamar mandi untuk mencuci wajah agar terlihat segar.
Ia adalah wanita hamil dan tidak boleh terlihat sedih seperti ini, apapun terjadi ia harus menghadapi nya itu.
Disini akan banyak kejutan seorang tadi dan ia harus siap apapun kejutan itu.
Seperti saat ini, saat ada yang mengetuk pintu ia melihat Abang Ars yang sedang berada di depan pintu dengan membawa kantong kresek besar dan banyak, seperti nya makanan.
Dan dengan malas ia membuka pintu walaupun Abang Ars sudah tersenyum ramah padanya ia tidak peduli dan mulai acuh tak acuh.
" Pagi. " Sapa Abang Ars.
Tapi ia malah berdehem saja dan malas berdekatan ataupun berinteraksi dengan Abang Ars.
" Abang hari ini bawa stok makanan dan juga susu hamil karena Abang nggak tau adek mau nya yang rasa apa Abang beli beberapa rasa biar nggak bosan kalau adek minum. " Kata Abang Ars sambil menata bahan makanan tanpa melihat ke arahnya, ia juga melihat beberapa susu hamil rasa coklat, vanilla dan juga stroberi tapi yang ada di pikirannya hanya coklat.
Dan juga memikirkan Abang Ars yang memanggil nya dengan sebutan... Adek.
Membuat hatinya berdebar dan goyah!
__ADS_1
Elle tidak, jangan bahaya, jaga batasan.
Karena tau ia terdiam dan tidak membalas ucapan Abang Ars, ia pun langsung memalingkan wajahnya saat Abang Ars melihat ke arahnya.
Aku tidak siap untuk ini.
Maka yang ia lakukan sekarang adalah berlalu dari dapur dan menuju ke ruang televisi dan menyalakan untuk mengurangi rasa canggung, grogi dan apalah itu...
Ia maih asik menonton televisi hingga suara deheman yang sangat keras terdengar ia tidak merespon bahkan menoleh saja tidak karena ia tau siapa itu dan memilih untuk melanjutkan menonton kartun yaitu Boboiboy yang sangat lucu.
Hingga ia langsung cemberut saat Abang Ars merebut remot televisi dan mematikan televisi nya yang langsung membuat nya berdecak dan menatap Abang Ars dengan sebal dan kesal.
Sialan!
" Apa? " tanya Abang Ars dengan nada menantang dan ia lebih memalingkan wajahnya, enggan melihat wajah sengak (sombong) seperti itu.
Ia masih memalingkan wajahnya dan enggan untuk menjawab ataupun berbicara.
Sungguh ia akan menjadi pembicaraan yang sia-sia karena mau di bicarakan seperti apapun itu ia adalah pihak yang paling di rugikan dan juga pihak yang terlihat salah apapun alasannya itu walaupun ia adalah korban.
Niat membantu malah berakhir malapetaka seperti ini untuknya.
Sialan!
-
Ia masih terdiam di depan televisi yang sudah mati.
" Jelaskan bagaimana Abang harus bertanggung jawab terhadap kamu dek. " Kata Abang Ars yang dengan suara me lembut.
Ia hanya menggeleng karena mau bertanggung jawab seperti apapun terhadapnya, itu percuma sungguh!
Ia menggelengkan kepalanya dan mengatakan...
" Biarkan aku hidup dengan tenang Abang, aku nggak mau ada masalah apapun itu aku hanya ingin hidup tenang ku seperti dulu. " Katanya dengan nada pelan dan menatap mata Abang Ars.
Ia bahkan tidak berkaca-kaca karena menurutnya sudah cukup air mata yang ia keluarkan selama ini.
Tidak ingin ada kesedihan lagi, sudah cukup!
" Abang akan meberik... " kata Abang terpotong karena ia keburu berbicara dan mengatakan ini kepada Abang Ars dengan tatapan tajam...
" Abang tidak bisa, dan tidak mungkin bisa memberikannya kepada ku karena mau betuk apapun tanggung jawab Abang terhadap ku, aku adalah pihak yang paling di rugikan dan pihak yang akan terus saja di cibir. " Katanya, ia mendadak sedih.
" Pikirkan baby yang sedang kamu kandung dek. " Kaga Abang Ars mencoba membujuk nya tapi ia masih kekeh tidak karena ini sangat sulit.
" Karena memikirkan Baby yang aku kandung makanya aku mengatakan tidak, aku tidak mau membuat anak yang tidak bersalah berada di posisi yang seperti ini... aku nggak bisa selamatkan dua-duanya (anak) aku hanya bisa selamatkan salah satunya, dan baby yang aku kandung biarkan menjadi urusan ku sendiri. " Katanya dengan kekeh dan tetep saja Abang Ars menggeleng kepalanya dan tidak setuju dengan pendapat nya.
__ADS_1
" Maka dari itu biarkan aku pulang dan anggap saja kita tidak pernah bertemu. " Katanya dan langsung memalingkan wajahnya karena Abang Ars menatapnya tajam.
" Aku tidak bisa pilih kasih terhadap anak-anak ku. " Kata Abang Ars yang langsung membuat tertawa sumbang.
" Memang seperti ini jalannya, tapi aku akan memastikan baby yang aku kandung nggak akan kekurangan apapun itu. " Katanya lagi.
" Kenapa kamu keras kepala dek? " kata Abang Ars yang sangat sulit dengan keputusannya yang menolak keras soal kehadirannya dan apapun itu.
" Kenapa Abang juga keras kepala? Abang tidakkah memikirkan perasaan ku? Aku juga terluka disini Abang, aku merasakan tertekan semenjak Abang membawaku dengan paksa ke rumah ini, sungguh Abang! Aku adalah korban di sini tapi kenapa aku yang di kejar seolah-olah aku adalah tersangka? kenapa Abang sungguh jahat padaku? Tidakkah sudah cukup Abang mengambil kehormatan ku, lalu Abang sekarang mau menempatkan aku di posisi yang paling tidak menguntungkan dari sisi manapun itu, ku mohon Abang biarkan aku pulang dan semua akan baik-baik saja, Abang lanjutkan hidup, aku juga akan melanjutkan hidup ku. " Katanya dengan sedih.
Sekarang unek-unek dalam hatinya sudah ia keluarkan dan ia sungguh sangat lega.
Ia bahkan tidak tau sejak kapan matanya berkaca-kaca dan siap akan tumpah maka dari itu ia membendungnya dulu.
Ia bahkan melihat Abang Ars yang terus saja terdiam dan tidak mengatakan apapun itu.
" Setidaknya biarkan Abang menjaga mu di sisa kehamilan. " Kata Abang Ars pada akhirnya mengalah ia sungguh lega karena ia merasa akan terbebas dari beban ini.
Tapi ia masih terdiam, haruskah ia membiarkan Abang Ars saja?
-
" Nih Abang sudah buatan kamu susu nya rasa coklat seperti kata kamu tadi. " Kata Abang Ars sambil membawa susu coklat dan menaruh nya di meja.
Sejak Abang Ars mengatakan kalau dia ingin menjaga nya selama sisa kehamilan dengan berat hati ia mengijinkan nya dengan syarat.
" Cukup datang sekali dalam satu hari. " Katanya karena ia tau kalau Abang Ars punya kehidupan sendiri dan juga pekerjaan ia tidak ingin menjadi beban.
Dan sisanya cukup di sampaikan lewat pesan seperti sekarang ini...
" Jangan lupa minum susu hamil sebelum tidur ya dek. "
Tapi ia lebih memilih membaca tanpa membalas pesan itu dan segera menuju ke dapur untuk membuat susu.
Ia duduk di kursi yang ada di dapur dan meminum susu hangat itu perlahan dan dalam diam hingga suara bibik membuatnya kaget.
" Neng Elle belum tidur? " tanya Bibik Fatma.
Ia hanya tersenyum dan menunjukkan susu yang ia minum masih ada.
" Kalau gitu Bibik ke belakang dulu ya. " Katanya dan ia pun segera mengiyakan dengan mengagguk kepalanya dan tersenyum.
Setelah Bibik menghilang dari pandangan nya ia pun menghabiskan susu dengan perlahan dan memikirkan sesuatu.
-
**Arsya : Alon-alon seng penteng kelakon (pelan-pelan yang penting di lakukan)
__ADS_1
Eyaaaa!š¤£
Nulis cuma S h i t aja di sensor, huhuhu nggak seru!! apalagi kalau nulis yang semuanya isi iya-iya pasti di sensor semua jadinya nggak ada yang bisa dibaca š**