ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Elle Oh Elle


__ADS_3


ELLE WEDDING


[Episode 51 ~ Elle Oh Elle]


Elle


" Neng Elle sembunyi dulu. " Kata Bik Fatma yang langsung membuat diam.


Kenapa ia harus sembunyi?


Yang benar saja! Sebelum ia bertanya ada apa?


Tiba-tiba ada seorang wanita dengan menggunakan hijab datang menghampiri nya dan menatap nya dari atas sampai bawah.


" Oh jadi loe pelakor itu. " Kata wanita itu dengan hampir nada berteriak.


Cih! Siapa yang pelakor!


" Heh, siapa loe? Masuk rumah bukannya salam malah teriak-teriak, nggak punya urat malu loe? " katanya dengan kesal pada wanita itu yang terlihat seperti korban, tapi korban apa?


" Loe yang nggak tau malu, malah hamil sama pria ber istri. " Katanya lagi dengan marah.


Jangan-jangan! No!


" Gue Sheryl, Akak nya Shaila... Inget loe sekarang siapa gue? " kata Sheryl dengan nada marah.


" Lalu apa urusannya sama gue hah! Datang-datang nggak punya sopan santun. " Katanya tidak gentar karena ia sungguh tidak sudi untuk di tindas.


" Jelas ada urusan lah, loe itu udah ngerebut suami orang hah! " Kata Sheryl tidak mau kalah.


Ini orang mau nya apa sih?


" Siapa yang ngerebut suami orang hah! Sialan loe. " Katanya dengan marah dan tidak mengingat kalau sekarang ia sedang mengandung dan dengan marah membanting gelas yang aja di meja.


Sekarang ia sungguh tidak punya takut, dan lebih memilih melawan.


" Asalkan loe tau ya, Shaila kemarin ke sini sama suaminya datang ngomong, minta gue supaya mau nikah sama suami nya tapi gue tolak karena gue nggak perlu tanggung jawab siapapun itu, gue ada di sini juga karena di jemput paksa sama si Arsya sialan itu, pejoh (an jing) " katanya dengan menggebu-gebu dan sekarang sudah mulai mengumpat.


Sialan!


" Dan kalau disini cuma mau memaki, maki sono si Arsya sialan itu hah! Karena gue di sini korban... KORBAN. " Katanya dengan penuh penekanan mengatakan korban dan sekarang menyebutkan nama Arsya tanpa abal-abal Abang lagi.


Ia sungguh marah!


" Sekarang loe pergi dari sini, sialan! " katanya dengan marah dan langsung memalingkan wajah dari Sheryl yang menatap nya dengan heran karena ia yang balik dan mengumpat tanpa henti.


" Bibik, bik, bik... " panggilannya nya dengan berteriak karena sungguh muak melihat wajah Sheryl yang masih tetap berdiri sambil memandang nya walaupun daritadi ia sudah menyuruh dia untuk keluar.


" Seret keluar orang itu. " Katanya dengan nada berteriak dan segera membalikkan tubuhnya dan enggan melihat wajah Sheryl.


Ia mengatakan seret bukan bawa, itu artinya kemarahan nya sudah di ubun-ubun karena sungguh sangat ingin rasanya memaki si bajingan Arsya dan si munafik Shaila.

__ADS_1


Mesti satu di antara mereka ada yang mengatakan nya pada Sheryl dan lalu melabrak nya kesini.


Sungguh sialan!


Ia terasa seperti pelakor atau seorang simpanan karena tinggal di rumah ini dan kalau mau menyalahkan, jangan salah dirinya karena ia hanya korban.


Korban yang semakin terpojok karena memilih diam, dan diam nya itu malah di salah artikan oleh Arsya.


Bukan nya ia tidak mau melawan ia hanya ingin segera ini segera berakhir dengan tenang tapi setelah kejadian tadi ia sudah tidak bisa lagi tenang.


Karena ia sudah di cap perebut suami orang padahal Sha sendiri yang membujuknya untuk menikah dengan suaminya tapi ia tetap kekeh tidak mau.


Dan sekarang ia di labrak Akak nya Sha, sungguh sialan!


Dan dengan kesal ia langsung menghubungi Tante Nana untuk menjemput pulang ke rumah.


Dan setelah mengirim pesan kepada Tante Nana ia pun langsung membereskan barang nya yang perlu di bawa.


Ia sungguh tidak perlu tanggung jawab Arsya karena ia tidak membutuhkan nya.


Ia tidak butuh tanggung jawab seorang yang sudah membawa malapetaka untuk nya karena kalau ia tetap bertahan maka malapetaka itu tetap akan selalu ada dan datang menghampiri nya.


Ia mendengar suara telepon nya berbunyi di atas nakas, ia kira kalau itu adalah Tante Nana tapi yang tertera malah Arsya sialan itu.


Dan ia pun mengabaikan telepon itu dan tetap menunggu Tante Nana yang sedang otw menjemput nya.


" Neng mau kemana? " tanya Bik Fatma dengan nada khawatir dan ia pun tersenyum pada Bik Fatma dan mengatakan...


" Aku akan pulang Bik. "


-


" Elle kamu mau kemana. " Kata Abang Ars dengan wajah penuh keringat karena habis berlari dengan di belakangnya ada Shaila yang menangis dengan terisak.


Cih air mata palsu!


" Aku akan pulang di sini bukan tempat ku. " Katanya dengan suara marah dan wajah datar bahkan untuk menangis saja ia enggan.


Sungguh rasanya kesedihan ini, air matanya engga untuk keluar.


Karena ia menangis pun percuma.


" Tapi baby belum lahir dek, adek udah berjanji sama Abang, kalau Abang boleh berada di sisi adek sampai baby nya lahir. " Kata Abang Ars dan sekarang ia tidak bisa menghindar karena tangan nya keburu di genggam Abang Ars.


" Aku nggak peduli, aku nggak mau berada di sini! Disini membuat ku terancam dan juga ada orang munafik. " Katanya dengan marah dan menghempaskan tangan Abang Ars yang dari tadi menggegam tangan nya dan menatap Sha saat mengatakan kata munafik.


" Siapa... " kata Abang Ars terpotong karena aku keburu mengangkat tangan nya seolah-olah mengatakan...


" Jangan bicara lagi. "


" Tidak perlu menemui ku karena menurut ku semua ini sudah cukup. " Katanya yang langsung berlalu dari hadapan Abang Ars tanpa menoleh lagi ke belakang.


" Dek! " kata Abang langsung memeluknya dari belakang dan menangis terisak di belakang punggung nya, Abang Arsya semakin merapatkan dekapan pada tubuhnya dan dalam hati ia mengatakan...

__ADS_1


" Jangan menangis Elle. "


Dan setelah beberapa saat hanya terdengar isakan tangis, Abang Ars langsung membalikkan tubuhnya dan saat ini hanya diam tanpa melawan.


Cup.


Abang Ars mengecup keningnya dengan dalam dan lama hingga ia memejamkan mata meresapi kecupan itu.


Kecupan kasih sayang itu hingga air matanya yang dia bendung tadi akhirnya tumpah juga, sekarang ia mulai terisak.


Dan Abang Ars sekarang berjongkok dan langsung berhadapan dengan perut buncitnya dan mengatakan...


" Baik-baik sama Ibu ya Nak. " Kata Abang Ars sambil mengecup pelan perutnya yang buncit dan ia merasakan ada tendangan di sana.


" Maafkan Abang dek. " Kata Abang Ars sambil menempelkan kening kita berdua sambil menatap nya sebentar lalu memejamkan mata.


Hingga kita terisak dengan kening saling menempel.


Karena tidak berdayanya dan juga entahlah..


" Ayo Elle kita pergi. " Kata Tante Nana yang daritadi hanya sebagai pendengar saja dan langsung menarik tangan nya pergi dari sana.


Selamat tinggal.


Shaila


Ia tersentak kaget saat menerima telepon dari Sheryl yang mengatakan...


" Tadi aku kesana ke rumah pelakor itu, eh malah dia balik marah dan memaki dan lebih parahnya lagi aku di usir. " Kata Sheryl yang langsung membuat nya menegang.


Dan semakin merasa tegang saat melihat Abang Ars yang berjalan keluar menuju garasi dengan tergesa-gesa.


Dan tanpa di minta ia pun langsung ikut masuk ke dalam mobil karena ia tau tujuan Abang kemana karena ia baru saja menerima telepon dari Sheryl pasti Abang juga menerima telepon dari Bik Fatma yang selama ini menemani Elle.


Ia hanya berdiri di tempatnya sangat melihat bagaimana tatapan kecewa nya Abang Ars saat melihat Elle akan pergi dan pulang ke tempat asalnya.


Ia hanya bisa menangis terisak saat melihat tatapan cinta Abang Ars pada Elle.


Selama pernikahan nya dengan Abang Ars hanya Elle lah yang mampu masuk ke dalam hati Abang Ars setelah dirinya.


Bahkan selama ini banyak sekali wanita yang ingin menjerat Abang Ars tapi Abang Ars tetap tidak bergeming.


Tapi pada Elle? tanpa Elle menjerat pun Abang Ars sudah menyukai Elle.


Ia bisa melihatnya saat Abang Ars menempelkan kening dengan Elle dan menangis terisak bersama.


Ia sungguh merasakan cemburu!


Ikhlas kah ia untuk di madu?


Ia hanya menangis terisak saat melihat tatapan cinta Abang Ars kepala Elle.


-

__ADS_1


*Jangan sepaneng, gubrak šŸ˜‚šŸ¤ø


Cinta segitiga, seperti segitiga bermuda yang nggak tau dimana letaknya 🤣*


__ADS_2