
ELLE WEDDING.
[Episode 17 ~ Perasaan Apa Ini?]
Arsya
Me (Saya) : Semoga kamu bahagia Ell. Send (Kirim).
Sebuah pesan yang ia kirim kan ke nomor ponsel Elle setelah selama beberapa minggu pesan nya di abaikan Elle, ia sungguh sedih, bingung, bimbang dengan perasaan nya sendiri.
Di sisi lain ia sudah memiliki seorang isteri dan sebentar lagi akan ada kelahiran baby di hidup nya dan dengan otomatis ia juga akan menyandang status sebagai Daddy.
Tapi di sisi lain ia mengatakan... I Love You, dek (Aku mencintai mu, dek)
Ia sungguh brengsek right?
----
Malam ini sungguh sunyi, saat ia terbangun di tengah malam dan terjaga ia melihat ke arah isteri nya yang sedang tidur dengan pulas dan nyenyak.
Ia merapihkan anak rambut Sha yang menutupi sebagian wajahnya dan mengelus nya perlahan.
Dan tanpa mengatakan sepatah kata pun ia mendekat ke arah Sha dan mengecup pelan pipi nya dan melakukan hal-hal yang menyenangkan yang sudah berada di pikiran nya sejak tadi.
" Sha capek Abang. " Keluh Sha setelah mendapatkan kenikmatan duniawi yang di inginkan nya.
" Istirahatlah Sha, maaf ya. " Ucap nya dan memeluk Sha dengan erat dan mengelus perut buncit nya Sha agar tidur nya lebih nyenyak, Sha sebentar lagi akan melahirkan anak nya, beberapa minggu lagi...
Shaila
Ia tidur dengan nyenyak, tapi tiba-tiba saja Abang Ars mendekat ke arah nya dan melakukan hal yang seharusnya di lakukan sepasang suami istri lakukan di gelap nya malam di dalam kamar yang di kunci dari dalam dengan pencahayaan yang temaram karena hanya ada lampu tidur yang menyala.
Ia hanya pasrah karena ini adalah kewajiban nya untuk melayani suami nya dan setelah semua nya selesai dengan keringat membasahi sepanjang permukaan kulit nya dengan nafas yang tidak beraturan, dan dengan nada pelan ia mengatakan...
" Sha capek Abang. " Kata nya manja dan langsung menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami nya yang selalu membuat nya nyaman.
Tante Nana
Ia melihat Elle dengan tatapan, iba ya jengkel juga.
Elle akhir-akhir ini sering diam dan melamun, ia tau sebenarnya apa yang terjadi tapi masih diam dan mengamati saja karena ia akan ikut campur kalau Elle mengijikan nya.
Ah patah hati bikin orang menjadi lesu, lebih nyesek lagi patah hati karena suami orang.
Wis-wis angel (Udah-udah susah)
Elle
Ia termenung di bangku belakang rumah nya dengan di temani segelas kopi yang masih hangat.
__ADS_1
Ia meminum kopi hangat itu sedikit demi sedikit sambil memejamkan mata dan mengingat wajah seseorang, wajah seseorang yang terlarang untuk nya, terlarang untuk menyukai ataupun memiliki.
" Iya, terimakasih ya. " Katanya saat mengangkat telepon di ujung sana.
Hari ini adalah pertemuan bisnis nya kepada Abang Ars.
Loh?
Iya, sekarang Abang Ars sedang berada di Ibu Kota karena pertemuan bisnis ini di jadwal kan tempat nya di Ibu Kota.
Dan karena hati nya masih kacau, ia tidak datang dan memilih untuk menenangkan diri di rumah saja.
--
Ia sungguh kesal setengah mati, saat Buk'e menelfon nya dan mengatakan...
" Aku butoh duit nggo modal usaha (Aku butuh duit untuk modal usaha). " Kata Buk'e di ujung telepon.
Mungkin kalau kalian mendengar nya akan biasa saja.
Minta uang modal usaha.
Tapi ini bukan sekali, dua kali tapi berkali-kali.
Buk'e meminta duit kepada nya dengan alasan modal usaha.
Padahal mah uang itu akan di berikan ke suami nya untuk berfoya-foya.
Dan saat ia mengatakan...
Definisi cinta begitu picek (buta)
Aku tidak goblok (bodoh) sampai di tipu berkali-kali ini.
Tapi aku tetap memberikan Buk'e duit tapi sedikit tidak banyak seperti biasanya.
Dan setelah memberikan duit kepada Buk'e dengan jumlah yang sangat sedikit dari biasanya ia langsung pergi dengan membanting pintu dengan keras dan kasar saking kesalnya.
Dan di gelap nya malam di gang yang sempit ia pulang menuju rumah nya yang jauh dari tempat saat ini berjalan.
Karena ia akan memesan ojek online di tempat pinggir jalan raya agar dengan mudah di temukan dan alamat nya juga langsung tercantum dari gps, dan tidak perlu menanyakan alamat pada orang asing.
Tapi saat menunggu ojek online nya itu, ia melihat sepasang kakek dan nenek yang jualan jagung bakar di pinggir jalan dan tanpa sungkan ia pun memesan semua jagung bakar yang di jual itu.
" Anak nenek kemana? " tanya nya sambil memakan jagung bakar dengan lahap.
" Anak nenek sudah pada berkeluarga sendiri-sendiri neng. " Kata nenek itu dengan senyuman.
Senyuman itu yang mengingatkan nya pada mendiyang Mbah nya yang membuat nya berkaca-kaca seketika.
" Jadi nya nenek nggak mau ngerepotin anak, jadi milih untuk kerja aja sama kakek lagian anak-anak nenek juga masih kurang, kalau nggak kerja nggak makan. " Kata nenek itu yang terlihat sangat keriput terlihat jelas dari garis wajah nya.
__ADS_1
--
Setelah memberikan uang yang lebih dari harga jagung bakar ia pun menunggu ojek online nya yang daritadi belum dapat karena susah, sudah malam.
" Selain kamu cantik, kamu juga baik hati dek. " Kata seseorang yang mengingat kan nya pada suara seseorang, seseorang yang sedang ia jauhi.
Dan dengan ragu ia menoleh dan mendapati Abang Ars yang bersandar di badan mobil dengan senyuman menawan nya seperti biasa nya.
" Kenapa bisa ketemu di sini. " Guman nya lagi.
" Kok kamu diem, tadi juga meeting di wakilkan sama sekertaris kamu, kamu jauhin Abang ya dek? " kata Abang Ars dengan menatap nya tajam tapi ia tidak peduli dan memilih diam tidak mau menjawab.
Hati ini kacau!
" Abang! " kata nya kaget saat melihat tangan Abang Ars yang memegang dengan kuat lengan nya dan seakan-akan mengatakan...
Kamu milik ku dek!
" Kenapa? " tanya nya dengan nada tidak merasa bersalah.
" Biar Abang antar pulang. " Kata Abang Ars yang tidak perlu dengan persetujuan nya karena ia langsung di dorong masuk ke dalam mobil Abang Ars.
Ini sungguh tidak baik!
" Abang jangan seperti ini, turunkan aku di sini saja. " Kata nya mulai frustasi dengan kelakuan Abang Ars yang ternyata sangat tidak terduga karena sedang frustasi.
" Katakan saja di mana alamat nya. " Bentak Abang Ars yang tidak mau di bantah terlihat dari raut wajah nya yang terlihat marah, kesal, tidak berdaya atau apa? tapi kenapa?
" Maafkan, tadi tidak sengaja membentak mu dek. " Kata Abang Ars setelah sampai di depan rumah nya dan ia bisa melihat dari sudut mata nya kalau Abang Ars sedang membuka sabuk pengaman nya.
" Ya nggak apa-apa bang, kalau begitu aku pulang dulu. " Katanya mencoba untuk keluar dari situasi tidak baik ini.
" Abang... " kata nya mulai lemah karena saat akan membuka pintu lengan nya di tahan Abang Ars.
" Abang sungguh tidak bisa melupakan mu dek. " Kata Abang Ars lagi yang membuat nya kaget.
" Apakah Abang Ars merasakan apa yang aku rasakan? "
" Abang jangan seperti ini, Abang sudah pu... " kata nya terpotong karena dengan secepat kilat Abang Ars menyentuhkan mereka berdua dengan dalam pelan dan lama.
" Ini pasti first kiss (ciuman pertama) mu dek, maafkan Abang. " Kata Abang Ars lagi dan menyentuhkan daging kenyal mereka berdua untuk saling membelit walaupun ia membalas ciuman Abang Ars dengan kaku.
" Ciuman mu masih kaku, tapi Abang suka. " Kata Abang Ars lagi dan menyentuh kan mereka lagi dan memulai hal yang paling mendebarkan di dalam hati nya.
Bahkan sekarang posisi nya yang terbaring di kursi yang sudah di turunkan dengan Abang Ars di atas nya dan mengelus punggung nya yang tertutup kemeja.
Ia sungguh merasakan bodoh karena memberikan ciuman pertama nya pada Abang Ars.
Tapi akal sehat nya tidak bisa berfungsi dengan benar yang terdengar hanya hati nya yang terus mengatakan...
Ini adalah hal wajar berciuman seperti ini, hanya ciuman Ell tidak lebih.
__ADS_1
" Abang cukup. " Kata nya saat merasakan tangan Abang Ars menginginkan lebih dan menghentikan semua ini.
Dan dengan tergesa-gesa ia keluar dari dalam mobil Abang Ars dan berlari menuju rumah nya.