
ELLE WEDDING.
[Episode 42 ~ Menghasut]
Arsya
Ia tersenyum saat sudah sampai di depan pintu melihat Sha dan juga baby boy menyambut di depan pintu rumah.
Dan sebelum menggedong baby boy ia pun mencuci tangannya terlebih dahulu.
Setelah mengucapkan salam dan Sha menjawab salamnya ia pun langsung mengendong baby boy untuk masuk ke dalam rumah dengan Sha yang berada di rengkuhan nya dan berjalan beriringan.
" Abang tumben pulang cepat? " tanyanya Sha saat mereka ada di kamar untuk mengganti baju sebentar.
" Abang nggak fokus kerja hari ini, karena kepikiran baby boy yang semakin hari semakin gemas-gemas. " Katanya sambil membuka dasi yang melilit lehernya dan juga melepaskan kemeja nya yang terasa sangat panas di tubuhnya.
" Ish masa Abang bolos. " Kata Sha sambil menyerahkan baju ganti kepadanya.
" Nggak apa-apa Sha, sesekali saja daripada aku kerja tapi pikiran ku ke rumah ya mendingan pulang aja. " Katanya lagi dan segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur pikiran nya yang terasa sangat panas.
Ia berbohong pada Sha tentang alasannya kenapa ia pulang lebih cepat ke rumah.
Tidak seperti yang ia bilang ke Sha, sebenarnya ia merasakan bimbang dengan perasaan nya yang tidak bisa menemukan Elle di manapun dan sekali ketemu malah terlepas begitu saja.
Ah ya ampun.
Ia masih di dalam kamar mandi dan akhirnya berendam sebentar untuk membuatnya rileks.
Sungguh cuaca nya hari ini sangat panas dan lebih panas lagi karena emosi nya begitu di ubun-ubun karena selalu gagal untuk menemukan Elle.
Setelah merasakan lebih baik ia langsung keluar dari kamar mandi dan berpakaian.
Ia melihat Sha sedang berada di atas ranjang dan menyusui Baby boy yang terlihat sangat lahap dalam mengecap sumber kehidupan itu.
Ia langsung tiduran di samping Sha dan mendekap dari belakang dengan erat.
" Yah padahal pulang mau main sama baby boy malah dia tidur. " Katanya di balik tubuh Sha dan mengelus pelan pipi baby boy yang terlihat menggemaskan.
" Nanti sore bisa kalau sudah bangun. " Kata Sha dan ia membenarkan itu dan semakin memeluk Sha dari belakang untuk menemukan ketenangan karena tidur siang untuk saat ini memang adalah obat yang paling mujarab.
Untuk menghilangkan semua pemikiran peliknya untuk sementara waktu ini.
Dan ia masih memeluk Sha dan tanpa sadar ia menutup matanya dan mulai tertidur lelap di atas ranjang.
Shaila
Ia sedang berada di rumah kedua orang tuanya dengan baby Arsy dan Abang Ars sedang bekerja di kantor.
Baby Arsy sedang berada bersama dengan Abi dan Umi maka ia pun hanya menonton televisi dengan Sheryl yaitu kembarannya yang sudah menikah beberapa bulan yang lalu, masih terasa pengantin baru.
Ia masih diam dan menonton televisi begitu dengan Sheryl masih fokus dengan televisi hingga suara Sheryl membuatnya menoleh kearah dia.
__ADS_1
" Apa kabar Sha? " tanya Akak kembarnya itu.
Dan ia pun menjawab baik-baik saja tidak mungkin ia membicarakan hal-hal tentang keluarga nya kepada Sheryl, tentang masalah yang menimpa keluarga kecilnya itu.
Walaupun Sheryl adalah adalah kembaran nya ia tidak bisa mengatakan apa yang sedang terjadi kalau ia mengatakan itu ia bisa pastikan Sheryl langsung marah.
Ia sungguh tau watak kembaran nya itu, watak yang berbanding terbalik dengan wataknya itu tapi wajahnya kami sungguh kembar hanya watak saja yang berbeda.
Yah walaupun begitu Sheryl tetap kembarannya.
" Oh ya seperti nya tidak seperti itu yang terlihat di wajah mu itu Sha. " Kata Sheryl dengan ambigu.
Apakah dia bisa membaca ekspresi wajahnya juga?
Ia hanya terdiam dan enggan menanggapi semua celotehan nya Sheryl dan lebih memilih untuk fokus dengan tontonan nya ini.
" Itu kenapa menyebalkan sih. " Kata Sheryl saat menonton drama Malay dan ia langsung mengganti nya karena ia malas dengan celotehan Sheryl yang terlalu terbawa emosi padahal hanya drama.
Apa kabar dengan hidupnya yang seperti drama?
Ia hanya bisa bersabar agar hatinya tentram dengan semua masalah yang menerpa.
" Loh kok di ganti sih Sha. " Kata Sheryl dengan kesal.
Tuh kan!
Di ganti salah nggak di ganti ngoceh mulu.
" Udah aha kak, ganti aja Sha lagi malas dengar ocehan Akak itu mendingan nonton yang bikin happy (bahagia) aja. " Katanya tanpa merasa bersalah dan masih menonton televisi dan mengabaikan decakan Sheryl itu.
Dan mengabaikan tatapan Sheryl sebelum pergi seakan-akan mengatakan...
" Aku belum selesai Sha. "
Tapi ia tidak peduli lebih tepatnya benar-benar tidak membutuhkan semua nasihat Sheryl yang mungkin akan terdengar seperti menghasut daripada menenangkan karena ia tau watak kembarannya itu.
Tapi ia tidak peduli dan lebih memilih menonton televisi sebenarnya ia tidak benar-benar menonton televisi ia hanya termenung saja di televisi yang menyala dan membiarkan orang yang melihatnya seakan-akan ia sedang menonton televisi.
Ia masih termenung di depan televisi dan memikirkan beberapa hal.
Semalam Abang Ars mengatakan kalau Elle tidak mudah di temukan karena Elle pandai sekali bersembunyi dan ia membuat orang-orang suruhan Abang Ars kesulitan untuk mencarinya.
Apakah sebegitu nggak maunya?
Sampai-sampai Elle menghindar dan menghilang?
Dan benar-benar wanita yang kuat karena setelah mengalami kejadian itu Elle tetap bisa menjalin kehidupan.
Ia berfikir mungkin saja Elle sedikit trauma setelah kejadian itu dan lebih memilih menghindar daripada terlihat.
Ia sangat percaya kalau orang seperti Elle tidak ingin terlihat lemah dan menanggung semua apapun itu yang menimpa kepada dia akan menanggung nya sendiri.
Ia masih termenung dengan pemikiran nya dan memikirkan bagaimana kalau Elle mengandung sebagai akibatnya nya.
__ADS_1
Dan saat itu terjadi apakah ia siap untuk di madu?
Siap ataupun tidak siap memang seperti itu harus yang ia jalani karena bagaimanapun anak itu tidak bersalah dan Abang Ars harus tetap bertanggung jawab atas semua yang dia lakukan pada Elle tapi sebelum itu terjadi ia harus berbicara empat mata dengan Elle.
Untuk menilai bagaimana wataknya Elle.
Untuk sekarang ia menilai kalau Elle bukalah seorang wanita yang genit terhadap pria, Elle cenderung lebih memilih dengan orang yang benar-benar membutuhkan nya daripada memikirkan diri sendiri.
Ia suka dengan penilaian itu.
Ia juga merasakan kalau Elle menyukai Abang Ars tapi cukup cinta dalam diam.
Tipe-tipe kalau mencintai seseorang cukup melihat orang itu bahagia maka akan ikut bahagia juga.
--
Ia sudah pulang di rumah setelah tadi Abang Ars menjemput nya untuk pulang.
Dan sekarang ia sedang berada di atas ranjang bersiap untuk tidur.
" Sha. " Kata Abang Ars yang sedang memeluk nya dari belakang dan dengan spontan ia pun langsung menoleh.
Abang Ars langsung melakukan yang daritadi di tahan dan ia bahkan sampai tersenggal karena serangan tiba-tiba ini.
Ia sungguh mengantuk untuk melakukan hubungan suami-istri tapi ia hanya pasrah saja biarkan Abang Ars yang melakukan tugas itu ia cukup berada di bawah dengan memejamkan mata antara mengantuk dan juga enak.
Nagih!
Dan setelah semua terjadi dan setelah kenikmatan duniawi di raih dan hanya tinggal peluh yang membasahi sekujur tubuh ia tetap memejamkan matanya karena merasakan mengantuk dan juga lelah.
Ia membiarkan Abang Ars melakukan tugas untuk membantu nya untuk membersihkan diri.
Ia sudah merasakan segar setelah menggebyur sekilas dan memakai baju Abang Ars yang kebesaran di tubuh kecilnya.
Ia suka memakai baju Abang Ars akhir-akhir ini.
" Terimakasih Sha. " Kata Abang Ars sambil mencium keningnya dengan dalam dan lama.
Dan ia tidak mengatakan apapun itu, ia hanya tersenyum dan semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Abang Ars yang membuatnya selalu nyaman.
--
" Sha, ini baby boy kita mau nyusu dulu. " Kata Abang Ars yang membangunkan nya di pagi-pagi buta dan dengan mata yang masih mengantuk ia pun menyusui baby Arsy dengan bantuan Abang Ars.
-
**Iyes! aku double up :)
Besok aku mau triple up (3 bab) udah termasuk crazy up belum sih?š¤£
Pokoknya apapun itu aku tetap triple up (maksa)š¤
Dan aku juga mengucapakan terimakasih buat Kakak-kakak yang bermurah hati udah kasih hadiah, vote, like dan komentar untuk tulisan aku yang masih jauh dari kata sempurna :)
__ADS_1
Apresiasi kakak-kakak semua untuk novel ini, adalah imun baik untuk aku, biar semakin semangat up setiap hari šš¤**